SYSTEM MAFIA: AWAL PERJALANAN

SYSTEM MAFIA: AWAL PERJALANAN
AWAL PERJALANAN PEMIMPIN MAFIA


__ADS_3

CHAPTER KALI INI AGAK PANJANG.HARAP KALIAN TERHIBUR DENGAN CHAPTER INI


Jin saat ini sudah berada di hadapan gerbang SMA. Dia berjalan terus menuju kearah belakang sekolah. Setelah beberapa menit berjalan,dia melihat semua bawahannya sudah berbaris rapi dan sepertinya mereka menunggunya.


Mereka melihatnya mulai membungkukkan diri. Jin yang melihat hal ini hanya tersenyum.


“Huh tidak ku sangka aku akan menjadi pemimpin!" Batin Jin.


Setelah membungkukkan diri, mereka juga telah menyiapkan makanan dan minuman kepadanya di atas meja. Jin yang melihat hal itu menatap Ace yang berdiri disampingnya.


“Apa semua ini Ace?" Tanya Jin.


“Makanan untuk membuat mu bertenaga!" Kata Ace dengan senyuman.


“Mereka pikir aku anak kecil yah" Gumam Jin.


Jin tidak mempersoalkan hal itu dan hanya menyantap makanan itu sementara menunggu Wang.


Setelah selesai menyantap makanan, Wang dan bawahannya telah datang menghampiri mereka. Jin yang saat ini duduk mulai bangun dan berdiri di hadapan bawahannya.


Wang yang melihat dari jauh tubuh Jin semakin berisi sebelumnya hanya tersenyum. Akhirnya kedua pemimpin tersebut berdiri berhadapan langsung.


“Sepertinya kau sedikit berisi dan bertenaga yah!" Kata Wang duluan.


“MENGINTIP" Gumam Jin.


[STATUS WANG CHAI]


FISIK : 65


KECEPATAN :80


KEKUATAN : 90


KETAHANAN :80


KEPANDAIAN : 42


BAKAT : 54


(JENIUS)


S:TAEKWONDO


“Sepertinya dia juga berlatih dengan giat!" Batin Jin.


“Ya aku sedikit berolahraga!" Kata Jin dengan tersenyum.


“Sepertinya kau sudah bersiap sedia untuk menghadapi ku?" Tanya Wang.


“Kau tidak diam diri saja seperti sebelumnya bukan?" Sambung Wang.


“Tidak! Aku tetap melawan mu walaupun aku sekarat sekalipun!" Kata Jin dengan tersenyum.


“Kalau begitu ayo kita mulai pertarungan ini!" Teriak Wang dengan nada bersemangat.


“Sebelum aku bertarung dengan mu, aku ingin kau bersumpah jikalau kau kalah,kau harus menjadi bawahan ku dan semua bawahan mu menjadi milik ku!" Kata Jin.


“Dan jika aku kalah, kau bisa mengambil semua dariku walaupun itu nyawa ku!" Sambung Jin.


“Baiklah seperti yang kau katakan!" Kata Wang terus menyerang Jin dengan kakinya.


Jin yang melihat serangan itu hanya menahannya.


“Kau orangnya yang tidak sabaran!" Kata Jin senyum dan memberikan pukulan di wajah Wang.


Wang yang melihat serangan dari Jin mengelak dan mengundurkan dirinya.


“Sepertinya kau belajar boxing!" Kata Wang lalu menyerangnya kembali.


Jin yang mendengar hal itu tidak memperdulikan dan fokus untuk mengalahkan Wang tanpa menggunakan Skill KEENAKAN DIPUKUL.


Wang tahu boxing merupakan pertarungan jarak dekat karena dia perlu berhadapan langsung. Tidak seperti Taekwondo, menggunakan kaki sebagai alat bagi mereka.


Wang tersenyum karena dia akan menang tanpa perlawanan asalkan dia menjaga jaraknya dengan Jin. Jin yang menyadari Wang ingin melawannya dengan jaraknya menukar kan cara bertarungnya menjadi Muay Thai.


