
## Selamat Membaca ##
Terimakasih sudah mampir di cerita saya. ini cerita pertama saya. Mungkin masih banyak kesalahan. mohon dukungan nya. bisa lewat Komen ya...
dan jangan lupa tinggal kan jejak. pastikan 👍❤ dan tentu nya Komen..
thanks....... 😊
sebentar lagi kapal yang di tumpangi sasha dengan kedua orang tua nya. lebih tepat nya paman dan nenek sasha, sampai di pelabuhan tanjung perak surabaya.
ya... tujuan mereka adalah kota surabaya. tempat yang di janjikan paman. sebuah panti asuhan. yayasan panti asuhan yang di kelola oleh keluarga jauh paman.
mereka berniat akan menitipkan sasha di sana. berharap dengan begitu sasha bisa mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
paman tidak perlu lagi memikirkan pendidikan dan masa depan sasha. dan bisa lebih fokus pada pendidikan anak paman sendiri.
ayah sasha sudah meninggal di usia sasha yang k 2 th. beliau menitipkan dan mewasiatkan tanggung jawab untuk sasha kepada kakak kandung ayah sebelum menghembuskan nafas terakhir nya.
" sha... bangun nak, kapal nya sebentar lagi sandar. kamu siap-siap dan pastikan tidak ada barang yang tertinggal di atas kapal" kata paman udin.
ya... nama paman sasha adalah paman udin.
mendengar suara paman membangunkan, sasha terbangun dengan wajah yang terlihat kurang semangat. masih berat rasa nya meninggalkan kampung halaman. tempat nya di besarkan.
sasha berjalan tertatih- tatih menuju kamar mandi kapal. mencuci muka. menghilang kan kusut akibat tidur terlalu lama.
Sasha rifda nuhlisyah. nama yang cantik. secantik orang nya. walaupun usia nya masih belia. kecantikan sasha sudah bisa terlihat jelas.
umur nya sekarang 13 tahun. masih sekolah di kelas 2 smp. terpaksa harus pindah sekolah mengikuti arahan paman ke panti asuhan di kota surabaya.
menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman nya, di pulau kalimantan. menyebrang laut menggunakan kapal dengan jarak tempuh sekitar 20 jam, untuk bisa sampai tujuan. yaitu pulau jawa. tepat nya jawa timur.
sasha anak dari pasangan ibu rifda dan ayah nuhlisyah.
begitu lah yang sasha ketahui. sepeninggal ayah nya sasha di rawat dan dibesarkan sang nene, ibu dari ayah nya dengan biaya hidup di tanggung oleh paman.
kakek, orang tua dari ayah sasha mengalami stroke. akibat shock mendengar kabar kematian nuh. ayah sasha.
sehingga paman lah yang harus menjadi tulang punggung, menanggung semua kebutuhan keluarga.
terlebih lagi paman juga memiliki keluarga sendiri. istri dan anak yang juga harus di tanggung paman.
" paman, sha sudah siap. semua sudah sha pastikan tidak ada yang tertinggal "
sambil memasang tas di punggung nya.
sasha mencoba terlihat senang dihadapan paman. senang karna bisa mendatangi kota surabaya. kota besar yang menurut orang-orang kampung, betapa sangat bangga nya apabila bisa ke surabaya apalagi bisa tinggal di kota besar itu.
__ADS_1
" sha, mendekat lah ke paman. pastikan jangan ada jarak. dan selalu gandeng juga nene kamu. jangan sampai tangan kamu terlepas dari gandengan paman dan nenek "
" akan sangat banyak orang yang berdesakan saat keluar kapal. bahaya. paman takut kamu hilang. ini kota besar nak, jadi berhati-hatilah "kata paman udin mengeratkan genggaman tangan nya ke tangan sasha.
" iya paman, sha mengerti. sha pasti hati-hati "
dengan mempererat gandengan pada nene dan paman, sasha terus berusaha bisa menerobos keluar dari kapal. melewati kerumunan manusia yang mempunyai tujuan yang sama, bisa secepatnya turun dari kapal.
mereka berjalan sampai pada jalan di mana paman memesan taksi untuk di tumpangi menuju panti asuhan.
***
" paman, apa jalan ke panti masih jauh ??" kata sha. karna merasa sudah lama di taksi tapi belum ada tanda- tanda taksi akan berhenti.
" sabar nak, sebentar lagi. kamu coba lihat - lihat aja pemandangan di luar. bagus kan ?? nikmati saja. jadi perjalanan tidak akan terasa jauh "
paman menyemangati sasha. paman bisa melihat kondisi sasha yang sudah sangat kelelahan akibat berdesakan keluar dari kapal tadi.
ya...begitulah kalo naik kapal. beda hal nya dengan naik pesawat. tapi apa daya. kuasa uang lah yang berkuasa mutlak di sini. hehehehee...
