
Setiap manusia di berikan rasa
Rasa dimana ingin memiliki keinginan
keinginan lebih baik dari saat ini,
namun masih abstrak, tidak tampak
bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.
banyak manusia menjadikannya sebagai suatu titik keberhasilan
Setiap manusia diberikan cinta
cinta dimana ingin memiliki sesuatu
sesuatu yang menerawang keinginan di masa depan.
Namun masih skatsa, gambaran buram
bahkan terkadang, ia dipaksakan agar terwujud
banyak manusia menjadikannya sebagai alat ukur kepercayaan.
semua manusia dapat mencoba menjadikannya nyata dengan berdoa dan berusaha.
Namun ia pun bisa jatuh apabila menggantungkan dan tidak merubahnya ketika itulah harapan.
Dalam benak menghapus jelaga, irama masa lalu. Yang tak sampai pada pengharapan
Asa yang menguning, jiwa yang hening
Memberontak pada semesta tak bergeming
Ruang- kosong dalam sukma
Berganti amarah. Pada Alegori tak berarti, merambah singgah Pada amarah.
Kisah lalu tentang pengharapan, terancam sirna oleh ego yang tiran. Teriak semesta tanpa kata, tentang hati, yang tak bermateri, Sejenak bekukan pengharapan.
Batin terpasung dongeng lalu
Seakan sirna segala asa itu
Bak gelombang pasang malam itu
Menghempas karang yang diam membatu.
Kisah lalu tentang pengharapan, terancam sirna oleh ego yang tiran. Teriak semesta tanpa kata, tentang hati, yang tak bermateri
Sejenak bekukan pengharapan, yang seketika tak berperan, Menyayat tulang belakang, mematikan harapan.
Wahai sang penyemangat hati
penggemar si penyejuk jiwa
hadirmu tiada kutahu kapan
tapi entah mengapa bayang-bayangmu
selalu mengetuk pintu hatiku
yang seakan engkau telah lama kukenal
Wahai sang pelipur lara
setiap detik dan langkah
selalu ku arungi dengan doa
seakan kepergian akan mandampingimu selamanya, tetapi diriku tetap berharap hari esok untuk bersama..
Namun akhirnya benar terjadi
harapan yang tak pernah ku harap pun mulai menghantui
dirimu tiba-tiba saja pergi
seperti malam yang digantikan oleh sang mentari.
kini aku pun sendiri
dihantui bayangang kata-kata manis menusuk hati, sehingga aku terpana dengan apa yang menjadi inspirasi, kini kau telah pergi.......
Cercah cahaya kelam Selimuti duka mencekam Bagai tertikam tombak malaikat maut Waktu terlarut dalam bisikan maut kian menjemput Siksa batin yang terus kurasa Melekat dan terus kudekap Semua sirna terbakar amarah,Semua lenyap terhempas asa,,,
Semua sirna. Semua lenyap. Mati terkapar bukan jawaban Terbang ke surga bukan pilihan Hanya diam terpaku Dibuai rasa putus asa
__ADS_1
Terhujam kini harapan sirna. Diam termenung menunggu satu jawaban Mengharapkan satu harapan kosong sulit sirna.
jauh sudah kumelangkah
melaju dengan keteguhan hti
menatap sbuah sinar
menerjang tantangan yg nyata
keluh dlm sebuah rintihan
meratap hti yg terasakan
meneteskan kepiliun menekan
rasa yg tiada terungkapkan
dalam diam ku tertekan
mengenang kasih yg tiada harapan
ku raih mimpi yg terabaikan
hanya impian yg tak tersampaikan.
Binasa..
Terkekang dalam jiwa
Haru dalam duka
Cinta telah tiada.
Rindu..
Dalam angan kelabu
Terbenam belenggu
Betapa mencintaimu.
Harapku telah sirna
Impian pun telah binasa
Benamkan segala kenagan.
Cinta ku hanya sekali
Tak pernah kembali
Meski kunjung pergi
Dirimu menghantui.
Kasih..
Percayalah
Segalanya begitu indah
Karna hatiku telah singgah.
Bukan aku juga dirinya
Namun kau lah anugrah
Kini semua telah hilang
Badai menerjang.
Impian datang bersama kabar dari awan hitam
Lemahnya diri tak sampai menggapai langit tinggi.
Harapanku sirna ditelan sukma sekuntum dahlia. Akankah aku bisa kembali merangkulnya?
