SUPIR SEKSI-KU

SUPIR SEKSI-KU
10. Hongyi menemukannya


__ADS_3

Maaf Typo bertebaran beb Belum sempat edit.


.


.


.


.


.


Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


...TERIMAKASIH...


.......


.......


.......


...selamat membaca semoga suka ceritanya...🙏🏽🙏🏽🤗...


...*********...


...***SUPIR SEKSI~KU***...


.......


.......


.......


.......


.......


"Terimakasih sudah tidak marah karena aku menyembunyikan identitasku."


"Itu bisa kita bicarakan nanti, setelah kamu sembuh jelaskan semuanya." Ucap Sean lalu iya menyuruh Yiran untuk istirahat beberapa hari untuk memulihkan kondisinya.


"Ternyata selama ini dia sudah tau aku seorang wanita, tapi dia tidak marah atau mengusirku?? Sungguh ajaib." Ucap nya lirih.


.


.


.


Beberapa hari Yiran dirumah sakit, pekerjaan yang diberikan oleh Sean kepada Hongyi pun telah iya selesaikan semuanya.


Ya, kekacauan yang sudah Zhan perbuat di bereskan semuanya oleh Hongyi dan juga pengacaranya.


Keluarga korban akhirnya setuju dengan berdamai, karena gimana pun juga yang dibunuh Zhan adalah begal dengan semua bukti-bukti yang ada.


Zhan disini hanya membela dirinya, jadi saat itu Hongyi juga pengacara mengajukan permintaan damai, lalu mereka menyetujuinya dengan jumlah kompensasi yang tidak sedikit jumlahnya.


"Sean, akhirnya damai juga." Kata Hongyi melaporkan pekerjaannya.


"Baguslah, jadi mereka menerimanya??"


"Tentu saja menerimanya, kalau di khasuskan tentu mereka tetap kalah. 4 pria itu buronan yang sering sekali membegal orang lewat di tempat sepi, banyak korbannya juga, bukan hanya kamu saja." Jelas Hongyi.


"Semoga uang itu bermanfaat dan mereka bisa hidup layak." Kata Sean.


"Ya semoga saja." Ucap Hongyi menimpali. "Oiya Sean kamu harus menjelaskan, kenapa Yiran bisa menjadi seorang wanita?" Tanya penasaran Hongyi.


"Aistt~ kepo."


Plak


"Aku serius."


"Auww-- sakit bodoh!" Marah Sean pada sahabatnya itu. "Aku harus cerita apa?? Kenyataannya aku juga belum mendapatkan penjelasan dari nya kenapa berbohong mengenai identitasnya." Jelas Sean.


"Jadi kamu baru tahu juga?" Tanya Hongyi penasaran.


"Bisa iya bisa tidak."


"Maksudnya??" Hongyi bertanya lagi.


"Sudah jangan bahas itu, sebaiknya kita bahas masalah panti asuhan itu? Gimana sudah menemukan anakku?!" Tanya Sean pada Hongyi.


"Belum."


"Kenapa?"


"Karena aku mengurus masalahmu terlebih dahulu, itu bisa kita lakukan nanti setelah semuanya beres." Ucap Hongyi dan kali ini Sean setuju.


"Ya sudah mulai besok cari anakku!" Perintah Sean pada Hongyi sahabatnya itu.


"Siap Bos!"


Hongyi meninggalkan Sean, sedangkan Sean kembali keruangan Yiran berada. Dia melihat gadis itu termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.


Gadis?? Ya Sean belum tahu kalau Yiran sudah memiliki seorang putri. Jadi dia hanya mengetahui kalau Yiran single.


"Ada apa?? Kenapa wajahmu ditekuk seperti kanebo kering hem?!" Tanya Sean penasaran.


Yiran melihat Sean yang datang. "Tidak, aku hanya merindukan panti saja." Ucap Sedih Yiran.


"Panti??" Gumam lirih Zhan. -**"Tunggu Yiran seorang gadis dan dia tinggal dipanti? Apa pantinya sama dengan panti dimana wanita itu berasal?? Ah gak mungkin kan kebetulan sekali?!" Tanyanya dalam hati**-. "Panti yang pernah kamu temui itu?" Tanya Sean lagi.


"Iya, bukankah tuan muda pernah aku ajak kesana? Gak lupa kan?" Tanya Yiran pada Sean.


Tentu saja Sean tidak lupa. Tapi dia saat itu tidak melihat dengan jelas plang nama dari panti yang iya dan Yiran kunjungi.


-**"Tapi didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan bukan?" Tanyanya lagi dalam hati**-.


"Apa kamu dari kecil tinggal dipanti?" Tanya Sean mengorek informasi dari Yiran.


"Eum~ kata Ibu panti aku dibuang dan ditemukan oleh nya didepan pintu masuk panti asuhan." Jelas Yiran mengingat semua ucapan dari Ibu pantinya.


