Sunshine For The Vampire

Sunshine For The Vampire
Ch. 8


__ADS_3

Severin tiba-tiba dicium oleh Alette, dan semua orang membeku.


Alette bergumam dan bersandar di leher Severin: "Kakak jangan sembunyi, Alette takut, Mereka ingin membunuh Alette."


Para pelayan bergegas mendorong pintu. "Kami tidal melihat apapun , kami tidak lihat."


"KELUAR !!," Setelah berbicara, dia dengan cepat meraih tubuh Alette dan membawanya ke tempat tidur.


Kedua pelayan menoleh dengan cepat ketakutan dan pergi menjauhi kamar itu.


Alette terus bergumam, dan dia sangat ketakutan. Akhirnya, dia berkata dengan tidak sabar: "Apakah kamu menyukaiku, Erin!."


Namun, Severin tidak pernah mengatakan sepatah kata pun.


Kepala Severin dipenuhi banyak pertanyaan. Apa kedua saudara ini punya hubungan lain?


Dua bersaudara, satu seperti es, yang lain seperti api, yang satu dingin dan yang lain panas, yang lain diam dan yang lain bergerak, tetapi mereka secara tak terduga harmonis.


Ditambah lagi, Xavier adalah Noble vampire.


Melihat situasi Alette sangat tidak baik. Severin berpikir lama tentang apakah dia harus tinggal di sini malam ini.


"Alette, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, ini agak tidak normal, tapi tidak bisa bertanya apa-apa. Apa sebaiknya menunggu Alette bangun, baru bertanya ?."


Severin mematikan lampu, duduk dalam kegelapan sebentar, lalu bangkit dan duduk di tepi tempat tidur Alette. Terlihat Alette sudah berhenti berteriak, hanya membuat suara bersenandung. "um."


"Alette, ada apa denganmu."


Mata terlelap Alette tiba-tiba terbuka, Severin menatapnya dan Alette membalas tatapannya. "Apa kau mencintaiku ?."


"Ya, sangat mencintaimu." Jawab Severin dengan suara serak. "Buatlah aku tetap disisimu, menjagamu."


"Meskipun aku tidak bisa membalas cintamu? masih sanggup bersamaku?."


"Ya." Severin menganggukkan kepalanya.


"Bersumpahlah, ucapkan janji abadi padaku, hanya kepadaku kamu serahkan hidupmu."


"Aku ... Severin Lycaon Strigoi, akan memberikan darahku dan membuat ikatan kepadamu, serta akan melayanimu sebagai tuanku."


Alette mendekati Severin, "Membuat kontrak denganmu atas namaku Alette Elaine Scherie. Kamu hanya akan loyal kepadaku, melayaniku sebagai tuanmu dan tidak berkhianat padaku."


Sebuah lambang Rune sihir terbentuk di dada Severin.


Bite !

__ADS_1


Alette mengigit leher Severin dan meminum darahnya. "Kamu orang pertama yang memiliki tanda vampirku. Jangan mengecewakan aku, atau ... ."


"Aku tidak akan mengecewakanmu, tuanku."


Di kamar milik Charles, Dia terbangun dengan energy panas meluap keluar dari tubuhnya yang sakit. Tiba-tiba saja penyakit yang dia derita selama ini lenyap. Charles merasakan dirinya kembali muda. "Siapa ... siapa yang berhasil memecahkan kutukan keluarga Strigoi ?."


"Yang mulia !."


"Tidak apa-apa, Severin ... dimana Severin?."


"Pangeran menemani nona Alette, kata pelayan dia sakit."


"Sakit ?." Charles berpikir sejenak, "Itu bukan sakit ... cepat, antar aku ke kamar Alette."


Mereka pun bergegas menuju kamar Alette berada, saat itu yang terlihat adalah mata merah Alette dan darah di bibirnya. Sedangkan Severin, dia duduk dihadapan Alette dengan sinar perak melapisi tubuhnya.


Charles tidak tahu apakah dia harus senang atau menangis. Putranya, telah menjadi tangan kanan seorang Noblesse. Keturunan Vampire yang bahkan di takuti oleh ras lain sekalipun.


Ketika Alette tersadar, dia membuka matanya dan melihat bayangan telinga dan ekor serigala pada Severin. Dan itu adalah pertama kalinya dia melihat wajah Severin begitu dekat.


