
Maaf Typo bertebaran beb Belum sempat edit.
.
.
.
Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..
.
.
.
.
...TERIMAKASIH...
.......
.......
.......
...selamat membaca semoga suka ceritanya...🙏🏽🙏🏽🤗...
...*********...
...***SUPIR SEKSI~KU***...
.......
.......
.......
.......
.......
Karena kejadian makan siang di Cafe itu, Yiran ditugaskan kembali untuk menjadi supir pribadinya Sean.
Tapi kadang Sean menyuruh Yiran hanya ikut saja dan duduk dengan tenang disampingnya.
Kadang sikap Sean membuat Yiran bingung, tapi untuk bertanya pun Yiran tidak berani.
"Tuan muda, apa hari ini aku duduk manis seperti biasanya atau aku yang mengemudikan mobilnya?" Tanya Yiran memastikan.
"Kamu duduk manis saja, biar aku yang bawa mobilnya!"
"Yakin anda kuat membawa mobil tuan muda?!" Tanya Yiran jahil.
"Yiran--."
"Hahaha-- maaf tuan muda, ya sudah ayo lah kita kemon." Ucapnya menuju mobil diikuti oleh Sean.
Sesampainya didalam mobil Sean membuka pembicaraan. "Besok ikut dengan ku ke luar kota!"
Yiran melihat kearah Sean lalu berkata. "Baik Bos-- nanti akan aku kemasi barang-barang yang akan dibawa."
"Tidak perlu banyak-banyak kita cuma 2 hari jadi gak perlu sampai seperti orang pindahan." Sindir Sean yang pernah mendapati Yiran membawa 2 koper padahal perginya hanya 3 hari.
"Hehehe--- iya tuan muda, tenang saja aku tidak akan membawa banyak barang. Kalau bisa rumahnya yang aku bawa." Candanya, Sean pun melihat kearahnya dengan mata yang melotot. "Ampun bang jago hehehe--." Ucapnya sambil nyengir.
Yiran memandang kearah luar jendela mobil, pandangannya menerawang jauh. Dia pun melamun membayangkan kejadian semalam saat ibu pantinya memberi tahukan kalau pria yang membuat Yisea hadir didunia mencari-cari nya lagi.
\*\*Flasback on\*\*
Tulalit tulalit
\*panggilan on\*
("Yiran ini Ibu!").
("Ya Bu ada apa?!").
("Ibu hanya ingin memberitahukan mu kalau pesuruh dari pria yang menghamilimu datang lagi.").
("Lalu Ibu bilang apa?").
("Ibu bilang harus minta ijin padamu terlebih dahulu jika ingin memberitahukan keberadaanmu juga putrimu.").
("Bagus Bu, aku tidak mau memiliki hubungan dengan pria itu!").
("Yiran boleh Ibu memberimu saran?!").
("Eum~ silahkan!").
("Sudah beberapa kali dia kesini, bahkan dia menolong Ibu saat rentenir itu datang, dan membayar hutang kita. Juga baru saja Ibu dapat kabar kalau sisa hutang kita sudah iya lunasi. Bukan karena uang ya Ibu bicara seperti ini, tapi menurut pemuda itu kalau Ayah biologis Yisea itu baik dan selama ini selalu mencari kalian. Ibu rasa--.").
("Cukup Bu!! Yiran tidak mau terikat dengan pria itu, biarkan dia menjadi masa lalu Yiran dan biarkan Yiran memulai hidup Yiran hanya bersama Yisea dan juga Ibu bersama anak-anak panti.").
("Tapi Yiran~ kamu harus tau kalau Yisea butuh Ayahnya, jika memang dia pria baik, kenapa tidak?! Kesalah bukan hanya ada pada dua, tapi ada pada kamu juga dan janganlah kamu mengorbankan Yisea. Ingat Yiran kalau khasusmu itu bukan pemerkosaan tapi ketidak sengajaan. Sama-sama terpengaruh alkohol terjadilah hal itu, dan kalian melakukannya tanpa paksaan. Walaupun juga bukan sama-sama suka.").
("Tapi Bu?!").
("Yiran, percayalah pada Ibu! Melihat dari kesungguhannya, dia pria baik yang kelak akan membahagiakan kamu dan Yisea.").
("Yiran pikir-pikir lagi ya Bu.").
("Hm~ pikirkanlah! Jika kamu sudah mendapat jawabannya, segera hubungi Ibu.").
("Eum~ baik Bu. Titip salam buat putri ku Yisea.").
