Tak Bisa Memiliki Mu

Tak Bisa Memiliki Mu
Akankah Alam Semesta Merestui Kita?


__ADS_3

Kamu yang Sering sebut cinta, yang menjelma langit, yang masih berada di tempat yang sama, memeluk semesta. Kita adalah dua sosok yang dipertemukan oleh semesta tanpa aba-aba.


Kita adalah dua sosok yang dijatuhkan dalam satu takdir yang sama oleh semesta atas nama cinta. Dan kita adalah dua sosok yang menjalankan takdir dari semesta. Dulu, aku sempat berpikir dengan mu atau tanpamu aku tetap bahagia, ternyata takdir telah menunjukan kekuasanya.


Aku dan kamu memang baik-baik saja tanpa bersama, tetapi akan selalu bahagia jika bersama.


Aku yakin pada perasaanku padamu saat ini. Lebih banyak bahagia yang kudapatkan bersamamu, bukan luka atau kecewa. Meskipun banyak pertengakaran diantaranya, yakinlah jika kita bisa melaluinya maka memang semesta merestui kita.


Meskipun mereka tak menyukai hubungan ini, aku tetap menggenggam semesta untuk mendukung kita,membuktikan pada mereka tentang kita. Mimpi buruk kadang singgah, sayang. Tenang, kita akan saling membangunkan dan mengukir mimpi indah setelahnya.


Katanya, selama kita berusaha, semesta akan bersama kita. Meski kesempatan yang tersisa hanya tinggal 1% saja. Ini akan menjadi sebuah catatan panjang untuk aku, dan kamu. Sebuah usaha untuk menggoda semesta.


Untuk mendengar dan mendukung atas apa yang selalu ku utarakan padanya. Tentang sebuah nama dan sebuah jiwa. Ini adalah perjuanganku bersama semesta. Kamu dan mereka, cukup membaca. Harapku, semoga semesta pun bersamamu. Harapku, semoga semesta pun bersamamu.


Terima kasih telah mencintaiku dengan sungguh, terima kasih telah bersedia berjuang bersamaku semoga Tuhan dan semesta selalu merestui hubungan kita dan juga tentunya aku tak akan pernah alpa berusaha dan merayu di setiap penghujung malam untuk selalu mendapatkan restu itu dan semoga saja kau bersedia membantuku untuk merayu Tuhan untuk impian sederhana kita membangun sebuah kerajaan dengan di lengkapi pangeran tampan dan putri kecil yang cantik.


Menualah denganku, menikmati helai-helai rambut berubah warna, duduk berdua di beranda dengan secangkir teh di tangan yang mulai mengeriput namun tetap nyaman untuk saling menggenggam.


Ayo menikmati senja yang merenggut cahaya setiap hari, jangan takut bosan, akan aku ajak mengintip masa lalu. Mengenang bagaimana hebatnya perjuanganan kita menepis keraguan, meluruhkan ego bahkan berjalan menghalau badai dan lihat kita masih tetap berdampingan hingga saat ini.


Malam kian larut dan nyanyian penghuni malam kian gentar terdengar, lagi-lagi semua tentangmu mulai bersorak di pikiranku. Aku termenung sembari ditemani segelas coklat panas yang selalu setia mendengarkan cerita tentang dirimu.

__ADS_1


Sejenak wajahmu terlintas di hadapanku dan berhasil menyingkirkan kebisingan nyanyian para penghuni malam yang kian gentar terdengar. Mungkin akan terbilang sulit menyusun setiap kata menjadi sebuah paragraf untuk mewakili perasaan ini padamu.


Namun percaya atau tidak kamu adalah sumber inspirasi dalam setiap tulisanku. Memang masih sangat sebentar aku mengenalmu, namun kehadiranmu dalam setiap kesempatan adalah sesuatu yang selalu aku semogakan.


Yah mungkin hanya dengan menulis adalah satu-satunya cara yang kumiliki untuk mengagumi dan mengabadikanmu, menghiasi setiap lembar-lembar yang dulunya kosong hingga menjadi warna yang begitu indah. Dulu aku berpikir kebahagiaanku bukan semata bersumber pada keberhasilan memilikimu, melihatmu cukup dan genap saja sudah membuatku mengucap syukur yang tak ada habisnya.


