SUPIR SEKSI-KU

SUPIR SEKSI-KU
POV SEAN


__ADS_3

(POV. SEAN)


Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


...TERIMAKASIH...


.......


.......


.......


...selamat membaca semoga suka ceritanya...๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿค—...


...*********...


...***SUPIR SEKSI~KU***...


.


.


.


.


.


Namaku Xiao Sean, aku putra semata wayang dari Xiao Hans. Beberapa tahun yang lalu aku tidak sengaja sudah melakukan tindakan yang seharusnya tidak aku lakukan, karena saat itu aku mabuk dan masuk kekamar yang salah.


Aku tidak begitu ingat dengan kejadian itu, bahkan wanita itu pun aku tidak tau seperti apa wajahnya. Sampai aku merasakan yang dinamakan ngidam itu pun kata temanku Yubin.


Menurut sarannya aku pun mencari wanita itu tapi sampai saat ini aku masih tidak menemukan jejaknya.


Dibantu oleh Hong Yi pencarian itu mulai menemukan titik terang, katanya wanita yang sempat aku tiduri itu berasal dari panti asuhan. Cuma panti yang mana itu yang sedang aku dan Hong Yi selidiki.


Sampai akhirnya aku yang sedang membutuhkan seorang supir menyuruh asisten ku untuk membuka lowongan pekerjaan dan mendapati seorang supir yang sangat manis, jika dilihat dari identitas memang dia seorang pria yang berusia 20th, masih muda tapi sangat trampil saya mengemudikan mobil.


Aku pernah bertanya padanya apa dia pernah kursus mengemudi? Karena cara mengemudinya itu sangat halus. Tapi aku kaget saat dia bilang pernah belajar mengendarai truk dan dia juga pernah jadi supir angkot milik tetangganya juga pernah jadi supir pickup yang membawa sayuran. Bahkan pernah jadi supir bis antar kota.


Dia bilang kerja serabutan seperti itu dia lakukan untuk membantu ibu panti, sampe akhirnya dia kerja dengan ku dan itu katanya sangat diluar dugaannya, walaupun sebelum nya pernah juga jadi supir pribadi seorang juragan di dekat pantinya.


Awal dia bekerja dengan ku, rumah terasa kacau, dia benar-benar seperti orang kampung yang harus diajarkan, hanya saat jadi supir dia benar-benar tidak seperti orang kampung.



Saat Aku dengan Hong Yi sahabatku yang sudah seperti adikku sendiri, aku melihat supirku itu begitu manis dan mungkin yang aku lihat itu seperti yang dilihat sahabatku Hong Yi.



"Sean apa itu supir mu??" Tanya Hong Yi.



"Hm." Aku hanya menjawab singkat saja, karena aku tidak mau dia juga merasa kalau supirku itu sangat manis.



"Kenapa dia terlihat sangat manis?? Apa benar dia pria??" Selidik Hong Yi.



Kenapa dia berbicara seperti itu?? Tapi kalau dilihat-lihat memang Yiran itu tidak pantas jika menjadi seorang pria, dia terlihat sangat manis bahkan walaupun memakai pakaian longgar dia masih seperti terlihat seksi. -\*\*"ah~ Apa yang aku bayangin coba?? Masa tubuh ramping kurang gizi aku membayangi seksi, Sean dia pria ingat dia pria, jangan sampai kamu jadi pindah haluan. Kamu normal Sean." Ucapku dalam hati\*\*-. "Menurut biodata sih dia pria." Terang Ku pada Hong Yi sahabatku.



"Akan aku selidiki." Kata Hong Yi. Tapi aku buru-buru mencegahnya?, tidak mungkin kan ya aku menyelidiki supirku yang seorang pria itu.



"Tidak perlu. Buang-buang waktu saja. Mendingan kamu menyelidiki wanita itu, cari sampai dapat." Ucap ku mencegah sahabatku itu untuk melakukan hal yang tidak penting. Menurutku mau supir itu pria atau wanita yang penting dia profesional dan rajin bekerja tidak malas dan aku tidak mempermasalahkannya.



