
Di panti asuhan
Seperti biasa jika Ibu panti tidak ada maka kesibukan di panti pun di ambil alih oleh Yiran. Ibu panti hari ini sedang ada urusan di luar panti, beliau pun menyerahkan seluruh tugas di panti kepada Yiran. sedari pagi wanita ini terlihat begitu sibuk dengan kegiatannya di panti.
Karena kerjaan nya sudah selesai, maka Yiran pun meluangkan waktunya untuk bermain bersama anak-anak panti yang laen.
Walaupun hanya permainan sederhana, tapi anak-anak panti sangat menikmati permainan itu, di pikiran mereka asal bermain bersama semua permainan pun akan merasa mengasyikan.
Ditengah keasyikan mereka yang sedang bermain, Yiran yang sedang menjaga putri nya bersama anak-anak laennya dikejutkan dengan datangnya seorang Wanita yang turun dari mobil mewahnya melangkah mendekati Yiran.
"Selamat siang," sapa Yiran.
Wanita yang terbilang sudah berumur tapi masih cantik di usianya itu menjawab dengan lembut, "siang juga, bisa bertemu dengan pemilik panti??" Tanya wanita itu.
"Kebetulan ibu panti sedang keluar dan saya penanggung jawab disini selain beliau, ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya Yiran sopan
Wanita itu tersenyum dan senang dengan kesopanan yang diperlihatkan Yiran kepadanya. Yiran mempersilahkan masuk dan duduk di sofa yang tersedia di dalam panti, walaupun sofa lama dan sederhana tapi masih layak untuk dipakai dan masih nyaman untuk didudukinya.
"Perkenalkan nama saya Xia Yiran anak angkat pemilik panti," ucap Yiran lembut.
"Nama saya Xiao Yangzi, saya ingin menyumbang sedikit uang untuk panti ini, apa bisa?" Tanya Yangzi
"Tentu saja bisa nyonya, sedikit bantuan anda sangat bermanfaat buat anak-anak disini." ucap Yiran lembut membuat wanita berumur itu tersenyum mendengarnya.
Eng
Eng
Eng
Terdengar suara tangisan dari salah satu anak kecil di panti itu. Membuat Kedua wanita berbeda umur itu terkaget saat mendengar suara tangis seorang gadis kecil, yang saat dilihat ternyata itu Yisea putrinya.
Tap
Tap
Tap
Yiran mendekati putri nya lalu dia berkata," aiyo, Yisea kenapa menangis hem? Ada yang menakali mu atau kamu lapar?" Tanya Yiran pada putri nya. Yangzi yang melihat Yisea langsung terhipnotis seperti merasakan sesuatu yang dia sendiri tidak tau itu apa?
"Gadis kecil yang cantik, siapa namanya??" Tanya Yangzi lembut
"Nama nya Xia Yisea nyonya, gadis kecil ini putri saya," ucap Yiran.
"Oo ya ampun putri mu sangat lucu menggemaskan, bisakah aku menggendongnya?" Tanya Yangzi meminta ijin pada Yiran
"Tentu nyonya jika anda menginginkan nya Kalau Yisea juga mau, dia sangat pemalu dan tidak terbiasa dengan seseorang di dekatnya," jelas Yiran.
__ADS_1
Yangzi mencoba menggendong Yisea dan tidak disangka kalau Yisea ternyata dia merasa nyaman digendongan Yangzi."lihat dia nyaman digendonganku, nona Yiran." Ucap Yangzi.
"Ah anda Benar sekali dan ini diluar dugaan, Kau suka Yisea?" Tanya Yiran pada putrinya
"Eum tuta," katanya cadel
"Aiyo Sea bukan tuta, tapi suka sayang." Yiran membenarkan ucapan sang putri.
"Tidak apa-apa anak kecil memang selalu seperti itu." Ucap Yangzi
Setelah acara serah terima sumbangan yang Yangzi sumbangkan untuk panti "CANDY" Yangzi bermain sebentar dengan Yisea bocah 2 tahun itu berjoget khas bayi yang megal megol lalu berceloteh ria yang hanya ibunya yang kadang tau bahasa planet nya berhubung dia belum terlalu lancar berbicara, membuat Yangzi senang.