("Iya, kamu hati-hati ya nak?!").
__ADS_1
("Iya Bu, sampai ketemu lagi.").
\*panggilan off\*
\*\*Flasback off\*\*
Sean melihat Yiran melamun dia pun berkata. "Kemaren ayam tetangga mati mendadak karena melamun."
Yiran yang mendengar itu pun terkaget, tapi setelahnya dia kesal karena bos nya ini sedang mempermainkannya. "Apaan sih Bos." Ucapnya sambil cemberut.
"Kenapa?? Ada masalahkah?!" Tanya Sean penasaran.
"Enggak, cuma enak aja kalau kerja saya seperti ini mulu. Gaji tetap malah naik. Eh~ yang jadi supir malah tuan muda hahaha-- berasa saya yang jadi bos nya."
"Ngelunjak."
"Hehehe---."
Dikantor.
"Sean, aku sudah membereskan semuanya. Panti itu sekarang bebas dari rentenir yang selalu datang menagih." Jelas Hongyi membuat Sean senang.
"Terimakasih Yi, kerjamu bagus. Lalu gimana dengan wanita itu?" Tanya Sean penasaran.
Hongyi menghela nafas dan membuangnya kasar. "Kata Nyonya panti, dia harus meminta ijin dulu pada wanita itu. Apakah dia mau menerimamu atau tidak."
Sean merengut. "Kenapa susah banget hanya ingin bertanggung jawab?!".
"Sabar bro, nama juga ini masalah hati." Kata Hongyi mencoba menenangkan Sean.
"Aku tidak butuh hatinya, aku hanya ingin dia setuju atau tidak. Jika dia tidak mau aku bertanggung jawab padanya, setidaknya biarkan aku bertanggung jawab kepada anaknya." Ucap Sean kesal.
Hongyi pun setuju dengan apa yang diucapkan oleh Sean. Jika Ibunya tidak mau, tapi bisakan untuk bertanggung jawab sama anaknya, dan bisa kan memberi apa yang dibutuhkan oleh anak itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Ucap Sean dari dalam ruangan.
Dan ternyata yang datang adalah Yubin sahabat Dokter nya. "Aku mengganggu?" Tanyanya sambil berjalan kearah Sean dan Hongyi.
Tap
Tap
Tap
"Tidak-- tumben kamu kesini?" Tanya Sean penasaran.
"Aku hanya sedang libur, jadi iseng saja mampir kekantormu ini." Jelasnya lalu dia pun bertanya pada Hongyi. "Tumben kamu disini Yi?!"
"Aku sering kesini, karena kamu tau kan? Itu masalah wanita yang teman kita hamili ini." Ucap Hongyi membuat Yubin mengerutkan keningnya.
"Belum ketemu dengan orangnya?" Tanya nya heran.
"Belum, tapi kami sudah tau tempatnya dimana." Ucap Hongyi pada Yubin.
"Lalu masalahnya apa?!" Tanya Yubin heran.
"Masalahnya wanita itu tidak mau memberi tahukan dirinya dimana?? Menurut Ibu panti dia kerja dikota." Kata Sean kesal.
"Panti?? Jadi selama ini yang kamu hamilin itu anak panti dan dia anak yatim?" Tanya Yubin kaget.
"Iya kenapa??"
"Sean, berdosa kamu sama anak yatim."
"Susahnya??" Tanya Yubin lagi.
"Dia tidak mau memberitahukan aku dimana anakku itu dan dia bersembunyi dari aku." Terang Sean.
"Ada berapa anak panti disana?!" Tanya Yubin penasaran.
"Mungkin sekitar 50an." Jelas Hongyi.
"Bukan anak yang umurnya kira-kira 1-3 tahun." Ucap Yubin menjelaskan.
"Sekitar 20 anak." Terang Hongyi.
"Nah kamu cari yang sekitar 2-3 tahun. Kalau 1 tahun kan tidak mungkin, umur anak Sean sekitar segitu, yang pasti kalian tidak tau kan?? Yang tau pasti umur anak Sean ya Ibunya." Ucap Yubin lagi.
"Kenapa aku tidak tau?? Kalau dihitung dari bulan pun sudah jelas bukan berapa usia anakku?!" Ucap Sean menerangkan.