Cuma yang di bilang Hong Yi ada benarnya juga, harus diselidiki soalnya apa motif nya untuk menyamar jika memang dia seorang wanita. Tapi aku akan melakukannya itu nanti tidak sekarang, karena sekarang ini fokus dia untuk menemukan wanita yang iya tidur 3 tahun yang lalu.



Selama tinggal bersamanya aku selalu merasa dia memang sangat seksi, sampai aku merasa jika supir ku itu bener-bener seorang wanita dan dia seksi. Tapi aku buru-buru menghapus pikiran seperti itu.



.


.


.


.



Hari ini aku berniat mengajaknya untuk keluar kota karena aku akan ada meeting penting yang benar-benar mendadak, karena aku takut kelelahan dijalan jadi aku meminta Yiran untuk ikut dengab ku, walaupun ini adalah hari libur dia, dan aku tau kalai dia Sebener nya mau pulang ke panti tempat dia dibesarkan.



Yiran~." Panggilku padanya tapi entah kenapa dia tiba-tiba kaget saat kupanggil.



"Astaga--." Ucapnya kaget karena tiba-tiba aku panggil dan aku datang kekamarnya secara tiba-tiba. "Ada apa tuan muda?? Sampai kaget saya, kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu." Ucapnya yang tidak suka dengan tindakanku.



"Maaf aku lupa, lagian kan kita sesama pria jadi tidak masalah bukan?!" Ucapku bertanya dengan santai karena memang buat apa kaget dan berfikiran macem-macem kalau kita sama-sama pria? Apa yang akan ku perbuat dengan seorang pria?? Aku normal.



"Tapi kan setidaknya mengetuk lebih dulu walaupun ini rumah anda tapi kan ini kamar saya." Katanya menegaskan kalau itu adalah area privasinya, ya aku memang salah sih tapi kan ya gak perlu sampai segitunya bukan?.



"Baiklah~ lain kali aku akan mengetuk terlebih dahulu. Sekarang maafkan kesalahan ku ya." Kataku padanya dan aku juga mengangguk. "Seperti wanita saja." Ucapku lagi membuat matanya mendelik, padahal aku hanya asal berbicara saja. "Oiya Yiran nanti siang kamu ikut saya ya, saya ada acara diluar kota. Nanti kamu akan saya kasih bonus karena ikut saya keluar kota gimana??" Tanyaku memberi perintah tapi saat aku melihat dia mau menjawab tiba-tiba aku berkata. "Tidak ada penolakan,ย  sudah ada di kontrak kerja jadi mau tidak mau ya harus mau. Bawa baju karena kita akan menginap." Kataku lagi lalu meninggalkan kamarnya tanpa menutupnya kembali juga tanpa menunggu jawaban dari nya.



Tap


Tap


Tap


"Tuan Muda saya sudah siap." Ucapku lantang ketika didepan bos Sean.


Dia turun dan aku melihatnya sejenak dari bawah keatas. Penampilan macam apa itu?? Kenapa aku memiliki supir yang sangat udik?


"Pakaianmu tidak ada yang rapih??" Tanyaku padanya


"Aku mana mampun tuan muda untuk membeli pakaian yang bagus dan mahal, ini sudah termasuk pakaian terbaikku. Bukankah ini sudah rapih?" Tanyanya padaku dan aku baru sadar kalau dia ternyata tidak bisa berpenampilan menarik.


"Seperti ini rapih lalu yang tidak rapih seperti apa??" Ejekku padanya, sebenernya tidak bermaksud untuk mengejek, nanti kalau ada waktu luang akan ku suruh dia untuk berbelanja baju yang sedikit layak jika ikut dengan ku mengantar meeting.


"Ya seperti itu." Ucapnya lalu nyengir memperlihatkan gigi putihnya padaku.


Aku pun akhirnya pergi lebih dulu sepertinya mau marah tapi percuma lah. Emang kenyataannya begitu.