Jin langsung memberikan tendangan kearah kepalanya Wang dan Wang melihat hal itu langsung membuat pergerakan yang sama sehingga terbentur keduanya.


Bughh


Jin yang melihat hal itu tersenyum dan menarik kembali kakinya dan mendekati Wang dengan kecepatannya. Setelah dia berada di hadapan Wang, dia melancarkan pukulan ke arah perutnya Wang.


Wang saat ini masih kaget karena kecepatan Jin yang sudah berada di hadapannya. Wang menahan pukulan Jin dengan tangannya sehingga dia terlempar beberapa langkah.


Bawahan Jin melihat hal itu terkagum sebentar karena pemimpin mereka mampu membuat Wang undur beberapa langkah.


“Sepertinya kau agak cepat yah!" Kata Wang menatap Jin.

__ADS_1


“Yah bisa dikatakan begitu!" Kata Jin.


“Aku ceroboh karena terlalu meremehkan mu!" Kata Wang.


Jin yang tidak mau menghabiskan waktunya terus menyerang Wang dengan menggunakan teknik Muay Thai iaitu menggunakan sikunya dan lututnya. Muay Thai banyak menggunakan anggota badan yang keras sehingga Muay Thai dikenali sebagai seni beladiri mematikan.


Jin meningkatkan kecepatannya dan terus menggunakan sikunya untuk menargetkan kepalanya Wang. Wang yang melihat teknik yang digunakan Jin berubah mulai serius.


Wang juga meningkatkan kecepatan dan menggunakan kakinya sebagai alat baginya untuk menahan pukulan dari Jin.


Jin melihat tendangan yang dilancarkan oleh Wang hanya menepisnya dan terus mendekati Wang. Wang yang melihatnya jaraknya dengan Jin mula mengundur diri agar dapat menggunakan kakinya.


Walaupun bagaimanapun kecepatan dia dan Jin sepertinya seimbang sehingga Jin dapat mengincar wajahnya.


Bughh


Arghh


Wang yang terkena serangan dari Jin hanya berteriak kesakitan karena wajahnya tidak dilindungi oleh apapun. Jin yang melihat serangannya mengenai wajahnya terus mendekati Wang dan menukarkan tekniknya menjadi Boxing.


Jin terus melancarkan Hook dan Jab kepada Wang dengan penuh tenaga. Wang saat ini hanya boleh menahan pukulan tersebut dengan tangannya saja.


Jin terus memukulnya dengan kekuatannya sehingga dia berinsiatif untuk memberhentikan pukulannya dan mengundurkan diri. Wang yang tidak melihat lagi pukulan dari Jin mulai membangkitkan kembali tubuhnya.


“Huh huh kau sepertinya sudah kelelahan!" Kata Wang dengan nada tersengal-sengal.


“Aku tidak kelelahan tetapi aku melihat mu yang sepertinya kewalahan menghadapi ku!" Kata Jin dengan tersenyum.


“Omong kosong!" Kata Wang terus meningkat semua kekuatannya dan kecepatan bagi mengalahkan Jin.


Jin yang melihat kecepatan serta kekuatannya meningkat hanya tersenyum dan menguatkan kembali kekudanya. Wang yang melihat hal itu tidak memperdulikan terus mengangkat kakinya dan sepertinya tendangan ini dia menggunakan semua tenaganya.


Jin yang menahan tendangan itupun terlempar beberapa meter karena kekuatan mereka tidak seimbang. Walaupun bagaimanapun,Jin tetap mempunyai ketahanan yang bagus.


Wang yang melihat Jin jatuh tidak membiarkan dia kembali bangun. Wang terus meningkat kecepatannya dan menghampiri Jin yang saat ini terlentang. Wang mengangkat kakinya dan menghujam kakinya kearah wajahnya Jin.


Jin melihat serangan itu menahan dengan menggunakan tangannya.