( hayalan si miskin 😅😅😅.... mau enak, uang gak punya... ck..ck..ck. mimpi aja. kalo mimpi gak perlu uang. gratis )
" nak, kamu harus bisa betah di kota ini. karna kamu akan tinggal di sini."
nene akhir nya ikut bersuara kali ini. semenjak turun dari kapal. nene hanya diam. mengikuti apa yang di arah kan paman. tampa memberikan komentar apapun.
hanya saja sasha berusaha agar tidak terlihat sedih. hanya menyimpan nya di hati.
sasha sudah bertekad saat memutuskan untuk ikut dengan paman. bahwa sasha siap dan akan mengikuti semua apa yang telah paman arahkan dan tidak akan membantah.
sasha senang karna paman masih memikirkan masa depan nya dengan membawa nya ke kota besar untuk sekolah. setidak nya itulah yang di pikirkan sasha saat itu.
biarkanlah paman berpikir bahwa sasha sangat senang bisa di tinggal di kota besar. seakan itu adalah suatu prestasi yang tidak semua orang kampung bisa.
" iya nek, sasha mengerti."
mencoba tersenyum walaupun masih terasa ada kesedihan di hati nya.
" nak, kamu harus bisa menyesuaikan diri di sini. ini adalah kota besar. dan akan sangat jauh berbeda dengan kehidupan di kampung." kata nene lagi.
" nenek tenang saja. sha bisa kok membawa diri di sini. menyesuaikan bahwa di sini bukan di kampung sha."
sha meyakinkan nene
" begitu juga dengan sekolah nak, karna akan beda pula dengan di kampung, belajarlah lebih giat lagi. walaupun di kampung kamu terus bisa juara kelas dari SD, tapi di sini saingan nya beda nak."
paman ikut memberi nasehat.
" iya paman, sha mengerti. sha akan berusaha agar paman bisa bangga sama sha. dan tidak sia - sia membawa sha ke sini."
__ADS_1
sasha mencoba meyakinkan paman.
sasha adalah anak yang tergolong berprestasi di sekolah nya di kampung. dari SD sampai SMP sha adalah anak yang aktif di berbagai kegiatan di sekolah. juga selalu bisa mendapat kan juara kelas. suatu kebanggan untuk sasha sendiri.
walaupun di keluarga nya itu hal biasa. tidak terlalu harus di besar - besar kan. toh anak yang lain juga banyak yang berprestasi. biasa saja...
tidak harus mendapat kan tanggapan yang berlebihan.
mereka tidak menyadari bahwa penghargaan dari keluarga adalah kebahagian tersendiri bagi sasha.
sejak kecil kurang mendapatkan perhatian dari keluarga. mencari perhatian lewat prestasi pun masih belum di anggap. seolah sasha hidup sendiri tampa keluarga.
ya.... sudah lah. begitulah ada nya. anak yatim piatu. anggap aja begitu. toh walaupun masih ada ibu, juga tidak di anggap. apa beda nya dengan yatim piatu...
begitulah sasha selalu memposisikan diri nya. walaupun umur nya masih sangat mudah. 13 tahun. tapi keadaan yang memaksa untuk bisa berpikir lebih dewasa di umur nya masih belia.
mencoba agar tidak memperlihatkan kesedihan. bisa terlihat tegar, ceria dan bahagia. berfikir positif aja. lagian, apa pun yang sasha lakukan tidak akan merubah keadaan kan. jadi jalani aja....
" akhir nya sampai juga...... ayo turun, mereka sudah menunggu kita. paman sudah menelpon tadi. sudah mengabari mereka "
kata paman sambil mengeluarkan ongkos taksi dari saku celana nya.
" sampai juga... apa ini panti nya udin."
nene bertanya pada anak laki - laki nya.
udin adalah anak sulung nene. anak nene ada 3. paman udin, ayah dan tante inab. tentu nya tante inab tidak bisa ikut karna harus mengurus anak suaminya di kalimantan.
" iya mak... ini panti nya. kita langsung masuk aja. mereka sudah menunggu kita." kata paman udin
" sha... bersikaplah sopan di dalam nanti." paman menasehati sasha.
" iya paman. sasha mengerti. paman jangan kawatir ya. sasha tidak akan membuat paman malu. sasha akan bersikap baik seperti yang selama ini di ajarkan nenek ke sasha..."
sasha kembali meyakinkan paman udin. agar tidak perlu kawatir akan sifat sasha nanti nya kepada pengurus panti. sasha anak yang cukup pintar untuk membawa diri. agar tidak membuat malu orang yang sudah membawa nya.
" ayok......." kata paman lagi.
berjalan menuntun sasha dan nene berjalan masuk ke panti.
***
di sini lah sasha melangkah kan kaki nya untuk memasuki panti asuhan. tempat yang nanti nya akan sasha tempati. sampai kapan.....?! entah lah.... mungkin sampai sasha sukses nanti. hanya Allah lah yang tau. yang penting sudah berusaha. hasil serahkan sama yang Kuasa.
###..terimakasih..###
bersambung....
__ADS_1