Dia pun mengekor dibelakangku, dan setelah nya kami pun berangkat. Di perjalanan kami hanya terdiam dan hanya suara lagu yang menemani diperjalanan. Karena bosan aku ingin berbincang-bincang dengannya supaya tidak merasa canggung dan kaku, tidak enak juga kan setiap hari bertemu tapi diam-diaman.


"Yiran!" Panggilku membuatnya terkaget.


"Y-ya tuan muda." Ucapnya yang terkaget.


"Dipanggil gitu saja langsung kaget." Aku heran saja dia sering sekali kaget padahal cuma dipanggil saja.

__ADS_1


"Abis tuan muda manggilnya tiba-tiba gini kan buat aku kaget." Katanya berkelit.


"Apa kamu punya saudara??" Tanyaku padanya penasaran, bukan apa-apa, soalnya aku seperti mengenalnya tapi dimana gitu?? Tapi aku seperti pernah melihat wajah seperti dia tapi seorang wanita.


"Banyak tuan muda." Ucapnya padaku dan jelas aku sedikit bingung, dia banyak saudara?? Katanya hidup sebatangkara??. "Ah~ maksud aku tuh kan aku tinggal di panti, jadi banyak saudara gitu!" Terangnya padaku, dan seketika aku merasa seperti dikerjai olehnya. Gimana tidak aku bahkan sempat merasa dibohongi olehnya.


"Oo--- tapi kamu tidak punya saudara kandung??" Tanyaku lagi yang mungkin itu pertanyaan konyol yang benar-benar gak perlu ditanyakan seharusnya.


"Anda sehat tuan muda??" Tanya nya padaku dan jelas aku mengernyitkan alisku. "Saya kan di panti dari bayi, gimana mau punya saudara kandung lah orang tua saja aku tak punya. Seperti film kartun hachi." Terangnya dan aku hanya manggut-manggut padahal aku gak tau film kartun hachi itu seperti apa? "Kenapa tuan muda berbicara seperti itu?? Apa tuan muda mau menjadikan ku saudara gitu??" Tanyanya lagi dan seketika aku menonyor kepala nya.


"Jangan bermimpi, nanti kalau bangun dan tau itu cuma mimpi akan sakit." Kata ku yang merasa pembicaraan ini tidak ada manfaatnya.


Selama diperjalanan kami pun ngobrol ringan sampai tak terasa sudah 3 jam perjalanan dan ternyata kita sudah sampai ke tempat tujuan.


Aku menyuruh dia untuk menunggu saja, sedangkan aku masuk kedalam. Aku bilang padanya hanya sebentar ternyata perkiraan ku salah, entah kenapa menjadi molor. Dan udah hampir 3jam lamanya aku meninggalkannya.


"Maaf lama menunggu, ayo kita ke hotel. Oiya besok kamu istirahat saja di hotel biar aku yang ketempat meeting sendiri." Ucapku padanya supaya dia tidak menunggu terlalu lama dan merasa bosan jika menunggu begitu saja.


"Apa tidak apa-apa tuan muda??"


"Tidak apa-apa, lagian besok saya seharian kalau kamu ikut nanti kelamaan nunggu nya." Aku menyakinkannya.


"Baik kalau begitu, besok saya akan istirahat seharian di kamar hotel."


"Terserah~ nih! Buat kalau makan atau jajan yang lainnya, jadi tidak bosen seharian dikamar hotel. Kamu bisa berjalan-jalan keluar kamar." Aku berikan card ku untuknya bersenang-senang, setidaknya itu buat bonus dia sudah mau menemaniku untuk meeting keluar kota.


"Terimakasih tuan muda."


"Sama-sama." Ternyata hanya seperti itu aja sudah membuatnya senang.


Sesampai nya di hotel kami pun masuk kekamar masing-masing tapi tetap kamar kami berseberangan, agar aku mudah untuk menyuruhnya jika aku mendadak membutuhkannya.


