Sunshine For The Vampire

Sunshine For The Vampire
Ch. 21


__ADS_3

Ditempat itu hanya ada suara jantung berdebar-debar, nafas yang terengah-engah karena lelah bertarung satu sama lain dan teriakan kesakitan yang tersisa.


Mafia yang tersisa sangat ingin bertahan hidup, dan dia berlutut di tanah, "Mulai sekarang kamu akan menjadi ayahku! Kakekku! Aku-."


"Ini sangat berisik."


Mafia itu dengan gemetar memandang anak laki-laki di depannya, alisnya penuh amukan dan permusuhan, memandang orang-orang seperti melihat sebuah tiang kayu, tanpa jejak vitalitas.


Seperti orang mati.


Mulut alex sedikit sobek dan berdarah menetes dari ujung jarinya ke tanah. Dia tidak peduli. Dia menatap Alette yang gemetar di tanah dan berkata, "Cukup untuk melihat?."


Alette menatap darah yang menetes tanpa berkedip. Dia merasa sedikit tercengang - dia selalu merasa tenggorokannya tiba-tiba kering, gatal, dan haus, dan dia tidak ingin minum air, ada apa?


Alette mengerutkan hidungnya, seolah mencium bau yang sangat enak, tetapi setelah mengendusnya dengan hati-hati, baunya menghilang.


Baunya sangat enak ...


Alette dengan cepat menyatakan posisinya, "Saya baru saja lewat!," Dia berkedip dan menghela nafas lega.


Pria bernama alex itu langsung menggendong Alette di pundaknya. "Percaya pada hantu bila aku setuju saja dengan alasanmu."


"Kyaa~, turunkan aku, waa~."


Alex tertawa saat mendengar teriakan Alette. Tapi semakin mereka berjalan, Alex merasa ada sesuatu yang tidak beres.


Langkah Alex terhenti saat indra-indra hunternya mendeteksi keberadaan Daemon. Ia menurunkan Alette di balik pohon dan mendengar sekelompok pria menertawakan korban mereka. Dia mendengar perkataan yang sangat aneh ...


"Silahkan tertawa, brengsek. Tapi orang yang tertawa di akhir akan tertawa lebih lama sampai perutku sakit malam ini."


Perkelahian terjadi.


Alex menyusuri kegelapan, diam-diam Alette mengikuti Alex. Sebuah pagar dari tanaman terbuka dan jalan menuju ke sebuah halaman mansion kuno. Di belakang mansion ada enam orang Daemon dan dua orang pria.


Dua orang Daemon menerjang ke arah pria itu namun kedua pria itu seakan menari dengan belati di tangannya. Dia tampak seperti sudah terbiasa dengan pertarungan itu.


Salah satu dari mereka tertangkap tapi tidak ada rasa panik di wajahnya.


Alette mengenali wajah Nick dan Isaac lalu dia memutup mulutnya agar tidak bersuara.

__ADS_1


Nick melompat salto di udara dan berbalik menyerang dengan tikaman di punggung. Seketika Daemon itu lenyap.


Ke empat Daemon tidak maju untuk bertarung malah saling berbicara dalam bahasa yang sudah lama tidak Alette dengar : Greek kuno.


"Mala fortuna venit, hi duo venatores bene pugnaverunt...." (Kesialan datang, dua hunter ini tampaknya pandai bertarung.)


"Sicut felix haec duo nimis stulta sunt, quam praedae sanguine mulcentur" (Hanya beruntung karena kedua orang itu terlalu bodoh untuk terpesona pada darah mangsa)


"Hey hey, venator non excors ad seducendos latinas." (hei hei , pemburu kecil, tidak bodoh sehingga bisa terpikat dengan itu , guys)


Isaac tertawa mendengar balasan yang Nick ucapkan pada mereka. "Jangan gunakan bahasa itu disini, ke ke ke, jika Pope tahu kamu bisa berbahasa greek kuno itu sangat berbahaya."


"Huh, ini halaman mansion yang terbengkalai, takut apa ? Sicut fasciculum superbus Daemonum ...."


"Hehe ... assentior, quia tam stultus es!."


Belum selesai Nick berbicara , di belakangnya muncul sebuah pusaran putih yang berputar-putar. Tembakan aura melesat dari portal itu tepat menuju ke arah Nick.