"Lalu kenapa kamu bersedih?!" Tanya Sean lagi.


"Salah satu anak dipanti sakit, aku rindu dengannya dan ingin bertemu." Jelasnya membuat Sean ikut merasakan kesedihan Yiran.


"Aku akan menyuruh Hongyi untuk ke panti menggantikan dan melihat kondisi dari anak itu. Biar kamu tidak terlalu khawatir." Kata Sean membuat Yiran yang mendengarnya senang.


"Sungguh?" Tanyanya menyakinkan lagi.

__ADS_1


"Hm sungguh."


"Terimakasih Tuan Muda Sean." Ucap Yiran senang.


"Hm sama-sama." Kata Sean lagi.


Dia tampaknya sudah mulai menyukai jika Yirang tersenyum senang. Karena itu membuatnya bahagia juga.


Tulalit tulalit


*panggilan on*


("Kamu dimana?")


("Aku perjalanan menuju panti asuhan, bukankah tadi kamu menyuruhku untuk mengambil sampel dari anak-anak dipanti yang berusia 2-3 tahun?")


("Oo-- bagus kalau gitu! Tapi setelah dari sana kamu mampir ke panti asuhan lainnya. Namanya~." Suaranya terputus karena dia menanyakan itu ke yiran.)


"Panti asuhan Candy." Kata Yiran yang sedikit senang.


("Dipanti asuhan Candy. Jangan lupa kamu bawakan nanti makanan dan mainan. Ada gadis kecil yang sedang sakit disana!")


("Tunggu~ panti asuhan Candy itu ya panti dimana anak kamu berada Sean.")


("Apa?? Yang benar Hongyi??")


("Tentu saja benar, masa aku membohingumu. Tunggu!! Apa Yiran tinggal di panti asuhan Candy?")


("Iya benar.")


("Aku akan mencari tahu kebenarannya, kamu tunggu saja info dariku. Jangan sampai dia curiga, ingat yang pernah aku beritahu padamu, kalau wanita itu tidak mau ada yang tau keberadaannya termasuk kamu!")


("Baiklah, aku menunggu kabar baiknya.")


("Hm~ aku akan memberikan kabar baik untuk mu nanti.")


Klik


*panggilan off*


-**"Apa-apaan ini?? Apa mungkin Yiran wanita yang aku cari?? Jika iya apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya dalam hati**-.


"Tuan muda, apa yang Hongyi bilang?" Tanya Yiran penasaran.


"Dia bilang akan mampir dan akan memberikan hadiah atas nama kamu."


"Sungguh?! Terimakasih!"


.


.


.


.


Hongyi datang ke panti yang alamatnya diberitahukan oleh Yiran dan itu juga panti yang selalu dia datangi dia pun berfikir. -**"Apa mungkin yang selama ini aku cari sebenarnya ada didepan mata?" Tanya nya dalam hati**-.


Hongyi keluar dari mobil nya dan disambut oleh anak-anak panti. Mereka selalu senang jika Hongyi datang, karena mereka akan mendapatkan sebuah hadiah.


"Paman Hongyi---." Teriak mereka bersamaan.


"Aiyo--- sudah dibilang panggil Gege saja!" Pinta Hongyi tapi mereka semua tidak mau.


"Pamaannnn----." Jawab mereka serentak.


"Ya sudah lah terserah kalian saja." Pasrah Hongyi yang tak mungkin keinginan nya terkabul.


"Tentu saja Gege bawa, nah yang sudah dewasa bantu Gege untuk membawa mainan didalam mobil." Kata Hongyi. Anak-anak dengan semangat 45 nya berlari menuju mobil lalu membuka bagasi dan mengambil semua bawaan disana.


"Horeee---." Teriak mereka bersamaan.


"Anak-anak hati-hati jangan berebut!" Pinta nyonya Lina yang melihat kerusuhan itu.


Seperti biasa Hongyi membeli begitu banyak hadiah dan itu akan cukup untuk semua anak yang ada di panti Candy.


Bocah berusia 5 tahun melihat sebuah boneka yang sangat besar di bagian tengah, dia ingin meraih itu. "Paman boleh Chika meminta boneka itu!" Tunjuknya membuat Hongyi melihat kearah yang ditunjuk gadis kecil itu.


Dengan tersenyum Hongyi pun berkata. "Untuk yang itu tidak bisa, karena itu hadiah titipan dari seseorang untuk salah satu anak disini."


"Itu boneka, pasti buat Chika." Kata nya lagi. Tapi Hongyi hanya tersenyum sambil mengelus kepala bocah itu.


"Chika tidak boleh seperti itu, Chika bisa memilih yang lainnya oke." Bujuk nyonya Lina pada anak asuhnya. "Nah Hongyi, memang siapa anak yang dititipkan boneka itu?" Tanya Nyonya Lina penasaran.


