
...***SUPIR SEKSI-KU***...
.......
.......
.......
setelah meninggalkan tempat itu, Yiran kembali kepanti asuhan. Dia memberi kabar kepada ibu panti bahwa dia diterima bekerja di rumah keluarga Xiao sebagai supir pribadi tuan muda Xiao. Yiran juga memberi tahu kalau dirinya akan tinggal bersama dengan tuan muda Xiao Sean di apartemennya. Yiran tinggal bersama tuan muda Xiao Sean dengan cara menyamar sebagai seorang pria.
Yiran meminta tolong kepada ibu panti untuk menolong nya membantu menjaga putri nya selama dia bekerja. Yiran akan pulang kepanti jika dia memiliki waktu libur nya. Yiran juga bilang jika dia diberi ijin untuk libur setiap hari sabtu dan minggu jika tuan muda Xiao tidak mempunyai jadwalnya untuk berbisnis. karena jika tuan muda Xiao memiliki perjalanan bisnis maka mau tidak mau Yiran harus ikut untuk menjadi supir pribadinya.
Yiran berjalan mendekati ibu panti, "Bu, apa tidak masalah jika Yiran meninggalkan Yisea dipanti bersama dengan ibu dan lain nya??" tanya ku kepada Ibu Lina pemilik panti asuhan tempat ku tinggal saat ini.
Ibu Lina melihat kearah ku, dia pun tersenyum dan berkata, "apa selama ini ibu keberatan dengan adanya Yisea di panti ini??" tanya ibu panti kepada ku, "tidak kan sayang??? bekerjalah dengan benar, jangan memikirkan Yisea disini. dia akan baik-baik saja, jangan khawatir karena disini banyak yang menjaga dia. jadi kamu bisa bekerja dengan tenang." Ucapnya lembut. Memang Ibu panti sangat baik dan pengertian, Yiran pun senang mendengarnya.
Yiran memegang tangan Ibu panti, "Ibu terimakasih untuk semuanya. Karena Ibu sudah mau membesarkan Yiran disini dan mau menerima Yiran yang kotor ini juga masih mau direpotkan oleh putri Yiran yang lahir tanpa Ayah dan tanpa Yiran ketahui siapa pria itu." Ucap ku tulus lalu menitikkan air mata, ya hanya Ibu panti saja yang mau menerima ku saat itu, menerima ku yang kotor dan mengandung tanpa tau siapa yang menghamiliku.
Ibu panti pun mengelus kepala ku dengan sayang, "Kamu pantas menerima kasih sayang dari Ibu Yiran. Karena kamu anak yang baik, selepas dari kejadian Yisea itu diluar kendali mu yang kita anggap saja sebagai musibah membawa berkah. Karena walau bagaimana pun Yisea adalah berkah Tuhan yang diberikan kepada kita semua. Lihat lah selama ini di tidak pernah rewel, Yisea menjadi anak manis dan sangat menggemaskan." Ucap Ibu panti membuat ku senang mendengarnya.
Ya memang Yisea bukan sesuatu yang harus disesali tapi harus disyukuri. Aku tidak peduli dia lahir atas kejadian apa?? Yang aku peduli saat ini Yisea putri ku yang diberikan oleh Tuhan padaku dan aku menyayangi nya. Apa pun itu aku akan merawat dan menjaganya juga akan memberikannya kasih sayang yang tak terhingga, walaupun aku bukan orang berada tapi aku pastikan Yisea tidak akan kekurangan.
"Terimakasih Bu untuk semua nya." Ucap ku tulus lalu mereka pun berpelukan. Setelah itu aku pun pergi meninggal kan Ibu panti untuk istirahat, karena besok pagi-pagi sekali aku akan pergi ke apartemen milik Xiao Sean untuk memulai kerja pertama ku disana.
.
.
.
Pagi hari aku terbangun, lalu bergegas bersiap-siap menuju apartemen Bos Sean tempat ku bekerja saat ini. Aku tidak ingin terlambat dihari pertama ku bekerja jadi aku pun segera menuju tempat tujuanku.
Sesampainya di apartemen milik Bos Sean aku pun membunyikan bel, walaupun masih terbilang pagi, mudah-mudah tidak mengganggu Bos Sean yang masih istirahat.
Ting
Tong
Ceklek
"Pagi Tuan Muda." Ucap ku saat bertemu Xiao Sean. Ternyata Bos Sean itu sangat tampan, tapi entah kenapa aku merasa mengenal wajahnya?? Dan wajahnya itu mirip siapa ya?? Entahlah---.
"Pagi." Ucap Xiao Sean. "Jadi kamu yang akan jadi supir pribadi saya??" Tanya nya lagi.
Yiran tersenyum dan berkata, "Iya tuan Muda."
Deg
-**["Kenapa senyumnya sangat manis?? Xiao Sean ingat dia seorang pria." Ucap Xiao Sean dalam hati].**- "Ya sudah taruh barang-barang kamu ke atas! Sebelah kiri itu kamar kamu dan aku di sebelah kanan. Mulai sekarang kamu tinggal bersama ku disini. Agar selalu siap jika aku membutuhkan mu." Ucap Xiao Sean. "Setelah itu kita berangkat ke kantor." Perintahnya lagi.
