
"Tidak perlu sopan, Yue adalah kekasihku tentu saja saya akan memperlakukan ayahnya dengan baik" Luo Tian tersenyum dan membuat Xia Hu terdiam.
Xia Hu tidak menyangka bahwa Luo Tian ini memiliki kepribadian yang baik dan berbudi luhur.
"Baiklah jika begitu, sungguh keberuntungan Klan Xia saya memiliki hubungan dengan putra Luo" Xia Hu tertawa dan melihat kearah Xia Yue.
Luo Tian mengangguk "Paman Xia, Adik Yue, saya undur terlebih dahulu karena masih ada urusan"
Xia Yue mengangguk "Kakak Tian jangan lupa untuk mengunjungi adik yue!"
Luo Tian tertawa "Haha! tentu saja aku akan mengunjungi adik Yue selama ada waktu luang"
Kemudian Luo Tian pergi dengan cepat menuju ke gunungnya dan mempersiapkan beberapa hal sebelum pergi menuju ke lembah dewa darah.
Tidak perlu banyak waktu akhirnya Luo Tian sampai di gunungnya dan ia melihat Yu Qing yang telah menerobos ke ranah raja bela diri.
"Selamat" Luo Tian segera memberikan selamat dan melihat bahwa Yu Qing semakin cantik.
Yu Qing tersenyum "Ini semua berkat tuan, Yu benar-benar terima kasih dan Yu akan selalu berada disamping tuan bahkan kematian sekalipun"
"Baiklah kematian itu urusan nanti, sekarang saya ingin mengajak anda kesebuah tempat untuk melakukan misi, apakah kamu ingin ikut?"
Yu Qing mengangguk "Saya akan mengikuti anda kemanapun Tuan!"
"Oke perjalanan kita akan ke Dinasti Han, tepatnya di kota belang" Luo Tian kemudian menjelaskan beberapa hal lainnya.
Yu Qing mengangguk "Saya sudah faham semuanya tuan, kapan kita berangkat?"
"Sekarang tapi sebelum itu pakai ini" Luo Tian memberikan jubah hitam dan topeng rubah pada Yu Qing.
Yu Qing tanpa basa-basi kemudian memakainya, Luo Tian juga memakai jubah hitam dan topeng yang hanya menutupi mata kanannya.
"Kita berangkat sekarang"
"Apakah tuan sudah izin dengan master sekte?" Tanya Yu Qing yang bertanya-tanya mengapa tuannya sangat bebas.
Luo Tian tertawa cukup keras "Izin? saya murid jenius nomer satu di sekte gunung elang tidak perlu izin untuk apa yang saya ingin lakukan"
Yu Qing terdiam, ia baru saja ingat bahwa Luo Tian merupakan generasi muda yang paling menjanjikan dan bahkan sekarang ia seorang Raja Bela Diri.
__ADS_1
Yu Qing mengangguk kemudian mereka berdua segera berangkat dan menuju ke kota belang yang berada di Dinasti Han.
**
Di hutan yang cukup jauh dari kota terlihat ada beberapa orang yang sedang bertarung, terlihat bahwa dua orang itu tertekan saat melawan puluhan musuhnya.
"Yu Bai menyerahlah! kalian tidak akan bisa melawan puluhan orang-orang saya" Tawa dari seorang pria muda dengan arogan.
Yu Bai menggerakkan giginya, siapa yang tahu setelah ia keluar kota dirinya disergap oleh sekumpulan manusia yang rakus akan harta.
Yu Bai bersama Yu Bu adalah saudara kandung, mereka telah memiliki hidup yang kejam namun belum sampai disituasi uang memalukan seperti ini.
"Kalian geng mata hitam benar-benar rakus! saya mengutuk kalian semua dan tidak akan pernah melepaskan kalian bahkan meskipun saya mati!"
Pria muda semakin tertawa "Hanya mengandalkan kalian berdua? apa yang bisa dilakukan oleh seorang Raja Bela Diri tahap pertama dan kedua seprti kalian"
"Bunuh kedua orang ini!!" Teriak pemuda itu dan segera puluhan ahli grandmaster dan beberapa raja bela diri menyerang Yu Bai dan Yu Bu.
