Sweet Butterfly

Sweet Butterfly
korupsi


__ADS_3

Triiiinggg triiinnngggg


Ponsel milik Adnan terus berdering. Hari ini Adnan benar benar bangun kesiangan. Dengan malas malasan Adnan membuka matanya. Baru kali ini Adnan merasa enggn bangun dari tempat tidurnya.


Sesaat Adnan melirik jam yang bertenggar di tembok kamarnya. Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Segera Adnan memeriksa ponsel miliknya.


"Ya Anton..." Jawab Adnan menerima panggilan tersebut.


"Nan, aku baru dapat kabar dari bagian keuangan. Siska telah menggelapkan dana proyek sebesar 150 juta. Itu yang baru ketahuan dalam kurun waktu 3 bulan ini" lapor Anton.


"Ok, aku akan segera datang ke perusahaan. Perintahkan si Putri untuk mengumpulkan seluruh karyawan bagian keuangan sekarang" perintah Adnan.


Adnan langsung menutup panggilan dari Anton dan bergegas bersiap siap untuk menuju ke perusahaan miliknya.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Adnan sudah bersiap untuk berangkat.


"Den, tidak sarapan dulu??" Tanya bi Asih.


"Adnan buru buru bi, nanti tolong bikinin belal aja ya bi, nanti Adnan minta tolong seseorang buat ambil. Adnan sudah telat" jawab Adnan.


Adnan bergegas menuju ke mobil miliknya dan langsung menuju ke perusahaan.


Setengah jam kemudian, dia sampai di perusahaan dan bergegas langsung menuju ke ruang meeting.


"Pak, tolong parkirkan ya" pinta Adnan kepada salah satu satpam di sana.


"Baik pak" jawab sang satpam.


Ceklek...


Adnan memasuki ruang meeting, disana terlihat beberapa karyawannya termasuk dengan Anton.


Hawa dingin langsung semakin terasa bersamaan dengan datangnya Adnan.


Adnan sudah memasang wajah dinginnya, perusahaan yang dia rintis dari nol dengan jatuh bangunnya dia penus dengan peluh dia berusaha untuk mengembangkan mempertahankan semua, hingga dia rela membagi waktunya untuk mengenyam pendidikan kembali. Tapi salah satu karyawannya dengan begitu mudah mengambil uang hanya untuk kepentingan pribadinya sendiri yang membuat perusahaannya merugi.


Putri menyerahkan beberapa berkas laporan dari keuangan juga dari lapangan. Disana berisi data data keuangan dari awal tahun hingga bulan ini. Di sana memang ada beberapa kejanggalan dari pengeluaran biaya bahan hingga tenaga kerja lapangan yang berbeda dengan laporan yang Adnan terima dari lapangan.


"Selama tiga bulan?? Mengapa baru sekarang?" Tanya Adnan.


"Maaf pak, selama 3 bulan ini kami tidak menerima laporan dari pihak lapangan. Dan saya sudah menenyakan kepada bu Siska, beliau menjawab sudah dibuat laporan dan sudah diberikan langsung ke ibu Putri karena disuruh langsung oleh bapak. Waktu itu saya belum mencurigai, tetapi dibulan kedua saya mulai curiga karena biasanya ibu Putri yang akan langsung konfirmasi ke saya. Dan pada akhirnya saya menemukan beberapa berkas laporan dari lapangan di meja bu Siska, lalu saya selidiki dan kemarin saya menemukan kejanggalan tersebut. Dan sudah saya serahkan ke ibu Putri" Yulia menjelaskan.

__ADS_1


Adnan menatap kearah Siska yang terlihat gugup ketika merasa dirinya tengah ditatap tajam oleh Adnan.


"Ibu Siska" panggil Adnan dingin.


"Sa... Saya pak" jawab Siska gugup.


"Sudah berapa lama anda bergabung dengan kami?" Tanya Adnan.


"Sudah sejak awal perusahaan ini dibangun pak" jawab Siska lirih.


"Berarti anda sudah tahu jatuh bangunnya kami mempertahankan semua ini kan??" Tanya Adnan dan Siska hanya memgangguk.


"Apakah anda masih kurang dengan gaji anda selama ini? Berapa gaji anda?" Tanya Adnan.


Yuliapun memberikan data penggajian karyawan terutama milik Siska yang ia tandai dengan spidol warna merah.