"Baik tuan Muda." Ucap ku lalu aku pun bergegas menuju kamar yang sudah di beri tahu oleh Bos ku itu. Setelah sampai dikamar aku sedikit kaget karena kamar yang aku tempati terbilang cukup besar. Pikirku bukankah jika pelayan itu selalu dapat kamar yang kecil?? Tapi aku pun membuang pikiran itu dan bergegas kebawah untuk menemui majikannya lalu bergegas membawanya ke kantor.
Didalam mobil Xiao Sean memperhatikan Yiran. Bukan karena apa-apa menurut pikiran Sean pria disamping nya ini tidak mirip seperti pria, karena tubuhnya yang memang tidak seperti seorang pria melainkan seorang wanita. Tapi ditepisnya lagi pikiran itu. Karena dari biodata yang dia terima memang orang disampingnya ini memang seorang pria.
Jangan ingatkan Xiao Sean untuk mencari tahu Yiran lebih jauh, karena biodata yang digunakan Yiran untuk melamar kerja adalah palsu.
"Yiran kamu bisa kembali nanti sore, jemput tepat waktu jangan sampai telat karena Aku tidak suka dengan karyawan yang tidak disiplin." Ucap Xiao Sean saat hendak turun dari mobilnya.
"Siap tuan Muda." Ucap Yiran lantang.
__ADS_1
Lalu Xiao Sean pergi meninggalkan nya. Dan masuk kedalam kantornya.
Ceklek
Xiao Sean terdiam melihat siapa yang datang di pagi hari ini. Tidak seperti biasanya sahabatnya itu datang di pagi hari. "Woi jangan diem aja, kaya lagi liat setan aja bro." Ucap Hong Yi menggoda sahabatnya itu.
Xiao Sean berjalan mendekati sahabatnya, "tumben kamu pagi-pagi kesini?? Ada apa??" Tanya Sean
"Hanya ingin melihat sahabat ku ini apa dia masih saja galau atau sudah bisa move on." Ejek Hong Yi
"Diam." Ucap singkat Sean. " Apa ada perkembangan mencari wanita itu??" Tanya Sean.
"Sangat sulit Sean, wanita itu seperti di telan bumi. Cuma Aku mendapatkan info dari pelayan hotel yang kamu datangi dulu dia melihat wanita itu berlari. Pelayan melihatnya berlari sambil menangis, dan wanita itu salah satu pengunjung yang mengadakan pesta kelulusan sekolahnya. Aku sudah meminta pada manager hotel untuk mencari info sekolah mana saja saat itu yang mengadakan pesta di hotel itu. Kalau sudah dapat infonya akan Aku selidiki lagi." Terang Hong Yi.
Sean menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju singgasana nya. Lalu melihat-lihat berkas yang sudah menumpuk di mejanya itu.
"Sean--- gimana supir pribadi mu itu?? Apa sesuai dengan kreteria mu??" Tanya Hong Yi menyelidik. Dia tau Kalau sahabatnya ini sangat lah pemilih.
"Lumayan. Kurasa dia masih kecil. Mungkin belum ada kali 20 tahun. Tapi Aku dengar dia dari panti asuhan jadi nya aku menerima dia sekalian beramal." Terang Sean
"Beramal atau beramal?? Jangan bilang kamu pindah haluan??" Goda Hong Yi.
"Gila kamu." Sahut Sean. "Seorang Xiao Sean masih lah normal." Ucapnya lagi.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore dan sudah waktunya Sean untuk pulang, dia melihat sahabatnya yang sedari pagi menemaninya tertidur pulas, membuatnya sedikit jengah. "Dasar pemalas. Udah disuruh pulang duluan malah menunggu di sini." Ucap Sean lirih.
Yiran yang sedari tadi menunggu bos nya itu sedikit merasa bosan dan dia pun berbincang-bincang dengan karyawan Xiao Sean yang memang sudah akan pulang. Karena terlalu asyik Yiran tidak tau Kalau sedari tadi dia diperhatikan oleh seseorang.
"Sean apa itu supir mu??" Tanya Hong Yi.
"Hm."
"Menurut biodata sih dia pria." Terang Sean.
"Akan aku selidiki." Kata Hong Yi.
"Tidak perlu. Buang-buang waktu saja. Mendingan kamu menyelidiki wanita itu, cari sampai dapat." Ucap Sean mencegah sahabatnya itu untuk melakukan hal yang tidak penting. Menurut nya mau supir itu pria atau wanita yang penting dia profesional dan rajin bekerja tidak malas Sean tidak mempermasalahkannya.
Cuma yang di bilang Hong Yi ada benarnya juga, harus diselidiki soalnya apa motif nya untuk menyamar jika memang dia seorang wanita. Tapi Sean akan melakukannya itu nanti tidak sekarang, karena sekarang ini fokus dia untuk menemukan wanita yang iya tidur 3 tahun yang lalu.
