
[Ding]
[Misi utama: Kalahkan pemuda bernama Long Cao]
[Hadiah: 2 Pil Kelas Empat dan 2000 Poin]
Tiba-tiba suara system membuat Luo Tian terkejut lalu mulai melihat sekitar dan menemukan seorang pemuda berwajah tampan.
Wajahnya tenang namun memiliki aura yang mencengkram 'Ranah Grandmaster juga adik dari Long Xiao'
'Hadiah yang diberikan system sangat bagus, 2 pil yang dapat membantu ahli ranah raja bela diri satu tingkat namun tidak dapat digunakan oleh pengguna'
System ini benar-benar licik dan tujuan dari system mungkin menyuruh Luo Tian untuk mulai merekrut seseorang.
'Apakah pertempuran akhir semakin dekat? seharusnya masih lama kan....'
Xia Yue yang menyadari bahwa Luo Tian memiliki ekspresi aneh lalu bertanya "Ada apa Kaka Tian?"
Luo Tian segera terbangun dan tersenyum "Tidak apa-apa hanya saja sepertinya akan sulit dikompetisi kali ini"
Xia Yue mengangguk dan segera kompetisi urutan pertama selesai.
"Urutan kedua resmi dimulai!" Tekan Penatua Raja Bela Diri.
Dan segera banyak pemuda dari luar sekte gunung elang datang dan mendaftar.
Tidak butuh waktu lama akhirnya pendaftaran selesai dan ada sekitar ratusan pemuda yang bersiap untuk bertempur.
Pertempuran urutan kedua akhirnya dimulai dan banyak sekali murid sekte gunung elang terkejut.
Kekuatan para pemuda ini kebanyakan sangat kuat dan sebagian murid sekte gunung elang mungkin bukan tandingannya.
Hanya nomer lima besar di sekte gunung elang saja yang mampu menekan para orang luar ini.
Diurutan pertama memiliki 40 pemenang dan diurutan kedua kemungkinan hanya 20 saja.
Setelah pertempuran urutan kedua akhirnya urutan ketiga semi final dimulai dan para murid lima besar siap bergerak.
"Urutan ketiga dimulai, ronde pertama Gu Zie vs Long Cao!"
Segera Gu Zie bersiap dan langsung terjun ke panggung. Ia tahu bahwa lawannya sangat kuat dan tidak boleh meremehkannya.
"Long Cao"
"Gu Zie"
Segera mereka bersiap dan Penatua Raja Bela Diri berteriak "Mulai!!"
Long Cao langsung bergerak dengan cepat dan memukul perut Gu Zie sekeras-kerasnya.
Bug!
Gu Zie yang telah menghindar langsung merasa bahwa dirinya akan pingsan "Hei, ini benar-benar mengerikan"
Namun Gu Zie tidak menyerah dan segera puluhan pedang langsung mengarah kearah Long Cao.
"Trik murahan!" Long Cao sekali lagi mengepalkan tinjunya dan muncul bayangan tinju berwarna emas.
__ADS_1
Banyak pedang milik Gu Zie langsung hancur dan membuat penonton terkejut.
Urutan nomer keempat benar-benar dikalahkan oleh orang asing? dimana wajah sekte gunung elang!
"Pemenangnya Long Cao"
Gu Zie sudah lama tidak sadarkan diri, meskipun ia telah menerobos ke tahap kedua master namun kekuatannya jauh dibawah Long Cao.
Situ Han meraung marah "Dia! bajingan ini mengalahkan si bodoh itu!"
Gu Zie merupakan saudara hidupnya dan ia sangat marah saat melihat saudaranya dibuat tidak bertekuk.
"Junior tenang saja, biarkan senior ini yang mengalahkannya nanti" Luo Tian terkekeh dan memegang tangan kecil milik Xia Yue.
Situ Han mengangguk "Mohon senior, saya berjanji akan melakukan apapun untuk anda!"
Tang Bai tertawa "Sepertinya pemuda ini bukan hal yang mudah"
Segera Penatua Raja Bela Diri bersiap untuk mengumumkan pertarungan selanjutnya "Tang Bai vs Gu Nan"
"Bukankah dia adik dari Gu Zie?" Tang Bai tidak peduli dan segera meluncur ke panggung.