Karena aku ingat kalau bocah itu belum makan malam jadi aku pun berniat mengajaknya untuk makan malam bersama.


Ting


Tong


Ceklek


"Bos~ kenapa kesini??" Tanyanya yang kaget kalau aku datang ketempat nya.


"Aku hanya ingin mengajakmu makan malam, belum makan kan?? Ayo makan denganku!" Ajakku padanya, tapi entah kenapa aku melihat penampilannya itu sedikit berbeda dan seperti melihat dirinya memiliki buah da**


"Eh~ kalau begitu aku ganti baju dulu ya tuan muda." Ucap ku dan lalu bergegas untuk kekamar mandi setelah mengambil asal baju yang akan aku kenakan.


Ceklek


Blam


Deg


ย  - **"Apa aku salah lihat?? Kenapa Yiran seperti memiliki buah dad*??"Tanyaku dalam hati.**- -**"mungkin aku hanya salah lihat saja." Kataku lagi dalam hati.**-


Ceklek


Blam


."Ayo tuan muda aku sudah siap!" Ucapnya padaku dan kami pun langsung pergi dari ruang kamar hotelnya menuju restoran dibawah.


"Yiran boleh aku tanya sesuatu??" Kata ku dan dia pun mengangguk. "Kenapa tadi aku melihat mu seperti memiliki payu****." Kataku penasaran dengan apa yang tadi aku lihat membuatnya sedikit kaget.


Deg


ย  - **"waduh aku harus gimana nih?? Masa udah ketahuan aja sih??" Ucap Yiran dalam hati.**-


"Ah~ mungkin perasaan tuan muda saja, kan sedari saya sekolah, teman-teman selalu mengira saya ini wanita. Karena muka saya yang imut. Tapi bener deh saya lelaki seutuhnya." Ucapnya yang membuat ku sedikit ragu, tapi mau gimana Lagi karena aku belum ada bukti-buktinya.


-**"Maaf bos saya ikutin gaya lutuna biar gak ketahuan." Ucap ku dalam Hati lagi.**-


"Narsis~ ya sudah makan setelah itu kita kembali kekamar masing-masing! Aku lelah dan ingin beristirahat." Kataku yang tak ingin mempermasalahkan penglihatanku tadi.


"Baik tuan muda."


-**"Ya dewa sampai kapan aku akan menyembunyikan ini semua." Ucapku dalam hati.**-


Tiba-tiba dia membuka pembicaraan yang membuat aku terkaget. "Tuan muda, memang kenapa jika supir mu misalnya seorang wanita?? Eh~ maksud ku pas aku melamar pekerjaan kenapa ada syarat kalau harus seorang pria??" Tanyanya sedikit takut.


"Jadi begitu? Tapi kalau ada yang misalnya melamar pekerjaan murni karena dia butuh kerjaan gimana??" Pertanyaannya membuat ku kaget, mungkin apa yang dia bilang ada benarnya juga sih. Tapi tetap saja aku tidak mau supirku seksi nanti.


Karena aku gak mau dia berbicara ngawur jadi aku pun menyuruhnya cepat menghabiskan makanannya. "Sudah makan dan habiskan, dilarang berbicara saat makan."


Sesudahnya kami pun kembali ke kamar masing-masing, aku pun segera pergi tidur.


.


.


.


.


pagi harinya saat aku mau pergi meeting, karena aku berangkat terlalu pagi jadi aku tidak mau mengganggunya yang masih tidur. Tapi aku mengimkan sebuah pesan padanya.


("Yiran, aku berangkat meeting dulu, jangan lupa makan! Card yang ku berikan padaku itu cukup untuk membeli sebuah mobil, jadi jangan lah irit membeli makan. lihat badanmu sangat ramping sekali sepertiย  perempuan. tidak bagus pria badannya ramping.")


Ternyata sebelum meeting dimulai diapun membalas pesan yang aku kirim padanya.


