
Sabtu Pagi Gadis sape dan sepupunya ke sambori dijemput oleh adiknya ovan dan keponakannya. Disitu mula perjumpaan pertama kali dengan adiknya ovan yang bernama Arsyad biasa dipanggil dengan sebutan Syam.
Setelah mereka sampai di kota tepatnya di dara dirumah sepupunya gadis sape itu mempersiapkan nasi untuk mereka yang datang jemput dia dan dipersilahkan untuk makan dulu sebelum berangkat kuta kec.lambitu.
Selepas Makan mereka istirahat sejenak untuk melepas kecapeannya dan berbincang sedikit dengan mereka. Dan setelah itu akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat ke kuta, diperjalanan menuju kuta banyak sekali cobaan mulai dari motor yang tak mau nyala dan menunggu beberapa jam dan akhirnya mau menyalah kembali.
Perjalanan kami setelah itu mulus mulai dari ama hami sampai masuk didesa kondu disitu motor mulai heng2 lagi dan masya allahnya lagi jalannya yang rusak pas ditalabiu. Tetapi tak menghalangi semangat kami untuk melanjutkan perjalanan kami😁 pada saat sampai dipalibelo roi disitu kami lagi singgah untuk meminta oli untuk rante motor kami yang agak heng dan kami lanjutkan lagi setelah mendapatkannya walaupun motor heng2 tapi kami tetap bersemangat lagi untuk tetap berjuang untuk sampai kesana😇.
Sepanjang Jalan Gadis sape itu merasa bahagia dan merasa tak nyangka bahwa dia bisa kekuta ke tanah kelahiran laki Kuta yang iya kenal. Dan sepanjang jalan pun banyak anak sekolah yang dari kuta yang turun, tetapi gadis sape itu heran kok anak_anak datang kesini lalu bilang Ngapain?? (dalam hati)
Eh tau-taunya ternyata tempat jalan-jalannya mereka memang setiap sabtu minggu kesana. Baik perempuan & laki-laki, sepanjang jalan itu hanya ada anak sekolah lalu mereka singgah foto-foto. Gadis sape dan kawand-kawand tetap lanjutkan perjalanan dengan berharap hujan jangan dulu datang sebelum kami sampai.
Pada saat masuk digunung_gunung disitu mulai terasa hawa dingin dan gadis sape itu suka dengan suasananya dan dia bilang waw. Masya allah sekali, Tabarakallah.
Dan beberapa menit dalam perjalanan dari tempat pertama masuk hawa dingin akhirnya sampailah dirumahnya uba tuanya basir anak dari gadis sape itu ibu dan ayah mertua sepupunya. Sebentar setelah mereka sampai dan duduk bercerita tiba-tiba mendung datang dan akan ada pertanda hujan akan turun.
__ADS_1
Pada saat hujan turun dari arah selatan gunung bang Rauf yang memandang kearah sana dari jendela rumahnya uba tua dia memanggil gadis sape itu dengan sebut "ka sum sini liatpu hujan turun ka, begitu yah proses turun hujan diliat diatas gunung begini (katanya rauf) Mana? Kata Gadis sape Itu? Lalu dia bilang itu liat baik-baik. Langsung gadis sape itu mengambil vidio kearah yang ditunjuk oleh sepupunya rauf itu.
Tak lama kemudian kabut menyelimuti semua gunung dari arah selatan itu dan gunung-gunung tak nampak lagi, dan hujanpun makin lama makin agak deras dan jaringanpun mulai agak hilang-hilang disitu pula gadis itu merasa wah susahnya jaringan lalu meminta dihospotkan sama sepupunya rauf.
Setelah mendapatkan jaringan gadis sape itu langsung bikin Stori di Whatshapnya dengan teklen Sambori. Dia tidak nyangka dapat sampai di kuta dan dia merasa bahwa sudah pernah berada disana sebelumnya karna tempatnya terasa agak tidak asing seperti tempat-tempat Lain.
Setelah hujan agak berhenti sedikit saya dan rauf pamit jalan keliling sekitar wilayah rumah uba tua, eh pas jalan2 langsung datang lagi hujan dan disitu kami basah dan turun kembali ke bawah dan jalan menuju kerumah nya Ovan dan bersilahturahim dengan keluarga ovan. Dan disitu kami disambut dengan ramah dengan bibinya ovan yang dipanggil INA Lillah. Ina lilah ini adalah salah satu bibi dari istri pamannya dan anaknya sudah 4 orang tapi masih kelihatan muda sekali.
