
Hari pertama masuk kuliah pun dimulai. Kini Adnan harus benar benar bisa membagi waktunya dalam ia bekerja dan menuntut ilmu.
Adnan memilih jam kuliah mulai dari siang hingga malam. Sehingga dipagi harinya dia masih bisa mengurus pekerjaannya.
"Mau makan siang dulu Nan??" tanya Anton di ruang kerja Adnan.
"Mmm boleh yuk.. Kerjaan semua aman??" tanya Adnan sambil menata berkas berkas di atas mejanya.
"Aman..." jawab.Anton.
Tok... Tok.. Tok..
"Masuk.." jawab Adnan dan Anton menoleh.
"Maaf pak, ada berkas yang harus bapak tanda tangani" kata Putri memberikan sebuah berkas.
"Letakkan saja dulu, besok ambil" jawab Adnan.
"Baik pak, permisi.." pamit Putri.
"Putri.." panggil Adnan.
"Jika nanti ada yang ingin bertemu dengan saya, tolong auruh datang lagi besok pagi. Dan saya minta tolong, semua rapat atau pertemuan di usahakan pagi.. Karena mulai sekarang, saya akan ada di kantor hingga jam makan siang saja" kata Adnan.
"Baik pak.." jawab Putri bergegas meninggalkan ruangan Adnan.
Setelah itu Adnan dan Anton bergegas keluar dari kantor dan menuju ke warung makan favorit mereka.
Setelah makan siang mereka memilih kembali pulang terlebih dahulu untuk membersihkan diri agar badan terasa lebih segar.
Tepat pukul 2 siang, mereka sudah tiba di kampus. Tanpa dipungkiri, pesona Adnan dan Anton mengundang kekaguman para mahasiswi di sana.
Kaos hitam yang di tutup dengan kemeja di padukan dengan celana jins dan sepatu cats dengan tas ransel yang terpasang di pundak kirinya stile Adnan hari ini. Sedangkan Anton, dia mengenakan kemana lengan panjang yang bagian tangan dia gulung hingga siku, dengan perpaduan celana jins dan sepatu cats.
"Anton..." teriak seseorang.
Seorang gadis berlari mendekati Anton dan Adnan.
"Hai, Anton.." sapa Adel..
"Hai Del, sendirian aja??" tanya Anton.
"Sama Rei si, tapi doi lagi ke toilet.." jawab Anton..
"Ahh iya Del, kenalin.. Adnan.." kata Anton mengenalkan Adnan.
"Haii Adnan.. Adel" kata Adel mengulurkan tangan.
Adnan hanya tersenyum dan membalas uluran tangan Adel.
"Kalian masuk siang?" tanya Adel.
"Iya, kita memang sengaja ambil jam siang sampe malam." jawab Anton.
"Waahh bakal jarang ketemu ya.." Sungut Adel.
"Memangnya kenapa??" tanya Anton.
"Ya ga bisa ngobrol lah sama kalian.." jawab Adel.
__ADS_1
"Wahh ga takut di ledekin main sama adik angkatan nih" goda Anton.
"Tapi aku yakin, meski kalian adik angkatan, tapi segi umur kalian lebih dari aku" ucap Adel.
Anton tertawa menanggapi ucapan Adel. Karena memang benar adanya.
"Udah ahh, kita masuk dulu ya.. Kita ga mau telat di hari pertama" kata Anton.
"Eehhh tunggu dulu.. Tukar nomor telepon dong.." kata Adel.
"Ya udah sini ponselmu" pinta Anton.
Adelpun memberikan ponselnya ke Anton.
"Waahh thanks ya, dah dikasih ponsel. Yukm Nan.." goda Anton..
"Eittsss.. Tunggu tunggu.. Masa iya ponsel ku diminta" sungut Adel.
"Hahaha iya iya, becanda.. Nihh itu nomor ponsel ku.." kata Anton mengembalikan nomor ponselnya.
"Ok.. Thank.., kamu Nan.." pinta Adel.
"Ga ada yang bakal dikasih kalau minta sama dia.. Dah nomor aku aja" bisik Anton..
"Daahhh ahh, dah mau telat.. Bay.." pamit Anton.
Mereka berduapun meninggalkan Adel yang masih berdiri bingung dengan kata kata Anton.
Tak lama kemudian Reina datang menghampiri Adel.
"Wooiii.. Kenapa melamun??" tanya Reina menghampiri Adel.
"Emang gitu" jawab Reina enteng berjalan meninggalkan Adel.
"Eehhh tunggu.. Tunggu.. Maksudnya??" tanya Adel mengimbangi langkah Reina.
"Ya memang begitu orangnya.." jawab Reina.
"Emangnya kamu dah kenal.." tanya Adel.
"Kenal si enggak. Cuma waktu itu, dia sempet nolongin aku sama nenek waktu aku kerepotan bawa belanjaan buat panti asuhan. Memang ramah, sopan malah sama nenek. Tapi ya gitu kaku, malah terkesan dingin." jawab Reina.
"Waahhh... Jadi penasaran sama tuh anak.." kata Adel sambil terlihat sedang menghayal.
"Jangan coba coba deh, kalau ga mau sakit hati nantinya.. Orang kaya begitu susah di tebak.. Dan mungkin aja, banyak para cewek cewek yang naksir sama dia.. Banyak saingannya" jawab Reina mengakui ketampanan Adnan.