"Saudara anda pergi, biarkan saya menahan ini untukmu, tidak perlu balas dendam yang terpenting kehidupanmu!" Seru Yu Bai dan terlihat wajahnya memiliki ekspresi jelek.
Yu Bu tertawa seperti melihat seorang baru saja melakukan lelucon "Saudaraku Bai! apakah anda saudara saya?"
"Jika begitu anda pasti sudah tahu seperti apa saya kan? kita akan mati bersama atau menang bersama!" Yu Bai tertawa dan Yu Bu.
Akhirnya mereka bersiap segera, mereka dengan cepat langsung menuju kearah puluhan grandmaster dan membantai satu persatu.
Bahkan ahli raja bela diri tahap kedua beserta raja bela diri tahap ketiga merasakan ancaman dari keduanya.
Jika bukan karena luka dalam lama mereka, bagaimana mungkin seorang raja bela diri tahap ketiga belaka mampu menekan mereka!
Yu Bai beserta Yu Bu adalah kebanggaan Klan Yu yang berada di kota belang dan tentunya semut seperti mereka tidak perlu dilihat.
"Roh Bela Diri!" Seru Yu Bai dan Yu Bu.
Roh Bela Diri mereka hampir sama karena darah dari ayah dan ibu mereka.
"Hump! apakah kau kira saya takut? kalian benar-benar tidak berguna!" Teriak pemuda itu dan segera mengeluarkan roh bela dirinya.
"Biarkan aku melakukannya sendiri" Pemuda itu langsung melesat kearah Yu Bai dan menamparnya.
__ADS_1
Yu Bai seketika langsung terlempar jauh dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Saudara!" Teriak Yu Bu namun dalam hitungan detik ia juga terlempar jauh dan membuat kedua saudara itu merasa gemetar.
Kekuatan dari raja bela diri tahap keempat memang mengerikan, benar saja bahwa pemuda ini bukan hanya mengandalkan omong kosong belaka.
"Matilah!" Teriak pemuda itu dan segera dua serangan kuat mengarah kearah dua saudara itu.
Ledakan!!
Tiba-tiba ledakan terdengar yang langsung menahan kedua serangan itu, mulut pemuda itu berkedut "Siapa!!"
Dua orang tiba-tiba muncul dari langit, mereka ditutupi oleh topeng dan memiliki jubah hitam yang berkibar.
"Saya tidak menyangka bahwa seseorang benar-benar berani melakukan pembunuhan disiang bolong" Luo Tian tersenyum sambil melihat kedua saudara itu.
'Yu Bai, Yu Bu! mereka adalah paman dari Yu Qing!'
Yu Qing mengangguk, ia juga mengetahui identitas kedua orang itu dan tentunya ia tahu bahwa mereka berdua adalah pamannya.
"Persetan denganmu!" Pemuda itu langsung melesat kearah Luo Tian namun dalam sekejab mata Luo Tian telah berada didepannya.
Ia langsung menusuk perut pemuda itu, Luo Tian bahkan tidak segan-segan langsung memotong kepala pemuda itu.
Slashhh!!
Bawahan dari pemuda itu ketakutan saat melihat kekejaman dari Luo Tian "Kabur!!"
"Kabur? sebaiknya kalian tidak perlu kabur" Peringatan keluar dari mulut Luo Tian dan tiba-tiba semua bawahan dari pemuda itu langsung hancur.
'Kan sudah saya bilang'
Luo Tian bersama Yu Qing menuju kearah Yu Bai dan Yu Bu yang telah memulihkan kondisi mereka.
"Terima kasih tuan, saya Yu Bai dan ini saudara saya Yu Bu berterima kasih pada tuan" Mereka beedua membungkuk dan berterima kasih dengan hormat.
Mereka takut untuk menyinggung seseorang yang dapat membunuh raja bela diri dengan sekali tebas dan pastinya kemungkinan dia seorang raja suci.
To Be Continued
__ADS_1