
Jin yang masih frustasi karena System di non aktifkan menjadi emosi dan memukul kasurnya.
“Bagaimana aku ingin menjadi kuat!" Teriak Jin.
Teriakkan Jin telah membangunkan pria di samping kasurnya itu. Pria itu mula melihat keatas dan duduk lalu melihat sekelilingnya dan melihat Jin yang berada disampingnya.
“Arghh! Dimana aku berada?" Kata pria itu.
Jin yang melihat pria itu hanya bisa menghela napas.
“Kau berada di tempatku!" Kata Jin singkat.
Pria yang mendengar ucapan Jin hanya menatapnya datar dan menanyakan kembali kepada Jin.
“Dimana preman yang memukul ku sebentar tadi?" Tanya pria itu.
Jin yang masih frustasi karena System menjadi emosi seketika.
“Bisakah kau diam sebentar huh! Preman tadi aku sudah menghajar mereka dan sekarang bagaimana bisa kau berada di daerah ini?" Teriak Jin sembari menanyakan kepada pria itu.
Pria itu diam sebentar dan air matanya mula mengalir di pipinya.
“Namaku Son Min! Aku berada di daerah ini karena keluargaku membuang diriku karena mereka menganggap ku anak sial dalam keluarga! Aku tiada pilihan selain datang ke daerah ini karena disini merupakan daerah yang terdekat dan aku juga tidak memiliki uang sama sekali!" Katanya sambil terisak-isak.
Jin yang mendengar cerita Son hanya merasakan kesedihan di dalam hatinya.
“MENGINTIP" Gumam Jin.
__ADS_1
[STATUS SON MIN]
FISIK : 13
KECEPATAN :12
KEKUATAN : 11
KETAHANAN : 9
KEPANDAIAN : 53
BAKAT : 99
(????/ MULTI TALENTA)
Jin bingung sebentar karena bakatnya Son sangat mengerikan untuk seseorang yang belum berlatih.
“Kau sepertinya mengalami pengalaman yang buruk! Kau bisa tinggal denganku tetapi ada syaratnya!" Kata Jin.
Sin yang mendengar ucapan Jin tentu saja bahagia karena Jin sanggup membantu dirinya walaupun dia tidak mengenal Son. Selama dia bisa hidup di daerah ini, dia akan melakukan apa saja.
“Seperti yang kau lihat,di daerah ini siapa yang kuat saja bisa bertahan dan lemah terus diinjak, maka aku ingin kau mengikuti ku dan menjadi orang yang setia kepada ku! Bagaimana?" Kata Jin.
Son yang mendengar hal hanya tersenyum bahagia karena dia hanya perlu menjadi bawahan Jin saja. Dia juga merasakan bahwa Jin merupakan orang yang baik.
“Baiklah! Aku akan mengikut mu dan tidak akan mengkhianati mu sehingga ajal ku menjemput!" Kata Son dengan nada semangat.
__ADS_1
Jin yang melihat tingkah Son hanya tersenyum bahagia karena dia melihat seperti kerabat baginya.
“Karena kau tidak memiliki keluarga,maka aku ingin kau menjadi Adik ku! Bisakah? Kata Jin sambil tersenyum.
Son yang mendengar hal itu tentu saja bahagia karena di dalam hidupnya,dia tidak diperlakukan sebagai ahli keluarga sejak kematian ibunya. Ibunya meninggal semenjak dia kecil dan ibunya hanya meninggalkan liontin kepadanya.
“Nak, jagalah liontin ini seperti nyawa kedua mu!" Kata ibunya sebelum menembuskan napas terakhirnya.
Son yang tidak menerima kenyataan bahwa ibunya sudah pergi hanya menangis terisak di samping Ibunya sehingga dia terlelap. Pada hari itu, dia tidak diperlakukan sebagai ahli keluarga karena mereka mengganggap Son anak sial.
Son mengangguk sembari menahan air matanya karena mengingat kembali kematian ibunya. Jin yang melihat adik angkatnya menahan tangisannya, terus memeluk erat tubuh Son.
Son yang merasa kehangatan dalam pelukan tersebut akhirnya tidak bisa menahan dirinya dan menangis sepuasnya.
Setelah beberapa menit, tangisan Son mulai mereda dan Jin mula melepaskan pelukannya.
“Kau sekarang sudah menjadi adikku maka nama belakang mu automatis menjadi Mori! Kau bisa memanggilku Hyung dan esok kau harus mendaftar di SMA yang sama denganku!" Ujar Jin menatap Son.
Son yang mendengar hal itu senyum gembira karena dia akan terus bersama Hyung nya. Son mengangguk dan kembali memeluk Jin.
“Terima kasih Hyung! Aku akan berusaha untuk menjadi adik yang baik untukmu!" Kata Son.
Jin yang mendengar ucapan hanya menggeleng kepalanya.
“Sekarang kau bersihkan dirimu dan tidur karena esok kau harus mendaftar diri!" Kata Jin .
“Baik Hyung!" Teriak Son dengan nada bahagia.
__ADS_1
“Huh anak yang ceria dan bersemangat!" Batin Jin sembari tersenyum.
TO BE CONTINUE