
reygan sampai ditanah air setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh.
ia langsung menuju ke kediaman nya.ia tidka mengunjungi orang tuanya,mau Tessa terlebih dahulu.
karna kemarahan papa nya ia enggang menginjakkan kaki di Mension itu.iya akan menemui orang tua nya setelah semua masalahnya selesai.
"Lex kamu menginap disini dulu!
"khm sepertinya begitu brooo,karna jarak dari apartemen gue masih jauh," kata Alex.
"ya udah istirahat dulu sana! pasti kamu capek kan?"
"makasih brooo,atas pengertiannya,sambil tertawa mengejek ke reygan.
"tumben dia perhatian begitu,kayaknya ada yg tidka beres," batin nya
"ya udah gue istirahat dulu,soalnya gue capek banget.hingga beberapa menit laki laki itu pun tertidur.reygan yg melihat sahabatnya tertidur pun merasa lega.ia memutuskan untuk menelfon seseorang suruhannya.
"halo apakah kamu menemukan alamatnya?" tanya reygan.
"iya tuan,saya sudah menemukan alamatnya,dia sedang berada di rumah sakit FARMA.ia sedang menemani seorang anak kecil yg sekitaran umur 2 tahun.munkin itu adalah anaknya," jawab seseorang dari telfon itu.
"baiklah,"jawab singkat reygan.
reygan langsung menutup telfonnya.ia benar benar tidak menyangka seseorang yg sudah menemaninya selama 2 tahun ternyata sudah memiliki anak dibelakang nya.
"siapa anak itu? apa itu benar anaknya Aqila? tapi kapan dia punya anak? kenapa aku tidak mengetahuinya?"batin nya.
"sudahlah aku akan menemuinya besok,aku akan memperjelas masalh itu.
Tessa,hanya melamun dikamar nya,ia menatap langit langit dikamar tersebut.ia sesekali menyeka air matanya yg turun,ya...iya sedang menagis,rumah tangga yg ia harap kan tidka lah seperti impian nya bahkan suami idaman yg ia inginkan tidak lah seperti di hayalan nya.
"knp dengan diriku,apakah pernikahan ini akan berakhir seperti ini? apakah aku tidka berhak bahagia sama sekali? apakah aku harus menyerah dengan begitu saja?.tidak,aku tidka boleh menyerah begini! aku harus memperbaiki hubungan ini kembali.tapi bagaimana cara nya,aku Memang tidak menyerah tapi bagaimana dengan kak reygan,apakah dia mau mempertahankan pernikahan ini?.sementara aku jelas jelas mengetahuinya bahwa dia tidak lah mencintaiku", ucap tessa sambil mengelap air matanya yg turun.
"kak aku harap kakak membalas cintaku waktu itu,tetapi kakak malah menyetujui nya untuk bercerai.apakah kakak tidak menyesali perbuatan kakak malam itu.bahkan kakak sudah mengambil mahkota yg selalu aku jaga untuk suami ku kelak.walaupun aku tahu kakak berhak atas itu,tapi setidaknya kakak tidka melakukan nya padaku,karna kakak tidka mencintaiku," suara serak Tessa.
hingga tanpa ia sadari ia pun tertidur.
jam sudah menunjuk angka ke 18.30.itu pertanda malam hari telah masuk.tesaa yg baru terbangun dari tidurnya pun langsung. terbangun ia langsung mengambil wudhu terus sholat magrib.
__ADS_1
setelah sholat,ia langsung menujuh ke meja makan,matanya menangkap sosok kedua orang yg paling ia sayangi telah duduk menunggunya.
"malam ma,pa,kok mama nggak bangunin Tessa sih?
"mama nggak enak sayang,nanti mama ganggu istirahatnya," jawab mama Wendah.
"ya udah nggak usah saling menyalahkan begitu! maka aja lah dulu!"seru papa Brama sambil tersenyum ke arah istri dan anaknya.
kemudian mereka pun sarapan sambil saling bercanda satu sma lain.hal hal itulah yg membuat Tessa merasa nyaman dan selalu rindu dengan orang tuanya.sifay penyayang dan juga perhatian dari papa dan mama nya.
setelah selesai mereka pun menuju ruangan keluraga di rumah itu.ruangan yg cukup elegan dengan desain desain nya yg indah.
"nak kenapa kamu selalu terlihat murung akhir akhir ini? apa kamu memikirkan suamimu?" tanya papa Brama.
