
Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..
.
.
.
.
...TERIMAKASIH...
.......
.......
.......
...selamat membaca semoga suka ceritanya......
...*********...
...***SUPIR SEKSI-KU***...
.......
.......
.......
.......
.......
Sudah 3 minggu aku bekerja ditempat ini. Bos Sean sangat baik dan perhatian, untung selama aku bekerja dia tidak pernah curiga.
Hari ini aku sedang bersiap-siap untuk besok pergi mengunjungi panti, aku ingin sekali berkunjung ke panti karena aku sangat rindu dengan putri ku Yisea. Saat hendak berkemas aku dikagetkan oleh bos Sean yang datang tiba-tiba kekamar.
Ceklek
Kreeekk (suara pintu didorong perlahan)
"Yiran~." Panggilnya padaku membuat ku kaget.
"Astaga--." Ucapku kaget karena tiba-tiba pria ini datang kekamar ku secara tiba-tiba. Untung saja aku belum berganti kostum jika sudah kan gaswat. "Ada apa tuan muda?? Sampai kaget saya, kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu." Ucapku yang tidak suka dengan tindakannya, ya memang sih ini rumahnya tapi kan daerah disini itu daerah privasiku ya boleh kan kalau aku marah dengan apa yang dia lakukan??
"Maaf aku lupa, lagian kan kita sesama pria jadi tidak masalah bukan?!" Ucapnya bertanya dengan santai.
Santai sekali dia berkata seperti itu. Mentang-mentang bos gitu?? Tetap saja kan ini daerah terlarang. "Tapi kan setidaknya mengetuk lebih dulu walaupun ini rumah anda tapi kan ini kamar saya." Kataku pelan agar dia tidak marah.
"Baiklah~ lain kali aku akan mengetuk terlebih dahulu. Sekarang maafkan kesalahan ku ya." Katanya padaku dan aku mengangguk. "Seperti wanita saja." Ucapnya lagi membuat mataku mendelik. "Oiya Yiran nanti siang kamu ikut saya ya, saya ada acara diluar kota. Nanti kamu akan saya kasih bonus karena ikut saya keluar kota gimana??" Tanyanya sambil memberi perintah tapi saat aku mau menjawab tiba-tiba dia berkata. "Tidak ada penolakan, sudah ada di kontrak kerja jadi mau tidak mau ya harus mau. Bawa baju karena kita akan menginap." Katanya lagi lalu meninggalkan kamar ku tanpa menutupnya kembali juga tanpa menunggu jawabanku. Dasar bos menyebalkan.
Setelah selesai bersiap, aku pun pergi menemani bos Sean, seperti yang dia bilang aku juga membawa beberapa baju untuk menginap nanti, aku tidak tau akan menginap berapa hari?? Atau cuma nginap sehari saja.
Tap
Tap
Tap
"Tuan Muda saya sudah siap." Ucapku lantang ketika didepan bos Sean.
Bos Sean melihat ku sejenak, dia melihatku dari bawah keatas. Aku menggunakan celana dan baju gombrong, karena memang aku masih menyamar disini dan bos Sean pun belum mengetahui aku ini sebenernya seorang wanita. Jangan sampai dia tahu ta Dewa, bisa-bisa nanti aku dipecat.
"Pakaianmu tidak ada yang rapih??" Tanyanya padaku
"Aku mana mampun tuan muda untuk membeli pakaian yang bagus dan mahal, ini sudah termasuk pakaian terbaikku. Bukankah ini sudah rapih?"
"Seperti ini rapih lalu yang tidak rapih seperti apa??"
"Ya seperti itu." Ucapku lalu nyengir memperlihatkan gigi putihku ini.
Dia pun akhirnya pergi lebih dulu seperti kesal dengan ucapanku barusan. Tapi emang nyatanya begitu, aku membeli ini saat akan bekerja disini untuk penyamaranku kalau aku beli yang mahal-mahal tentu saja aku tidak punya uang. Masak harus ngutang buat beli baju saja? Ini saja aku beli dipasar kaget dekat rumah yang harganya lagi discond.
Aku pun mengekor dibelakang bos Sean, dan setelah nya kami pun berangkat. Di perjalanan seperti biasa bos Sean hanya diam tak bersuara, dari pada bosan aku pun menyetel sebuah lagu.
"Yiran!" Panggilnya membuatku terkaget.
"Y-ya tuan muda." Ucapku terkaget.
"Dipanggil gitu saja langsung kaget."
__ADS_1
"Abis tuan muda manggilnya tiba-tiba gini kan buat aku kaget." Kataku berkelit.
"Apa kamu punya saudara??" Tanyanya dan aku sekilas menengok ke arahnya lalu fokus lagi melihat jalan.
"Banyak tuan muda." Ucapku padanya dan dia sedikit bingung. "Ah~ maksud aku tuh kan aku tinggal di panti, jadi banyak saudara gitu!" Terangku padanya.
