Tak Bisa Memiliki Mu

Tak Bisa Memiliki Mu
Kamu, Aku Sekarang Menjadi Orang Asing


__ADS_3

Dulu kita memang dekat. Yah. Mungkin seperti kata orang-orang. Kita pernah dekat sedekat nadi, sebelum kita jauh sejauh matahari saat ini.


Kita begitu saling mengenal, kita begitu saling mengisi. Namun kini kita seperti orang asing yang tak pernah mau lagi mengingat bahwa dulh kita pernah saling melengkapi, saling ngisi hari-hari kita bersama walaupun kita masing-masing sibuk kita tetap punya waktu untuk saling mengsupport.


Dulu kita pernah saling berjanji akan selalu setia menjaga hati walaupun kita tak ada hubungan spesial diantara kita berdua. Berjanji sampai titik akhir dimana jika benar hati mu ingin menghalalkan diriku.


Jika diminta untuk mengingat lagi rasanya lucu banget. Seakan kamu tidak ingin mengenalku lagi bahwa tidak ingin mengingat aku yang pernah berjuang membuang hari-hari ku untuk kita berdua yang saling memberi hati, mengisi waktu dengan canda tawa kita bahkan diselang-selang kesibukan diantara kita. Kita tetap saling mengasih kabar serta melupakan kenangan yang kita bangun selama 6 tahun sekian.


Kini kita sudah tak lagi Menyapa baik di Whatshap ataupun telfon. Meskipun Kita saling memantau lewat Story aja. Seegois itukah dirimu? Bahkan untuk menyapaku kembali kamu tidak ingin lagi.


Aku tak pernah menyangka bahwa ini akan terjadi. Aku pikir kita akan tetap bertahan sampai akhir cerita kita diatas pertemuan pertama kita nanti. Tapi sayangnya kamu telah duluan mengakhiri dan meninggalkan aku.


Namu karena luka masa lalumu yanh pernahku ingatkan kembali yang tak sengaja tergores kembali untuk dirimu. Kamu seakan akan benar-benar tak bisa melupakan atau keluar dari masa lalu mu itu.


Kamu tak memberikan aku ampun terhadap kesalahan ku. Sebenarnya bukan tanpa sebab aku menutup diri darimu. Aku hanya tak ingin jika hal itu aku katakan padamu, kamu malah salah menilai diriku. Yah, kamu menilai diriku yang terlalu Posesif dan overthingking terhadap dirimu itu kata sepupu mu saat aku menanyakan dirimu.


Aku pernah berusaha menjelaskan rasa cinta yang begitu besar mencintaikan dirimu. Namun kamu tak pernah memberikan aku kesempatan itu untuk menyampaikan rasaku terhadap dirimu.


Kini tak ada lagi yang perlu aku jelaskan terhadap diri mu, sebab aku sudah tahu bahwa kamu tak mencintaikan ku. Mungkin aku salah telah menaruh hati atas kenyamanan yang kamu berikan selama ini. Sampai aku lupa bahwa cinta yang lebih besar itu untuk allah bukan untuk manusia.


Menjadi seseorang yang tidak saling kenal lagi dan acuh tak acuh. Padahal dulunya tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa bertukar kabar. Akan tetapi saat ini sudah layaknya orang yang tidak pernah dekat bahkan tidak pernah saling kenal.


Sekarang sudah beda, semuanya beda. Dulu yang saling bertukar kabar, saling melempar perhatian dan saling peduli. Saat ini semuanya hanya menjadi sebuah kenangan saja.


Bahkan merasa tidak mungkin, saat sekarang ini sudah menjadi orang yang begitu asing padahal dulunya saling dekat dan saling peduli. Dulunya kamu pun tidak pernah berfikir bahwa akan kamu akan jauh dari dia. Kamu tidak pernah berfikir bahwa kamu akan menjadi orang yang asing untuknya


Yang saat ini saling dekat, saling perhatian dan saling peduli. Tidak menjamin seterusnya akan saling dekat, akan saling perhatian lagi dan saling peduli. Karena bisa jadi yang dekat denganmu saat ini hanya akan menjadi orang yang begitu asing bagimu.