Tessa yg mendegar pertanyaan papa nya pun tersentak kaget.
"nggak kok pa,kata siapa Tessa selalu murung?" tanya nya.
"papa akhir akhir ini selalu memperhatikan mu nak, maka dari itu papa bertanya padamu.
" nggak kok pa," jawab datar.
"apa kamu mencintai suami mu nak?" tanya papa Brama.
Tessa,pun tambah terkejut,matanya membulat sempurna menatap ke arah papanya.ia pun langsung mengangkat bicara dengan sedikit gugup.
"N-nggak kok pa,pertanyaan papa tuh berlebihan! mana munkin Tessa jatuh cinta dengan laki laki cuek dan se arogan dia," jelas nya sambil sedikit cemberut.
"kan bisa saja nak, lagian kenapa kaget begitu,bukanya itu wajar karna nak reygan, itu suami mu?" kata mama Wendah.
"iya Tessa, tahu tapi Tessa tuh tidak mau terjebak dengan cinta segitiga ya kak reygan," kata Tessa sambil menundukan kepala.
"apakah dia masih menghubungi pacarnya itu?" tanya papa Brama dingin.
"aku juga nggak tahu sih pa,karna kata kak reygan dia tidka pernah menghubungi kak Aqila waktu hubungan kita waktu itu masih baik baik," jawab tesaa datar.
"itu berarti dia tidak menjalin hubungan lagi donk," mama Wendah ikut menimpali percakapan anak dan istrinya.
"iya mama, benar berarti dia mulai melupakan kekasihnya itu," kata papa Brama lagi.
__ADS_1
"kata siapa?" terus kenapa kak reygan mau menceraikan Tessa,apa itu tandanya dia tidak menjalin hubungan lagi dengan kekasihnya itu.
"bisa saja dia hanya ingin menentukan hatinya ya kan pa?" kata mama Wendah.
"iya...,iya, sudah lah jangan terus dipikirin nak,kalau kalian ditakdirkan untuk saling memiliki maka dari itu kalian akan bersama kembali," kata papa Brama
"ya udah kalau begitu Tessa ke kamar dulu ya pa,ma,soalnya Tessa masih capek.
"ya udah istirahat lagi sana!" seru mama wendah
"putri papa jangan begadang ya nak! jangan pikirin masalah itu lagi!"teriak papa Brama ke arah putrinya.
"iya pa...,jawabnya sambil teriak.
papa brama dan mama Wendah yg melihat pintu kamar anaknya tertutup pun melangkah juga menujuh kamar miliknya.
Tessa,yg sampai dikamar nya pun langsung mengambil wudhu kembali.ia melaksanakan kewajiban nya sebagian muslim. setelah sholat ia pun merebahkan tubuh lelahnya itu di kasur empuk miliknya.
"aku harus mendegar kata kata papa,tidka usah dipikirin nanti kalau kalian ditakdirkan saling memiliki maka dari itu kalian akan bersama kembali.
kata kata papanya membuatnya sedikit lega sehingga beberapa menit iya pun tertidur juga.
sementara di kamar.papa Brama sedikit gelisah melihat putrinya selalu terlihat sedih.bagaimana ia tidak panik anak semata wayang nya yg begitu sangat ia sayangi menderita karna dirinya.
kenapa ia baru menyesal setelah putrinya nya terluka,kenapa ia tidak memikirkan hal itu terlebih dahulu sebelum menentukan perjodohan itu.
"pa,papa kenapa kok mondar mandir sih? kenapa tidak tidur pa?" tanya istrinya.
"papa tidka bisa tenang ma, papa terus kepikiran dengan anak kita," jawabnya.
"nggak usah dipikirin pa,aku yakin mereka bisa menyelesaikan imasalh mereka sendiri,"jawab mama Wendah sambil mengelus ngelus lengan suaminya.ia menenangkan suaminya supaya tidak memikirkan hal itu.
"tapi ma,ini salah kita,karana kita anak kita yg terluka,"kata papa Brama dengan muka sedih.
"pa,mama kan sudah bilang mereka akan meyelesaikan masalh mereka sendiri. karna anak kita bukan lah anak kecil lagi,ia tahu cara mengatasi masalah nya sendiri," kata mama Wendah.
"ya udah kalau begitu kita tidur saja lah ma!" seru papa Brama.
"khem..,mama Wendah.
__ADS_1
mereka pun berbaring dan terlelap bersama.