
(KEESOKAN HARINYA)
Jin yang sudah terbangun dari tidurnya dan melihat Son yang berada disampingnya masih terlelap. Jin tidak ingin membangunkan Son,dia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai dia memakai uniform sekolah dan berjalan mendekati Son.
“Son bangun oi! Kau ini masih saja tidur! Teriak Jin sembari menggoyang tubuhnya Son.
Son mendengar teriakkan Jin, mulai bangun dan masih kebingungan.
“Hyung, bisakah kau berikan aku tidur 5 menit lagi!" Kata Son dengan nada lemah.
“Kau ini!"
Bughh
“Aduh!Hyung mengapa memukul ku!" Kata Son sambil memegang kepalanya.
“Kau bertanya kepada ku yah! Kau lihat waktu sekarang!" Teriak Jin.
Son yang melihat jam disampingnya,kaget karena sudah jam 8 pagi. Son mulai bergegas ke kamar mandi dan menyiapkan dirinya. Setelah 10 menit,dia keluar dari kamar mandi dan ingin memakai uniform sekolah.
“Hyung dimana uniform ku?" Tanya Son.
Jin yang tidak mengatakan apa-apa dan hanya menunjuk ke arah samping kasur. Son yang melihat uniform sekolah itu terus memakainya dan sepertinya pas di badannya.
Jin dan Son mulai keluar dari kosan mereka dan berjalan kaki menuju ke SMA. Setelah berjalan 100 meter, mereka terus memasuki SMA itu dan Jin membawa Son menuju ke Kantor Kepala sekolah.
Son yang mengikuti Hyung nya hanya berdiam diri saja. Dia melihat semua orang yang bersekolah di sini semuanya preman. Dia gemetar ketakutan karena dia dan Hyung nya saja yang berbadan kecil disini. Dibandingkan dengan mereka,dia ibarat semut saja.
Setelah berjalan 5 menit, mereka berada di hadapan kantor kepala sekolah. Mereka memasuki kantor itu dan melihat kepala sekolah sedang bermain dengan perempuan liar.
Jin tidak memperdulikan hal itu dan berjalan kearah kepala sekolah. Son yang melihat adegan itu tentu saja menutup matanya.
“Aku ingin mendaftar adikku dan aku saja yang mengatur kelas untuknya!" Kata Jin datar.
Kepala sekolah mendengar hal itu tidak mempermasalahkan dan hanya membenarkan Son bersekolah disini.
Setelah itu mereka keluar dari kantor itu, Jin sepertinya menuju ke pondok di belakang sekolah. Son yang mengikuti Hyung nya tidak mempertanyakan dan hanya mengikuti saja.
Setelah beberapa menit, Son melihat 3 orang yang berbadan besar dan satunya bertato hampir seluruh badannya kecuali wajahnya saja. Son bergetar ketakutan karena mereka menatapnya seperti binatang buas.
“Hyung bisakah kita pergi dari sini! Aku takut melihat tatapan mata mereka!" Kata Son gemetar.
Jin yang melihat adiknya gemetar, menatap ketiga orang di pondok iaitu Wang,Ace dan Sahin secara bersamaan dan terus berjalan kearah mereka.
Mereka yang saat ini duduk di pondok itu mulai bangun dan yang mendekati Jin. Son yang melihat adegan itu berlari dan menahan mereka.
“Hyung kau lari sekarang! Aku akan menahan mereka!" Teriak Son dengan gemetar.
Jin yang melihat adegan itu tidak tahu ingin tertawa atau menangis. Dia hanya tersenyum melihat kegigihan Son melindunginya.
__ADS_1
Jin berjalan mendekati Son dan mengelus rambutnya. Wang, Ace dan Sahin membungkukkan diri mereka.
“Selamat pagi Ketua!" Teriak mereka secara bersamaan.
Son saat ini kaget serta bingung. Dia melihat mereka membungkuk kepada Hyung nya.
“Hyung! Adakah mereka bawahan mu? Berbisik kepada Jin.
Jin tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengangguk kepalanya. Son yang melihat anggukan dari Hyung nya kaget karena dia menganggap bahwa Hyung nya akan menjadi mangsa buli.
Jin tidak memperdulikan hal itu dia menatap ketiga bawahannya itu.
“Aku ingin kalian melakukan sesuatu!" Kata Jin tanpa basa basi.
“Apa yang kau ingin kami lakukan Ketua" kata Ace.
“Aku ingin kalian mengajarkan seni beladiri kepada adikku dan ajarkan juga dia cara bertahan hidup disini!" Kata Jin.
Son yang mendengar ucapan Jin tidak membantah karena dia tahu Hyung nya melakukan hal ini untuk kebaikannya.
Ketiga mereka menatap sesama sendiri dan melihat Son yang berada disamping Jin.
“Akan kami lakukan Ketua!" Teriak mereka.
“Son, kau harus belajar dengan mereka karena aku ingin kau bisa bertahan hidup disini!" Kata Jin.
“Tidak apa Hyung! Aku tahu kau lakukan ini untuk kebaikan ku!" Kata Son dengan tersenyum.
Son mengikuti ketiga bawahannya Jin ke lapangan kosong di hadapan pondok itu. Jin yang melihat mereka membawa adiknya tidak memperdulikan hal itu karena dia mempercayai ketiga mereka.
Jin duduk didalam pondok itu dan menatap 11 kartu yang saat ini berterbangan di hadapannya.
“Sepertinya hanya kartu ini saja yang bisa ku gunakan sebagai pengganti System!" Gumam Jin pasrah.
“GUNA"
[10 KARTU EMAS]
•MENINGKATKAN KEKUATAN +20
•MENINGKATKAN KECEPATAN +15
•MENINGKATKAN KETAHANAN +25
• MENINGKATKAN KEKUATAN +15
• MENINGKATKAN KEKUATAN +20
•MENINGKATKAN KETAHANAN +16
__ADS_1
•MENI1NGKATKAN KEPANDAIAN +21
•MENINGKATKAN KECEPATAN +20
•MENINGKATKAN KEKUATAN +20
•MENINGKATKAN KECEPATAN + 20
[1 KARTU PLATINUM]
•KEENAKAN DIPUKUL
“HAHAHAHA! Aku beruntung karena semuanya menaikkan status ku dan sepertinya Skill KEENAKAN DIPUKUL akan menjadi level 2!" Teriak Jin dengan gelak tawa.
“Son, apa Hyung mu selalu gila apabila sendiri?" Tanya Ace yang mendengar gelak tawa Jin.
“Aku juga tidak mengerti dirinya!" Kata Son sambil menggelengkan kepalanya.
“Mari kita lanjutkan latihan! Biarkan dia gila seorang diri!" Kata Wang
Jin tidak mendengarkan percakapan mereka, jikalau dia mendengar,pasti mereka mendapat pukulan karena mengatakannya gila.
“STATUS" Gumam Jin.
[STATUS JIN MORI]
FISIK : 80/(80Max)
KECEPATAN : 135
KEKUATAN : 160
KETAHANAN :120
KEPANDAIAN : 80
BAKAT : ??
KEBANGKITAN (???)
MENGINTIP LEVEL 2
KEENAKAN DIPUKUL 2
S: SET BOXING
S: SET MUAY THAI
“Hahaha! Dengan status begini,aku bisa menguasai SMA GANGSIK dengan cepat!" Kata Jin.
__ADS_1
TO BE CONTINUE...