("terimakasih Tuan Muda sudah perhatian sama aku, oiya boleh sekalian belanja tidak?? lumayan kan buat oleh-oleh anak-anak panti.") Isi pesannya membuat aku tersenyum saat membacanya, dia masih saja memikirkan orang lain, aku kira dia akan membelikan barang-barang kebutuhannya sendiri, sepeti pakaian yang layak pakai. Biar terlihat sedikit rapih.


klenting


("Dasar ngelunjak, dikasih hati minta jantung. kamu boleh menghabiskan isi card itu kalau memang mau membelikan oleh-oleh buat anak panti, tapi kalau buat kesenangan sendiri akan aku potong gajimu itu.") isi pesanku padanya yang sedikit bercanda padanya. Semoga dia tidak menghiraukan isi pesanku dan dia mau membeli juga buat kebutuhannya.



Seharian aku meeting dan rasanya lelah sekali, aku pun segera menuju hotel untuk segera beristirahat.



Saat aku jalan dan akan memasuki kamar, aku melihat pintu kamar Yiran kebuka dan ada bungkusan yang tertinggal didepan pintu kamarnya.



Dasar ceroboh, aku pun segera ingin mengembalikan bungkusan itu, tapi aku melihat didalam kamarnya ada seorang wanita berambut panjang. -\*\*"Yiran???? Ah masa itu Yiran, mungkin wanita lain, gak mungkin itu Yiran. Kan dia itu pria bukan wanita." Kataku dalam hati.\*\*- karena aku melihat dari arah belakang saja dan tidak melihat mukanya, entah kenapa bocah itu bisa-bisanya membawa wanita kekamar?? Dan kalau itu bukan Yiran tapi seorang perempuan yang dia bawa lalu dimana dia?? Harus aku tanyakan besok, tapi apa dia nanti tidak akan malu?? Ah bukan urusanku biarin saja apa yang dia mau lakukan, asal tidak mengganggu pekerjaannya.



Awas saja kalau gara-gara kejadian ini membuat aku jadi kesusahan.



blam



Besoknya kami pun pulang, aku menyuruhnya untuk mampir ke panti, agar dia bisa memberikan barang-barang yang dia beli untuk orang panti dan tidak bolak balik, takut dia kelelahan.



Diperjalanan aku jadi bingung mau bertanya atau tidak masalah wanita semalam yang ada dikamarnya, tapi karena aku tidak tau mau memulai dari mana? Aku mengurungkan niatku itu dan terdiam sepanjang jalan.



Setelah sampai aku menyuruh dia yang turun sedangkan aku merasa sangat lelah maka dari itu aku memilih diam dimobil saja.



Lumayan lama dia ada didalam, dan keluar panti dengan menggendong seorang balita yang sangat lucu dan menggemaskan. Entah kenapa aku merasakan ada rasa yang aku sendiri saja tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Saat aku mau turun eh~ Yiran sudah selesai dan berjalan menuju mobil dan kami pun meninggalkan panti kembali ke apartemen.



"Tuan Muda ini card milik anda. Terimakasih Tuan Muda, mereka sangat senang sekali, oiya ini total belanjanya tadi." Katanya menyodorkan card milikku juga bon yang iya beli, cukup kaget saat melihat ternyata dengan segitu banyaknya barang yang iya beli totalnya hanya 5jt saja.


"5juta?? Hanya segini yang kamu beli?? Tapi tadi kelihatannya banyak banget??" Tanyaku penasaran, karena aku berfikir apa dia juga memakai uang pribadi nya sendiri??


"Iya 5 juta, apa itu kebanyakan tuan muda?? Bisa di potong dari gajiku juga gak apa-apa kalau memang aku membelanjakannya terlalu banyak." Ucapnya dan aku kaget juga ternyata benar cuma segitu lalu aku menghela nafasku.


"Kualitas seperti apa yang kamu berikan sama anak-anak itu?? Kenapa untuk sebanyak itu kamu hanya mengeluarkan segini??" Tanyaku padanya takut saja nanti anak-anak panti kenapa-kenapa aku kan yang kena juga nantinya.


