
akhirnya hari yg ditunggu tunggu terjadi juga.
semua keluarga besar mikenciel telah berkumpul bersama,semua rekan bisnis papa Morgan telah hadir
begitu pula dengan kelurga besar dari Tessa.
acara pernikahan digelar di Mension mikenciel,
Reyhan yan sudah terlihat begitu tampan,hidung mancung,dan juga wajah blasteran Belanda itu bahkan terpampang nyata begitu sempurna.
sementara Tessa pun tidak kalah cantiknya, dia mengunakan kebaya yg sangat pas dengan tubuh molek nya,dia bahkan seperti seorang putri kerajaan.
kecantikanya begitu memikat hati lelaki mana pun yg melihat nya.kecantikan nya sungguh luar biasa.
Reygan pun tampak duduk dengan wajah yg datar.
dan Tessa pun di tuntun oleh mama Wendah untuk segerah duduk di dekat calon suaminya.
"nak apakah kamu sudah siap?"tanya papa Morgan.
"siap pa," sahut datar Reygan
semua tamu dan juga orang tua Reygan dan Tessa,telah duduk di kursi masing masing.
penghulu pun akan segerah memulai ijab Qabul tersebut.
"sudah siap?"tanya penghulu
"siap,"ucap papa Brama.
"saya nikah dan kawinkan engkau dengan Putri saya yg bernama Tessa Alice Renata, binti Brama dengan mas kawin sebuah cincin emas dibayar tunai ,"
Reyhan pun menyambut jabatan tangan papa Brama.
"saya terima nikah dan kawinya tessa Alice Renata binti Brama dengan mas kawin sebuah cincin emas dibayar tunai karna Allah.
" bagaimana para saksi,sah?"tanya penghulu.
SAH...,
acara pernikahan pun selesai para tamu telah pulang.
tinggal keluarga besar mikenciel dan kelurga Tessa yg tersisa.mereka tampak saling memberi salaman dan juga berpelukan.
"selamat ya sayang akhirnya kamu menjadi bagian keluarga mikenciel?" kata mama Desi.
"makasih ma," jawab Tessa dengan senyuman malu malu.
terus mama Desi berpindah ke depan putranya,ia memeluk dan mencium putra satu satunya,putra kesayangannya.
"putra mama sekarang sudah resmi menjadi seorang suami," mama sangat bahagia sekali ,sekarang putra mama bukan anak bujang lagi. dengan senyum bahagia
sementara papa Morgan dan juga papa Brama asik mengobrol mereka terlihat sangat bahagia,entah apa yg mereka bicarakan mereka terlihat sangat asik berduaan.
lain hal nya dengan Reygan, ia tampak pasrah dengan perlakuan mama nya,ia sama sekali tidak mengeluarkan suara apa pun.begitu pula dengan tessa ,dia hanya menunduk dan juga memperhatikan kedua orang tuanya yg sedang saling mengobrol satu sma lain.
"kalau begitu kamu istirahat dulu ya nak!"seru mama desi.
" iya nak sekarang kalian kekamar kalian,istirahat karna pasti kalian capek kan ?" jawab mama Wendah.
"tapi ma, aku maunya langsung pulang kerumah aja!" jawab Tessa.
"sayang kamu kan sekarang sudah jadi istri nak Reygan,jadi kamu tidak bisa se -enaknya aja mau minta pulang," jawab lagi mama Tessa.
__ADS_1
"terus aku harus gimana donk ma?
"kamu mulai malam ini nginap disini karna kamu sudah jadi menantu mama ya nak", jawab mama Desi.
"kenapa secepat ini ma nginap nya?"tanya Tessa lagi.
"ya mmng begini syg,kamu harus jadi istri yg penurut pada suami kamu," kata mama Wendah lagi.
"baiklah ma, tapi mama sering jengukin Tessa disini ya ma?!
"iya nak,mama akan sering datang jengukin anak kesayangan mama.
"kalau begitu mama SMA papa pamit dulu ya nak?" sambil memeluk dan mencium putri satu satunya.
begitu pun dengan papa Brama ia mencium juga memeluk putri kecilnya itu.
tanpa Tessa sadari air mata nya tiba tiba lolos begitu saja,ini pertama kalinya ia berpisah dengan mama dan papanya.karna Tessa terbilang anak yang sangat manja.
"sudah sayang, kamu jangan nangis!
ada mama kok disini?" kata mama Desi sambil memeluk menantunya tersebut.
sedangkan Reygan memperhatikan mamanya bagaimana ia sangat sayang dengan tessa, beda dengan perlakuannya dengan Aqila.
"nak Reygan,sekarang kamu ajak istri mu kekamar?!"kata mama Wendah sambil melepaskan pelukannya dari menantunya tersebut.
"khm, suara ales sambil melangkahkan kaki nya ke arah kamarnya.
sedangkan Tessa hanya terdiam melihat tingkah laku Reyhan,Reygan sama sekali enggang untuk menatap Tessa bahkan Reygan pun tidak mau berbicara sepatah katapun.
"sayang iku kesuami kamu?" kata mama Wendah lagi.
Tessa pun mengikuti langkah suaminya menuju kamar penganting yg telah disediakan oleh para pelayang Mension itu. dan langsung membuka pintu kamar.
