SUPIR SEKSI-KU

SUPIR SEKSI-KU
perubahan sikap Sean.


__ADS_3

Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


...TERIMAKASIH...


.......


.......


.......


...selamat membaca semoga suka ceritanya...πŸ™πŸ½πŸ™πŸ½πŸ€—...


...*********...


...***SUPIR SEKSI~KU***...


.......


.......


.......


.......


.......


Esok harinya aku dan bos Sean meninggalkan hotel karena urusannya sudah selesai, aku meminta pada bos Sean untuk mampir dulu ke panti, karena memang arahnya juga melewati jalan menuju panti.


Untung saja bos Sean mau menerima usulanku, jika tidak kan aku pasti sangat amat lelas karena harus bolak balik nantinya.


Entah kenapa aku melihat bos Sean sedikit diam, bahkan dia pun hanya sesekali saja menjawab pertanyaanku dan menanggapi pembicaraanku. Selebihnya dia diam dan termenung.


Mungkin dia lagi banyak pikiran. Atau kemarin meeting nya mengalami masalah jadi dia kepikiran sampai seperti tidak semangat hidup gitu.


Akhirnya sampai juga di panti, aku pun turun disambut oleh Ibu Panti dan juga anak-anak panti. Untung saja aku sudah menghubungi Ibu panti saat aku di hotel dan bilang kasih tau anak-anak jangan sampai bos ku tau kalau aku ini seorang wanita. Ya kecuali anak-anak yang masih balita belum pandai berbicara yang lainnya sudah paham.


Lagian aku tidak perlu khawatir para balita atau batita menghampiriku karena ruangannya pun berbeda, sedangkan yang aku khawatirin adalah putriku. Takut-takut dia memanggilku Mama, haih aku pusing tapi ya mau gimana lagi semoga saja berjalan lancar.


Lagian aku tidak mau berlama-lama di panti, setelah memberi barang-barang aku pun akan mengajak bos Sean pergi dari panti sesegera mungkin.


"Yiran, kamu saja yang turun aku lelah dan aku mau didalam mobil saja." Kata bos Sean seketika aku jadi semangat.


-**"Yes~ jadi aku bisa bertemu putriku sebentar." Ucapku dalam hati.**- "baik Tuan Muda, aku akan cepat menyelesaikan ini semuanya." Jelasku lalu aku pun bergegas menurunkan semua barang-barang dibantu oleh anak-anak panti.


Lumayan lama aku berbicara sama Ibu panti, dan aku juga sempat menggendong putri yang sangat aku rindukan. Aku juga melihat kearah luar, takut-takut bos Sean menyusul. Karena semua sudah selesai aku pun pamit dengan Ibu panti dan putri ku, walaupun saat aku ingin pergi Yisea sempat menangis dan bos Sean sempat curiga dan hampir saja menghampiri Yisea.


Tapi aku mencegahnya dan dia pun mengerti, kami pun pergi meninggalkan panti menuju Apartemen milik bos Sean.


Senang rasanya melihat anak-anak panti gembira karena mendapatkan barang-barang yang tidak pernah mereka miliki juga makanan yang setidaknya jarang mereka makan.




"Tuan Muda ini card milik anda." Ucapku sambil menyodorkan card pemberiannya waktu di hotel. "Terimakasih Tuan Muda, mereka sangat senang sekali, oiya ini total belanjanya tadi." Kataku lagi sambil menyerahkan nota pembelian kepada bos Sean.



Aku melihat bos Sean melototkan matanya. "5juta?? Hanya segini yang kamu beli?? Tapi tadi kelihatannya banyak banget??" Tanyanya penasaran.



"Iya 5 juta, apa itu kebanyakan tuan muda?? Bisa di potong dari gajiku juga gak apa-apa kalau memang aku membelanjakannya terlalu banyak." Ucap ku dan dia hanya menghela nafas saja.



"Kualitas seperti apa yang kamu berikan sama anak-anak itu?? Kenapa untuk sebanyak itu kamu hanya mengeluarkan segini??" Tanya nya bingung.



- \*\*Lah itu udah banyak banget loh, dan soal kualitas ya memang itu standar di panti tentunya kualitas yang memang orang seperti kami kenakan dan makan." Ucapku dalam hati.\*\*- "kemaren aku masuk agak kedalam ternyata tidak jauh dari hotel itu ada pasar tradisional, jadi aku membelinya disana, anda tak perlu khawatir itu sudah bagus dan mereka bahagia." Ucap ku menyakinkan bos Sean.



