
semua anggota keluarga telah berkumpul bersama dan siap menyantap makan malam.keluarga yg harmonis,saling mendukung dan saling menyayangi tidak membedakan anak dan menantu nya.
"nak kapan reygan datang? knp sampai hari ini ia tidak datang juga? apa kamu memiliki masalah DNA menyembunyikan nya dari Oma?" tanya Oma Abul menatap mata Tessa dalam dalam.
"khem..., nggak kok Oma,munkin kerjaan kak reygan tidak kelar kelar juga sehingga ia tidak bisa datang," jawab datar.iya tidak ingin Oma nya curiga tentang hubungan nya dnegan suaminya.
"iya benar Oma,menantu aku tuh sangat sibuk,jadi kami sebagai orang tua harus memahami itu karna sudah menjadi tanggung jawab reygan sebagai pemilik perusahaan itu," ucap papa brama sambil menimpali perkataan Tessa.
"apakah kalian berbohong padaku?" tanya nya.
"Oma, sudah dulu ya,kita makan dulu baru menceritakan kembali Maslah ini!" seru Wendah pada Oma nya.
Tessa,hanya diam dan menundukan kepalanya iya tidak ingin membohongi Oma nya tapi ia juga takut kalau Oma nya nanti sedih.
begitu pula dnegan om Irwan juga Tante Mery mereka hanya diam karna tidak tau apa pun tentang Maslah keluarga adik nya.
setalah makan malam usai mereka berkumpul sambil menonton tv.diatas meja tersedia banyak kue juga beberapa minuman.mereka saling tertawa bersama,sehingga mereka semua terkejut dnegan pertanyaan Oma Mira pada Wendah.
"wendah jelaskan sekarang juga!" seru nya sambil meninggikan suara nya.
"maaf Oma,tapi aku tidak ingin menceritakan ini karna takut Oma nanti jatuh sakit," jawab Wendah.
"nak,buat apa menyembunyikan Maslah itu,sampai kapan Tessa akan menyimpang masalah ini? kau tidak boleh menyembunyikan itu semua dari Oma? Oma mohon ceritakan lah sekarang padaku!
"tapi Oma,aku tidak ingin Oma kecewa padaku Karan telah gagal dalam rumah tanggaku," ucap Tessa sambil terisak.
Oma Mira langsung menghampiri cucunya tersebut,iya menenangkan tessa dalam pelukannya.
__ADS_1
"nak Oma tidak ingin kamu terus seperti ini,Oma ingin kau bahagia nak,tolong ceritakan Maslah ini pada Oma,.
"Oma janji dulu sama Tessa,Oma jangan sedih atau pun marah, oke," kata Tessa.
"khem iya nak,Oma janji.
"sebenarnya aku dan suamiku sudah berpisah Oma,kami memutuskan untuk bercerai karna tidak bisa saling mencintai, apalagi dia memiliki seorang kekasih yg sudah bersama nya 2 tahun.itu yg membuat kak reygan tidak bisa mencintaiku,lagi pula aku tidak ingin membuat kak reygan menderita dan juga tertekan Karna diriku.apa Oma tahu aku sudah merusak hubungan mereka,aku sudah membuat kakak reygan tambah membenciku karna menerima perjodohan itu.
"aku tersiksa dengan perasaan ku sendiri, walaupun aku tahu bahwa aku sangat mencintai nya, tapi aku juga tidak boleh egois dan memaksanya terus bersama ku.karna dihatinya cuma ada nama kekasihnya,bukan diriku",jelas Tessa dnegan air mata yg terus menetes,mama dan papa nya tidak bisa melihat Anak nya menagis.merka juga ikut merasakan sakit yg dirasakan oleh anaknya.brama dan Wendah langsung merengkuh anak nya masuk kedalam pangkuannya.iya tidak tega melihat anak nya menderita seperti itu.
"maafkan kami nak,karna kami yg membuat mu menderita.aku ingin kau memaafkan kami,aku mohon lupakan lah masalah ini nak. papa mohon jangan terus. seperti ini nak," iya menagis sejadi jadinya karna kebodohan nya tidak memikirkan masa depan anaknya.