"Saya belum tau anaknya, tapi katanya dia sedang sakit."


"Sakit??" Tanya nyonya Lina kaget.


"Ibu, kan yang lagi sakit Chika, jadi memang ini untuk Chika hore---." Ucap Chika senang.


Hongyi yang mengetahui itu menjadi kecewa, karena tidak mungkin anak Sean berumur 5 tahun.


"Iya memang Chika sedang sakit, tapi coba kita tanya pada Paman Hongyi dari siapa boneka ini? Paman Hongyi dari siapa boneka ini?" Tanya Nyonya Lina lembut.


"Itu dari Yiran, dia menitipkan boneka itu buat anak yang sakit disini. Kata Yiran semalam Ibu pantinya menghubunginya kalau salah satu anak disini sakit, dan kebetulan saya mau kepanti. Saat mengetahui nama dan alamatnya sama dengan panti yang saya tuju, saya menawarkan diri untuk mengantarkannya, karena Yiran sedang sakit."


"Yiran? Sakit? Sakit apa dia?? Dan nak Hongyi kenal Yiran dari siapa??" Tanya nyonya Lina penasaran.


"Kebetulan Yiran kerja dengan tuan muda saya, yang sekarang sedang mencari wanita itu." Kata Hongyi membuat nyonya Lina kaget.


"Apa??" Kagetnya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Yiran bekerja dengan pria itu??" Tanyanya kaget.


"Iya ada apa nyonya??" Tanya Hongyi penasaran.


"Tidak."


"Ibu karena ini punya Chika boleh Chika bawa kedalam?" Tanyanya.


"Yang sakit bukan Chika, kan kamu udah sembuh! Yang sakit Yisea." Ucap salah satu bocah yang lain.


"Yisea??" Tanya Hongyi kaget.


"Iya kalau itu dari Yiran Jie berarti itu buat Yisea putrinya." Katanya lagi tapi tiba-tiba Ibu panti menutup mulut bocah itu dengan tangannya.


"Jangan dengarkan dia! Yang dikatakannya tidak benar! Yiran masih gadis di~dia belum pernah punya an~anak." Ucapnya sedikit gugup.


Hongyi yang tidak percaya itu langsung berkata. "Jangan anda bilang kalau Yiran itu wanita yang saya cari selama ini?"


"Ti~tidak." Gugupnya.


"Nyonya jangan berbohong lagi, kalau itu benar seharusnya anda senang, tuan muda Sean sudah mengenal wanitanya dan dia sayang pada Yiran. Kalau dia tau bukankah Yiran akan mendapatkan kebahagiaannya?!"


"Ta~tapi?!" Ragu nyonya Lina.


"Jika benar itu Yiran, saya akan merahasiakan itu dari Yiran. Saya jamin Yiran tidak akan tau semuanya tapi biarkan tuan muda Sean mengetahui semuanya. Dia pasti senang." Bujuk Hongyi lagi.


"Tapi nak Hongyi."


"Ayolah Bu, apa anda tidak kasihan pada Sean sudah lama dia mencari Yiran dan putri nya. Dia pasti senang kalau yang saya ceritakan seorang gadis cilik mirip dengannya yang ternyata gadis cilik itu putrinya sendiri. Pasti dia senang sekali."

__ADS_1


"Baiklah saya akan mengijinkan tuan muda Sean kesini melihat anaknya. Tapi anda harus janji bahwa Yiran tidak boleh tau kalau tuan muda Sean adalah ayah dari Yisea dan dia sudah tau semuanya."


"Saya janji, saya akan bawa dia dan Yiran kesini. Biar anda lihat sendiri seperti apa tuan muda Sean kami." Ucap Hongyi. "Anda pasti setuju jika Yiran dengan nya." Katanya lagi. "Boleh saya melihat Yisea?"


"Tentu saja boleh."


"Ibu ini boneka punya Chika kan??"


"Ini boneka punya Yisea."


"Tapi kenapa semua buat Yisea??"


Hongyi melihatnya lalu berjongkok menyamakan tingginya dengan Chika. "Chika suka??" Tanya nya lembut dan gadis kecil itu pun mengangguk. "Kalau begitu ini buat kamu! Nanti biar Gege belikan yang lain buat Yisea." Ucapnya lembut.


"Asyikk--- terimakasih Paman." Teriaknya senang.


"Aistt--- kenapa Paman lagi." Ucapnya sambil menepuk jidat.


"Hahahaha--." Semua tertawa senang.


Hongyi masuk kedalam panti menuju Yisea berada. Gadis kecil itu seperti yang dibilang oleh Ibu panti kalau dirinya sedang sakit.