"Lain kali kalau belanja lebih baik ke Mall saja, jadi yang didapat bagus-bagus." Katanya dan aku kaget, kirain mau dimarahin ternyata malah disuruh belanja di Mall dasar bos aneh. Tapi kayaknya boleh juga tuh, tapi iya kalau ada lain kali? Kalau enggak gimana??.



Bos Sean segera berlalu meninggalkan ku sendirian, dia langsung pergi menuju kamarnya. mungkin dia sangat amat lelah.



padahal kalau dipikir-pikir aku yang lelah. dia kan cuma duduk saja, dasar tuan muda yang lemah.



karena perutku sedikit keroncongan, eh bukan sedikit tapi sangat. Aku pun menuju dapur, ah~ sebenernya aku benci dengan dapur ini, tapi untung saja aku sudah diajari oleh Bibi kalau tidak ampun-ampun. sungguh aku heran sama orang kaya senang sekali dengan barang yang serba canggih dan otomatis.



jika kalian tau pas pertama kali aku kesini, itu kamar mandi dikamar aku membuat aku keder, karena banyak sekali tombol nya. ada tombol otomatis di toiletnya pake sensor gitu, jadi antara toilet dan buat mandi itu walaupun 1 ruangan tapi terpisah saat masuk ke toilet kita hanya melambaikan tangan saja ke atas langit-langit maka lampupun nyala, dan di toilet banyak sekali tombol dibelakang sudah ada air buat cuci tangan terus airnya juga pake sensor jadi tanpa menyentuh keran air sudah keluar hanya mendekat tangan saja. buat saya yang memakai gayung di panti tentu sangat-sangat merepotkan.



waktu aku bilang kalau lampu toilet putus dan perlu beli bohlam eh malah ditertawakan. akhirnya Bibi menjelaskan! untung saja ada Bibi kalau tidak aku bisa gelap-gelapan terus yang buang air besar dan mau cebok ribet harus ke kamar mandinya dan ambil air buat nyiramnya. taunya tombol-tombol itu buat nyiram. ah aku memang katrok.

__ADS_1



yang lebih menyebalkan lagi saat disana tidak tau kalau ada tombol air panas, jadi kalian bisa bayangkan apa yang terjadi?? itu sangat amat menyebalkan.



lampu mati lambaikan tangan, salah pencet tombol ya kepanasan. sama kaya shower nya juga tapi kalau itu aku masih sedikit ngerti cuma yang gak aku ngerti kenapa ada tombol musik juga di dekat shower, emang mau joget-joget apa pas mandi?? Tapi karena sudah terbiasa jadi pas kemarin di hotel tidak kaget lagi.



mie sudah matang aku pun langsung memakannya, aku melihat bos Sean keluar kamar menuju balkon rumah seperti menerima panggilan telephone, sepertinya dia sangat sibuk.



Tap



Tap



Tap



"Makan apa kamu??" Tanya bos Sean padaku, bikin kaget saja. ini bos hobinya tuh bikin orang jantungan, padahal tadi kan lagi terima panggilan kenapa sekarang udah didepan aku coba?



"Laper jadi saya buat mie instan." jawabku dan tiba-tiba dia mengambil mie itu dan membuangnya. "eh--eh---eh--- Tuan Muda apa yang anda lakukan??" Tanya ku sedikit kesal lantaran mie ku direbut dan dibuang olehnya.



"ini tidak sehat, bukankah aku sudah membuang mie yang kamu beli waktu itu?? Kenapa ini masih ada??" Tanyanya marah, aku sedikit menciut.



kenapa dia masih ingat sama mie yang dibuang itu?? kan aku pungut lagi terus aku umpetin ditempat yang aman, kalau malam-malam aku lapar kan aku bisa masak itu. "ini beda lagi, ini simpanan ku dikamar tapi tenang saja cuma tinggal 1 doang kog." ucapku berbohong sama manusia didepan ku ini yang sangat amat membenci makanan yang namanya mie. padahal mie itu makanan yang amat sangat lezat dan menolongmu jika sedang lapar dimalam hari tapi makanan sudah habis.



mie bisa diseduh kalau malas masak, kalau sangat amat malas bisa di remes-remes makan gitu aja pake bumbunya. Ya kalau gak malas dimasak pake macam-macam toping.



