
Alex memasuki gedung tersebut dengan wajah yg masam.iya langsung masuk keruangan reygan dan langsung menghempaskan tubuhnya di sofa di ruangan itu.
"Hem benar benar apes hidup gue,katanya sambil bersandar disofa tersebut.
reygan yg melihat itu hanya diam cuek dengan arogan nya.iya memang orang nya begitu.dingin dan cuek.
"brooo,apa kau tahu tadi aku bertemu dnegan wanita itu lagi!" serunya.
"siapa yg kau maksud? apa Aqila?" tanya reygan dingin.
"ya,aku bertemu dia di restoran WEBe. dia bersama dengan anak kecil itu,"
"terus kenapa kau ceritakan padaku,aku tidak ingin mendegar nama wanita itu lagi! jadi tolong jangan mengganggu konsentrasiku Alex!" seru nya dengan membentak.
"baiklah tuan reygan degantara mikenciel.
"kalau begitu aku kembali ke ruangan dulu!" masih ada yg perlu aku urus berkas yg belum kau selesaikan itu!" seru Alex pada reygan dengan suara lemah.
"kenapa dnegan dia? apa dia mulai menyukai Aqila," batin reygan.
2 bulan berlalu,Tessa hari ini akan mengontrol kandungan yg terakhir kalinya.karna usia kandungan nya sekarang sudah mencapai usia yg 9 bulan sebentar lagi ia akan melahirkan.
selama dua bulan itu reygan dan Tessa sma sekali tidak berkomunikasi.reygan yg benar benar sibuk sehingga tidak sempat untuk memberikan kabar pada Tessa.
ia Sampai didepan rumah sakit dan langsung masuk kedalam ruangan dokter kandungan.
"assalamualaikum dok,"sapa tessa.kemudian masuk dan duduk di depan dokter wanita itu.
"waalaikummussalam,
"bagaimana sekarang nyonya,apa sudah tidak ada keluhan lagi?" tanya dokter tersebut.
"sudah tidak ada lagi dok,"
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau begitu silahkan berbaring nyonya!"
kemudian Tessa naik dan berbaring di tempat pembaringan tersebut.dokter langsung memeriksa kesehatan bayi nya.
"Alhamdulillah kondisi anak nyonya,sehat dan juga sangat ganteng,memiliki hidung yg sangat mancung!" seru dokter tersebut dengan tersenyum ke arah Tessa.
Tessa yg mendegar detak jantung anaknya pun terharu,iya sedih bercampur bahagia.ia bahagia karna sebenar lagi iya akan menjadi seorang ibu,dan yg membuat iya kecewa,karna anaknya harus lahir tanpa seorang sosok ayah yg melihatnya.
"nyonya kelamin anak anda laki laki,kenapa suami Anda tidak menemani untuk melihat kondisi anaknya?"
"Hem maaf dokter suami saya lagi sibuk,iya mengurus perusahaan nya di Jakarta.
"kalau begitu silahkan bangun Bu,munkin perkiraan sya mungkin seminggu lagi ibu akan melahirkan atau bisa saja nanti,ataupun besok," kata dokter tersebut.
kemudian Tessa pun berterima kasih kepada dokter kandungan itu.iya keluar dari gedung luas itu.menaiki mobil dan singgah di toko perlengkapan bayi untuk mempersiapkan semua perlengkapan nya untuk melahirkan nanti.
ia memilih beberapa pakaian bayi.mulai dari sabun,dan wewangian.iya memilih banyak baju yg imut untuk anak nya yg akan lahir sebentar lagi.setekah selesai iya langsung keluar dan menaiki kembali mobil nya dan pulang kerumah.
dirumah ia tidak menemuka siapa pun munkin Karana mereka semua pergi ke perkebunan.jdi iya hanya memutuskan untuk langsung kekamar saja,iya mengeluarkan semua perlengkapan yg ia beli dan menyusun di lemari tempat bayi yg ia sudah siapkan.
hari sudah menandakan sore,iya segera turun dan memasak untuk keluarga nya.setelah semuanya selesai,terdengar mobil om Irwan yg tengah terparkir di halaman depan.tessa yg menunggu kehadiran om nya dan juga Tante Mery hanya menunggu mereka di ruangan makan.