Malam panjang berhiaskan taburan harapan
Fatwa rindu mengalung sendu
Ukiran kenangan terlampau menghiasi hati
Cucuran air mata tak bisa merubah realita
Harapanku telah hilang direnggut paduka.
__ADS_1
Ocehan malam menyadarkan diri yang kelam
Inilah fakta realita bukan sekedar fatamorgana
Rembulan menghibur dengan sinarnya yang kabur. Omongan malam tak sepenuhnya benar
Harapanku, cukup Tuhan saja yang tahu.
Tangisan dari harapandan goresan dari ingatan, kini menjelma kembali di lubuk hati. Ya...ketika pertama kali aku mengagumi kepolosan dan kemurnian dari setangkai bunga yang wangi.
Dua musim kulalui bersamanya dalam ikatan janji saling menyayangi. Siang dan malam pun ku nikmati seiring dengan warna warni bumi, anginya yang khas senantiasa hiasi hari-hariku menjadi jauh lebih berarti.
betapa bahagianya hati ini. Namun, seiring dengan waktu berlalu raasa sayang ku pada laki itu perlahan-lahan memudar. Segala corak yang berkaitan dengan nya dulu yang sempat ku kagumi pun seketika sirna. Karena dia, Ya...karena dia telah mengkhianati janji dan kesetiaan yang selama ini kukemas rapi dalam hati.
Sungguh aku tak mengerti. Betapa mudahnya ia melepas diri setelah sekian lama aku merawat dan menjaga nya sepenuh hati. ku tak mampu menahan pedih nya luka ini.
Hingga akhirnya aku pasrah diri. Dan berjanji untuk meninggalkannya. Karena tak mungkin, tak mungkin aku menghirup kembali aroma parfum yang sudah tidak wangi lagi. Tak mungkin aku bisa menjamah lagi botol parfum yang sudah kosong.
Mungkin suatu saat nanti dia akan mengerti, dia akan menyesali atas durinya yang telah menyakiti. Tetapi jika ia masih memiliki hati nurani. Dan, andai saja nanti (ku menemukan kembali aroma parfum yang wangi, dan harap corak dan warnanya jauh lebih berarti dan wanginya kan slalu abadi dalam hati.
Untuknya, Untuk mereka, Untuk semua harapan yang sirna. Disini aku meminta, Disini aku berduka, Disini aku memupuk luka.
Temanku... Sahabatku... Saudaraku... Maafkan diri yang fana ini, Maafkan diri yang egois ini. Tidaklah pudar rindu tawamu, Tidaklah pudar lara diriku.
Temanku... Sahabatku... Saudaraku... Maafkan diri yang fana ini,Maafkan diri yang egois ini. Janjiku ku akan selalu ku juang, Janjimu ku akan selalu ku kenang.
Dulu... aku sangat mengharapkan
cinta yang tulus darimu
Tapi...kini t'lah ku hapus harapan itu
saat ku tahu bahwa kau mencintainya.
Aku kecewa...
aku hanya bisa terdiam
saat ku tahu isi hatimu
Tapi... apalah daya
aku tak tau apa yang harus aku lakukan
aku bingung...
aku ingin lari darimu
tapi hatiku...
masih ingin bersamamu.
Tenggelam ku dlm luka yg tak berujung…
Lelah guratan kaki menampak jiwa ku terapung…
Awalnya ku lihat cahaya terang merona di wajah mu…
Kini hanya gelap yg menggantung…
Setia duduk di sudut keheningan mengais bisu arti sbuah kebahagiaan…
Di tebas mimpi semu yg kau janjikan memasung tawarkan khayalan dalam kecewa tak berkesudahan…
Membuat lidah ku kelu menelan kenyataan…
Tamaram kelam berkabut hitam di ujung senja…
Warnai percikan asmara di jelaga lara…
Bersama kita mengunyah suka&duka kini sendiri ku telan kecewa…
Miris jiwa berpasung kelopak awan dicambuk murka..
Dinggin teriringi raga kepedihan menyapa menyeruak tinggal puing harapan yg tersisa…
Butir air mata ku berderai bagai hujan melambai…
Wajah kusam tak berdawai akhirnya asa cinta ku telah usai di hantam gelombang perisai…
Di mana kau lantunkan kata hingga peraduan ku bisu tak bersuara…
Mengalun sendu di antara gersang merana…
Inilah akhirnya asa ku tersayat luka bertabur cinta berdusta…
Raga tak bernyawa hny jiwa yg ku rasa…
__ADS_1
Mengiba-iba cinta yg tak pernah nyata