Sesampai nya di apartemen, Yiran pamit untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia ingin sekali menyegarkan dirinya yang sedari tadi sudah lengket dengan keringat itu. Begitu juga dengan Sean. Sedangkan Hong Yi pamit untuk menuju kerumah keluarga Sean.
"Aku mau melihat Bibi, mau ikut tidak Sean?" Tanya Hong Yi.
"Tidak aku mau istirahat saja, salam buat Ibu." Ucap Sean lalu meninggalkan Hong Yi. Seketika sahabat nya itu pun pergi meninggalkan apartemen milik Xiao Sean.
Setelah Sean membersihkan diri nya dia pun turun ke bawah dan menuju dapur. Hari ini Bibi yang bertugas membersihkan rumahnya juga memasak untuk dirinya sepertinya tidak datang. Melihat dari kosongnya tempat penyimpanan makanan yang selalu Bibi taruh makanan disana.
Sean sedang bingung membuka-buka isi kulkasnya, dia bingung ingin membuat apa? Sedangkan dia sendiri tidak bisa memasak. Ingin membuat mie instan tapi dia pikir makanan itu kurang lah menyehatkan. Walaupun dia punya beberapa stok mie instan tapi Sean jarang sekali menyantap masakan itu jika tidak bener-bener kepepet.
Selagi Sean bingung dengan apa yang iya lakukan. Yiran pun akhirnya turun, melihat Sean yang kebingungan Yiran pun mendekat.
"Apa yang sedang anda lakukan di depan kulkas Tuan Muda??" Tanya Yiran kepada Sean yang sedang kebingungan itu.
"Ingin memasak sesuatu tapi bingung dan aku tidak bisa memasak." Ucapnya kepada Yiran.
"Baiklah saya yang akan memasak. Melihat isi kulkas sangat komplit jadi kita bisa memasak sesuatu yang enak." Ucap Yiran lalu iya pun mengeluarkan beberapa macam sayuran dan daging dari lemari pendingin itu. "Anda mau saya masakan apa??" Tanya Yiran sopan.
__ADS_1
Sean melihat kearah Yiran ragu, pikirnya apa bocah ini bisa masak?? Nanti kalau tidak enak gimana?? "Apa saja yang penting enak." Ucap singkat Sean.
Prang
Klontak
Pyar
Terjadi kegaduhan di dapur, membuat Sean memijit kepalanya. Ternyata benar yang di pikirkan tadi bocah cebol itu tidak bisa masak, dan dia bisa menghancurkan dapur indah milik Sean.
"Sudah----- sudah----- hentikan!!!! Kamu mau membuat hancur dapurnya?? Atau mau membakar rumah saya??" Ucap Sean menahan emosi.
"Maaf Tuan Muda--- saya bisa kog masak, cuma saya sedikit grogi melihat dapurnya begitu canggih." Bela Yiran yang sudah terlihat mengenaskan.
"Melihat dirimu saja yang begitu mengenaskan seperti itu aku sudah bisa menyimpulkan kalau kamu itu gak bisa masak." Sindir Sean, yang mendengar itu pun Yiran sedikit menyengir.
Tak selang beberapa lama di meja makan pun tersaji beberapa hidangan yang aromannya sangat menggugah selera. Tapi entah kenapa penampakannya membuat tidak berselera makan.
"Ini apa bisa dimakan??" Tanya Sean menyakinkan.
"Bisa lah Tuan Muda, tenang aja jangan dilihat dari penampilannya tapi rasanya yang penting enak." Ucap Yiran sedikit bangga.
Sean pun mencicipi masakan yang dibuat supirnya itu. Sean takjub dengan pemuda cebol ini. Kenapa Sean bilang Yiran cebol?? Karena dia terlalu pendek untuk ukuran tinggi tubuh seorang pria. Walaupun sebenernya tingginya ya lumayan lah untuk ukuran seorang wanita.
Sean pun menyantap hidangan itu dan sedikit terkejut ternyata rasanya juga sesuai dengan aroma yang dikeluarkan. Enak sekali. Rasanya tidak mengecewakan walaupun bentuknya sangat tidak enak dipandang.
Ya memang benar dari yang Yiran bilang jangan melihat dari bentuknya yang penting rasanya.
Sean makan dengan lahap ditemani oleh Yiran dan setelah selesai makan pun dia bergegas ke kamarnya, tanpa memperdulikan Yiran yang sedang sibuk membereskan peralatan makan di dapur. Juga membersihkan semua kekacauan yang iya perbuat.
"Dasar Tuan Muda, maen pergi dan tidak mengucapkan terima kasih sedikitpun padaku." Gumamnya lirih. "Aduh ini dapur jadi kacau sekali. Alat-alat disini lebih modern dari di panti. Untung tadi tidak kebakaran, ternyata menggunakan alat canggih itu sangat sulit. Ah nanti aku harus belajar lagi biar tidak sekacau ini." Ucapnya lagi.
.
.
.
.
\*TBC
\*Vi3ny18066
\*TERIMAKASIH
...\*\*\*01-04-2021\*\*\*...
__ADS_1