Reygan yg sudah masuk kamar terlebih dahulu mendengar suara pintu terbuka,ia pun menoleh ke arah pintu tersebut.
terlihat Tessa yg masuk dengan menundukan kepalanya.
"ngapain kesini?" tanya Reygan.
"ak..., saya disuruh sama mama?" jawab Tessa.
Reygan yg mendegar itu pun langsung memalingkan muka datar yg menyeramkan itu,tatapan mata yg tajam sangat jelas terlihat oleh mata Tessa.
" dasar pria arogan?" batin Tessa.
Tessa pun memberanikan diri untuk melangkahkan kaki nya kekamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.tiba tiba terdengar suara Reygan yg menghentikan langkahnya.
"mau kemana kamu?
"ah...a-ku mau ke kamar mandi kak?" jawab Tessa.
"jangan bertingkah seperti pemilik rumah disini? karna kamu bukan siapa siapa sama sekali?" jelas Reygan dengan tatapan tajam ke arah Tessa.
Tessa yg mendegar itu tiba tiba dadanya terasa sesak.
" apa maksud pria arogan itu?" tanya nya pada diri nya sendiri.
"apa maksud tuan?"
"jangan pernah bertingkah sebagai nyonya muda Reygan degantara mikenciel, karna kamu tidak cocok menyandang status itu," jawab Reygan dengan dingin.
"maksud tuan apa? bukankah aku istri tuan? knp tuan berkata begitu terhadapku?" tanya Tessa lagi.
__ADS_1
"karna aku sudah memiliki kekasih,kita sudah lama menyalin hubungan tapi karna papa tidak pernah menyetujui hubungan ku itu?"jawab Reygan datar.
"terus knp tuan,menerima perjodohan ini?
karna aku tidak bisa menentang keputusan papaku,
"terus knp kamu semudah itu menerima perjodohan ini?
"aku yg hanya menunggu kata penolakan dari kamu, tapi tidak disangkah kamu malah muda menyetujuinya?" kata Reygan lagi.
"knp tuan, tidak memberitahukan pada ku waktu itu ? aku bisa menolak seandainya aku tahu kalau tuan tidak menginginkan semua ini?" jawab Tessa lagi.
"jadi kamu sudah tau,maka jangan pernah menganggap pernikahan ini seperti umunya.
"karna aku sama sekali tidak menganggap kamu sebagai istriku,jangan mencampuri urusan pribadiku?"jawab Reygan penuh dengan penekanan.
jawaban itu mampu membuat Tessa diam mematung sungguh diluar dugaan nya.
dia kira pernikahannya akan bahagia walau pun dia tahu dia dan Reygan tidak saling mengenal,tapi apa yg dikatakan mama Desi membuat ia waktu itu tambah lega dan menyetujui pernikahan ini.
"terus aku bagaimana tuan?" tanya Tessa
" terserah kau tapi jangan pernah memberitahukan mama dan papa mengenai hal ini,kita simpan berdua kesepakatan ini?" jawab Reygan dengan menatap ponselnya.
"didepan orang tua kita,kita jalani pernikahan ini seperti pernikahan pada umumnya?" jawab Reyhan.
"tapi bagaimana kalau mama dan papa tau, apalagi kalau orang tua ku mengetahuinya?" tanya Tessa
"maka dari situ kamu harus memainkan peran mu cukup baik!" seru Reygan.
"khm, baiklah," jawab Tessa.
kemudian Tessa pun melangkah kan kembali kakinya menujuh kamar mandi,ia tampak kecewa dengan perkataan Reyhan.
Reygan yg memperhatikan tingkah Tessa hanya menyunggingkan bibirnya,ia sma sekali tidak menghiraukan rasa sakit dan kecewa gadis itu.yg terpenting dia bisa menjalin hubungan lagi dengan kekasihnya.
"ini baru permulaan?" batin Reygan.
karna Raygan sudah membersihkan diri terlebih dahulu,dia pun melangkahkan kakinya menuju ke meja makan,terlihat mama dan papa nya sudah menunggu kedatanganya.
"sayang kemarilah!" panggil mama Desi kearah putranya. ia merangkul lengan putra kesayangan nya itu.
"Tessa mana nak kok nggak turun?" tanya mama Desi.
"dia masih mandi ma,munkin sebentar lagi dia turun?" jawab Reygan.
sementara papa Morgan hanya diam,dia sama sekali enggang untuk menyapa putranya.
semenjak pertengkaran waktu itu membuat nya kecewa pada putranya nya. papa Reygan hanya fokus pada ponselnya.
begitu pun dengan Reygan ia juga enggang menyapa papanya, iya juga kecewa dengan keputusan papanya.
tiba tiba terdengar suara langkah kaki menuruni tangga, ya itu adalah Tessa. Tessa tampak segar setelah membersihkan tubuhnya,kecantikan alaminya tampak terpancar dengan jelas.
"nak silahkan duduk!" kata papa Morgan.
" sini sayang, kamu duduk dekat suami kamu ya nak!" jelas mama desi.
"makasih ma,"
mereka pun menyantap makan malam mewah itu.
setelah acara makan malam usia mereka pun meninggalkan ruangan tersebut dan kembali beristirahat kekamar masing masing.
__ADS_1