"jangan coba-coba makan itu lagi, pesan saja makanan online!" katanya penuh penekanan. dia tidak suka kalau orang yang bersamanya makan-makanan yang tidak bergizi, baginya seperti kesusahan saja makan mie instan. padahal Sean gak mie itu makanan terlezat didunia.



"Tapi itu?!"




"Baiklah." Aku menuruti saja lah dari pada nanti di omelin lagi.



Setelah makanan sampai kami pun makan, setelahnya aku masuk kamar dan ingin mandi karena sudah lengket ini badan.



Tok



Tok



Tok



"Yiran---. Yiran---."



Tok



Tok



Tok



ceklek



kreeekk



"Yiran kamu didalam?? kemana ya bocah itu??" Tanya Sean yang langsung masuk karena tidak ada jawaban dari sang empunya kamar.


__ADS_1


Sean mencari si empunya kamar clingak-clinguk tapi gak ada, dia mendengar suara orang sedang bernyanyi diruang ganti pakaian.



awalnya Sean mau mengagetkan Yiran tapi ternyata di terkaget melihat apa yang didepan matanya.



\-\*\*"Gak mungkin ternyata saat dihotel aku tidak salah lihat, aku kira salah lihat melihat rambut Yiran panjang ternyata dia memang seorang wanita." Ucap Sena dalam hati.\*\*- lalu dia meninggalkan kamar itu.



dia tampak syok dengan apa yang dilihat, dia melihat Yiran sedang berusaha membuat Payu\*\*\*\*nya kecil dengan cara di korset, memang kalau di korset terus memakai baju longgar tentu saja tidak terlihat.



\-\*\*"Apa yang Kamu lakukan Yiran?? kamu sudah membohongiku selama ini! apa yang harus aku lakukan sekarang?? membongkar nya dan memecatnya atau aku ikuti permainannya itu?? Apa dia ingin berbuat jahat atau memang murni dia butuh pekerjaan??" Tanya Sean dalam hati lagi.\*\*-



Sean mengingat ucapan yang pernah diucapkan oleh Yiran \["Tapi kalau ada yang misalnya melamar pekerjaan murni karena dia butuh kerjaan gimana??"\] -\*\*apa mungkin dia memang murni membutuhkan pekerjaan?? Apa karena untuk anak-anak panti?? Aku akan menyelidiki semuanya." Ucap Sena lagi dalam hati.\*\*- dia benar-benar bingung, "dari pada bingung aku mending tidur saja lah." katanya lirih.



.


.


.


.



"pagi tuan muda." sapa Yiran tapi Sean diam saja. dia mengambil roti dan kopinya lalu duduk dibalkon. biasanya dia duduk di dekat Yiran sekarang seperti menghindar.



"Yiran hari ini saya mau membawa mobil sendiri." Ucap Sean.



"Apa tuan muda kuat??" Tanya Yiran sedikit meledek.



"Tentu saja kuat." yakin Sean.



"mobil kan berat tuan muda ngapain dibawa??" kata Yiran lagi. seketika Sean tau kalau dia sedang dikerjain.



"Yiraaannn----." tereak Sean marah.



"iya~ ampun bang jago." ucapku padanya. "Lalu hari ini aku ngapain??" Aku bertanya karena tidak tau mau ngapain dirumah?? Masak makan gaji buta.



"terserah mau ngapain." katanya lalu pergi meninggalkanku.



"Aneh sekali dia hari ini. tidak kaya biasanya, seperti sedang menghindar. dari pulang kemarin si bos sikap nya jadi berubah, aku tau dia pendiam dan dingin tapi tadinya kita sudah seperti teman kenapa sekarang jadi kaya menjauh lagi?? ah pusing. ya udah deh aku ngapain aja lah dirumah sambil nungguin Bibi, kan bisa aku nanti belajar masak lagi sama Bibi." ucapku lirih.



.


.


.


.


.



\*TBC



\*VI3NY18066



Hayo-hayo kalau sudah baca jangan lupa ya kasih komen dan Votenya juga like dan subscribe nya ya kakakπŸ™πŸ½ juga jangan lupa follow biar kita jadi teman.πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜˜



kasih semangat nya buat aku ya kakak agak ceritanya tetep lanjutπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜



\*TERIMAKASIH πŸ™πŸ½πŸ˜˜



...\*\*\***22**-06-2021\*\*\*...

__ADS_1


__ADS_2