
Dulu kita berpisah bukan tanpa kesepakatan bersama. Aku dan kamu sama-sama sudah menyadari bahwa kisah kita sudah tak bisa dipaksakan berjalan. Bukankah begitu?
Kalau kamu bilang kamu terluka, sama. Akupun juga terluka. Tapi kembali lagi, kita sama-sama sudah memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Sekarang yang ada, kita hanya harus mencari cara agar sembuh dari luka dan kembali bisa bahagia
Semua kisah kita itu sekarang sudah menjadi kenangan. Ada banyak memori-memori indah yang terukir sepanjang cerita cinta kita. Kuharap, kita berdua bisa sama-sama mengikhlaskannya.
Karena, akan ada babak baru dalam hidup kita, yang mungkin saja membawa kebahagiaan sejati.
Sudahlah, tak perlu berkubang dalam kesedihan. Semua sudah terjadi. Ikhlaskan saja, kita masih punya lembaran baru yang mungkin bisa lebih membahagiakan.
Kini, aku sudah bahagia bersama dirinya. Kuharap kamu bisa mengerti
Kini, aku sudah menemukannya. Sosok ia yang sangat mencintaiku. Kuharap, kamu tak perlu mencari cara untuk mengusik kebahagiaan kami.
Aku sudah menambatkan hatiku padanya. Dengan kehadirannya, aku merasa terlengkapi dan sudah yakin untuk terus memupuk cinta ini, serta menua bersamanya.
Aku mencintai dia, ku harap kamu bisa mengerti.
Sudahlah, jangan sering datang mengganggu. Kami saling mencintai dan sama-sama bahagia. Kuharap, kamu tak sering datang mengusik hubungan kami, datang kepadaku dan memaksaku mengingat kenangan indah kita di masa lalu.
Ia yang sekarang menjalin cinta denganku adalah sama sepertimu, manusia yang harus kujaga perasaannya. Ia mencintaiku dengan tulus, dan hendak membahagiakanku. Jahat rasanya jika kebaikannya kubalas dengan membuatnya bersedih, karena mengijinkanmu hadir dalam hubungan kami.
Untuk apa kamu berkutat untuk mengganggu hubungan kami? Kamu takkan pernah mendapat kebahagiaan sejati jika hanya menjadi 'duri' dalam hubungan kami.
Pergilah, bukankah dari dulu kita sudah mengikhlaskan semua ini? Kurasa kamu layak untuk mengejar kebahagiaanmu di jalanmu sendiri.
Aku akan mendoakanmu dari sini, supaya kamu bisa berbahagia disana. Aku mungkin sudah tak disisimu, tapi doaku selalu menyertai hingga bahagiamu datang menghampiri.
Ia yang bersamaku sekarang ku rasa pasti mendoakanmu juga. Supaya kamu bisa menemukan pasangan malaikatmu tanpa perlu menjadi 'duri' dalam hubungan kami.
Kami berdua selalu mendoakan kebaikan dan kebahagiaanmu, sekarang pergilah dan yakinlah kebahagiaanmu akan segera datang
Aku sudah bahagia sekarang.
Tak perlu kau cemaskan aku lagi.
Aku sudah ditemukan oleh seseorang. Yang seperti doa mu dulu sebelum pergi meninggalkan ku yang akan benar-benar menyayangi ku. Yang akan benar-benar mencintai ku.
Kini aku telah ditemukan nya, seseorang yang mencintai aku sebesar cinta ku kepada mu dulu atau bahkan lebih.