Namun nyatanya semua di luar dugaan Tuhan memberiku bonus yang begitu luar biasa dari sekian rapal doa yang tak pernah alpa kukirimkan di penghujung-penghujung malam, ya sekarang aku bersamamu aku memilikimu, dan syukur tak berkesudahan selalu aku panjatkan karena pada akhirnya kita memang telah bersama menikmati setiap detik tanpa jeda.


Dulu sebelum pada akhirnya kita dipersatukan seperti ini, aku sempat berpikir, bersama atau tidaknya kita nanti, kau tetap perlu tahu kehadiranmu selalu menjadi sesuatu yang terindah bagiku, keberadaanmu mengajarkanku banyak hal yang harus kusyukuri, sebagai manusia biasa tentu aku ingin kita bisa bersama.


Sudah terbayangkan betapa menyenangkan hari-hari ketika kamu selalu di sisi. Tapi jika pun rencana dan harapan itu tak terwujud, keberadaanmu tak pernah ku sesali. Namun sekarang nyatanya kamu telah bersamaku, menghiasi setiap waktu-waktu dan tentunya semua bukan bayangan lagi, semua adalah kenyataan yang dulunya ku usahakan mati-matian, tentu saja masih dengan doa yang tak pernah alpa ku kirimkan di penghujung malam.


Kini kita telah bersama dan berjanji untuk saling menjaga, tak peduli seberapa keras rintangan yang akan menguji kita, kau mengajarkanku bahwa cinta adalah perkara saling percaya dan mengerti, berusaha menjadi sebaik-baik pribadi, tanpa perlu khawatir satu sama lain karena seperti yang telah kau katakan kita telah memiliki komitmen yang tentunya membuat hubungan kita semakin kokoh.


Terima kasih telah mencintaiku dengan sungguh, terima kasih telah bersedia berjuang bersamaku semoga Tuhan dan Semesta selalu merestui hubungan kita dan juga tentunya aku tak akan pernah alpa berusaha dan merayu di setiap penghujung malam untuk selalu mendapatkan restu itu dan semoga saja kau bersedia membantuku untuk merayu Tuhan.


Awal mengenalmu masih mampu membuatku menyisakan ruang di hati, walau mungkin sudah pudar dalam ingatanmu. Interaksi awal antara kita dulunya memang tidak bermula dari senyum-senyum malu.


Hanya percakapan biasa saja. Namun setelah itu, berbicara denganmu jadi hal yang menyenangkan karena kita bisa berbincang tentang apa saja. Aku mulai sering memikirkanmu.


Tak ada yang tau sejak kapan rasa rindu berkepanjangan ini bersemayam. Yang masih kuingat sampai saat ini adalah, pertemuan “kita” yang tidak sengaja dan dibuat kebetulan oleh Tuhan ini tak menyisakan kesan mendalam. Tiba-tiba, rasa nyaman datang tanpa diundang.

__ADS_1


Menghabiskan waktu bersamamu adalah saat yang paling kutunggu. Duduk-duduk di teras rumah sambil bercengkerama menikmati senja sudah jadi rutinitas tak terlewatkan saat kesibukan tidak mengganggu. Tak jarang, banyak yang menanyakan tentangmu kepadaku. Tak banyak jawaban yang bisa aku lontarkan mengenai status pertemanan lebih kita ini.


Apa daya, belum ada label “kita” dari hubungan yang sudah terjalin cukup dekat ini. Sekadar teman? Janggal, karena perbincangan kita sudah tak mengarah pada hal kekanakan. Sepasang kekasih? Kurang pas. Batas aku-kamu yang berdiri dengan kokohnya, menjadi penghalang besar untuk diresmikan menjadi “kita”.


Maukah kamu berusaha bersama denganku untuk berjuang menaklukan restu dari semesta dan seisinya, agar definisi “kita” ini bisa menjadi jawaban akhir nantinya?


Malam ini kurayu tuhan


Untuk menjaga sang tercinta


Untuk indah dalam harinya


Untuk senyum di bibir mungilnya


Aku selalu terpesona


Ketika lihat wajah manisnya


Penuh makna setulus cinta


semoga masih tetap ada hari

__ADS_1


Untuk kita bersatu dalam ikatan suci.


__ADS_2