"Kemaren aku masuk agak kedalam ternyata tidak jauh dari hotel itu ada pasar tradisional, jadi aku membelinya disana, anda tak perlu khawatir itu sudah bagus dan mereka bahagia." Ucapny menyakinkanku, sempat kaget juga sih ternyata dia pinter juga belinya bukan di mall jadi dia bisa membeli banyak tapi yang dikeluarkan cuma sedikit.

__ADS_1


"Lain kali kalau belanja lebih baik ke Mall saja, jadi yang didapat bagus-bagus." Saran ku padanya dan dia terkaget. Tapi aku senang dia juga membeli kebutuhannya juga karena aku melihat dia membawa kantong belanjaan. Aku pun meninggalkannya dan menuju kamar.


Aku mendapat panggilan dari Hong Yi yang bilang kalau wanita yang aku cari sudah ketemu, dia sudah ke panti itu tapi katanya wanita itu sedang bekerja dan nginap ditempat dia bekerja.


**panggilan on**


("Ya ada apa Hong Yi?? Ada yang mau kamu sampaikan??")


("Jangan kaku seperti itu Sean, aku mendapatkan kabar gembira kali ini untuk kamu.")


("Apa itu??")


("Aku sudah menemukan panti itu dan sekarang aku sedang berbicara dengan Ibu pantinya, kata dia baru saja wanita itu dari sini.")


("Apa maksud mu??")


("Ibu panti bilang wanita yang kita cari itu abis dari sini tapi dia sudah pergi lagi bekerja dan menginap di rumah majikannya.")


("Apa Ibu panti berkata yang lain??")


("Belum, karena dia masih tidak mau memberi tahu siapa nama wanita yang kita cari, sepertinya aku nanti akan kesini lagi untuk mencari tahu pelan-pelan. Kalau Aku terlalu memaksa takut dia marah.")


("Baiklah terserah yang pasti cepat cari tahu agar semuanya beres dan segera terungkap.")


("Oke, ditunggu aja kabar selanjutnya.")


("Baiklah.")


**panggilan off**


"Eh aku kog lupa nanya nama dari panti asuhannya itu, ya sudah nanti saja lah kalau Hong Yi menghubungi lagi." Ucapku lirih.


Aku mencium aroma yang membuatku sedikit marah. Karena Aku tau ini aroma dari masakan instan yang tidak aku suka.


Bukannya aku gak suka ya, dulu karena aku sering makan itu aku masuk rumah sakit. Sebenernya yang salah aku bukan makanannya, tapi aku tidak mau orang yang ada didekatku merasakan apa yang aku rasa nantinya.


Tap


Tap


Tap


"Makan apa kamu??" Tanyaku padanya dan dia seperti biasa terkaget.


"Laper jadi saya buat mie instan." jawabnya dan aku langsung mengambil mie itu dan membuangnya. "eh--eh---eh--- Tuan Muda apa yang anda lakukan??" Tanyanya sedikit kesal lantaran mie nya aku rebut dan aku buang kesampah.


"ini tidak sehat, bukankah aku sudah membuang mie yang kamu beli waktu itu?? Kenapa ini masih ada??" Tanyaku marah, jelas-jelas semua makanan instan sudah aku buang dan ternyata masih ada saja ini makanan.


"ini beda lagi, ini simpanan ku dikamar tapi tenang saja cuma tinggal 1 doang kog." Katanya padaku, alesan apapun aku tidak suka.


"jangan coba-coba makan itu lagi, pesan saja makanan online!" Kataku lagi dan langsung memesankan makanan yang enak dan bergizi. Bibi tidak masak karena tidak tau aku pulang hari ini.


"Tapi itu?!" Katanya menunjuk ke mie yang aku buang.


"Sudah jangan membantah!" Perintah ku mutlak. Tidak boleh dibantah.


"Baiklah."


Setelah makanan sampai kami pun makan, setelahnya aku masuk kamar, tapi aku lupa bilang sama Yiran kalau besok dia bangun pagi karena aku ada rapat dadakan.


