SUPIR SEKSI-KU

SUPIR SEKSI-KU
12. Pengakuan Yiran


__ADS_3

Maaf Typo bertebaran beb Belum sempat edit.


.


.


.


.


.


...Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis.....


.......


.......


.......


.......


...TERIMAKASIH...


.......


.......


.......


...selamat membaca semoga suka ceritanya...πŸ™πŸ½πŸ™πŸ½πŸ€—...


...*********...


...***SUPIR SEKSI~KU***...


.......


.......


.......


.......


.......



Ya selama ini, kedua orang tuanya ingin sekali Sean menemukan anaknya, walaupun mereka berharap kejadian kesalahan itu tidak menghasilkan apa-apa, tapi mereka juga berkata tetap akan menerima anak itu jika memang dari kejadian itu Sean memiliki seorang anak.



.


.


.


.



Malam harinya Yiran mempersiapkan dirinya untuk bercerita kepada Sean. Sesuai janjinya dia akan menceritakan semuanya pada bos nya itu.



'Aku akan menceritakan semuanya, dan aku berharap semoga tuan muda Sean tidak akan memecatku. Aku berharap dia masih mau mempertahankanku disini, supaya aku masih bisa membiayai Yisea dan juga anak-anak panti.' Ucapnya dalam hati.



Yiran mencari Sean dan ternyata dia ada diruangannya sedang menikmati pemandangan diluar sana.



Sean mempunyai ruangan yang jendela menghadap keluar, dia akan selalu kesini jika ingin bersantai atau sedang memiliki masalah.



Ruangan itu ada sebuah bar mini untuk menikmati minuman beralkohol dan tidak beralkohol.



Tok



Tok


__ADS_1


Tok



Yiran mengetuk pintu ruangan itu, kemudian terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan dirinya untuk masuk kedalam ruangan.



"Masuk!"



Ceklek



Blam



"Tuan muda."



"Duduk sini! Kamu bisa ceritakan cerita kamu dengan santai disini." Ucap Sean namun Yiran ragu untuk mendekat tapi Sean pun berkata lagi. "Tenang saja aku tidak akan memakanmu kog!"



Yiran yang mendengarnya mengerutkan mulutnya 'Ya ampun siapa lagi yang takut dimakan? Aku cuma takut kalau nanti dipecat dari pekerjaan ini.' Ucapku dalam hati.



"Tuan muda janji ya tidak akan memecatku jika aku menceritakan semuanya?" Tanya ku lirih tapi dia masih bisa mendengarnya.



"Ya tentu aku tidak akan melakukan itu, aku hanya ingin tahu saja dan kalau sudah tau ya mungkin aku akan membantumu."



"Sungguh?"



"Hm~ ceritakanlah!" Perintahnya lalu aku menghampirinya duduk di depan tepat dihadapannya. "Minum ini biar tidak tegang!"




Aku pun seperti tidak terkendali dan aku tidak sadarkan diri.



\*\*POV SEAN ON\*\*



Aku melihat Yiran dan menyuruhnya duduk setelahnya dia duduk aku pun menyuruhnya untuk meminum terlebih dahulu.



Udara diluar sangat dingin aku memberikan minuman itu agar dia menjadi hangat. Tapi tiba-tiba dia sempoyongan dan bangkit dari tempat duduk.



"Yiran kamu kenapa?" Tanya ku heran.



Lah tiba-tiba dia menari dan bernyanyi seperti anak kecil. "Ulet-ulet kepompong kupu-kupu--- na-- na--na-- kucing kecil kucing manis na--na--na--." Ocehnya sambil berjingkrak-jingkrak.



Aku bangun dari tempat duduk menghampirinya sambil menepuk keningku dengan tangan. "Ya ampun Yiran, itu kadar alkohol nya cuma 5% lah kamu baru seteguk aja bisa mabuk." Ucapku sambil membantunya dan berusaha menenangkannya yang sedang menari-nari.



Tapi Yiran malah mengajak ku berdansa. "Aku punya anak babi iya iya o--." Sambil menari dia pun bernyanyi dan berputar-putar berpegangan dengan kedua tanganku. "Ayo tuan muda." Teriaknya riang lalu menyanyi lagi.



Melihatnya aku jadi bingung juta tertawa, karena tingkahnya sungguh konyol. Setelah nya dia melepaskan tangan ku dan naik ke atas meja bernyanyi layaknya seorang idol.



Tapi tiba-tiba dia oleng, lalu terjatuh, untung saja aku sigap dan bisa menangkapnya. "Huf~ hampir saja! Gimana kalau kami terluka?" Tanyaku lirih padanya.


