
"apa yg kakak katakan benar? apa kakak tidak berbohong lagi padaku?" tanya Tessa sambil meringis kesakitan.
"ya aku datang karna mencintaimu,aku akan menemanimu disini sampai kau melahirkan anak kita," sambil mencium tangan Tessa,iya genggam tangan kecil itu dengan erat.
jam sudah menunjukan jam 03.00 sore,tapi masih dalam pembukaan lima.tesaa yg habis tenaga sehingga dokter menyarangkan untuk melakukan oprasi,karna ini bisa membahayakan ibu dan bayi nya.
kemudian Tess dibawa keruangan operasi.kemudina dokter segerah mengangkat tangan untuk menangani pasien nya.beberapa jam menunggu reygan dan semua orang tengah menunggu diluar dnegan khawatir,tiba tiba terdengar suara bayi yg berasal dari dalam ruangan oprasi tersebut.itu tandanya bahwa anaknya telah lahir.merka pun langsung tertawa DNA merasa lega.
"Alhamdulillah,sekarang kita menjadi nenek dan kakek juga," kata Desi pada suaminya.
"jeng sekarang kita sudah menjadi nenek,kita harus kompak untuk mengasuh cucu kita nanti?" kata Wenda dengan bahagia.
sementara Morgan dan Brama hanya duduk dan saling bercanda pula,entah apa yg mereka lakukan. mereka juga turut bahagia karna kelahiran cucunya.
kemudian pukul 08.00.dokter keluar dari ruangan tersebut.pertanda oprasi sudah selesai dan Tessa langsung dibawa ke ruangan pasien.semua orang tengah berbahagia sambil melihat wajah imut bayi laki laki tersebut.
"wajahnya sangat mirip dnegan ayahnya!" seru Oma
reygan yg mendegar itu hanya tersenyum saja iya menghampiri bayi tersebut dan menimang nya.
"sekarang aku tidak menyangka diumur yg maish muda sudah memiliki anak," katanya sambil mencubit pipi imut bayi itu.
"apa yg kau katakan nak,jelaslah kau punya anak karna sudah menikah,apalagi kalian sudah melakukan hal itu jadi bagaimana tidak jadi kalau begitu,"ledek Desi
"ish mama apa apa an sih membahas Maslah pribadi orang itu tidak baik.
"loh kan emang kenyataan nya begitu nak," sambil tersenyum.
"sudahlah ma kalau begitu aku keruangan Tessa sekarang! aku akan menjaga Tessa dulu.kalian tinggal lah disini menjaga cucu mu!" seru reygan kemudian melangkah menuju ruangan yg ditempati Tessa.
klek...,
pintu terbuka,tampak seorang wanita yg tengah berbaring di ranjang rumah sakit itu.mata orang tersebut memandang nya tanpa berkedip.
__ADS_1
"kenapa menatap ku begitu? apa kau tidak suka dnegan kehadiran ku disini?"
"apa yg kakak katakan,mana munkin aku tidak menyukai kedatangan mu.juatru aku merasa bahagia karna kakak telah datang dan menemani ku untuk melahirkan ," kata Tessa.
"Tessa,boleh kah sekarang aku tinggal bersama mu di rumah Oma,setelah kondisi kamu dan Anka kita Biak baru kita kembali lagi ke Jakarta!"
"tapi kak,aku belum siap untuk pergi bersama kakak,"jawab nya menunduk.
"kenapa? apa Kamu tidak mempercayaiku?"
"bukan begitu kok kak,aku hanya bekum siap saja untuk kembali ke Jakarta.lagi pula aku merasa aman tinggal di rumah Oma.
"Tessa,Sampai kapan kau akan terus menjauhkan diri dariku,Tessa apa kau sadar sekarang kita sudah memiliki anak dan aku tidak mau anak ku besar tanpa kelurga yg lengkap untuknya.
"terus kalau kakak mau anak kakak memiliki orang tua maka tinggallah dulu bersama ku dirumah Oma!" seru Tessa sendu
reygan yg mendegar itu pun tercengang,iya cukup merasa lega karna akhirnya Tessa mengizinkan nya untuk tinggal bersama di rumah Oma.