Seolah-olah menjadi orang yang tidak pernah ada didalam hidupmu. Padahal dulunya begitu dekat, dan kamu pun tidak pernah menyangka bahwa akan menjadi seperti ini. Menjadi orang yang tidak pernah kenal lagi.


Seperti mimpi ketika saat ini hanyalah menjadi orang yang tidak saling kenal. Ketika saat ini hanya menjadi orang yang asing bagimu. Kamu belum percaya bahwa dia telah pergi menjah dari kamu. Meski kamu tidak menginginkannya, kalau dia seolah-olah semakin menjauh dan menjauh.


Kamu bisa apa, tetap saja dia akan menjauh dan menjadi orang yang asing. Padahal dulunya begitu dekat dan sudah menghabiskan waktu bersama. Namun semua itu seperti sebuah mimpi ketik melihatnya sekarang seperti orang yang tidak pernah kenal denganku.


Jangan kira karena saat ini saling dekat, kemana-mana selalu bareng. Saling bertukar kabar, saling ngasih perhatian dan saling peduli. Belum tentu juga besok atau lusa semuanya akan tetap sama.


Jika ada salah satu yang ingin menjauh maka sedekat apapun saat ini akhirnya akan menjadi orang yang saling tidak kenal. Akan menjadi orang yang asing seperti orang yang tidak pernah dekat sebelumnya.


Kamu yang dulu bahkan sampai sekarang pun masih tetap singgah di hatiku. Tidak menyangka ya, kita telah lama tak bersua. Dulu, tiap hari tak pernah sekali pun kita lupa memberi kabar, sesibuk apapun aku dan kamu. Namun dulu tetaplah dulu. Kini kita bagaikan orang asing yang tak saling mengenal, walau kita pernah sedemikian dekat. Tak pernah lagi sekarang kita saling menyapa seperti dulu. Mungkin kau sudah lupa, tak pernah menganggapku benar-benar bermakna.


Tak demikian denganku. Aku yang tak pernah lupa sedetik pun tentangmu, tentang kita, yang dulu pernah menjalani suatu masa bersama. Toh sekeras pun aku mencoba, tetap saja kau masih menempati posisi yang sama. Kau, satu nama yang tak pernah dapat kuhilangkan jejaknya.


Setiap kali memandang gerimis yang datang, saat itu juga kenangan akan dirimu hadir di benak mata. Kala itu, kita berdua pernah melewati gerimis di suatu sore, menghabiskan waktu sehari bersamamu menikmati indahnya pantai di salah satu sudut kota ini.


Aku ingat bagaimana keras kepalamu, tak mau berteduh ataupun sekadar mengenakan jas hutan. Kau lebih memilih bermain-main dengan gerimis yang datang. Katamu, gerimis itu romantis. Indah sekali bila kumengenang masa itu.


Waktu terus berlalu, membawa kita pada hal-hal baru. Namun aku percaya, berdua kita mampu melewati segala rintangan yang membentang. Jarak mungkin telah memisahkan aku dan kamu di sana. Namun cinta akan terus berpendar di dalamnya, tak peduli seberapa jauh ia memisahkan kita, jaraklah yang menjadi sahabat setia. Dari jarak aku belajar arti kesabaran, kedewasaan, dan kemandirian sebagai seorang wanita. Meski tak dapat kupungkiri ketika berjumpa denganmu aku ingin bisa kau manja.


Kita mungkin tak bisa seperti pasangan lainnya, yang bisa sewaktu-waktu ada ketika saling membutuhkan. Kesibukanmu di sana, kesibukanmu di sini, menjadikan kita tak selalu bisa saling bertatap muka. Kau jauh di sana, aku tetap di sini. Jarak dua kota dalam dua pulau tak akan terpungkiri bila sewaktu-waktu bisa menggoyahkan keyakinan kita. Namun ada satu kekuatan penuh yang selalu aku percaya tak akan bisa meruntuhkan cinta kita, yaitu kekuatan doa.


Meski kita tak lagi bersama, namun kasih untukmu tetap kujaga. Dalam setiap sujudku, tak pernah sekalipun aku lupa mendoakanmu. Biarlah Tuhan yang kan kelaka memainkan perannya. Aku percaya, kekuatan cinta dan doa dapat merubah segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Mungkinkah kamu Dapat mengobati luka hatiku sekarang ?