Hongyi melihat gadis kecil itu tersenyum. "Ternyata firasat Paman benar saat melihat mu pertama kali." Ucapnya sambil mengelus kepala Yisea pelan. "Penerus keluarga Xiao ternyata begitu cantik." Ucapnya lirih tapi masih bisa didengar oleh Ibu pemilik panti.


"Apa Xiao??" Tanya nya kaget.


"Iya Xiao! Nama Ayahnya gadis kecil ini Xiao Sean atau sering di kenal Sean Xiao." Terang Hongyi.


"Ja~jadi nyonya Xiao Yangzi itu nenek dari Yisea?" Tanya nyonya Lina kaget.


"Anda mengenalnya??" Hongyi bertanya kembali.


"Iya dia donatur tetap di panti ini, tidak disangka nyonya Xiao yang baik hati itu yang selalu menanyakan Yisea adalah Nenek dari Yisea." Ucap Nyonya Lina tidak menyangka.


"Betapa beruntung gadis kecil ini. Akhirnya aku menemukanmu." Ucap Hongyi sambil tersenyum.


Setelah melihat Yisea yang masih tertidur dia pun keluar ruangan itu dan ingin memberi kabar gembira pada Sean jika yang selama ini dicari-cari pun sudah ketemu.


Dia pun segera menghubungi Sean dengan wajah senang.


Tulait tulalit.


Mendapat panggilan dari Hongyi, Sean pun berpamitan keluar ruangan untuk menerima panggilan dari ponselnya.


*panggilan on*


("Hallo Yi, ada apa??")


("Sean aku punya kabar gembira!")


("Apa itu?")


("Aku sudah menemukan wanita yang kamu cari selama ini!")


("Apa kamu bilang?? Sungguh kamu sudah menemukannya Yi??")


("Sungguh!! Bahkan aku sudah menemukan keberadaan putri mu juga.")


("Putri??")


("Ya putri, dia sangat cantik dan mirip sekali dengan mu.")


("Jadi selama ini benar aku sudah memiliki seorang anak? Dan dia seorang putri?")


("Hm~ dan kamu tidak akan menyangka siapa wanita itu? Bahkan kita mengenalnya selama ini?!")


("Siapa wanita itu Yi?")


("Kamu jangan kaget jika mengetahuinya.")


("Hm aku tidak akan kaget.")


("Yiran~!")


("Apa Yiran?")


Sean benar-benar kaget saat mengetahui jika wanita yang selama ini iya cari adalah Yiran. Dia supir pribadinya.


("Apa kamu kaget mendengarnya?")


("Tentu saja kaget, apa maksudnya selama ini? Apa dia sudah tau jika aku pria itu?")


("Jangan berprasangka buruk terlebih dahulu Sean, dia tidak seperti yang kamu pikirkan. Bahkan dia tidak pernah tau siapa pria yang pernah menidurinya.")


("Apa kamu yakin Yi?")


("Tentu saja yakin, aku sudah menyelidikinya. Dan aku sudah berjanji pada Ibu pemilik panti jika Yiran tidak akan pernah tau kalau kamu sudah tau dirinya siapa?")


("Maksudmu?")


("Hanya kamu yang tau jati diri Yiran dan juga putrinya tapi dia tidak akan pernah tau kalau sebenernya kamu sudah mengetahuinya sampai kamu sendiri yang memberi tahukan dia jika kamu lah pria yang sudah menghancurkan hidupnya.")


("Baiklah aku akan mengikuti perkataanmu, aku ingin melihat putri ku secepatnya. Dan aku akan membuat Yiran menyukaiku jadi dia akan menerimaku dan tidak akan kecewa jika dia tahu yang sebenarnya.")


("Bagus! setelah sembuh, ajaklah dia untuk mengunjungi pantinya bersamamu dengan maksud ingin berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti.")


("Baiklah kalau begitu. Yi terimakasih atas semuanya.")


("Tidak masalah.")


Klik


*panggilan off*


Ceklek


Blam


Sean masuk keruangan tempat Yiran dirawat, dia melihat wanita yang selama ini iya cari, wanita yang selalu membuat nya merasa bersalah ada dihadapannya sekarang.


Dia pun membelai rambut Yiran pelan dan berkata dalam hatinya -**"Yiran ternyata kamu lah yang selama ini aku cari-cari. Pasti selama ini kamu menderita sekali, dan semoga saja kamu bekerja ditempat ku murni karena membutuhkan pekerjaan. Bukan karena sudah mengetahui diriku."**-.


.


.


.


.


*TBC


*VI3NY18066


Oke aku up lagi. Maaf ya kalau misalnya nanti up nya agak lama, karena ada baby jadi gk bisa up dengan cepat.🙏🙏


Tapi tetap kog diusahakan untuk up. Dan seperti biasa jangan lupa follow, like dan komen nya juga vote nya ya🙏.


*TERIMAKASIH 🙏

__ADS_1


...***02-11-2021***...


__ADS_2