"Bahkan gaji anda hampir setara dengan ibu Yulia sebagai ketua divisi keuangan. Apakah masih kurang?" Tanya Adnan setelah memeriksa data tersebut.


Siska hanya menggeleng gelengkan kepala "maafkan saya pak.. Saya khilaf" kata Siska.


Adnan menghela nafasnya, dia tidak pernah terfikirkan akan kejadian ini. Terlebih saat ini ia tengah mencoba membantu Reina. Kepalanya serasa ingin pecah.


Adnan lagi menatap ke arah Siska dengan dinginnya.


"Begini saja, anda saya beri dua pilihan. Anda mengembalikan uang tersebut dalam kurun waktu satu bulan, atau saya perkarakan ini ke pihak kepolisian?" Kata Adnan tegas.


"Ampuni saya pak, jangan bawa ke pihak polisi pak. Saya tidak mau orang tua juga anak saya menganggung malu pak.. ampuni saya pak" kata Siska mengiba.


"Ok, jadi anda akan mengembalikannya dalam kurun waktu satu bulan?" Tanya Adnan.


"Ba.. baik pak. Akan saya usahakan satu bulan ini saya kembalikan uang tersebut pak.


"Jika anda coba kabur, anda sudah tahu konsekuensinya. Dan mulai sekarang anda bukan lagi salah satu karyawan di perusahaan ini lagi. Silahkan segera bereskan barang barang anda dan pergi tinggalkan perusahaan ini. Bu Yulia, bantu dia untuk memberskan barang barangnya" kata Adnan final.


"Baik pak" jawab Yulia.


"Tidak bisakah beri saya satu kesempatan selali lagi untuk saya pak" kata Siska mengiba.


"Tidak ada kesempatan bagi saya untuk para koruptor" jawab Adnan dingin lalu meninggalkan ruangan meeting.


Anton dan Putripun mengejar Adnan.

__ADS_1


"Nan, kamu yakin meleaskannya begitu saja?" Tanya Anton.


"Pastikan dia membayarnya, jika tidak sita semua aset yang dia miliki dan laporkan ke pihak polisian dengan bukti yang ada" kata Adnan.


"Ok.." jawan Anton.


"Ton.." panggil Adnan.


"Ya..." Jawab Anton.


"Tolong perintahkan seseorang untuk kerumah ku untuk ambil bekal ku yang tertinggal" pinta Adnan.


"Ohh ok..." Jawab Anton yang segera mengambil ponsel miliknya.


Kini Adnan duduk di kursi kebanggaan miliknya. Dia tampak menengadahkan kealanya di sandaran kursi. Dan tangannya memijat pelan pelipisnya.


"Hufhhhhh" hela nafas Adnan.


Adnan langsung memgambil ganggang telepon di atas mejanya dan memencet nomor ke pantri.


"Tolong antar kopi hitam jangan terlalu manis di ruangan saya" pinta Adnan lalu menutup telepon tersebut.


Tak lama berselang, Anton masuk kedalam ruangan Adnan.


"Santai aja Nan.. Jangan terlalu tegang.. Nanti akan kita bereskan bersama sama kekacauan ini" kata Anton sembari duduk didean Adnan.


"Hufhhh ga habis pikir aja Ton, dia gabunh sana kita sudah sejak awal perusahaan ini ada. Kenapa tega" kata Adnan.


"Yahh begitulah manusia, yang cenderung tidak puas dengan apa yang kita dapat. Selalu kurang jika mengikuti hawa nafsu terutama nafsu duniawi" kata Anton.


" Hmmm" Adnan hanya manggut manggut.


"ya udah, aku balik dulu. Oh ya, aku dah kirim sesorang untuk amhil pesanan kamu" kata Anton.


"ok thanks ya" jawab Adnan.


Tak berapa lama, pesanan kopi milik Adnan datang.


"permisi pak, pesanan kopi anda" kata sang OB.


"iya, letakkan saja disini.. Terimakasih ya" jawab Adnan.

__ADS_1


Adnan kini kembali fokus ke pekerjaannya yang harus mengecek ulang laporan laporan yang telah kembali menumpuk. Kini Adnan lebih berhati hati dalam memgoreksi setiap laporan yang masuk. Dia tak ingin kembali kecolongan untuk yang kesekian kalinya.


__ADS_2