Memang dulu ku akui sangat merindukan mu


Kadang kala ku menangis karena kehilangan mu. Kadang kala aku tak bisa tidur nyenyak karena gara-gara memikirkan mu.

__ADS_1


Percuma kini kau bangkitkan hati ku yang telah beku. Walau bibir bilang cinta belum tentu hati terima. Mengapa kau di mata ku bagaikan orang asing? . Apakah penyesalan mu


Dapat mengobati luka hatiku? Mengembalikan hati ku seperti semula? Setelah engkau hancurkan rasa itu?


Percuma kini kau bangkitkan hati yang telah beku, Walau bibir bilang cinta belum tentu hati terima. Mengapa kau di mataku bagaikan orang asing. Apakah.. penyesalanmu


Dapat mengobati luka hatiku.


Kini kita sudah tak berbicara


Kini hanya ada luka yang membekas dalam hati


Yang ada di antara kita.


Bagaimana kita bisa jadi begini?


Cinta yang dulu ada kini jadi benci


Kamu yang terdekat kini menjadi asing bagiku


Yah. Sangat asing bagi ku........


Pernah kau membuat ku bahagia


Buat ku mengerti cinta


Cara mu mengajarkan ku buat ku bahagia. Bahkan saat aku dilanda dengan masalah yang cukup seriuspun kau mampu membuatku tertawa, mampu membuat ku bangkit kembali dari rasa putus asa ku bahkan selalu mengingatkan aku kembali kejalan allah serta mengadu segala nasipku diatas sajadahnya allah.


Kini kita sudah tak berbicara


Kini hanya ada luka


Yang ada di antara kita


Bagaimana kita bisa jadi begini?


Cinta yang dulu ada kini jadi benci


Kamu yang terdekat kini menjadi asing bagiku


Aku tak percaya


Dan aku tak menyangka


Dulu kita tak terpisahkan


Kini kita tak saling pandang


Bagaimana kita bisa jadi begini?


Entah. Itu mustahil untuk dipikirkan. Hanya allah yang tahu kenap kita bisa jadi begini.


Ada yang berubah. Ada yang tak lagi sama. Tiba-tiba semua terasa berbeda. Tiba-tiba semua terasa asing. Kamu, tidak lagi menjadi sosok yang kukenali. Tatap mata yang dulu terasa hangat kini menghilang entah kemana. Kamu hadir seolah membawa sejuta harap. Kini, kepergianmu hanyalah mematikan harap. Sejak mengenalmu, aku semakin yakin bahwa cinta adalah permainan yang menyakitkan.


Sejak awal, kamu dan aku memang tak mungkin menjadi kita. Ketika harapan terlalu jauh dari kenyataan. Ketika takdir tak berpihak pada keinginan. Kamu yang terlalu cepat berlari untuk mengakhiri dan aku yang masih berdiri di sini berusaha kembali menata hati. Terkadang, tidak ada gunanya menahan seseorang yang sudah memutuskan untuk pergi. Kali ini aku kalah. Aku benar-benar menyerah.


Dulu, aku tidak pernah berpikir akan menjatuhkan hati padamu. Seseorang yang keras sekaligus berhati lembut. Seorang yang tertutup yang sedikit demi sedikit mulai membuka diri; menceritakan tentang mimpi, cita, keinginan serta harapan mu.  

__ADS_1


Seseorang yang mampu membuat ku tersenyum tiap kali kamu berada di samping ku, kini terasa berubah. Entah kenapa akupun tak paham? Akupun bertanya apa dia, pada diri aku dan pada orang lain yang dekat dengan dia.


Seseorang yang selalu terlihat damai ketika memetik gitar. Seseorang yang masih ku semogakan meski dalam ketidak mungkinan. Bahwa dia adalah milikku nanti. Apapun tentang kamu, berhasil mengunci seluruh perhatian ku. Segala tentang kamu, masih menjadi alasan dibalik senyum, bahagia, dan kecewa ku.