Tok


Tok


Tok


"Yiran---. Yiran---."


Tok


Tok


Tok


Aku memanggilnya terus menerus tapi dia tidak menjawab. Akhirnya aku pun masuk kedalam karena pintu tidak dikunci.


ceklek


kreeekk


"Yiran kamu didalam?? kemana ya bocah itu??" Tanyaku karena tidak ada yang menyahut.


Aku mencari si empunya kamar clingak-clinguk tapi gak ada, aku mendengar suara orang sedang bernyanyi diruang ganti pakaian.


awalnya aku berniat menggodanya mau mengagetkan Yiran tapi ternyata aku yang terkaget melihat apa yang aku lihat didepan mataku.


-**"Gak mungkin ternyata saat dihotel aku tidak salah lihat, aku kira salah lihat melihat rambut Yiran panjang, aku kira itu wanita yang dia masukan kedalam kamarnya, ternyata dia memang seorang wanita." Ucap ku dalam hati.**- lalu aku meninggalkan kamar itu.


Aku tampak syok dengan apa yang aku lihat barusan. Aku melihat Yiran sedang berusaha membuat Payu****nya kecil dengan cara di korset, memang kalau di korset terus memakai baju longgar tentu saja tidak terlihat.


-**"Apa yang Kamu lakukan Yiran?? kamu sudah membohongiku selama ini! apa yang harus aku lakukan sekarang?? membongkar nya dan memecatnya atau aku ikuti permainannya itu?? Apa dia ingin berbuat jahat atau memang murni dia butuh pekerjaan??" Tanyaku dalam hati lagi.**-


Aku pun mengingat ucapan yang pernah diucapkan oleh Yiran ["Tapi kalau ada yang misalnya melamar pekerjaan murni karena dia butuh kerjaan gimana??"] -**apa mungkin dia memang murni membutuhkan pekerjaan?? Apa karena untuk anak-anak panti?? Aku akan menyelidiki semuanya." Ucap Sena lagi dalam hati.**- sungguh aku benar-benar bingung, "dari pada bingung aku mending tidur saja lah." kataki lirih.


.


.


.


.


"pagi tuan muda." sapa Yiran padaku tapi aku diam saja. Aku mengambil roti dan kopiku lalu duduk dibalkon. biasanya aku duduk di dekat Yiran sekarang aku ingin menghindar terlebih dahulu. Aku masih syok dengan apa yang aku lihat semalam.


Ternyata aku tinggal dengan seorang wanita selama hampir 1 bulan ini dan ternyata. Supir ku seorang wanita.


Setelah selesai makan aku pun ingin segera meninggalkannya dan buru-buru berangkat ke kantor, tapi aku sengaja menyuruhnya untuk libur hari ini karena aku masih belum mau bersama dengan nya 1 ruangan sampai aku tau sebabnya dia berbohong. Paling gak aku tidak mempermasalahkannya lagi.


"Yiran hari ini saya mau membawa mobil sendiri." Ucap ku padanya.


"Apa tuan muda kuat??" Tanya Yiran sedikit meledek.


"Tentu saja kuat." yakinku padanya.


"mobil kan berat tuan muda ngapain dibawa??" kata Yiran lagi. seketika aku pun tau kalau aku sedang dikerjain olehnya.


"Yiraaannn----." tereak ku marah.


"iya~ ampun bang jago." ucapnya padaku. "Lalu hari ini aku ngapain??" Yiran bertanya


"terserah mau ngapain." Kataku lalu pergi meninggalkannya.


(POV SEAN OFF)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*TBC


*VI3NY18066


Hayo-hayo kalau sudah baca jangan lupa ya kasih komen dan Votenya juga like dan subscribe nya ya kakak๐Ÿ™๐Ÿฝ juga jangan lupa follow biar kita jadi teman.๐Ÿค—๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜


*TERIMAKASIH๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


...***23-07-2021***...

__ADS_1


__ADS_2