
Setelah semua orang terbebas dan memulihkan diri mereka masing-masing, Gu Zie terkejut karena kebanyakan orang disini memiliki kekuatan yang kuat.
Yang terlemah berada di ranah pejuang hebat tahap tujuh dan yang terkuat selain Xia Hu berada di ranah grandmaster tahap keenam.
Rata-rata kebanyakan berada di ranah master, kekuatan semacam ini bagaimana bisa jatuh ke tangan iblis? sungguh sebuah keadaan yang aneh.
Luo Tian juga merasa aneh "Penatua apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kalian berada di sini"
Xia Hu yang terlihat sedang menunggu Luo Tian untuk bertanya akhirnya tersenyum "Kejadian ini benar-benar diluar dugaanku"
"Saya bersama beberapa teman sedang menjalankan misi dari master sekte namun saat kami melewati kota kayu yang sedang diserang oleh para iblis"
"Segera kami membantu penduduk kota ini bersama dengan tuan kota akan tetapi tidak ada yang tahu bahwa ada array penekan yang membuat kultivasi kami turun ke ranah master"
"Setelag tidak lama akhirnya para iblis mengalahkan ku bersama yang lainnya, untungnya saya membawa plakat yang diisi oleh array kelas tiga untuk melindungi kami sementara"
Setelah itu Xia Hu menjelaskan sisanya karena tidak terlalu penting, Luo Tian mengabaikannya dan segera tiba-tiba suara angin terdengar diluar.
Beberapa orang dengan pakaian serba putih keperakan datang, setelah sekian lama Luo Tian menunggu akhirnya tiba juga sang protagonis.
Ia memiliki perawakan yang tampan dengan mata penuh keadilan, pedang berwarna biru yang mencolok benar-benar terlihat dan aura kewibawaan mampu untuk menaklukkan para gadis.
Ia melihat kearah Xia Hu lalu segera para rombongan ini turun dan menyapa Xia Hu "Penatua Xia? apakah itu anda?"
Xia Hu segera bangkit "Benar saya Penatua Xia, apakah kalian pasukan dari Aliansi Tiga Naga?"
Long Xiao mengangguk "Benar kami dari Aliansi Tiga Naga, kami menyambut Penatua Xia"
"Sepertinya situasi disini telah diselesaikan, jika begitu kami akan pamit" Long Xiao memberi hormat pada yang lainnya dan segera pergi.
Mereka harus menghemat waktu karena banyak kota telah jatuh ke tangan para iblis dan mereka sebagai perwakilan manusia harus menolong yang lain.
Luo Tian tetap tenang, ia melihat Long Xiao yang pergi dan ekspresinya cukup aneh.
'Hei! apa-apaan dengan kultivasinya? Grandmaster tahap dua? sangat menakutkan!'
Kecepatan kultivasi dari sang protagonis benar-benar mengesankan, usianya sama dengan Luo Tian namun memiliki sedikit perbedaan.
Aliansi Tiga Naga merupakan aliansi yang didirikan oleh tiga klan yaitu Klan Long, Klan Chu dan Klan Wu.
__ADS_1
Tiga klan terkuat yang ada di Dinasti Qi benar-benar luar biasa dan sekarang Long Xiao mungkin menjabat sebagai pemimpin muda.
"Sungguh pemuda-pemuda yang berbakat" Ucap Xia Hu sambil menggelengkan kepalanya, ia cukup malu karena sebentar lagi akan dilewati oleh generasi muda.
"Benar, mereka sangat kuat dan penuh keadilan" Luo Tian mengangguk dan segera ia bersiap untuk kembali ke Gunung Elang karena misi telah selesai.
Xia Hu memandang Luo Tian "Sudah ingin kembali?"
Luo Tian mengangguk "Karena sudah tidak ada lagi urusan disini maka sudah seharusnya aku kembali"
Xiao Hu tahu bahwa Luo Tian masih memiliki banyak urusan dan segera ia memberi aba-aba pada yang lainnya.