"Oo--- tapi kamu tidak punya saudara kandung??" Tanyanya lagi membuat ku ingin menggetok kepalanya. Lah gimana saudara kandung orang tua pun aku tak punya.
"Anda sehat tuan muda??" Tanya ku padanya dan dia mengernyitkan alisnya. "Saya kan di panti dari bayi, gimana mau punya saudara kandung lah orang tua saja aku tak punya. Seperti film kartun hachi." Terangku dan dia manggut-manggut kaya tau aja film kartun hachi? Aku saja tau dari putri ku yang sangat menyukai film kartun itu. "Kenapa tuan muda berbicara seperti itu?? Apa tuan muda mau menjadikan ku saudara gitu??" Tanyaku lalu tiba-tiba kepala ku ditonyor sama bos menyebalkan ini. Nasib-nabis aku kira bakalan dijadikan saudara, kan lumayan punya saudara kaya raya sapa tau tertular jadi kaya juga hehehe.
"Jangan bermimpi, nanti kalau bangun dan tau itu cuma mimpi akan sakit." Katanya padahal aku kan hanya bermimpi saja itu pun tidak boleh nasib-nasib.
Selama diperjalanan kami pun ngobrol ringan sampai tak terasa sudah 3 jam perjalanan dan ternyata kita sudah sampai ke tempat tujuan.
Aku memilih menunggu dimobil karena kata bos kalau pertemuannya yang ini hanya sebentar saja, dan besok baru rapatnya.
Walaupun cuma sebentar katanya ternyata memakan waktu hampir 3 jam, ya lumayan ini kalau tadi nonton film avengers endgame.
"Maaf lama menunggu, ayo kita ke hotel. Oiya besok kamu istirahat saja di hotel biar aku yang ketempat meeting sendiri."
"Apa tidak apa-apa tuan muda??"
"Tidak apa-apa, lagian besok saya seharian kalau kamu ikut nanti kelamaan nunggu nya."
"Baik kalau begitu, besok saya akan istirahat seharian di kamar hotel."
"Terserah~ nih! Buat kalau makan atau jajan yang lainnya, jadi tidak bosen seharian dikamar hotel. Kamu bisa berjalan-jalan keluar kamar."
"Terimakasih tuan muda."
Sesampai nya di hotel kami pun masuk kekamar masing-masing walaupun berseberangan tapi itu lebih bagus daripada harus 1 kamar dengan bos ku ini, bisa langsung ketahuan kalau aku ini seorang wanita.
Setelah membersihkan diri aku pun ingin tidur saja karena badan sudah terasa sangat lelah, tapi tiba-tiba bel kamar hotel berbunyi membuatku kaget, dan aku pun bergegas memakai baju komborku supaya tidak terlihat kalau aku ini seorang wanita.
Ting
Tong
Ceklek
"Bos~ kenapa kesini??"
"Aku hanya ingin mengajakmu makan malam, belum makan kan?? Ayo makan denganku!" Ajak bos ku ini, aku pun jadi salah tingkah. Memang sih aku lapar tapi dengan penampilan ku seperti ini pasti beliau akan curiga.
"Eh~ kalau begitu aku ganti baju dulu ya tuan muda." Ucap ku dan lalu bergegas untuk kekamar mandi setelah mengambil asal baju yang akan aku kenakan.
Ceklek
Blam
Deg
- \*\*"Apa aku salah lihat?? Kenapa Yiran seperti memiliki buah dad\*??"Tanya Sean dalam hati.\*\*- -\*\*"mungkin aku hanya salah lihat saja." Kataku lagi dalam hati.\*\*-
Ceklek
__ADS_1
Blam
aku pun sudah selesai berganti baju dan berjalan kearah bos Sean. "Ayo tuan muda aku sudah siap!" Ucapku padanya dan kami pun langsung pergi dari ruanh kamar hotelku menuju restoran dibawah.
Sesampai di restoran aku memilih menu yang sekiranya cocok buat perutku, karena melihat isi daftar menu banyak yang aneh-aneh dari pada nanti aku ditertawakan jadi aku pesan nasi ayam bakar saja.
"Yiran boleh aku tanya sesuatu??" Kata bos ku dan aku pun mengangguk. "Kenapa tadi aku melihat mu seperti memiliki payu\*\*\*\*." Katanya membuat ku sedikit kaget.
Deg
- \*\*"waduh aku harus gimana nih?? Masa udah ketahuan aja sih??" Ucapku dalam hati.\*\*-
"Ah~ mungkin perasaan tuan muda saja, kan sedari saya sekolah, teman-teman selalu mengira saya ini wanita. Karena muka saya yang imut. Tapi bener deh saya lelaki seutuhnya." Ucapnya berbohong. -\*\*"Maaf bos saya ikutin gaya lutuna biar gak ketahuan." Ucap ku dalam Hati lagi.\*\*-
"Narsis~ ya sudah makan setelah itu kita kembali kekamar masing-masing! Aku lelah dan ingin beristirahat."
