
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk Adnan menuju ke tempat tujuannya. Kurang lebih hanya membutuhkan waktu 15 menit.
Ya... Kini Adnan berada di depa toko bunga sakura. Adnan memeriksa jam yang melingkar di tangan kanannya..
"Belum terlambat" gumam Adnan..
Belum terlalu lama Adnan menunggu, muncul sosok yang dia tunggu tunggu.. Reina terlihat keluar dari toko dan langsung menaiki sebuah sepeda motor yang menggunakan jaket ciri khas ojol.
Perlahan, Adnan mengikuti Reina. Adnan menjaga jaraknya agar Reina tidak menyadari jika tengah dibuntuti oleh dirinya.
Tepat di sebuah minimarket, Reina berhenti dan membayar ojol tersebut. Reina berjalan memasuki sebuah gang yang tepat berada di samping minimarket tersebut.
Adnan kembali menunggu, kali ini cukup lama Adnan menunggu hingga dia memutuskan untuk turun membeli beberapa makanan dan minuman.
Ting...
Ponsel milik Adnan berbunyi menandakan adanya notifikasi.
Pesan dari Reina yang mengirimkan lokasi rumahnya.
"Assalamualaikum Rei, terimakasih ya.. malam ini ada di rumahkah???" Pesan Adnan.
Ting...
"Maaf Nan, malam ini aku ga ada di rumah." Balasan dari Reina.
"Perlu aku antar?? Kebetulan aku sedang dekat di daerah rumahmu" pesan Adnan.
Ting...
"Tidak perlu Nan, terimakasih.. Sudah dulu ya aku dah terlambat" balasan Reina.
Tak berapa lama, Adnan melihat Reina tengah berjalan dan terlihat menunggu di pinggir jalan. Tak lama dari itu, datang sebuah mobil dan berhenti tepat didepan Reina. Reinapun bergegas masuk.
Adnanpun segera mengikuti mobil tersebut, Adnan terus menjaga jarak mobil miliknya dengan mobil yang Reina tumpangi.
Namun sialnya, saat berada di perempatan jalan Adnan terhalang oleh lampu merah hingga membuat dirinya tidak lagi dapat mengejar mobil itu.
Setelah hijau, Adnan mencoba mencari keberadaan mobil tersebut.
"Cckkk sial... Kehilangan jejak.. lupa lagi ga menghafalkan plat nomornya" gumam Adnan sembari fokus mengendalikan mobil miliknya.
Setelah berputar putar dan tidak menemukan keberadaan Reina, akhirnya Adnan kembali menuju ke rumah Reina. Tidak lupa, Adnan membeli beberapa buah tangan untuk nenek Reina.
Adnan kembali memarkirkan mobil miliknya di depan minimarket tersebut.
"Bang, titip sebentar ya saya mau ke belekang" ijin Adnan.
__ADS_1
"Ahh iya mas" jawab tukang parkir di sana.
Adnanpun melenggangkan kakinya memasuki gang di mana Reina lewati tadi. Saat Adnan berjalan dan mencari cari rumah Reina, tanpa sengaja Adnan bertemu dengan sang nenek yang terlihat baru pulang dari mushala.
"Assalamualaikum nek.." sapa Adnan.
"Walaikumsallam..." Jawab sang nenek.
"Nenek masih ingatkah dengan saya..?" Kata Adnan.
Nenek Reina terdiam sambil mengamati Adnan.
"Saya yang waktu itu bertemu dengan nenek di mall, ketika nenek sedang bersama Reina kerepotan membawa barang belanjaan" pancing Adnan.
"MasyaAllah... Iya, nenek lupa.. maafkan nenek ya nak.. mohon di maklumi.." ucap nenek sambil menepuk lengan Adnan.
"Nek.. apakah saya boleh berkunjung di rumah nenek??" Tanya Adnan.
"Ahh boleh... Mari mari nak.. tapi maaf... Rumah nenek hanya gubuk reot" ucap nenek sambil berjalan.
"Tidak masalah nek..." Jawab Adnan sambil menuntun sang nenek berjalan.
"Ayoo mari nak silahkan masuk... Seeprtinya Reina sudah kembali berangkat bekerja. Duduk dulu ya nak.. Nenek buatkan minuman dahulu" ucap sang nenek.
"Ahhh nenek tidak usah... Nenek duduklah di sini, temani saya... Apakah nenek sudah makan malam??" Tanya Adnan menuntun nenek untuk duduk.
"Ini kenapa banyak sekali nak??" Tanya nenek.