__ADS_1


Aku mengangkatnya dan membaringkannya di sofa panjang, saat aku membaringkannya dia pun tiba-tiba menangis. "Hik-- hik-- kalian semua jahat! Hik-- hik-- hik-- apa salahku sampai kalian menyebalkan seperti itu? Kalian tidak pernah tau bukan rasanya hamil tanpa mengetahui siapa pria yang menghamilinya? Hik-- hik-- Ibu maafin Yiran hik-- Yisea Mama tetap menyayangimu, maaf jika kelak kamu bertanya siapa Ayah mu maaf kalau Mama tidak bisa menjawabnya hik-- hik."



"Jadi seperti itu? Jadi itu yang kamu derita selama ini Yiran? Maafkan aku! Aku berjanji kelak akan menyayangimu dan juga putri kita!" Ucapku lirih yang mungkin hanya aku yang dapat mendengarnya. Karena kondisi Yiran tidak memungkinkan untuk mendengar semua perkataanku.



"Engg~ tuan muda maaf-- jangan pecat aku." Ucap nya lirih lalu dia pun terlelap.



"Tenang Yiran aku tidak akan memecatmu, malah aku akan membuatmu bahagia, tapi tunggulah sebentar lagi!" Ucap ku padanya.



\*\*POV SEAN OFF\*\*



Pagi harinya Yiran terkaget karena dia sudah terbaring di sofa panjang diruangan pribadi Sean. "Lah kenapa aku disini? Semalam aku kenapa? Auw~ aku tidak ingat, tapi semalam apa yang aku minum? Aaaa----." Teriak Yiran saat mengetahui dia semalam meminum alkohol dan pingsan.


Ceklek


Blam


"Kenapa kamu teriak seperti itu?" Tanya Sean bingung.


"Tuan muda apa yang kamu lakukan padaku?!"


"Tidak ada? Kamu mabuk dan pingsan, aku meletakkan mu disitu lalu aku pergi!"


"Sungguh?"


"Hm~."


"Hah--- syukurlah kalau begitu, tuan muda mau kekantor? Tunggu aku sebentar untuk bersiap-siap."


"Tidak, kita akan kepanti tempat kamu tinggal!" Ucap Sean membuat Yiran terkejut.


"Kepanti? Tumben? Ada apa?" Tanya ku penasaran.


"Tentu saja untuk melihat anak-anak panti disana!"


"Oh baiklah kalau begitu aku akan siap-siap." Ucap ku semangat, gimana tidak semangat aku akan bertemu dengan putri kecilku yang manis.


***


Yiran dan Sean pun berangkat menggunakan mobilnya bersama dengan Yiran dan Hongyi.


Kali ini Hongyi yang mengemudikan mobilnya, "Wah kenapa profesi aku jadi berubah seperti ini?"


"Tak usah banyak bicara, liat kedepan nanti nabrak!" Ucap Sean pada Hongyi dan Yiran yang mendengarnya tersenyum.


"Eh Sean, supirmu ternyata sangat seksi jika menggunakan pakaian pakaian seperti itu."


"Berisik! Jangan pandanganmu dan lihatlah kedepan!"


"Tuan muda Sean, boleh tidak mampir ke toko mainan untuk membeli beberapa mainan? Aku rasa anak-anak akan suka nanti." Ucap Yiran dan disetujui oleh Sean.


Mereka pun mampir kesebuah toko mainan. Tidak tanggung-tanggung Sean hampir saja memborong isi toko itu kalau saja Yiran dan Hongyi tidak menghentikannya.


"Sudah Sean, kamu mau memborong sekalian toko nya?? Ini gimana kita bisa membawanya?" Tanya Hongyi bingung.


Sean berjalan menuju kasir dan bertanya. "Bisa kirim semua ini kealamat ini!" Ucapnya sambil menyerahkan kertas yang terdapat alamat panti asuhan Candy. "Ini ongkosnya cukup?"


"Bisa tuan dan ini lebih dari cukup."


"Sisanya buat kamu dan tolong hari ini juga!" Katanya lagi. Lalu mereka pun pergi meninggalkan toko itu menuju panti asuhan Candy dimana Yisea berada.


'Sayang tunggu Papa, sebentar lagi Papa Bisa melihat mu. Akan Papa berikan dunia yang indah untukmu kelak.' Ucap Sean dalam hatinya.


.


.


.


*TBC


*VI3NY18066


Oke aku up lagi.. maaf ya lama soalnya baby aku sakit.


Ayo kasih like nya komen yang banyak biar aku bisa cepet up dan jangan lupa ya follow nya untuk semangat aku melanjutkan cerita iniπŸ€—πŸ˜š


*TERIMAKASIH πŸ™


...***19-11-2021***...

__ADS_1


__ADS_2