Hari mulai siang dan Yangzi pun pamit, dia berjanji akan datang lagi untul bermain dengan Yisea dan berjanji akan membawakan beberapa mainan untuk nya nanti. Setelah kepergian Yangzi keadaan panti yang tadinya ramai mulai sepi lantaran anak-anak juga sudah waktunya untuk tidur siangΒ begitu juga dengan putri nya Yisea.
"Sayang Aku tidur, anak manis jangab rewel dan jadi anak baik, tidur siang bagus untuk pertumbuhan mu." Ucap nya.
Sesudah Yisea dan yang laen nya tertidur Yiran keluar kamar itu menuju ibu panti yang baru saja pulang dari berpergian nya tadi.
"Bu tadi ada yang kesini dan dia menyumbangkan sejumlah uang untuk kebutuhan panti," ucap Yiran menyerahkan amplop dengan sejumlah uang yang lumayan besar kepada ibu pantinya.
"Ini besar sekali Yiran," kata ibu panti.
"Bukankah ini jawaban dari doa ibu, kita bisa membayar hutang-hutang panti juga sisanya bisa kita gunakan untuk membeli bahan kebutuhan panti, dan membayar sekolah adik-adik yang sempat menunggak." Ucap Yiran senang,"ibu Yiran akan mencari pekerjaan, Aku rasa Yisea sudah bisa ditinggal jadi Yiran bisa membantu ibu dan panti," ucap nya lagi
"Ibu akan ijinkan karena Yisea gadis kecil yang manis, lalu Gege dan Jiejie nya bisa membantu menjaga Yisea, jadi kamu bisa mencari pekerjaan lagi," ucap Ibu panti.
Karena ibu panti sudah mengijinkan Yiran untuk mencari pekerjaan dia pun dengan semangat mencari lowongan pekerjaan di internet.
"Ah ini ada 1 pekerjaan gajinya lumayan besar, tinggal disana dan 1 hari libur di hari minggu, jadi supir pribadi syarat. Usia muda belum menikah, tidak memiliki keterikatan, memiliki Sim mengemudi." Ucap Yiran lirih dan ini pekerjaan yang menggiurkan karena bukan cuma gaji tapi akan mendapat bonus setiap hari libur, lumayan bukan,"apa?? Pria yang dibutuhkan??" Gimana Yiran lagi ,"Aku harus mendapatkan pekerjaan ini, kenapa aku tidak menyamar saja jadi pria. Bukankah itu gampang. Ya Aku akan mencoba nya." Ucap Yiran lagi.
.
.
.
.
Pagi harinya dia bersiap-siap untuk ketempat dimana dia akan melamar pekerjaan. Dia pun memulai misinya untuk merebut pekerjaan itu dari orang-orang yang sudah antri untuk melamar pekerjaan itu.
Semua tes dilakukan dan dengan pengamatannya itu Yiran tidak terlihat seperti seorang wanita dia terlihat seperti seorang pria walaupun terkesan sedikit lebih manis dari pria pada umumnya. Dan akhirnya dia pun diterima bekerja karena keahliannya dalam mengendarai mobil lebih halus dan dia tidak terbawa emosi saat dijalan walaupun sedang ngebut.
__ADS_1
"Selamat Li Yiran kamu diterima bekerja disini sebagai supir pribadi tuan Muda Sean Xiao Zhan," ucap salah satu asisten tuan Xiao. Membuat Yiran senang mendengarnya.
"Terimakasih, kira-kira kapan saya bisa mulai bekerja?" Tanya Yiran yang sekarang dia memakai marga dari ibu pantinya itu.
"Mulai besok," ucap asisten dan memberikan alamat dimana tuan mudanya tinggal, karena Xiao Zhan tidak tinggal di rumah orang tuanya dia keluar dan memilih tinggal dirumah nya sendiri semenjak 1 tahun yang lalu.
"Baik, saya permisi," ucap Yiran, lalu meninggalkan asisten itu yang tersenyum manis ke arahnya.
.
.
.
.
~TBC~
Jangan lupa teman-teman... komen, like dan vote nya untuk penyemangat.. supaya cepat melanjutkan ceritanya.
βVI3NY
Selamat menikmati ππ½
TERIMAKASIH ππ½
βββ09-01-2021βββ
__ADS_1