Bughh


Jin sedikit meringis kesakitan karena kekuatan Wang. Wang tidak berhenti disitu saja dia,dia menendang perutnya Jin karena saat ini masih menjaga wajahnya.


Bughh


Arghh


Setelah beberapa kali dia menghajar Jin, dia merasakan Jin saat ini sudah pingsan. Wang tersenyum dan berbalik melihat bawahan Jin.


“Ini yang kau ingin jadikan pemimpin! HAHAHA, Pemimpin kalian terlalu lemah! Setelah kalian kembali menjadi bawahan ku,akan ku pukul kalian sehingga babak belur!" Kata Wang dengan gelak tawanya.


Ace,Sahin dan bawahannya Jin hanya boleh menahan kemarahan mereka. Mereka hanya pasrah untuk menjadi bawahan Tahun 3 kembali.


“Oi! Siapa bilang aku sudah kalah!" Kata Jin dengan nada serak sambil menatap tanah.


Jin mulai bangun kembali dan menatap Wang.


“Aku sebenarnya tidak ingin melepaskan kekuatan ini! Tetapi kau sudah melampaui batasan Wang!" Teriak Jin.


STATUS JIN MORI ( DIBUFF)


FISIK : 160/(80Max)


KECEPATAN : 160


KEKUATAN : 170


KETAHANAN :158


KEPANDAIAN : 118


BAKAT : ??


KEBANGKITAN (???)


MENGINTIP LEVEL 2


KEENAKAN DIPUKUL


S: SET BOXING


S: SET MUAY THAI


“Sepertinya kau telah membangunkan macan yang sedang tidur Wang" Kata Ace.


“Apaan macan! Sini ku hajar mu lagi!" Teriak Wang mendengar kata Ace sebentar tadi.


Jin terus meningkat kecepatannya sehingga dia sudah berada di belakangnya Wang. Wang yang masih bingung menjadi kaget karena Jin yang jauh darinya bisa mendekati dirinya dengan kecepatannya.

__ADS_1


Jin tidak memperdulikan muka keterkejutan Wang hanya melepaskan straight kick nya. Wang coba menahan serangan itu tak sempat karena kecepatan Jin sudah melampaui dirinya.


Bugh


Arghh


Wang yang terkena serangan itu terlempar 5 meter dari tempat asalnya sehingga bawahannya serta bawahan Jin menjadi kaget karena kekuatan Jin.


“Gila kekuatan apaan itu!" Teriak salah satu dari mereka.


Wang saat ini merasakan kesakitan di area perutnya dan menjadi mual seketika.


“Gila! Hanya dengan tendangannya aku terlempar 5 meter! Sungguh mengerikan!" Batin Wang mulai ketakutan.


“Apa kau ingin melawanku lagi Wang atau kau ingin menyerahkan diri!" Tanya Jin.


Wang yang mendengar ucapan itu tidak mau mempermalukan dirinya di hadapan bawahannya hanya menatap Jin dengan aura permusuhan.


“Sepertinya kau tidak ingin menyerahkan diri ya!" Kata Jin.


Setelah itu, Jin dengan meningkatkan kecepatannya menuju ke arah Wang yang mencoba untuk membangun dirinya. Wang yang tidak sadar bahwa Jin sudah mendekatinya lalu merasakan pukulan di wajahnya.


Bughh


Arghh


Wang kembali jatuh setelah terkena pukulan yang dilayangkan oleh Jin di area wajahnya. Jin tidak berhenti disitu saja, dia terus memukul Wang dengan keras dan tidak berhenti sekalipun.


“Apa kau ingin menyerah sekarang atau kau akan mati?" Tanya Jin sambil melancarkan serangannya.


Wang saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia ingin menyerah kalah.


“Sepertinya dia cukup hebat dalam semangat juangnya! Aku menghormati dirinya!" Batin Jin.


Jin yang terus memukul Wang dan sepertinya Wang orang yang tidak akan menyerah walaupun dia mati. Jin berhenti memukulnya dan berdiri lalu menatap Wang.