Segera sekumpulan orang membungkuk dihadapan Luo Tian "Terima kasih karena telah menyelamatkan kami, datang saja jika anda perlu bantuan"
Luo Tian mengangguk "Baiklah, saya akan kembali terlebih dahulu"
Segera Luo Tian pergi sendirian, Gu Zie, Situ Han dan Xia Yue tetap berada disini karena membantu beberapa yang terluka parah.
Situasi ini tidak mengharuskan Luo Tian untuk bergerak, ia hanya harus segera ber kultivasi secepatnya dan menerobos ke ranah Grandmaster.
Jika sudah berada di ranah grandmaster maka Luo Tian dapat mengambil misi untuk berpetualang keluar sekte dan mendapatkan pengalaman.
'Aku tidak sabar untuk mengikuti acara 7 sekte ini karena hadiah nomer satu merupakan artefak pedang naga merah!'
Segera Luo Tian bergegas kembali dengan cepat, hanya butuh satu jam akhirnya ia sampai di gerbang sekte dan memberikan token siswanya.
Setelah itu ia kembali ke gunungnya, setiap murid berbakat memiliki gunung mereka masing-masing dan dua pelayan yang membantu mereka.
Luo Tian datang ke sekte cukup pagi dan dua pelayannya sudah menunggu didepan pintu.
"Tuan anda kembali" Segera dua pelayan itu menyambut Luo Tian, Luo Tian mengangguk dan mengerti mengapa mereka ada disini.
"Apakah ada sesuatu?" Tanta Luo Tian sembari membuka jubahnya, ia ingin segera mandi dan berganti jubah karena jubahnya penuh dengan darah.
Pelayan itu mengangguk "Waktu anda tidak berada disini seorang bernama Tang Bai datang dan memberikan ini"
Luo Tian melihat token itu lalu mengambilnya, ada tulisan kecil didalam token itu 'Temui aku di gunung belakang'
'Tang Bai? bukankah dia ini murid jenius nomer dua? apa yang dia inginkan'
__ADS_1
Luo Tian menghela nafas kemudian menaruh token diatas lemari dan ia segera mandi karena sudah disiapin oleh pelayannya.
Setelah selesai mandi, Luo Tian memakai jubahnya dan bersiap untuk berkultivasi.
"Kalian pergilah dan temui kakekku" Ucap Luo Tian kemudian empat bayangan tiba-tiba menghilang.
'Huh, akhirnya mereka telah pergi'
Luo Tian segera mengambil pil yang diperoleh dari hadiah tadi "Seharusnya cukup bagiku untuk menerobos ranah grandmaster, pil dari system memiliki efek yang berbeda ketimbang pil dari dunia ini"
Segera Luo Tian mengonsumsi sepuluh pil sekaligus karena merasa satu persatu cukup lama dan dalam hitungan detik auranya melonjak.
Wajahnya pucat namun tetap tenang dan mengelola energi yang saling bertabrakan.
Ledakan!
Ledakan!
Ledakan!
Ledakan!
Empat kali terdengar ledakan didalam dantian Luo Tian dan segera ia terbangun dari kultivasinya.
"Ranah Grandmaster!" Seru Luo Tian dan wajahnya penuh keringat.
Dibawah ranah Raja Bela Diri tidak akan mendapatkan hukum alam dikarenakan dibawah ranah Raja Bela Diri hanyalah ranah umum.
Jika seseorang mencapai ranah Raja Bela Diri maka orang itu sudah dapat memulai perjalanan menuju abadi.
Setelah itu Luo Tian segera menstabilkan kultivasinya dan tidak lama kemudian ia sepenuhnya berada di ranah Grandmaster sejati.
Luo Tian bangkit dan segera melihat ke jendela. Hari telah berganti malam, hanya berkultivasi yang serasa baru beberapa menit dan tidak disangka akan berjam-jam.
"Dunia kultivasi sungguh aneh namun cukup menarik" Luo Tian melihat tubuhnya penuh keringat dan ada bau yang tidak mengenakan.
Ia kemudian mandi lagi dan berganti jubah. Untungnya ia memiliki banyak jubah cadangan.
To Be Continued
__ADS_1