
Ahad, 05 desember 2021 tepatnya pada jam 11.09 Dimana kelanjutan dari Pertanyaan gadis sape itu terkait Judul Puisi "Kandas" kepada ovan. Ovan telah mengupload puisi itu diakun Chennel nya (youtube) D'psikopat pada malam hari dan pagi harinya gadis itu kaget pada saat dia bangun dipagi hari dan membuka hape nya dan melihat Chat Di Group nya yang bernama Cucu H. Usman.
Group itu kumpulan sepupu satunya semua dan adek-adek nya. Digroup itulah gadis sape mengetahui puisi baru yang ovan Unggah di youtobe nya. Gadis sape sangat terkejut saat melihat dan membaca chat dari sepupu nya itu lalu dia bergegas untuk membuka youtube nya karna penasaran dengan isi puisi yang berjudul *kandas*
Selang beberapa menit dia langsung memutar puisi itu dengan hati tak enak dan badan gemetar. tetapi awal dari puisi itu dia merasa dirinya yang di singgung tapi pada saat pertengahan puisi dia merasa dan berpikir mungkin bukan dia tapi orang lain. Dan akhirnya dia chat ovan menanyakan puisi itu.
Tapi Ovan tak kunjung baca dan tak kunjung balas. Dan akhirnya pada jam 11.09 ovan baru respon dengan balasan Silahkan lihat deskripsi vidio nya bos, jangan terlalu overthingking jadi orang saya tak suka kamu seperti ini, jadi orang jangan begitu yah.
Sehabis dia balas itu di langsung ngeblok Whatshap gadis itu. Gadis sape heran kenapa dia ngeblok Whatshapnya? Ada apa? Apa yang saya buat? Lantas gadis sape itu seharian hati nya tidak enak dia hanya terbaring aja tanpa kemana-mana.
Suasana hati nya lagi tak sedaap. Karna mikirkan kejadian itu. Dia terus gelisah dan rasa nya seperti orang tak ada hidup nya ketika itu. Karna tiba-tiba aja ovan ngeblok tanpa pamit.
Gadis sape sering putar vidio yang ada diakun youtube nya ovan baik dia lagi santai, lagi apa bahkan mau tidurpun dia harus mutar puisi ovan dulu baru bisa terpejam mata nya. Kalau bukan begitu dia tidak bisa tidur jika tak mutar dulu puisi karya ovan.
Adapun isi dari puisi Berjudul "kandas" Mencintai mu adalah bahagia yang teramat dalam. Hati yang kosong kini terisi oleh kau yang mengetuk dengan salam. Senyum indah itu selalu menarik ketika mata terpejam. Tatapan mata tajam mu menaklukan hati ini hingga karam.
Kau hadirkan kembali dunia yang seakan hilang, jiwa dan hati yang dahulu terasa gersang. Kini kembali tumbuh dengan rindang dan semoga tak membekaskan luka yang akan dikenang.
__ADS_1
Wajah murung yang dahulu melekat pada rupa tersiran bahagia. Semoga abadi dan tak lupa, bersama mu ku ingin mengenggam maya pada sedikit pun tanpa jeda.
Tirai hati ini takkan kembali terbuka untuk mengintai sebab ku ingin hanya engkau yang aku selalu menghuni. Dalam terpaan badai datang silih berganti ku harap takkan sirnah sebuah rasa yang tumbuh dihati.
Kekasih.....? Dambaku dalam mimpi ingin mendekapmu dalam nyata. Kau huni sanubari tak menghilang walau sekejap mata. Andai cinta lahir tanpa memandang kasta, Sungguh...!! Indah nya jika bersama direstui seluruh semesta.
Namun luka datang menyapa tanpa permisi, saat ku dengar ungkapan orang tuamu tak merestui sirnalah harapan yang selama ini ku siram, layulah bunga kini kumbang tiada sudi lagi.
Langit cerah kini mendung bergerimis manja. Menetus tiada henti, tak kuasaku tepis saat engkau berucap selamat tinggal usah menangis hati remuk bagai gumpal teriris.
Tak pernah ku sangka begitu singkat kita terpaut yang ku kira jalinan kasih hanya akan terpisah oleh maut. Belum ku sempat berlayar sekejab karam di tengah laut impian yang dahulu terlihat nyata, kini seakan tertutup oleh kabut.
Derai air mata melepasmu dengan lambaian tangis harapku dipatah kan dan dipupus kan dengan bengis sedangkan aku masih ingin menatap engkau dengan senyuman, manis begitu sulit dan cabut akar cinta yang terlanjur kronis.
Seumpama daun kering terseret angin kesana kemari. Tak tentu arah kemana obati luka hati yang di ingkari, masih membekas rautmu kala di raba jemari. Ku semogakan dalam doa bahagia mu seluruh hari.
Sejarah juang yang tertulis dalam puisi sabda rasa hanya tinggal kenang sebagai memori kelam yang menyiksa. Kini hati rapuh dan hambar berserah pada yang maha kuasa, biarkan aku menangis dan merintih dalam prosa.
__ADS_1
Dalam doa ku iringi engkau dengan nya. Dia yang menjadi pilihan kedua orang tua mu, sebagai pelabuhan hati mu bersandar untuk bersama. Lisan tak henti senandung kan doa agar kau selalu bahagia.
Selamat tinggal kekasih, aku ikhlas melepaskan mu. Aku rapuh dalam menjaga hingga diri mu di rampas, Kasih kini aku dan kamu tinggalah genggaman hampa.
Aku terhempas dan kini dalam hati mu aku hanya semata ampas. Selamat tinggal semoga bahagia bersamanya.
Dari kebiasaan nya mendengar kan video Musikalisasi puisi yang di buat oleh ovan gadis sape menjadi keterbiasaan nya harus medengarkan dulu suara penyair itu baru bisa tidur dengan tenang hati.
Suara Ovan bagaikan obat tidur baginya kala ia merindu pada ovan. Sebabkan sekarang komunikasi antara gadis sape dan ovan tak ada dan tak sapa rama kali seperti kala dulu.
Kini kedua insan ini tidak ada kabar dan ovan tak kunjung membuka blok Whatshap gadis itu. Gadis yang bernama arni itu dia menjalankan hari-hari nya seperti biasa, tetapi ada kala ia di selang-selang hari kesibukan nya ingin bersapa rama karna menginggat mereka dulu tiap hari tiap saat pasti bersapa rama.
Ada apa dengan blok?
Apakah blok ini salah satu cara untuk memutuskan silaturahmi kita? Dia bertanya kala dia sendiri. Ataukah dia tak ingin mengenal aku lagi? Atau bahkan melupakan aku untuk selamanya?
Mungkin alasan dia untuk memblok ku sebabkan dia punya kekasih lain? Atau kawan baru sampai lupa bahwa kawan lamanya tak bisa memberikan kebahagiaan untuk nya? Ah, barang kali ia sudah punya kekasih yang bisa membuatnya tertawa, melupakan segala kesedihan dalam hatinya bahkan mungkin yang bisa membawa ia berjumpa dengan orang tua nya.
__ADS_1
Pikiran arni sudan tak karuan lagi, ia sangat sakit hati karna ovan tak kunjung membuka blok Whatshap nya dan bahkan keluarga nya pun yang tinggal bersama ia tak ingin respon dan tak menghargai sedikit pun ketika gadis sape menyapanya di Whatshap.
Dia ingin tau bagaimana kabar ovan yang tak pernah lagi mengabari nya. Makanya dia memutuskan untuk mencari tau. Eh, keluarga nya dan dia sama aja.