"Baik tuan muda." Lalu aku pun menyelesaikan makanku dengan diam sambil merasakan jantungku yang bergemuruh karena hampir saja aku ketahuan. -\*\*"Ya dewa sampai kapan aku akan menyembunyikan ini semua." Ucapku dalam hati.\*\*- aku membuka pembicaraan lagi walaupun sedikit ragu tapi aku ingin mencobanya. "Tuan muda, memang kenapa jika supir mu misalnya seorang wanita?? Eh~ maksud ku pas aku melamar pekerjaan kenapa ada syarat kalau harus seorang pria??" Tanya ku sedikit takut.
"Kamu mau tau alasannya??" Dia bertanya padaku dan aku pun menganggukkan kepala. "Jika supir ku wanita maka dia akan merepotkan, seperti nanti tiba-tiba menyukaiku atau kerja denganku hanya untuk mengejarku apa lagi kalau wanita itu aku tidak akan leluasa membawanya kemana-mana." Terangnya aku pikir dia agak narsis, siapa juga yang mau mengejarnya atau menyukainya? Di pikiranku ya hanya uang, uang, uang.
"Jadi begitu? Tapi kalau ada yang misalnya melamar pekerjaan murni karena dia butuh kerjaan gimana??" Aku bertanya padanya tapi aku juga berdoa agar dia tidak marah dengan pertanyaan ini.
Entah kenapa aku jadi takut saat bos Sean melihat ku dengan tajam, apa dia marah?? "Sudah makan dan habiskan, dilarang berbicara saat makan." Ucapnya dan aku pun langsung makan tanpa bertanya-tanya lagi.
Sesudahnya kami pun kembali ke kamar masing-masing, entah apa yang dia pikirkan tapi aku berharap semoga aku tidak ketahuan, Semoga aku bertahan sedikit lebih lama paling tidak sampai uang terkumpul atau bolehkah aku berdoa jika semua terungkap, bos Sean masih mau menerimaku sebagai supirnya.
.
.
.
.
pagi harinya saat aku terbangun dari tidur aku pun melihat ponselku yang ternyata sudah terdapat pesan dari bos Sean
("Yiran, aku berangkat meeting dulu, jangan lupa makan! Card yang ku berikan padaku itu cukup untuk membeli sebuah mobil, jadi jangan lah irit membeli makan. lihat badanmu sangat ramping sekali seperti perempuan. tidak bagus pria badannya ramping.")
"isi pesan itu membuat ku tersenyum, ternyata dia perhatian juga pada ku. Lumayanlah bisa makan enak seharian. akan aku balas dulu pesannya." ucapku lirih.
("terimakasih Tuan Muda sudah perhatian sama aku, oiya boleh sekalian belanja tidak?? lumayan kan buat oleh-oleh anak-anak panti.") isi pesanku padanya. sebenernya sih cuma bercanda saja tapi tiba-tiba
klenting
("Dasar ngelunjak, dikasih hati minta jantung. kamu boleh menghabiskan isi card itu kalau memang mau membelikan oleh-oleh buat anak panti, tapi kalau buat kesenangan sendiri akan aku potong gajimu itu.") isi pesannya aku tersenyum.
"Dasar bos es, kelihatan galak tapi ternyata baik juga. Walaupun sedikit kasar pesannya tapi ternyata dia dermawan." lirihku dan aku langsung semangat 45 untuk siap-siap shoping yang belum pernah aku lakukan seumur hidupku, adik-adik pasti suka nanti.
Seharian aku membeli barang-barang untuk anak-anak panti, bener-bener lelah. aku pulang ke hotel dan melihat tampaknya bos Sean belum juga pulang. aku pun masuk ke kamarku sendiri.
rasanya sangat lelah dan aku ingin sekali cepat-cepat mandi untuk menyegarkan badanku ini.
blam
aku menengok, "seperti nya tadi aku mendengar suara pintu ditutup?? Siapa ya?? ah mungkin cuma perasaanku saja. Tau ah~ mendingan mandi." lirihku dan segera masuk kamar mandi lalu aku berendam untuk menyegarkan badan yang lelah seharian berjalan-jalan membeli oleh-oleh. "jadi seperti itu ya jadi orang kaya, belanja tidak mikir uang akan habis atau tidak, tinggal milih apa yang disuka. menyenangkan." lirihku lagi.
.
.
.
.
*TBC
*VI3NY18066
Hayo-hayo kalau sudah baca jangan lupa ya kasih komen dan Votenya juga like dan subscribe nya ya kakak🙏🏽 juga jangan lupa follow biar kita jadi teman.🤗😉😘
oiya bisa baca di *** APP dan ******* ya🙏🏽 disana lebih cepat update.
__ADS_1
*TERIMAKASIH🙏🏽🤗😘
...***12-04-2021***...