Disitupula pada saat dipersilahkan duduk kami duduk dan gadis sape itu bertanya persoalan kehidupan Orang tuannya ovan dan apakah ada kabar dari ovan atau tidak ternyata ovan tidak mau angkat telfon dari bibi nya (bibinyanjuga heran kenapa ovan seperti itu).
Disetiap perjalanan kami ditanya oleh warga sambori dan kuta kalian orang dari mana dengan bahasanya mereka disana tapi kami hanya mengangguk-ngangguk kepala saja karena tak paham bahasa disana. Hanya saja syam adeknya ovan yang jawab nee lao waa lampa-lampa sambori.
Selepas dari itu mereka melanjutkan perjalanannya dari kuta ke sambori itu jaraknya 1 kilometer dengan jalan kaki. Sambil menikmati hawa dinginnya suasana sambori dan gunung yang ditutup oleh awan. Dan semua dari bawa terlihat sempurna diatas pada saat perjalanan menuju sambori.
Menuju sambori itu sangat melelahkan jika jalan kaki tetapi karena kami ingin menikmati suasana biar sambil foto makanya kami lebih milih jalan kaki aja ketimbang naik motor.
__ADS_1
Dalam perjalanan bukan hany berjalan saja tetapi kami sambil ketawa riang dengan segala kelucuan rauf yang takut dengan kamera dll. Dan sampailah kami ditempat yang ada tulisan jurang kami singgah di situ sejenak saja untuk mengambil potretan agar kami punya moment dan pernah kesana.
Setelah mengambil gambar kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami yanv maaih di perkirakan 400 meter lagi dan pas diperjalanan kami diserang oleh kabut dan akhirnya pintu-pintu perjalanan tertutup oleh awan semuanya tetapi kami masih menikmatinya dengan senang hati walaupun kami merasa kehausan sekali.
Selepas 400 meter akhirnya kami sampai juga di selamat datang didesa sambori. Dan kami pun mencari kios untuk beli air minum dan singgah sekaligus minum karena merasa kehausan sekali karena telah melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Dan akhirnya kami di tanya oleh pihak penjual yang punya kios itu, kalian orang mana lalu kami menjawabnya kami dari sape. Setelah itu kami melanjutkan untuk istirahat dulu sejak sebelum memutuskan untuk kembali pulang ke rumah karena kami sudah merasa capek dan pegal sekali kaki karna sudah tempuh jalan 1 kilometer perginya dan 1 kilometer pulangnya jadi 2 kilometer kalau dihitung.
Lama kelamaan sampailah diujung perjalanan dan sampai dikuta lalu kami berpisah dan saling berpamitan untuk istirahat dan sholat dulu. In Sha allah besok kita jumpa kembali. Dan akhirnya esok hari pagi hari sudah pagi disitupun kami disuruh sarapan pagi dulu sebelum turun rumah dan setelah makan kami mandi dan sehabis itu kami langsung bersiap2 untuk jalan pagi keliling lagi arah timur sampai diujung jembatan setelah sekolah smpn 1 Lambitu.
Diperjalanan kami ditanya lagi mau danga-dangan ne? Kami hanya mengerti danga-danga ne saja tetapi pada saat kami berhenti karena tak tau apa yang dipertanyakan oleh orang tua itu lalu ada salah satu dari mereka mengartikan dou tabe ngomi doho ( orang dari mana kalian)? Baru, disitulah kami baru paham dan jawab dari sape.
Sehabis itu kami singgah dikiosnya salah satu teman ovan yang bernama masrun dan disitu pula pertama kali kami berjumpa dengan masrun dan kawan-kawan ovan yang lain dan kami ingin bersilaturahmi kembali sama keluarga ovan sekaligus berpamitan untuk pulang kekota bima.
Tetapi pada saat itu ada beberapa bibinya yang tak pernah sempat berjumpa dengan gadis sape itu. Dan pergi cari pada saat dia sudah tak di rumah INA LILLAH. Dan akhirnya gadis sape itu memutuskan untuk pulang dan di antar oleh syam dan baco (alvian). Tetapi pada saat mereka turun pengalaman yang paling luar biasa terjebak oleh hujan yang terbata-bata. Sampai dikota bimapun hujan deras. Dan akhirny tetap melanjutkan perjalanan sampai kerumah dan akhirnya kami sampai.
__ADS_1