"papa dan mama tidak bersalah sama sekali,akulah yg bersalah Karana tidak bisa membuat suamiku mencintaiku.
kemudian tessa pun langsung mendongak kan kepaknya menatap papa dan mamanya bersamaan.
"pa, ma aku hanya ingin kau menyayangiku,Ku ingin jangan meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini.
kemudian Oma, Irwan, juga Mery langsung memeluk pula Tessa.mereka berpelukan bersama saling menyemangati.
"kalau begitu aku ingin istirahat dulu, aku mau menenangkan diri dulu," kata tessa.kemudian iya langsung melangkah menuju kamarnya.
dikamar iya langsung membuka sebuah laci kecil dan terdapat bingkai foto pernikahan nya dnegan reygan,iya membawa foto tersebut kemana pun iya pergi.bila iya merindukan reygan,dia akan melihat foto itu.
"kak,aku sangat merindukan mu,apa kakak tidak merindukan ku? knp kakak tidak menyusul ku kemari? kapan cinta ku terbalas kan kak," batin nya iya pun bersandar di ranjang nya,memeluk dan mencium foto laki laki tersebut.
sementara Oma,papa Brama,Wendah dan juga Irwan beserta istrinya.merka hanya terdiam masing masing mereka memikirkan nasib Tessa.
__ADS_1
"Brama kenapa kau menyembunyikan Maslah ini pada Oma? apa ini alasan nya kalian berpindah kemari,karna hanya ingin Tessa melupakan Maslaah itu?" tanya Oma dengan nada lembut.
"maaf Oma bukanya kami menyembunyikan nya,tapi kami hanya takut Oma nanti kepikiran soal itu,haid kami memutuskan untuk tidak memberitahukan nya pada Oma," jawab Brama datar.
"kenapa kalian membuat cucuku menderita? demi ke kebahagian kalian rela membuat anak sendiri menjadi korban karna ke egoisan kalian,"ucap Oma kecewa.
"Oma tenang dulu,munkin ini Memang takdir Tessa,dia diberikan cobaan oleh Allah karna ingin mengetahui sampai mana ia bisa bertahan dengan ujian ini," kata Irwan menasehati Oma nya.
"ya Oma mas Irwan benar,munkin ini slah satu jalan kebahagiaan untuk Tessa," jawab Mery
"khem baiklah,semoga saja ini adalah salah satu jalan untuknya menuju kebahagiaan,Oma hanya mengandalkan yg terbaik untuk cucu cucu oma,aku harap Rendy nanti juga tidak salah jalan seperti Tessa.
"doakan saja Oma,semoga keluarga kita selalu dikaruniai kebahagian dan juga rezeki dan yg paling penting kita saling menyayangi," kata Wendah.
kalau begitu Oma istirahat dulu," kata Oma sambil meninggalkan mereka yg tengah berbincang.
mereka memperhatikan Oma nya sampai depan pintu kamar nya.iya melihat Oma nya cukup kecewa dengan nasib cucunya.
"kakak aku harap nenek tidak memikirkan hal ini?aku takut Oma sakit Karna?" kata Wendah pada Irwan kakak nya.
"tenang lah aku tahu kok sifat Oma bagaimana,walau pun iya memikirkan hal itu tapi aku yakin Oma bisa melupakan hal ini secepatnya.
"semoga aja kak," singkat Wendah
"kalau begitu kita istirahat dulu! kalian pasti capek kan dari kebun tadi?" tanya Mery.
"ya kalau begitu istirahat yuk,besok baru kita lanjutkan perbincangan ini,"kata Wendah sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
"hahahha...,tawa Mery dan juga Wendah bersamaan.
kemudian mereka pun masuk ke kamar masing masing beristirahat. rumah tersebut kembali sunyi kembali.hawa dingin dan sejuk membuat semua orang di rumah tersebut tertidur dengan sangat nyenyak.