"hey nak,apa yg kau bikin disitu? kenapa kau duduk? kenapa tidak istirahat saja dikamar!"ucap irwan
"iya syang kamu nggak usah repot-repot r masak untuk kami,lagi pula Tante kan bisa masak setelah pulang dari kantor," kata Tante Mery.
"nggak papa lah Tante,sekali kali cobai masakan Tessa,lagi pula aku juga penat hanya duduk dan baring saja di kamar,aku bosan selalu sja tinggal dikamar tanpa melakukan pekerjaan apa pun,"katanya sambil tersenyum malu.
"ponakan om memang sangat pandai berbicara ya,kau sama sekali masih terlihat gadis belia yg belum menikah tapi nyatanya kau sudah mau jadi ibu sja," kata om Irwan sambil bercanda pada Tessa.
"kan aku memang masih mudah lah om,aku nya aja yg terlalu cepat untuk menikah, sehingga hamil sekarang,sebenarnya aku juga belum siap dengan semua hal ini,tapi aku juga tidak ingin membuat anak ku membenciku karna ke egoisan ku ini.aku sangat takut harus melahirkan tanpa seorang suami di samping ku," katanya sambil cemberut.
Mery yg melihat itu langsung memeluk Tessa,iya memberikan Tessa semangat untuk tidak terus memikirkan hal itu.
__ADS_1
"sayang apa kau ingin anak mu baik baik saja? apa ku ingin anak mu lahir selamat?"
"ya pastilah Tante,aku menginginkan nya segera hadir dan menjadi penyemangat untuk ku.
"kalau begitu kau jangan pikirkan hal itu,karna apa kau tahu bahwa ibu hamil tidak boleh stres karna akan berdampak pada bayi yg ia kandung nanti.
"ya aku tahu kok Tante,"
ya udah aku dan om bersih bersih dulu ya sayang.kau naik lah dulu istirahat dikamar! nanti kalau Oma juga kak Brama dan Wendah datang baru Tante akan memanggilmu di kamar," kata Mery.
"baiklah Tante kalua begitu aku ke kamar dulu,lagi pula aku juga ingin mandi terlebih dahulu," jawab nya datar.
semua nya sudah berkumpul di ruangan makan,dan setelah selesai mereka langsung pergi duduk dan berbincang.
"nak,sebentar lagi kau akan melahirkan tapi kenapa suami mu sama sekali tidak menghiraukan hal tersebut?" tanya Oma
"Oma kenapa Oma menanyakan hal itu,bukan kah Oma sudah mengetahui Maslah rumah tangga ku!$ seru Tessa sedih
"iya aku tahu nak,tapi walau bagaimana pun dia seharusnya nmbertanggung jawab dulu Sampai kau melahirkan dulu nak,"
"Oma,tapi aku tidak menginginkan dia untuk kembali lagi padaku.lagi pula aku tidak kenapa kok Oma,aku terbiasa hidup sendiri dan juga mandiri.
"Oma,apa yg Tessa katakan benar iya tidak perlu menunggu suaminya lagi pula kan ada kau juga mama nya yg bisa merawatnya dan menemaninya melahirkan nanti.
"iy,tapi kan beda.terus kenapa kau selalu saja menyembunyikan menantu mu nak,bukankah seharusnya kau memberitahu ku kan,"tanya lagi.
"Oma bukanya kami menyembunyikan nya,tapi aku hanya takut Oma kecewa kalau sudah mengetahui menantu ku tersebut,"ucapan Brama dnegan sedih.
"untuk apa aku sedih,lagi pula aku hanya ingin mengenal nya bukan untuk mengisi nya,"
"Oma akan tahu sendiri nanti! tapi setelah Oma mengetahuinya jangan Oma kecewa dan membenci nya," kata brama sambil meninggalkan ruangan tersebut menuju kamar nya.
"Oma sudahlah,jangan selalu menanyakan hal itu karna itu bisa menyinggung Brama," kata Irwan pada Omanya
__ADS_1
kalau begitu Oma sekarang istirahat karna aku juga ingin istirahat sekaran.tessa sekarang kau istirahat lah nak sudah larut malam,tidak baik untuk ibu hamil terus begadang!" seru Irwan
kemudian Tessa dan Wendah langsung masuk ke kamarnya,begitu pun dnegan Oma.