Tiada pernah ku duga kau 'kan tiba
__ADS_1
Menghapus semua luka yang kurasa
Membiarkan hatimu jatuh di pelukan ku
Memaksa nurani ku 'tuk jatuh cinta
Sudah cukup waktu ku mengenal mu
Kuingin membawa mu lebih jauh
Membiarkan asmara bicara sejujurnya
Melabuhkan rindu di antara kita
Hatiku hilang di dasar samudra cinta
Ku temukan kembali saat kau menyinari hidup ku
Bagi ku kaulah yang membuat dunia indah
Mewarnai hari-hari ku
Sempurnalah jiwa ku, bahagia bersama mu
Aku ingin membawamu lebih jauh
Membiarkan asmara bicara sejujurnya
Melabuhkan rindu di antara kita
Hatiku hilang di dasar samudra cinta
Aku temukan kembali saat kau menyinari hidup ku
Bagi ku kaulah yang membuat dunia indah
Mewarnai hari-hari ku
Sempurnalah jiwa ku, bahagia bersama mu
Tibalah saatnya bunga cinta bermekaran indah
__ADS_1
Menghiasi dunia untuk kita
Hati ku hilang di dasar samudra cinta
Kutemukan kembali saat kau menyinari hidup ku
Bagiku kaulah yang membuat dunia indah
Mewarnai hari-hari ku, menerangi malam gelap ku
Sempurnalah jiwa ku, bahagia bersama mu.
Aku sudah bahagia sekarang.
Tak perlu lagi kau khawatirkan kabar ku.
Salahmu telah kumaafkan, luka oleh mu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku, tak perlu lagi kau kasihani keadaan ku. Hujan di kelopak mata ku tak lagi memanggil nama mu. Di dalam doa ku nama mu telah digantikan oleh nama yang baru.
Aku sudah bahagia sekarang.
Terima kasih telah memutuskan untuk pergi.
Cara mu menyakiti ku kemarin, adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengannya. Aku pernah belajar merelakan mu berkali-kali. Melepas mu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memiliki mu hilang untuk ku.
Sebab, kamu berhak bahagia meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidakberanianku mengikat mu memberi ruang bagi orang asing yang mendekati mu.
Kupikir hidup akan baik-baik saja, semua harus berjalan seperti sediakala, kamu dengan seseorang yang memilih mu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidup ku kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakan mu ternyata tidak pernah semudah itu.
Sejenak, aku berpikir untuk melepaskan mu karena jika dia cinta sejatimu dia akan kembali dengan caranya sendiri ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali maka sederhana jadinya itu bukan cinta sejati mu.
Hubungan yang dibangun dengan topeng, pencitraan, dusta, tampilan luar dan sebagainya tidak akan pernah bertahan lama. Hubungan yang langgeng selalu memiliki pondasi kejujuran. Dan harus memiliki rasa sabar. Sabar bisa mengembalikan yang pergi menjadi kembali, Membuat jarak yang jauh menjadi dekat, beban yang berat menjadi ringan, waktu yang lama menjadi sebentar dan melunturkan benci menggunung menjadi sebutir debu.
Dan kalaupun kita gagal menyaksikan hal itu terjadi, rasa sabar tetap akan menjanjikan sesuatu beruntung. Sungguh beruntung orang-orang yang sabar.
Kini aku sudah bahagia sekarang tak perlu lagi kau cemaskan aku lagi, aku sudah ditemukan oleh seseorang yang seperti doa mu dulu sebelum pergi meninggalkan ku. Yang akan benar benar menyayangi ku yang akan benar-benar mencintai ku.
Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku kepadamu dulu atau bahkan lebih. Aku sudah bahagia sekarang tak perlu lagi kau khawatirkan kabarku. Salahmu telah kumaafkan, luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku, tak perlu lagi kau kasihani keadaanku.
Hujan di kelopak mataku tak lagi memanggil namamu di dalam doaku. Namamu telah digantikan oleh nama yang baru. Aku sudah bahagia sekarang terima kasih telah memutuskan untuk pergi.
Caramu menyakitiku kemarin adalah cara Tuhan mempertemukan aku dengannya hari ini. Terima kasih, ku ucapkan. ?
__ADS_1
Dengannya sekarang, aku jauh merasa bahagia. Tawa ku tak lagi pura-pura. Malam ku tak lagi diiringi derai air mata.
Sekali lagi, terima kasih. Terima kasih telah memutuskan untuk pergi.