"apa kau yakin Tessa?
kemudian reygan dan Tessa saling berpelukan mereka bahkan saling mencium satu sama lain.
"mulai sekarang mari kita memulai hidup baru dnegan kehadiran bayi kita," kata reygan
"baiklah kak,"
Oma yg dari tadi ingin masuk langsung berdiri dan memperhatikan tingkah kedua pasangan tersebut.oma nampak lega karna cucunya kembali tertawa lagi.
"semoga kau bahagia nak,semoga kalian diberkati dan diberikan keluarga yg bahagia," batin Oma Mira.
kemudian iya mengetuk pintu dan masuk menghampiri reygan dan Tessa yg tengah berpelukan.tessa yg melihat kehadiran Oma nya langsung mendorong tubuh reygan ia terkejut dan takut karna Oma telah melihat dirinya dan reygan bermesraan.
"Oma,kapan Oma datang kemari? apa Oma melihat semuanya?" tanya nya dnegan cemas
__ADS_1
sementara reygan ia hanya tampak diam dengan arogan nya.tatapan tajam dan juga menyeramkan itu membuat Tessa juga cukup merinding,begitu pun dengan Oma mira.iya takut melihat ekspresi reygan yg menatap nya dnegan tatapan yg dingin dan tajam.
"kalau begitu Oma keluar dulu ya nak,semoga kua lekas membaik supaya segera pulang kerumah," sambil mencium kening putrinya kemudian meninggalkan tempat itu.
"sungguh menyeramkan ternyata menantu Brama itu," batin nya walaupun iya cukup mengenal reygan tapi setelah ia mengetahui bahwa reygan ternyata salah menantu kemudian sikap Oma mau pun reygan tampak berubah dan terlihat tidak saking mengenal seperti biasa nya.sikap yg lembut dan sopan ya tiba tiba berubah menjadi dingin dan menakutkan.
"kakak kenapa menatap Oma seperti itu? apa kakak tidak takut Oma marah?setau aku kau dan Oma begitu akrab setelah kau bertamu di rumah kami",tanya Tessa pada reygan.
"Hem, itu karna kami masih saling mengenal dan aku adalah salah satu pembeli hasil perkebunan nya.taoi sekarang dia tau kalau tenyata aku adalah suami mu dan ia sering menceritakan padaku mengenai hal itu,bahkan ia sering mengatakan kalau suami cucunya itu tidak bertanggung jawab,ia juga menyuruh aku untuk menikahi mu,"jelas reygan.
"akh...apa itu benar,Oma mengatakan padamu begitu?" tanya nya .
"khem,
"sudahlah tidak perlu dipikirin lagi pula sekarang Oma sudah tahu,biarkan ia kecewa dan membenciku.
"Oya bagaiamna sekarang perasaan mu? apa kau sudah merasa baikan sekarang?" sambil mengusap ngusap pucuk kepala istrinya.
"kak kapan aku bisa bertemu dnegan bayiku?
"munkin sebentar lagi ia akan dipindahkan disini,lagi pula anak kita masih dalam pemeriksaan,"kata reygan.
"apa kakak bahagia bertemu dnegan bayiku?" tanya nya sambil menatap dalam mata reygan.
"maksud mu apa Tessa! pastilah aku senang Karna anak ku lahir dengan sempurna dan juga sangat tampan seperti diriku," munkin saat mau mengandung kau pasti selalu mengingatku bukan,karna wajah anak kita sangat persis dnegan wajah ku,bahkan kata mama aku adalah kembaran anak kita.jawab nya sambil bercanda.
Tessa yg mendegar itu pun langsung mendorong wajah tampan reygan.
" hahaha...,kakak tuh terlalu kepedean,"kata siapa aku selalu memikirkan mu,aku tuh hanya memikirkan kakak setiap saat tapi bukan memikirkan ketampanan atau pun kekayaan kakak,melainkan aku memikirkan bagaimana bisa aku dipertemukan dengan laki laki arogan dan seberangsek kakak.
,"jawabnya sambil tertawa.
"ya sudah lah kamu istirahat lagi karna munkin besok pgi kita akan pulang!"
__ADS_1
kemudian Tessa beristirahat ditemani reygan disampingnya.sementara orang yg lain sednag berada menjaga bayi Tessa.