"Ini ada beberapa bahan bahan dapur untuk nenek. Dan ini Adnan kebetulan tadi mampir beli sate untuk kita makan.. Nenek bersedia temani saya makan kan nek?" Tanya Adnan.
"Kenapa repot repot nak... Ayo, nenek ambil piring dulu ya.." kata nenek yang hendak bangun.
"Mari saya antar nek" kata Adnan yang ikut bangun dari duduknya dan kembali menenteng kantong palstik tersebut.
Di dapur, Adnan menbantu nenek menata beberapa barang yang ia beli. Setelah itu membawakan air minum yang telah nenek sediakan.
Mereka berduapun memakan makanan yang Adnan beli. Tidak lupa, Adnan menyisihkan satu porsi untuk Reina.
"Nek, apkah Reina setiap hari bekerja di sela sela aktifitas kampusnya??" Tanya Adnan mulai mencari tau.
"Iya nak... Setelah nenek tidak lagi mampu mencaei uang, Reina yang menggantikannya sejeka dia baru lulus SMA. Sebelumnya, Reina hanya bekerja di toko bunga, tapi karena Reina ingin sekali melanjutkan untuk berkuliah, Reina mengorbankan waktunya untuk mencari tambahan. Sebenarnya nenek tidak tega melihat Reina banting tulang seperti ini..." Ucap nenek.
"Jam berapa Reina pulang nek?" Tanya Adnan lagi.
"Tepatnya jam berapa nenek tidak tau nak.. Reina selalu berpesan agar tidak usah menunggu Reina pulang, jadi nenek selalu sudah tertidur ketika Reina pulang" jawab sang nenek.
Nenek dan Adnanpun terus mengobrol hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
__ADS_1
"Nenek, tidak mengapa Adnan tinggal?? Ini sudah malam." Tanya Adnan.
"Tidak apa apa nak, nenek sudah terbiasa sendiri di rumah." Jawab nenek.
"Baiklah nek, nenek hati hati ya dirumah. Langsung istirahat. Jangan lupa pintu dikunci.. Adnan permisi ya nek" pesan Adnan sebelum Adnan meninggalkan nenek.
"Terimakasih ya nak.. sering seringlah main kesini.. jangan kapok ya.." ucap nenek sembari mengantar Adnan.
"Insya Allah ya nek, ada waktu Adnan pasti main kesini.. Assalamualaikum nek.. Adnan permisi." Pamit Adnan menyalimi nenek.
"Walaikumsallam nak. Hati hati" ucap nenek mengusap lembut kepala Adnan.
Adnanpun memilih kembali ke rumahnya dan ingin bergegas istirahat.
#####
Ditempat lain, tepatnya di sebuah kamar hotel. Reina baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Reina baru saja keluar dari kamar mandi dan bergegas untuk segera keluar dari kamar tersebut.
"Eghmmm sayang, kenapa buru buru hem..."ucap laki laki itu saat melihat Reina tengah membereskan barang barang miliknya.
"Maaf om, Sekar ada pekerjaan lain.." jawab Reina.
"Tidak bisakah kamu hanya melayaniku saja sweety??" Kata pria paruh baya itu memeluk Reina dari belakang.
"Maaf om, tapi Sekar sudah ada kontrak dengan mami Sinta. Sekar tidak bisa om, om tetap harus melalui dia dulu jika menginginkan Sekar" jawab Reina.
"Haaahhh" helaan nafas pria tersebut.
"Maaf om, Sekar buru buru" ucap Reina bangkit berdiri meleps pelukan pria itu.
"Kiss dulu" rengeknya.
Mau tidak mau Reinapun memberikan permintaan pria tersebut sebagai bentuk service yang dia berikan.
Reinapun berjalan meninggalkan hotel tersebut dan akan menuju ke sebuah apartemen dimana pelnaggan yang lain telah menunggunya.
Tepat pukul 2 malam, Reina sudah menyelesaikan pekerjaannya. Kini saatnya dia kembali ke rumah sang mami agar bisa segera kembali kerumahnya.
"Ahhh bungaku sudah kembali... Kemari sayang" sang mami.
"Mam... Bisakah dalam semalam aku hanya melayani 1 saja... Tenagaku benar benar habis mam" pinta Reina.
"Ohhh tidak bisa sayang... Kamu tambang emas ku..." Ucap mami Sinta
"Baiklah, aku permisi pulang mam.." pamit Reina.
"Tunggu, ini uang untukmu malam ini" mami Sinta memberikan sebuah amplop coklat.
__ADS_1
Reinapun menerima uang itu dan bergegas untuk kembali pulang.