"Cek-- bukan itu maksud ku. Di panti anak ukuran segitu apa kamu tau?? Mereka seumuran dan pastinya besarnya sama bukan?? Jadi ambil sampel rambut anak itu, mau yang laki-laki atau perempuan ambil saja. Nanti bisa dicocokin dengan sampel milik Sean. Jadi kita bisa tau siapa anak Sean tanpa Ibunya tau. Berencana?! Kamu bisa membiayai anak kamu sampai Ibunya mau menerima kamu, yang penting kamu memiliki niat baik untuk bertanggung jawab kepada anak." Jelas Yubin panjang lebar.
"Bener juga Kata Yubin! Lalu gimana cara mengambil sampel itu?!" Tanya Hongyi penasaran.
"Kamu ajak mereka main. Kamu bisa pura-pura menyisir rambutnya, memotong kuku mereka. Ya pokoknya gimana lah caranya supaya dapat sampel dari tubuh anak-anak itu." Terang Yubin lagi dengan idenya.
"Bener juga Yi, kamu besok coba mengajak mereka bermain. Bawa berbagai macam makanan dan mainan untuk membuat mereka senang dan tidak curiga. Kamu bisa mengajak beberapa bawahanmu untuk pura-pura membantu merawat mereka. ingat, jangan sampai melukai mereka! Lakukan dengan aman tampa ada yang curiga dan terluka. Ambil sampel untuk anak usia 2 sampai 3 tahun saja!" Perintah Sean dan kali ini Hongyi paham juga setuju.
"Baiklah, besok aku akan melakukannya. Apa kamu tidak mau ikut Sean?" Tanya Hongyi mencoba ingin mengajak Sean kesana bertemu langsung dengan pemilik panti.
"Nanti saja, besok aku akan pergi untuk perjalanan bisnis 2 hari. Setelah itu aku akan ikut dan memperkenalkan diriku pada pemilik panti asuhan itu." Terang Sean dan Hongyi menganggukkan kepalanya.
Setelahnya mereka pun mengobrol kecil sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Tanpa sadar mereka sudah 3 jam berdiskusi.
Lalu Hongyi dan Yubin pun pamit setelahnya Sean pun pulang karena Yiran pun telah menjemputnya.
.
.
.
.
Yiran turun kebawah, dia mendekati Sean yang sudah siap sedari tadi. "Sudah siap??" Tanya Sean yang ditanya pun mengangguk. "Ya sudah ayo kita pergi sekarang!".
Mereka pun pergi melakukan perjalanan menggunakan mobil menuju kota yang dituju. Seperti biasa setelah Sean mengetahui kalau Yiran itu seorang wanita dia tidak pernah lagi memintanya untuk menyupiri dirinya jika tidak dalam keadaan yang benar-benar Sean tidak bisa menyetir mobil.
"Tuan muda anda yakin kalau kuat mengendarai mobil ini sampai kota tujuan??" Tanya Yiran khawatir.
"Kamu tenang saja, aku dulu terbiasa mengendarai mobil sendirian jadi kamu tidak perlu khawatir." Terang Sean. "Tapi ingat! Jangan tertidur, temani aku!" Pintanya.
"Siap laksanakan." Ucap Yiran lalu dia pun bercerita panjang lebar dengan Sean.
Tapi saat mereka tiba ditempat yang sepi, ban mobil mereka tiba-tiba meledak.
Dor
Mobil pun berjalan dengan perlahan dan oleng. Sean merasa kalau kejadian ini tidak wajar dia pun menyuruh Yiran waspada karena memang jalanan terlihat sepi.
Dalam keadaan seperti ini Sean tidak langsung memberhentikan mobilnya, dia tetap berjalan perlahan.
Karena pikirnya mobil rusak bisa iya perbaiki nantinya, tapi keadaan tempat sangat sepi takut ada yang tidak diinginkan terjadi.
Paling gak jika ada apa-apa mobil ini sangat aman tidak dapat rusak dengan mudah jika menggunakan senjata api maupun senjata tajam.
"Tuan muda kenapa tidak berhenti dan melihat keadaan ban mobilnya??" Tanya Yiran penasaran.
"Kamu tidak lihat jalanan sepi kaya gini?? Kalau ada begal gimana??" Tanya Sean balik.
"Terus kita harus gimana?!"
"Sudah kamu berdoa saja, kita tetap melanjutkan perjalanan walaupun dengan perlahan. Yang penting jangan berhenti disini." Jelas Sean lagi dan tetap melanjutkan perjalanan.
Tapi baru beberapa meter dari kejadian ban meledak tadi tiba-tiba ada beberapa orang menggunakan motor yang memepet mobilnya dengan menyuruhnya untuk berhenti.
"Tuan muda kita harus gimana?" Tanya Yiran ketakutan.