Kulitnya yang putih mulus, alis yang tajam dan gelap, tulang alis dan hidung terbaiknya, tulang alis Eropa dan batang hidung yang tinggi, membuat fitur wajahnya lebih tiga dimensi, bulu matanya lebat dan panjang, dan warna bibirnya sangat bersih.


Alette memperhatikan sebentar, dan akhirnya memusatkan perhatiannya pada telinga serigala dan ekornya. Itu sungguh terlihat nyata dan ... hangat ??


'Oh, sial ! Severin akan terbangun'


Alette sangat ketakutan sehingga dia duduk dari tempat tidur. Dia segera melihat ke bawah pada dirinya sendiri, hanya untuk melihat bahwa dia berpakaian rapi dengan piyama, dengan kancing semua kancing ke atas.


Alette menghela nafas, meregangkan kakinya dan menendang Severin. "Erin !."


Severin sedikit mengernyit, membuka matanya, menatapnya tercengang selama sekitar satu detik, dan kemudian segera duduk. "Kamu sudah bangun. Tidak demam dan tidak pucat."


Jantung Alette berdetak kencang, dan bertanya: "Mengapa saya di sini? Mengapa kamu di sini, Severin?."


"Tidakkah kau ingat?."


Alette meenggelengkan kepala.


"Ehem ... ."


Suara batuk itu sukses membuat perdebatan Alette dan Severin terhenti. Wajah Alette memerah dan bersembunyi di belakang punggung Severin.


Severin mengusap wajahnya dan berkata "Oh."


"Ehem, perkenalkan diriku, Marquis Charles Ziglar Sanders. Pimpinan para warewolf dibawah perintah langsung putri Alette."

__ADS_1


Marquis Charles berlutut dihadapan Alette diikuti seluruh penghuni kastil.


Alette sangat terkejut, meskipun sebenarnya dirinya lebih dari putri seorang baron apalagi duke. Bagaimanapun, identitas Alette jauh lebih mulia daripada keluarga Severin.


Dalam keadaan seperti itu, Alette tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis.


Tetapi kebanyakan orang tidak menyadari, atau tidak mau mengakui, bahwa dirinya orang berkedudukan, bukan?


Apakah harus menolak ucapan marquis ?


Alette tampak agak tidak berdaya. "Ba ... bangunlah marquis, jangan seperti ini."


Marquis Charles menyetujuinya dan bangkit.


"Mari kita duduk sejenak, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan."


"Ke ruang baca saja, Alette perlu berganti pakaian. Dan kalian ... ."


Flinch!


Para pelayan terkejut dengan tatapan mendominasi Severin.


"Mau sampai kapan diam berdiri disana?."


"Kami ... akan kami lakukan."


Severin tidak mengerti, tapi dia saat ini dalam suasana hati yang sama, tidak nyaman. Dia lalu mengangguk sedikit: "Jika ada yang mengganggumu, bahkan jika kamu menemukan seseorang untuk melawan, jika kamu tidak bisa mendapatkannya, kamu dapat memanggil seseorang di pasukan khususku, dan sahabatmu ini akan mendukungmu."


Alette menjawab dengan riang: "Oke!."


Semua orang tidak bisa tidak memuntahkan darah. Bahkan Marquis Charles juga tidak terelakkan untuk muntab darah karena mendengar kata-kata Severin.


"Oke, aku sudah muak untuk hari ini, hari lain, ayo lanjutkan!."


Para pelayan bergegas menyiapkan keperluan Alette.


Kebangkitan Alette menggetarkan seluruh pilar spiritual. Baik itu di Arcadia, Savitar, Valch, Arkaiz dan Arvania. Gelombang terbesar pun jatuh pada pilar utama di Shambala, membuat petinggi kerajaan vampire meminta utusan terpercayanya untuk menjemput sang penerus.


Rantai informasi ini berlangsung hingga menyebar ke seluruh benua Shambala. Pertanda sang penerus muncul dan akan membawa kemakmuran bagi klannya. Namun hal ini justru awal dari kegelapan Arcadia dan negara sekitarnya.


Kakek Alette hanya mampu menatap pedang yang bersinar dihadapannya bersama Xavier.


"Kakek ... ."


"Ternyata, takdir dari ramalan itu tidak dapat diubah sama sekali. Alette, cucuku. Kakek akan selalu mendukung keputusanmu, jadi tetaplah bertahan hidup, kumohon."

__ADS_1


__ADS_2