
Minggu, 5 Desember tempatnya hari dimana saya membuat sebuah cerita ini. Inilah kisah dimana kisah yang menceritakan tentang sebuah pertemuan yang berakhir dengan perpisahan yang mendalam dalam hati seorang gadis sape.
Hari Ini Adalah Hari Dimana Syam adik dari ovan akan pergi dengan tujuan Pontianak (Kalimantan). Gadis Sape itu bergegas terburu-buru berharapkan dapat bertemu dulu dengan Syam Untuk Terakhir Kalinya.
Sekitar Jam 6.12 wita Gadis itu star dari arah kost nya yang berada di mande 2 belakang kampus Stisip menuju bandara dalam perjalanannya yang jauh hampir dia salah arah tetapi untuk dia sadar bahwa jalan yang dia mau lewati itu bukan jalan menuju bandara dan akhirnya dia belok arah kejalan yang satu menuju arah bandara itu.
Saat Sampai ditempat tujuan tepatnya dibandara Sultan Salahuddin Bima (Kota Bima NTB) dia masuk ingin memarkirkan sepeda motornya eh tau2nya ada orang yang memanggilnya dengan berkata bayar dulu parkirnya mbak. Lalu dia tersenyum eh, maaf saya tak tau mbak dengan sapa ramah dengan mbak yang melayani tempat bayar parkirnya. Setelah bayar langsung dia parkir sepeda motornya ditempat parkir motor.
Setelah beberapa kemudian, sehabis dia parkir sepeda motornya ditempat parkir dia bergegas membuka tasnya dengan tujuan mengambil hapenya lalu menyalakan datanya. Setelah itu dia membuka Whatshap dan menelpon adiknya Ovan bertanya posisi berdirinya dimana.? Eh tau2nya dia terlambat, ternyata Syam adiknya ovan sudah masuk diruangan cek-in tiket.
Disitu gadis sape itu mulai gelisah karena tidak sempat bertemu dengan Syam. Dia mondar mandir terus mencari syam dan keluarganya syam. Ternyata keluarganya sudah pulang sehabis mengantar syam. Disitu dia kecewa dan bertanya-tanya kenapa keluarganya cepat sekali pergi padahal syam belum berangkat.
Gadis sape itu terus menelpon adik dari ovan itu karena kala ini dia sangat-sangat merasa ditinggalkan Dan merasa kehilangan sebab syam dan ovan tak ada lagi dibima. Nah setelah dia mondar-mandir lalu gadis sape itu bertanya pada salah satu pegawai dibandara itu dimana tempat orang masuk liat pesawat terbang lalu dia menjawab tak bisa masuk mbak penumpang aja keluar ini karna banjir didalam bandara.
__ADS_1
Mulai disitu sudah mulai lagi gelisahnya dan pada akhirnya dia menelpon terus menerus dan datanglah bus yang menjemput penumpang dan dia mengarah kesana dan akhirnya dia bisa ketemu syam walaupun dua menit (menyempatkan diri dulu untuk mengambil gambar).
Setelah izin mengambil gambar dan akhirnya syam naik mobil yang membawa mereka menuju pesawat tujuan lombok. Disitupula rintik-rintik air mata nya gadis sape itu mulai keluar berderaih berkaca-kaca tanpa bersuara.
Setelah mobil itu pergi lalu dia memutuskan untuk pergi ke tempat parkir dan melihat kearah atas yang bertulisan bandara sultan salahuddin bima, sembari menolek ke arah atas tangga yang menuju lantai 2 dan melihat para pengantar penumpang mengarah kesana hatinya sebenarnya ingin kesana tetapi dia tidak mampu untuk berada disana sebabkan dia takut terlihat banget sedihnya.
Dan akhirnya dia memutuskan untuk tetap duduk diperkirakan sepeda motornya sambil duduk di atas motornya dan matanya terus berkaca-kaca sambil kepalanya menunduk karena merasa ditinggalkan.
Mulai dari situ Gadis sape itu sudah mulai tak bermood-moodtan atas Puisi yang diutaran oleh ovan. Dia merasa terluka dan merasa seakan dia tak dianggap dan tak pernah menghargai rasa yang ia miliki padanya. Dan disitu pula gadis sape itu langsung bertanya pada ovan untuk siapa puisi itu? Tetapi ovan tak kunjung jawab.