"Widiihhhh berarti salah satu cewek cewek yang naksir itu kamu juga ya Rei" goda Adel.
"Cckkk.. Sory ya.. Bukan tipe aku.. Aku juga ogah punya pasangan kaku kaya kanebo kering begitu" jawab Reina.
"Kalo kaku ya disiram dengan cinta yang tulus juga kelembutan to Rei, nanti juga lunakan dia.." jawab Adel masih menggoda.
"Ga.. Bakal bisa.. Kaku kaku aja dia mah.. Ga asik orangnya" jawab Reina.
"Awas lohhh nanti kamu suka beneran sama doi.." Adel mengingatkan.
"Ogahh.." jawab Reina kekeh.
"Kantin yuk ahh laper" ajak Reina..
__ADS_1
"Ayook.." Adel menyetujuinya.
Semenjak kukiah, Reina bekerja masuk siang hari setelah jam kuliahnya selesai dan pulang kerja di sore hari, terkadang hingga malam.. Untung samg pemilik toko sangat baik dengan Reina.. Mengingat Reina salah satu karyawannya yang rajin dan jujur.
Sedangkan pekerjaan malamnya, kini dia hanya menerima panggilan. Perlahan, Reina mencoba mengurangi dirinya dalam dunia malamnya hingga dia benar
benar bosa lepas meski masih sulit. Karena sang mami Regita dan sang putra masih terus memantau Reina.
Regita tak akan pernah melepaskan Reina karena dia adalah salah satu tambang uang bagi dia ketimbang yang lainnya. Dan dia terpaksa menggunakan kelemahan Reina untuk mengikat Reina agar tidak lepas dari genggamannya.
Reina benar benar dibayar mahal oleh para kliennya dan tidak sembarang klien yang menyewa jasa Reina. Hanya orang orang kelas atas atau beruang yang mampu menyewa Reina. Hal inilah yang membuat Regita tidak akan pernah mau melepaskan Reina.
#####
"Kamu suka sama Adel? Katanya Putri??" tanua Adnan tiba tiba saat mereka tengah beristirahat.
"Enggak, dia gadis yang asik aja.. Tidak masalahkan selama aku tak memiliki ikatan sama siapapun" jawab Anton.
"Iya benar, tapi terkadang perempuan itu mikirnya lain. Kedekatan kita yang kita anggap hanya hal biasa dalam pertemann, taoi berbeda dengan perempuan yang mikirnya itu lebih. Karena mereka itu selalu menggunakan perasaan mereka ketimbang logika mereka" kata Adnan lagi.
"Biarin ajalah.. Tohh aku juga tidak memilki ikatan sama siapapun dan aku tidak melakukan apapun, hanya mencoba bersikap ramah aja ga kaya kamu kaku." goda Anton.
"Aku cuma ga mau ribet aja dengan urusan hati mereka.." jawab Adnan sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Iya, aku juga hafal betul sama kamu. Kamu tipe yang tidak mudah akrab dengan seseorang. Aku yang beruntung bisa sedekat ini sama kamu" ucap Anton.
"Karena kamu banyak membantuku" jawab Adnan.
"Kita sama sama berjuang Nan.. Kamu juga sudah banyak membantuku." jawab Anton.
"Hai.. Boleh aku duduk disini??" sapa seseorang.
"Boleh.. Kebetulan kami juga dah selesai" jawab Adnan.
"Ayo Ton.." ajak Adnan.
"Ehhh ga usah.. Maaf jika aku menganggu kalian.. Lebih baik aku yang cari tempat lain" cegah gadis.
"Ga usah, kami memang benar benar sudah selesai.. Jangan tersinggung ya.. Dia memang begitu kaku. Harus benar benar bisa memaknai setiap kata katanya." ucap Anton.
Gadis otu hanya mengangguk mengerti. Niat hati ingin mendekati Adnan, tapi siapa sangka pria itu malah terkesan menghindarinya.
Kebanyakan orang akan mencari teman baru ketika pertama kali dilingkungan baru. Tapi tidak dengan Adnan, jika tidak penting penting sangat dia merasa enggan hanya untuk sekedar basa basi.
Adnan yang dulu yang terkenal supel, ramah memang sudah lama hilang semenjak dia terlalu sering tertipu dengan orang orang yang pernah menipunya. Kini berganti dengan Adnan yang kaku, bahkan hanya sekedar berbasa basi dia merasa enggan.
Anton yang notabene sahabatnya saja sangat jarang bisa bergurau dengan Adnan. Anton sudah memahami perubahan Adnan ini dan dia memaklumi karena memang pada dasarnya Adnan adalah orang yang baik dan pengertian.
"Ton, ke mushala duku ya.. Dah maghrib.." ajak Adnan.
"Ok.." jawab Anton.
Merekapun menunaikan ibadah maghrib bersama dengan mahasiswa yang lainnya setelah mendengar suara adzan berkumandang. Setelah selesai, mereka melanjutkan jam mata kukaih terakhir hari itu hingga pukul 9 malam dan mereka memilih kembali ke rumah masing masing karena sudah merasa lelah seharian beraktifitas.
#**temen temen, mohon kasih suport ya..
veri like dan koment agar author semangat menghalu ria.. 😅😅
terimasihh.. 🙏🙏🙏🙏**
__ADS_1