"Kamu tidak perlu panik, kamu hubungi Hongyi dan kirim lokasi kita, biar nanti dia akan mengirim beberapa pengawal untuk segera datang kesini!" Perintanya sambil melihat kearah luar jendela dan begal itu ternyata ada 4 orang dengan 2 kendaraan bermotor.
BRAK
"HEI--- KELUAR!!" Pinta salah satu dari mereka.
Sean tetap tidak menggubris, dia tetap menjalankan mobilnya dan kali ini agak sedikit kencang, dia sudah tidak peduli dengan keadaan ban mobil yang sudah bergoyang-goyang.
Tiba-tiba salah satu motor itu memblokir tepat di depan mobil Sean membuatnya menghentikan mobil dengan mendadak.
__ADS_1
Ciiitttt
"Tuan muda ini gimana??" Tanya Yiran takut.
"Kamu tetap didalam! Kunci mobilnya setelah aku keluar! Ingat jangan keluar apapun yang terjadi!" Perintah Sean dan Yiran hanya mengangguk.
Ceklek
Blam
Sean keluar dari mobilnya dengan buru-buru Yiran pun mengunci mobil dari dalam sesuai perintah majikannya.
Klik
Tok
Tok
Tok
"BUKA!!" Teriak salah satu dari mereka.
Tok
Tok
Tok
Brak
Brak
"SIAPA DIDALAM??" Tanyanya marah.
Yiran didalam ketakutan, Sean tau itu pasti Yiran merasa ketakutan iya pun berkata. "Didalam tidak ada siapa-siapa, mobil itu akan terkunci secara otomatis jika tidak ada orang didalamnya." Bohong Sean, tapi orang-orang itu pun tidak sepenuhnya percaya padanya.
"KALAU BEGITU BUKA SEKARANG!" Perintah salah satunya.
"Tidak akan, cepat katakan kalian mau apa?" Tanya Sean pada mereka.
"Kami mau hartamu semuanya termasuk mobil ini!" Pintanya tapi Sean tidak menggubrisnya.
"Kalau mau itu semua ya kerja lah." Ucap Sean sinis.
Mereka tidak suka dengan sikapnya Sean lalu melayangkan pukulan padanya, tapi dia pun sempat menghindar jadi pukulan itu tidak mengenai dirinya.
Terjadilah perkelahian yanh sengit membuat Yiran yang melihatnya semakin ketakutan.
Bugh
Plak
Pak
Dupak
Perkelahian itu tentu saja dimenangkan oleh Sean, dia bisa mengatasi semuanya. Tapi salah satu dari mereka menggunakan benda tajam berupa pisau lipat lalu mengarahkan ketangan Sean.
Crasss
Tes
Tes
Tangan Sean pun terluka dan mengeluarkan darah. Yiran didalam mobil pun berteriak memanggil nama Sean walaupun yang diluar tidak akan mendengarnya. "Tuan muda Sean!"
Sean memegangi tangannya yang berdarah, salah satu dari mereka terlihat senang dan mereka yang sempat tumbang pun terbangun lagi hendak menyerang Sean.
Perkelahian pun terjadi lagi, walaupun Sean terlihat kepayahan karena merasakan sakit ditangan nya tapi dia masih bisa mengatasi semuanya.
Sampai salah satu dari mereka hendak menusuk Sean menggunakan pisau lipatnya.
"Tuan muda--."
Jleb
Sean terkaget karena tiba-tiba Yiran keluar dari mobil dan menjadi tameng dirinya untuk menerima hujaman pisau dari para begal itu.
"YIRAN---!" Teriak Sean lalu memeluk tubuh wanita itu. "KALIAN--!" Teriak Sean sambil mengacung jarinya.
"Kenapa?? Ternyata hanya seorang anak kecil." Kata dari salah satu mereka.
Sean mengepalkan tangannya, dia ingin menghajar orang-orang itu. Yiran yang melihat itu pun mencobamenghentikannya. "Tu~ tuan mu~muda ja~jang~an." Ucap nya tertatih.
"Kamu disini dulu aku akan membereskan semuanya. Kamu tenang saja semua akan baik-baik saja." Ucap Sean lembut tapi ada kemarahan dimatanya.
Sean menggeletakan Yiran dengan pelan lalu dia pun menghajar mereka tanpa ampun.
Bugh
Plak
Bugh
Sregh
Crasss
Sean menghajar lalu membunuh mereka. Sean tidak mengampuni siapapun dari mereka.