"Gu Nan"
"Tang Bai"
Penatua Raja Bela Diri mengangguk "Mulai!"
Tang Bai langsung mengeluarkan pedang merah miliknya dan seketika pedang itu telah berada dileher Gu Nan.
"Pemenangnya Tang Bai"
"Bagaimana dengan nomer satu? bukankah melawan langit?"
Gu Nan bahkan belum bernafas namun sudah dikalahkan, Tang Bai ini misterius dan kekuatannya tidak terukur.
Dihadapan Luo Tian mungkin ia orang kecil tapi dihadapan yang lain ia seorang tirani dan sangat menindas.
"Pertarungan yang bagus" Puji Luo Tian.
Tang Bai mengangguk "Demi menjaga wajah sekte, harus menunjukkan seberapa hebat jenius sekte gunung elang"
Penatua Raja Bela Diri mengumumkan lagi "Xia Yue vs Wu Mai"
"Semoga beruntung adik Yue"
"Terima kasih Kakak Tian"
Segera Xia Yue datang ke panggung dan terlihat lawannya juga seorang gadis.
"Wu Mai"
"Xia Yue"
Penatua Raja Bela Diri berteriak "Mulai!!"
Segera Xia Yue langsung menjaga jarak dan mengeluarkan pedangnya dengan cepat.
__ADS_1
Ia mulai melesat kearah Wu Mai dan menembak beberapa pedang energi.
Wu Mai tidak hanya diam saja dan ia langsung membuat pelindung dari qi.
"Itu akan tertembus" Tekan Xia Yue dan segera menembak sekali lagi.
Ledakan!
Pelindung milik Wu Mai langsung hancur dan pedang itu melesat kearahnya namun pedang itu berhasil ditahan.
"Rasakan tembakan jarumku!" Wu Mai melesatkan puluhan. jarum yang cukup kecil dan jarum itu sangat tajam.
"Huh!" Xia Yue mendengus dingin dan segera puluhan bola energi menahan jarum milik Wu Mai.
Akhirnya jarum itu berhasil ditahan oleh bola energi dan mereka berdua masih dalam kondisi prima.
Luo Tian yang melihat itu tersenyum "Pertarungan master tahap ketiga cukup mengesankan, ini setara dengan master tahap keempat atau kelima"
Tang Bai mengangguk "Tidak menyangka saudari junior Xia sangat mampu dan tidak lama mungkin akan menggantikan ku"
Luo Tian terkekeh "Junior Tang merendah, apakah kamu tidak tahu aku bisa melihat basis kultivasimu?"
Tang Bai menggelengkan kepalanya "Tentu saja senior pasti tahu, tidak ada yang dapat disembunyikan dimata senior"
Basis budidaya kultivasi Tang Bai berada di ranah master tahap ketujuh dan jika dipaksakan sedikit mungkin dapat melawan master tahap kesembilan.
Sementara itu Xia Yue yang melawan Wu Mai akhirnya merasa lelah dan tidak lama mungkin akan keluar pemenang.
"Apakah Dewi Xia Yue akan kalah? Wu mai ini cukup bagus namun sedikit lebih buruk ketimbang Dewi kita"
"Hei! bagaimana mungkin Dewi kita kalah!"
"Benar!"
Long Cao yang mendengar itu menggelengkan kepalanya "Xia Yue akan segera menang"
Benar saja Xia Yue sekarang sedikit berubah dan pedangnya memiliki semacam pola phoenix.
"Pedang Pembentuk Api!"
Segera pedang milik Xia Yue diselimuti oleh api dan membuat Wu Mai panik.
"Keterampilan tingkat misteriusi!"
"Saya menyerah"
Xia Yue terkejut dan segera menghilangkan serangannya.
"Pemenangnya Xia Yue"
Segera banyak sorakan dari penonton dan Xia Yue memiliki nafas lega.
Untungnya ia tidak tereliminasi di semi final dan ia yakin di pertempuran selanjutnya kemungkinan ia akan kalah.
"Kerja bagus adik Yue" Luo Tian memberikan sebotol pil pada Xia Yue untuk memulihkan lukanya.
"Hehe terimakasih Kakak Tian" Xia Yue kemudian duduk dan memulihkan energi qinya.
__ADS_1
"Sepertinya junior situ yang akan bertanding" Gumam Luo Tian.
To Be Continued