Kita pernah begitu dekat, sebelum akhirnya kenyataan membuat kita bersekat. Kita pernah berbagi mimpi, sebelum akhirnya kamu memutuskan untuk pergi. Tanpa kata perpisahan, tanpa ucapan selamat tinggal. Kamu memilih mengakhiri kisah sendiri tanpa mempedulikan akan ada hati yang tersakiti. Kamu mulai melangkah kan kaki disaat aku terlanjur melabuhkan hati. Dan kamu, menutup rapat cerita yang pernah kita mulai berdua.


Dan Akhirnya disaat kau meninggalkan aku tanpa ucapan selamat tinggal disitu kau telah terlihat tampak tak peduli dan akan ingkar sebuah cerita kisah kita yang selama ini kita buat dalam sebuah bingkai.


Everything happens for a reason. Termasuk sebuah pertemuan. Begitupun pertemuan dengan mu. Kamu mengajari ku satu hal, ketika kita berharap sangat dalam artinya kita harus siap kecewa sangat dalam pula. Begitu pula ketika kedua insan yang lama berteman tidak di satukan dan ditakdirkan oleh allah.


Ketika kita mencintai seseorang artinya kita mempertaruhkan hati untuk siap terluka. Karena dalam cinta, tidak ada jaminan untuk tidak tersakiti atau menyakiti, terluka ataupun melukai. Tidak ada yang salah memang, karena kita tidak bisa menentukan kapan dan pada siapa hati kita akan tertuju.


Kini, kita yang pernah dalam harapan yang sama hanya menyisakan kita yang hanya sebatas pernah. Pernah mencintai namun terlukai. Pernah melambungkan harapan yang kemudian terpatahkan. Pernah berusaha menyatukan ingin namun terhalang oleh takdir. Dan pernah menetap sebelum akhirnya saling melepas.


2021 aku usahan untuk pamit meninggalkan derita ini Adalah rindu yang tak pernah menemui temu sepanjang tahun.


Yaitu Adalah kamu,yang sudah ku usir paksa dari ingatan namun tak kunjung pergi. Aku terluka saat kamu terus tersenyum Menyapamu tak lagi ku lakukan. Aku takut jika tak terbalas, itu membunuh ku, Aku takut jika pesanku hanya kau baca. Ketakutan ku itu telah terjadi beberapa bulan yang lalu dan sampai sekarangpun ketakutan itu masih terjadi.


Kita terlanjur asing saat tempatku tergantikan di hatimu, Kita tak lagi berbagi tawa apalagi duka. Mungkinkah kita sudah saling melupakan?


Bantu aku membencimu, bantu pula aku melupakanmu untuk selamanya dan menghilangkan kenangan manis itu dalam ingatanku. Karena engkau sangat populer sekali dalam otak ku.


Aku tak berdaya,rasa yang bersemayam dalam kalbu teramat kuat. Meski terus kau mengabaikan diriku,  Aku tak mengapa,ku kira ini mimpi. Yah, mungkun memang ini mimpi tapi mimpi dalam kenyataan yang sedangku rasakan sekarang ini.


Aku masih yakin memilikimu dalam doaku, Aku mungkin akan gila padamu bahkan sangat gila karena kamu.


Kau candu yang tak bisa ku lupakan


Kau rindu yang paling indah meski tak pernah menemui mu dunia nyata.


Kini aku Dengan sakit kronis, sebab terkena tikaman tak kasat mata yang merangkul lalu menusuk.


Dengan telinga menuli, mata memejam, dan hati lebam-lebam.


Mengapa?


Saya yang berdarah,


Dia yang kamu rawat dengan cinta.


Baiklah..


Tahun-tahun saya dan kamu sudah usang, hancur bahkan.


Kamu baik selama itu.


Tapi entah kenapa dimata ini pengkhianatan selalu menjijikan.


Sengaja puisi ini tertulis "saya".


Karena "aku" terlalu akrab untuk kita yang terlanjur asing.


Bagaimana kita bisa jadi begini?


Cinta yang dulu ada kini jadi benci


Kamu yang terdekat kini menjadi asing bagiku

__ADS_1


Kamu yang terdekat kini menjadi asing bagiku.


__ADS_2