
Luo Tian yang masih melihat-lihat item yang ada di shop tiba-tiba melihat item yang luar biasa baginya.
[Seni Bela Diri Tingkat Kuno: Pedang Bulan Penghancur]
[Seni Bela Diri Tingkat Misterius: Langkah Setan Malam]
[Manik-Manik Penghancur]
Ketiga barang inilah yang disukai oleh Luo Tian 'Beli'
[Ding~ membeli Pedang Bulan Penghancur, Langkah Setan Malam dan Manik-Manik Penghancur. Total 40.000 Poin]
Poin Luo Tian sekarang hanya tersisa 6.000 Poin saja namun ia tidak sedih dan malah merasa senang.
"Pelajari" Segera dua seni bela diri langsung dipelajari oleh Luo Tian dan membuatnya pusing sebentar.
Pedang Bulan Penghancur ini benar-benar mengerikan, setiap serangannya memiliki potensi untuk menghancurkan sekitar dan membuat kekacauan.
Langkah Setan Malam sangat cocok dipakai oleh Luo Tian karena ia akan menuju ke lembah dewa pedang dan langkah ini cocok digunakan di sana.
Kemungkinan seseorang tidak akan bisa mengikutinya, Luo Tian tahu bahwa kebanyakan orang yang masuk kedalam lembah dewa darah cukup kuat.
Ledakan!!
Ledakan!!
Dua kali ledakan bergema di dantian Luo Tian "Saya menerobos?"
Luo Tian bingung namun ia ingat bahwa seni bela diri pedang bulan penghancur merupakan seni tingkat kuno.
"Benar-benar mengerikan, jika seperti ini maka kekuatan dari seni itu lebih dari hanya sekedar 25 ribu poin"
Luo Tian bangkit kemudian melihat Yu Qing yang masih ber kultivasi dan kemungkinan tidak lama baginya untuk naik ke ranah raja bela diri.
Tiba-tiba sebuah ketukan terdengar yang membuat Luo Tian segera menuju ke pintu, ia membuka pintu dan terkejut karena melihat Xia Yue yang memiliki pakaian tipis.
"Adik Yue?" Luo Tian memiliki senyum yang lembut dan membuat Xia Yue memerah.
"Kakak tian, jadi begini" Luo Tian mengangguk kemudian membawa Xia Yue kedalam, untungnya didalam kamar memiliki dua kasur dan Yu Qing disebelahnya.
"Adik Yue tidak perlu berbicara lagi, kakak tian tahu apa yang harus dilakukan, apa adik Yue yakin?" Tanya Luo Tian sambil memegang tangan kecil milik Xia Yue.
Xia Yue mengangguk "Tapi saya memiliki syarat, apakah kakak tian dapat menerima syaratku?"
__ADS_1
Luo Tian mengangguk sambil membawa Xia Yue untuk duduk di kasurnya "Sebutkan saja, kakak tian pasti menyanggupi apa yang adik Yue inginkan"
Xia Yue mengangguk "Tolong kakak tian untuk menyembuhkan penyakit ayahku"
Luo Tian mengerutkan kening "Penyakit seperti apa?"
"Ayahku memiliki luka akibat dari terlalu berada didekat demon Qi dan ia sekarang mencoba menahannya" Xia Yus terlihat sedih, ia menaruh kepalanya didada Luo Tian.
Luo Tian mengangguk "Itu masalah kecil, kakak tian pasti akan menyembuhkannya"
"Benarkah!" Mata Xia Yue berbinar dan terlihat sangat mempercayai omongan Luo Tian.
Luo Tian mengangguk "Tapi cukup sulit" Wajah Luo Tian terlihat murung.
Xia Yue mengangguk "Adik Yue tahu bahwa itu sulit, jika masih ada harapan tentu saja pasti bisa disembuhkan meskipun sulit"
Luo Tian mengangguk "Aku akan menyembuhkan ayahmu tapi mari kita lihat seberapa bagus penampilanmu malam ini"
Mendengar itu wajah kecil Xia Yue malu dan menatap Luo Tian "Kakak Tian dapat melakukan apapun yang kakak inginkan"
Luo Tian tersenyum lalu tanpa basa-basi ia mencium bibir merah milik Xia Yue dan mereka berciuman dengan penuh hasrat.