“Sepertinya kau tidak akan menyerah walaupun kau mati yah! Kalau begitu akan ku hancurkan semua tangan bawahan mu!" Kata Jin.


Bawahan Wang yang mendengar hal itu mulai gemetar karena ucapan Jin. Mereka tahu, walaupun mereka berjuang melawannya sekalipun, mereka tetap akan kalah karena Jin mampu menjatuhkan Wang dengan satu pukulannya saja.


Wang yang mendengar ucapan Jin terus bersujud kepada Jin.


“Aku menyerah! Aku menyerah! Jangan kau mematahkan tangan mereka! Kau bisa mematahkan tangan ku tetapi jangan kau sentuh mereka! Aku mohon kepadamu!" Kata Wang sambil bersujud di hadapan Jin.


Jin yang melihat kesungguhan dalam ucapan Wang menjadi yakin bahwa Wang orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri tetapi dia ingin mengetes Wang.


“Kenapa aku harus mendengarkan ucapan mu?" Tanya Jin.


“Aku tidak ingin karena ku,semua saudara ku cacat! Hal itu akan membuat diriku bersalah seumur hidupku!" Kata Wang dengan nada sedih.


“Baiklah karena kau yang meminta! Aku tidak akan mematahkan semua tangan bawahan mu tetapi aku akan mematahkan kedua kakimu! Bagaimana?" Kata Jin dengan suara yang ditekankan.


Wang yang mendengar hal itu tentu saja kaget karena bagi seseorang yang belajar taekwondo,kaki mereka merupakan hidup mereka.


“Hahaha bagaimana,aku tahu bahwa kau belajar taekwondo dan karena itu aku ingin kau membuat pilihan sama ada kakimu atau bawahan mu!" Kata Jin.


Wang mendengar hal itu menatap bawahannya dan tersenyum karena momen bersama sejak mereka mulai mengikutinya.


“Kau bisa mengambil kaki ku untuk menebus kesalahanku!" Kata Wang tanpa ragu-ragu.


Jin yang mendengar hal itu terus mengangkat kaki kanannya untuk menginjak kakinya Wang. Wang yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menutup matanya.


Bawahan Wang yang melihat pengorbanan Wang menjadi sedih. Mereka mencoba menyelamatkan Wang tetapi bawahan Jin lebih ramai dari mereka dan menahan perbuatan mereka tersebut.


“Harap dengan kaki ku, saudara ku tidak mengalami kecacatan!" Batin Wang.


Jin melihat kesungguhan Wang tersenyum dan berhenti melakukan pijakan tersebut. Jin melihat Wang menutup matanya mendekati Wang dan memberikan tamparan kepadanya.


“Tidak usah kau drama berlebihan disini! Aku tak ingin mengambil kaki mu karena kau akan menjadi bawahan ku!" Kata Jin.


Wang yang mendapat tamparan itu dan mendengar ucapan Jin hanya menatapnya.


“Kau kenapa menatap ku seperti itu! Aku masih normal tahu!" Kata Jin gemetar melihat tatapan Wang.


“Terima kasih! Terima kasih!" Kata Wang kembali bersujud kepada Jin.


“Ya ya! Kau ingin menjadi bawahan atau tidak?" Kata Jin tanpa basa basi


“Aku bersedia menjadi bawahan mu sampai ajal menjemput ku!" Teriak Wang sambil membungkuk.


Bawahan Wang mendengar hal itu merasakan kekaguman terhadap Jin dan membungkukkan diri mereka.


“KAMI JUGA MENGIKUT MU SEHINGGA AJAL MENJEMPUT KAMI"! Teriak mereka.


“Yosh! Sekarang aku sudah menguasai SMA GANGSEOK ini dalam masa 5 bulan! Masih tersisa 9 SMA lagi di daerah ini!Aku harap menguasai SMA itu tidak ada masalah!" Batin Jin.


TO BE CONTINUE.....

__ADS_1


__ADS_2