Setelah mereka terdapat tidak bernyawa, Sean pun mengangkat Yiran lalu membawanya kedalam mobil. "Ayo kita pergi dari sini, kamu harus kuat."
Pisau itu masih tertancap didada nya, Yiran masih dalam keadaan setengah sadar saat Sean menggendongnya tadi.
"Hahh-- Hoss--." Nafas Yiran tersengal, dia merasakan sulit sekali bernafas, dadanya serasa seperti terbakar, nyeri tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Dia merasa badannya tidak enak, mungkin karena banyak darah yang keluar dia juga mengalami kepala pusing dan berkunang-kunang juga lemas.
Keadaan ini sungguh menyiksanya, "tu~tuan mu~daa-- aku ti~sakit ku~a--t." Ucap nya terbata.
Sean tetap fokus mengendarai mobilnya yang sudah oleng itu dengan terus berbicara pada Yiran. "Kamu harus kuat Yiran-- jangan banyak bicara! Simpan semuanya untuk tenagamu!" Perintah Sean.
Sepanjang jalan masih dikelilingi oleh hutan, tapi akhirnya Sean melihat sebuah cahaya yang tampaknya itu sebuah rumah.
Dia pun menuju ke cahaya itu lalu berhenti didepan sebuah rumah yang tampak sederhana itu.
Tok
Tok
Tok
"Apa ada orang?!" Tanyanya. "Permisi--- apa ada orang didalam?!" Tanyanya lagi.
Ceklek
"Ya ada apa?!"
"Maaf kalau saya mengganggu, saya mengalami musibah, dan adik saya terluka. Bisa saya bermalam disini sementara untuk mengobati luka adik saya?" Tanya nya dengan memohon.
Orang itu melihat kearah mobil yang terlihat mengenaskan, dengan ban yang sudah pada lepas itu. Dia pun mengangguk. "Silahkan, bawa adik kamu kedalam!" Perintahnya lalu Sean pun menuju mobil untuk mengambil Yiran lalu menggendongnya kedalam.
Pemilik rumah adalah sepasang suami istri yang umurnya kira-kira sekitar 40 tahunan. Istrinya menunjukkan tempat yang bisa dipakai untuk beristirahat oleh Sean dan Yiran.
"Maaf boleh saya meminta air hangat juga perlengkapan pengobatan." Pinta Sean pada pemilik rumah.
"Baik, sebentar saya carikan. Tapi kemungkinan tidak lengkap. Gimana kalau menghubungi Dokter saja?" Tanya istri pemilik rumah memberi ide pada Sean.
"Apa jauh??" Tanya Sean balik.
"Sekitar 1 jam jika menghubunginya sekarang, kita lakukan pertolongan pertama saja dulu sampai Dokter datang." Idenya, kali ini Sean setuju.
Pemilik rumah bergegas mengambilkan barang-barang yang dimita oleh Sean.
Setelah Sean mendapatkan semuanya dia pun bergegas ingin mengobati Yiran. Tapi saat itu Yiran yang masih setengah sadar menolak pertolongan dari Sean.
"Tu~ tunggu-- biar aku se~sendiri saja! A~aku bisa men~cabut pis~au ini sendiri dan mem~bersihkan da~darahnya sendiri." Ucap Yiran sedikit kepayahan.
"Gimana mau cabut sendiri?! Nanti bisa infeksi, sudah nurut saja akan aku cabut sekarang! Buka bajumu!" Perintah Sean tapi Yiran masih kekeh tidak mau melepas bajunya dan mempertahankan supaya Sean tidak menyentuhnya.
"Tidak." Ucap Yiran sambil menggeleng dan masih tetap tidak mau membuka bajunya.
Membuat kesabaran Sean habis lalu dia pun berkata. "Buka bajumu, biar aku menolongmu untuk membersihkan lukamu itu, jangan takut aku sudah tau kalau kamu seorang wanita, aku tidak akan marah padamu."
Yiran kaget dan tidak dapat berkata apa-apa. Dia melihat kearah Sean yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya memberi tanda agar Yiran patuh padanya dan tidak perlu takut.
Yiran pun akhirnya setuju lalu dia melepaskan bajunya dengan setengah dada agar Sean dapat dengan mudah mencabut pisau yang menancap pada dadanya.
.
.
.
.
*TBC
*VI3NY18066
Oke aku up lagi. Maaf ya agak lama, karena ada baby jadi gak bisa up dengan cepat.🙏🙏
...*TERIMAKASIH 🙏...
__ADS_1
...***29-10-2021***...