BOOM !


"Nick !!" Isaac tampak sangan khawatir dengan kondisi Nick langsung berteriak , sayangnya ... itu terlambat.


"Vere stultus !" Alette mengepalkan tangannya hingga memucat lalu melesat dengan cepat ke arah Isaac untuk memghentikannya.


Saat Isaac ingin berlari ke arah Nick, tiba-tiba dia mendengar suara keras dan kemudian seseorang berteriak: "Pergi! Pergi!."


Ketika Alex mendengar teriakan itu , dia tahu situasi ini sangat tidak benar, dia segera melindungi Alette dengan kekuatan supernatural, "Gadis, kamu baik-baik saja ...." Sebelum dia selesai berbicara, dia berhenti dan berkata pada Isaac dengan heran: "Apakah kamu ... dark hunters."


Isaac mengangguk: "Tentu saja itu benar!."


Alex bertanya dengan tatapan bingung: "Apa-apaan ini!."


"Aku pikir siapa yang berbuat bodoh dengan memancing drakula dari persembunyiannya."


Alex berkata dengan sinis, "Hal yang baik hanyalah untuk menyenangkan dirimu sendiri, apakah menurut kamu juga begitu?."


"Itu tentu saja. Seseorang yang menganggap hidupnya sendiri lebih penting daripada apa pun. Bukankah begitu , tuan hunter?."


"Nona, bisakah kita bicarakan ini lain waktu ?."

__ADS_1


Isaac tersenyum pahit untuk hal ini.


"Tidak akan mati, setidaknya hari ini."


Di dunia ini, rasa sakit yang sesungguhnya bukanlah kematian, tapi hidup. Karena terlalu banyak orang yang tidak bisa menahan diri, dan terlalu banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara hidup.


Jika bukan karena tugas bodoh ini , dia pasti tidak akan melakukan hal-hal membosankan seperti itu sekarang. Ini benar-benar bukan narsisme, mereka berdua terlahir sebagai pembunuh dan telah menjadi aktor selama bertahun-tahun.


Mereka adalah orang supernatural garis ganda yang tidak lemah dalam EQ dan IQ.


Apa yang harus Isaac lakukan? Isaac tidak bisa mengalahkannya dan berbicara sesuai kemauang dirinya. Tapi, bisakah dia menolak?


Isaac memejamkan mata, dia hanya bisa patuh ... patuh.


"Kamu, kamu, apa yang kamu lakukan pada Nick saat dia tidak sadar diri?."


Tanpa banyak bicara Alette meletakkan telapak tangannya di punggungnya, membiarkan kekuatan spiritual mengalir terus menerus ke dalam tubuh Nick. "Kalau aku ingin melakukan sesuatu, itu belum terlambat."


Benar saja, seorang wanita adalah makhluk yang tidak bisa dipahami, dan dia tampaknya berbeda dari wanita yang dia kenal sebelumnya.


Dalam ingatan Isaac hanya ada dua macam wanita, satu jenis racun seperti ular dan kalajengking, siapapun bisa dikorbankan dengan cara apapun untuk mencapai tujuannya. Yang kedua ada type yang gila akan cinta dan lelaki.


Untungnya Alette berbeda dari keduanya. Sedikit pintar, sedikit manis, sedikit temperamental, dan sedikit enak dilihat.


Setelah membantu memulihkan Nick, Alette merasakan kehangatan dalam dirinya. "Ini bukan tempat para drakula membunuh sesukanya."


Sosok drakula itu merasa tubuhnya gemetar. Aura Alette menyebar seketika. Dingin dan mematikan bahkan untuk seorang vampire !


Flinch!


Drakula yang sangat terlihat kuat sebelumnya kini seperti anjing yang ketakutan.


Alex melihat kejadian ini dengan penuh tanda tanya dalam pikirannya.


Siapa gadis ini?


Alette pun merasa aneh.


Tubuhnya panas , sama seperti ketika dia masih hidup. Alette sungguh ingin mengatakan bahwa untuk pertama kalinya seseorang dapat merasakan panas dalam dirinya sendiri, perasaan itu mungkin sama dengan zombie berusia seribu tahun. Tubuh vampir Alette tiba-tiba menemukan dirinya hidup dan menjadi manusia, bersemangat dan aneh.

__ADS_1


__ADS_2