Luo Tian juga memegang gunung sebelah kanan milik Xia Yue dan membuatnya mengerang.
"Kaka Tian"
Luo Tian langsung menancapkan adik kecilnya kedalam terowongan kecil milik Xia Yue dan membuatnya berteriak kesakitan.
Mereka melakukan hal itu selama berjam-jam dan membuat Yu Qing tidak bisa fokus berlatih karena suara Xia Yue yang cukup keras.
**
Keesokan harinya Luo Tian melihat wajah kecil Xia Yue berada didalam pelukannya dan ia mencium kening Xia Yue.
"Kakak Tian?" Xia Yue terbangun dan wajahnya memerah.
"Adik Yue, penampilanmu kemarin sangat bagus dan aku akan menyembuhkan ayahmu sekarang" Luo Tian tersenyum dan mengingat kejadian malam.
Benar-benar penuh energi, Luo Tian bahkan kewalahan menghadapi Xia Yue, apakah benar itu pertama kalinya.
Xia Yue memerah, ia menutupi wajahnya dengan selimut dan mencoba untuk tidak mengingat kejadian kemarin malam.
Luo Tian tersenyum kemudian bangkit, ia ingin mandi karena bagian bawahnya cukup lengket.
__ADS_1
Setelah ia mandi, Xia Yue juga mandi dan mereka kini bersiap untuk berangkat ke gunung penatua kelima.
"Adik Yue ini untukmu" Luo Tian menyerahkan satu pedang dan satu buku pada Xia Yue.
Xia Yue terkejut "Ini apa?"
Xia Yue melihat buku untuk pertama kalinya dan membacanya. Ia cukup terkejut dan wajahnya menatap Luo Tian dengan serius "Untukku?"
Luo Tian mengangguk "Kedua barang ini untukmu sayangku"
"Siapa sayangmu, huh" Wajah Xia Yue memerah namun ia menerima kedua barang itu dan hatinya senang.
"Baiklah ayo berangkat" Luo Tian memegang tangan Xia Yue dan melesat kearah pegunungan penatua kelima.
Banyak murid yang melihat Luo Tian dengan Xia Yue yang bergandengan segera membuat berita dan menceritakan hal-hal hoax lainnya.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di gunung milik penatua kelima dan penatua kelima juga telah menunggu mereka.
"Yue'er dan Luo Tian" Xia Hu terkejut lalu melihat kewajah Xia Yue yang memerah dan Xia Hu sudah memahami situasinya.
"Penatua Kelima salam" Luo Tian memberi hormat lalu Xia Hu mengangguk dan berbicara sebentar dengan Xia Yue.
"Masuklah" Luo Tian mengangguk lalu mereka masuk kedalam gunung milik Penatua Kelima dan didalamnya ada beberapa orang.
"Saya mendengar anda bisa membantu menyembuhkan penyakitku? apakah itu benar?" Tanya Xia Hu yang tanpa basa-basi.
Luo Tian mengangguk "Masalah sepeleh penatua" Kemudian Luo Tian maju kearah Xia Hu dan memeriksa keadannya.
Luo Tian tiba-tiba memiliki mata berwarna keputihan yang membuat Xia Hu terkejut dan juga ada energi berwarna putih ditangannya.
"Tenang, anda akan sembuh penatua" Xia Hu mengangguk dan Luo Tian segera menetralisir demon qi yang berada ditubuh Xia Hu.
Xia Hu merasa kepanasan namun perlahan-lahan merasa nyaman dan bahkan kultivasinya mengalami kemajuan.
"Apa!!" Seru Xia Hu yang tidak percaya, ia melihat Luo Tian dan bahkan ingin menyanjungnya.
"Apakah kamu alkemis?" Tanya Xia Hu dengan wajah penuh pertanyaan.
"Mengetahui terlalu banyak itu akan mengalami masalah, untuk jawaban penatua saya menjawab ya" Luo Tian tersenyum dan membuat Xia Hu jantungnya berdetak.
Seorang alkemis muda! kembung hanya dapat dihitung oleh jari saja dan bahkan orang-orang seperti itu tidak mudah ditemui.
"Terima kasih"
__ADS_1
To Be Continued