SYSTEM MAFIA: AWAL PERJALANAN

SYSTEM MAFIA: AWAL PERJALANAN
BAB 6


__ADS_3

Saat ini, Jin masih merenung STATUS dirinya selepas memakai kartu perak tersebut.


[STATUS]


FISIK : 10


KECEPATAN : 10


KEKUATAN : 10


KETAHANAN :3


KEPANDAIAN : 50


BAKAT : ??


F:Jab (25/100)


F:Hook(0/100)


Jin yang melihat statusnya merasa bahagia karena sedikit sebanyak telah merubah dirinya. Tetapi dia masih belum berpuas hati karena dia masih merasakan lemah dan tidak berpengalaman.


Jin memutuskan untuk meningkatkan Jab dan Hook setelah memahami statusnya tersebut.


Jin mula keluar dari kosannya dan memakai Hoodie hitam dan penutup muka hitam dan berencana untuk melakukan sesuatu yang baginya mungkin diluar akal sehat.


Jin mula berjalan di sekitar lorong lorong gelap dan sedang mencari sesuatu. Jin melihat sekumpulan preman yang badannya agak kering dan berpakaian punk menurutnya.


[QUEST]


KALAHKAN 10 PREMAN TERSEBUT

__ADS_1


HADIAH :1 KARTU EMAS DAN 1 KARTU PLATINUM


HUKUMAN : HILANG JAB DAN STAMINA


Jin melihat Quest ini justeru kaget karena ini kali pertama dia mendapatkan kartu platinum. Hal ini membuat Jin bersemangat untuk menyelesaikan quest ini. Jin yang terlalu bersemangat menyeringai dan menutup mukanya dengan penutup muka.


Jin berjalan kearah kelompok itu dan bertanya sesuatu.


“Hey preman pasar,apa kalian tahu dimana toko berdekatan?" Tanya Jin dengan nada menyindir.


Para preman yang mendengar hal tersebut mulai marah


“Apa kau memanggil kami dengan sebutan preman pasar Brengs*k!??" Teriak preman rambut biru.


Jin yang merasakan bahwa umpannya telah termakan dan berkata


“Ya memang kalian preman pasar di mataku! Kalian kelompok sampah yang hanya tahu memalak uang!" Teriak Jin tanpa rasa takut sedikitpun.


Para preman yang mendengar hal tersebut mulai bangun karena ingin memukuli Jin. Jin tidak mau menghabiskan masa langsung maju dan melancarkan Jab kepada preman rambut biru sehingga dia pingsan.


Teman teman preman melihat hal ini membuat mereka gemetar ketakutan karena melihat aksi brutal Jin yang masih memukul temannya yang berambut biru tersebut.


Setelah selesai memukul rambut biru, Jin mula melihat satu demi satu dan mula menghabisi mereka dengan mengeluarkan jurus Hook dan Jab sehingga hanya menyisakan satu cewek saja yang masih gemetar ketakutan melihat hoodie dan wajah Jin dipenuhi darah.


Jin yang awalnya baru saja menghabisi mereka masih belum mendapatkan pemberitahuan Quest dan merasakan bahwa cewek tersebut juga perlu dihajar untuk menyelesaikan misi ini. Jin mendekati cewek tersebut dan memberikan sebuah Hook di perutnya sehingga cewek tersebut merasakan mual dan muntah.


[QUEST]✓


MENDAPATKAN 1 KARTU EMAS 1 KARTU PLATINUM


Jin merasa bahagia karena dia berjaya mendapatkan kartu platinum. Jin dengan lajunya melihat detail kartu platinum tersebut.

__ADS_1


1 KARTU PLATINUM


MENGINTIP


(Dapat melihat status orang lain)


1 KARTU EMAS


(MENAMBAH KETAHANAN SEBANYAK 17)


[GUNA] [TIDAK]


Jin yang bahagia lalu menekan GUNA tanpa ragu sama sekali. Setelah itu, dia merasakan sensasi dingin dan dia menyentuh kulitnya yang kini menjadi lebih keras. Merasakan hal tersebut Jin mula mencari preman yang boleh membuatnya mendapatkan kartu yang lain.


[SKIP MALAM]


Malam berlalu dan Jin baru saja balik ke kosannya setelah mencari preman. Jin hanya mendapatkan 8 Kartu perak dan 2 Kartu emas.Jin menghela nafas karena dia memburu preman tetapi dia tidak mendapatkan Quest yang membuatnya mendapatkan kartu Platinum.


Setelah pulang dia mula membersihkan diri dan berbaring atas kasur dan terus dibuai mimpi karena keletihan.


(DI SMA GANGSEOK)


“Brens*k ini kemana! Kenapa dia tidak datang ke sekolah!" Teriak Sahin setelah menunggu Jin yang masih tidak kelihatan.


Sahin terus keluar dari kelas tersebut dan berjalan pergi ke belakang sekolah yang disana terdapat sebuah pondok kecil. Setelah berjalan selama 5 menit akhirnya dia sampai dan melihat Ace sedang bersantai bersama cewek nakal.


“Ace, budak baru itu tidak datang Harini!" Ucap Sahin kepada Ace.


Ace yang mendengar hal tersebut mulai tersenyum dan berdiri lalu berjalan ke hadapan Sahin.


“Aku suruh mencarinya bukan memberitahu aku dia datang atau tidak!" Setelah berkata demikian,Ace melancarkan tumbukan di perut Sahin sehingga dia muntah.

__ADS_1


“Tidak kira bagaimana kau membuat kerja,aku ingin dia sampai kepada ku selepas habis sesi persekolahan ini!" Teriak Ace kepada Sahin yang masih tertunduk.


TO BE CONTINUE


__ADS_2