Dan Akhirnya Gadis sape itu mengambil gambar Yang bengraundnya Bandara dan akhirnya dia mencorehkan kata-kata seperti ini "mungkin aku terbilang Manusia awam yang mengagumimu dari kejauhan. Jarak aku dan kamu jauh sampai aku tak bisa menggapaimu. Bawalah rasa ini sejauh kau pergi, dan rasa itu akan terkikis dengan sendirinya. bahkan akan hilang untuk selamanya. Maaf, Aku salah telah menetapkan rasa kepada orang yang sejauh ini menceritakan segalanya tentang diriku kepada mereka yang ia kenal. Tentang tidak awam lagi ditelinga mereka bahkan namaku saja mereka sudah tak asing lagi. Selamat mengarungi kehidupan nyata, terbanglah setinggi mungkin dan bawalah rasa yang pernah ada untuk abang mu dek, aku titip segala kepada mu dan berakhir pula pada kamu."
Setelah merangkain kata dalam status Whatshapnya dan akhirnya dia memutuskan pulang, sepanjang jalan pulang itu dia menangis menjerit-jerit diatas motornya sambil bawa motor seorang diri.
__ADS_1
Jalan Lubangpun dia tak tau liat lagi karenakan hatinya sedang terluka dan sedih sekali karena syam pergi dan ovanpun gak kunjung pulang bahkan tak ingin merespon baik Chat maupun telfon gadis itu apalagi ditambah dengan vidio yang dibuat yang dia tau untuk siapa dan tertuju untuk siapa dia buat.
Setelah sepanjang jalan itu dia menangis sampai dia hampir salah arah dan akhirnya dia cepat sadar kalau tidak cepat sadarkan diri mungkin dia sudah tak bernyawa lagi karena bertabrakan dengan mobil yang bermerek viksion itu.
Disepanjang jalanpun gadis sape itu sambil menghapus air matanya ada pula orang yang tertawa menolak kearahnya. Entah apa yang diucap oleh orang itu dia tak menghiraukan lagi sebab dia sangat sedih. Sambil berucap kenapa harus ada pertemuan setelah itu ada perpisahan yang menyakitkan tuhan? Kenapa pula aku mencintaikan dia? Kenapa juga aku harus lebih mencintainya kebanding mencintaimu yang allah.
Setelah sampai dibatas kota dia berkeinginan untuk singgah di amahami melepaskan segala rasa dia terhadapa orang yang telah melupai hatinya dan meninggalkannya. Tau-taunya amahami di ramai oleh orang, dan akhitnya dia memutuskan untuk singgah dipasar amahami untuk singgah berbelanja.
Setelah berbelanja dan akhirnya dia pulang dengan lapang dada menerima segalanya. Dan setelah sampai di kost akhirnya syam memberikan kabar bahwa dia sudah sampai di lombok.
Setelah itu gadis sape itu pun beranggang untuk membuatkan kata_kata lagi dalam Stori Whatshapnya dengan kata yang menyinggung Ovan. Kata itu dalam dan menyakitkan ini Story yang dibuat "Terbanglah!! Aku sudah ikhlas, hatiku sudah tenang.🤗 Semoga Syair-Syair yang ku Lantukan kemarin2 allah kabulkan,ketika pertemuan itu menyapa kita kembali aku berharap kita bisa menjadi orang yang bisa membayar penasaran atas hati yang ingin melihat sepasang manik mata yang indah tak bisa dia tatap secara nyata. Maaf, sejak dulu sampai sekarang aku telah jatuh cinta pada insan yang ku temani selama 7 tahun dalam dunia maya. Tetapi dia tidak menginginkan kehadiranku kala itu dan kala ini.✨ Ketahuilah Bahwa Ucapan yang terurai dalam lantunan syair puisimu itu seoalh membuat hatiku terluka dan benar memang hatiku terluka dan mengoreskan luka yang mendalam sekali".
Dan Akhirnya beberapa jam berselang waktu itu diapun Melakukan sholay dhuha untuk memenangi hatinya yang barusan terluka oleh dia yang ia kagumi. Dan disitu pula berakhir pula luka yang ia rasakan karna ovan telah memblokir Whatshapnya.
__ADS_1