Takdir Dan Cinta Sasha

Takdir Dan Cinta Sasha
13. Tentang Mufti


__ADS_3

## Selamat Membaca ##


jangan lupa tinggal kan jejak. pastikan 👍❤ dan tentu nya Komen..


thanks....... 😊😊😊


***


setelah keluar dari ruangan bapak.. aku hanya bisa terdiam. aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. kata nikah aja sampai aku lupa apa arti nya. aku harus nikah sama kakak..? apa arti nya..?


tidak mungkin kan antara aku dan kakak menjadi istri dan suami....


'arrgh..... apa- apaan ini.


kulirik ke arah kakak. dan kakak pun sama. hanya diam. tampa reaksi dan ekspresi.


diam, datar dan dingin...


ohh.. tuhan ada apa lagi ini. dan aku bisa apa, aku hanya mampu berontak dalam batin.


" ya sudah... kamu naik ke kamar mu. siapkan apa yang perlu kamu siap kan sesuai yang di kertas ini. bawalah kertas nya. kakak sudah hafal isinya."


kakak menyerahkan kertas yang di berikan bapak tadi kepadaku.


" kamu gak usah mikir yang macam- macam. santai aja.. nanti kita bahas lagi. cepat siapkan trus istirahat. tidurlah cepat" kata kakak lagi


tampa menjawab, aku hanya bisa menganggukan kepala.dan berjalan ke arah asrama kamar cewek. meninggalkan kakak di tempat tadi.


kakak masih mengawasi ku sampai aku masuk ke kamar ku.


sampai di kamar, ku siapkan semua yang tertulis di kertas. kebetulan, KTP ku juga sudah selesai. kakak sudah mengurus nya sebulan yang lalu. kakak menguruskan KTP untuk ku agar aku bisa melamar pekerjaan setelah ijasah SMA ku keluar.


dan ternyata terpakai untuk melengkapi keperluan pengajuan permohonan nikah ke KUA.


ku sisihkan data yang sudah aku kumpulkan ke dalam map. besok akan ku minta kakak mencek nya kembali.


ku rebahkan badan ku di atas kasur busa kesayangan ku. lampu kamar sudah ku matikan. anak- anak yang lain sudah tertidur semua sepertinya. hanya aku yang gelisah. kenapa sulit sekali tertidur. biasanya aku tidak sanggup kalo harus di minta bergadang. ketemu bantal di jam seperti ini, aku pasti akan langsung berlayar ke dunia mimpi. tapi malam ini mata ku sangatlah kering.


apa kakak juga merasakan hal yang sama.. apa kakak sekarang sudah tidur nyenyak atau sama kayak aku yang gelisah...


aku hubungi aja ya kakak..? tapi kalo kakak sudah tidur, berarti aku ganggu kakak. bingung....bingung....... masa aku hanya bisa ngomong sama diri sendiri. monolog sendiri.


menghubungi damar juga gak mungkin.


di kalimantan ini sudah tengah malam banget. jam tidur terenak.

__ADS_1


di surabaya jam o1.20 berarti di kalimanta jam 02.20... pasti damar sudah damai di alam mimpi nya..


## pov mufti


malam ini adalah malam yang sangat mengejutkan. pernyataan bapak tadi lah yang mengejutkan. kenapa mendadak jadi harus di nikahkan. bahkan waktu nya pun sudah di tentukan dan besok harus langsung ke KUA.


aku kasian melihat sasha. di sini sasha lah yang sangat shock dan seperti nya sangat sulit menerima nya. aku takut sasha kembali tertekan.


aku tau sasha sudah punya pacar.. dan dia sangat menyayangi nya.. begitu pun aku. apa yang harus aku katakan ke mutia. tidak mungkin aku langsung katakan kalo aku menikah besok.


"aarrgh......sungguh membingungkan...


benar banget larangan untuk tidak pacaran. karna pacar belum tentu jodoh. ternyata ini lah kenyataan nya. jodoh datang saat kita punya pacar masing- masing...


bukan masalah bagi ku menerima sasha sebagai istri ku. selama ini aku memang sangat menyayangi nya. rasa sayang ku ke adek, tidak sulit bagi ku merubah menjadi rasa sayang ke istri. tapi yang menjadi masalah adalah sasha.. bisa kah dia juga merubah rasa sayang nya ke aku sebagai kakak menjadi rasa sayang ke aku sebagai suami.


ku siapkan semua berkas yang di perlukan. kusatukan ke dalam map. besok akan aku gabungkan dengan milik sasha.


sudah jam 01.20. waktunya tidur. harus istirahat karna besok kayak nya banyak yang harus aku kerjakan.


seperti nya jam se gini sasha pasti sudah tidur. mudahan besok dia tidak sedih lagi. besok juga akan langsung aku bawa ke rumah baru aja. gak mungkin kan habis nikah kami kembali ke panti ini lagi.


beruntung nya aku sudah punya rumah. walaupun masih kreditan. lebih baik lah... tidak mungkin kan aku tetap di panti.


kenapa bisa aku di sini sampai sekarang, adalah karena orang tua ku adalah salah satu donatur terbesar di panti ini. orang tua ku adalah sepupu sekaligus sahabat dari pak muth. tapi tidak ada yang tau kecuali pengurus panti aja.


aku pun tinggal di sini atas kemauan sendiri. aku senang tinggal di sini karna ramai. kebersamaan dengan anak- anak sangat aku sukai. apalagi semenjak ada sasha. aku semakin betah tinggal di sini.


orang tua ku bukan orang kaya... tapi kami memiliki beberapa puluh hektar tanah perkebunan di kampung. orang tua ku juga memiliki hotel kecil di kota kelahiran ku. serta beberapa butik dan rumah makan yang dikelola ibu ku...


setidak nya cukup untuk menjamin masa depan ku dan anak- anakku nanti. sedangkan aku hanya memiliki satu adik laki- laki. sekarang dia sudah lulus SMA. mungkin seumur sasha dan berniat melanjutkan kuliah nya di sini. mengambil jurusan kedokteran.


***


'arrrrgh... aku kesiangan


gara- gara tidur lambat kan akhir nya bangun nya siang. kayak nya aku lupa memasang alarm. ku lirik jam di dinding kamar.


jam 08.4o...


astaga benar- benar bahaya.... setelah sholat subuh tadi niat nya cuman tidur sebentar. berhubung tadi malam tidur nya sekitar jam3 malam. tapi ternyata kebablasan...


aku cepat- cepat masuk kamar mandi. mandi kilat. kemudian memakai pakaian sopan. celana kain dengan atasan kemeja... serta sepatu yang cocok dengan pakain yang aku pakai. hari ini berhubung ada urusan ke KUA aku ijin untuk tidak masuk kerja.


setelah siap aku langsung mendatangi asrama kamar cewek. sasha pasti sudah menunggu..

__ADS_1


' huh...huh....


capek.aku stabilkan napasku lalu ku lanjutkan mengetok pintu kamar cewek. sunyi...karna pasti yang lain sudah berangkat sekolah.


'tok...tok..tok..


"dek....!!!" ku coba panggil sasha.


" iya kak... tunggu.." sahutan di dalam kamar.


aku tersenyum, karna itu suara sasha. dan ku dengar suara nya biasa saja. berarti dia baik- baik saja. syukur lah...


aku kawatir dia akan sedih, dan menangis semalaman.


'cekrekk..


pintu kamar terbuka. sasha keluar dari kamar nya. dan langsung ku bawah ke kursih teras kamar.


kuperhatiakan sasha hari ini terlihat berbeda. ada yang berubah..


aku tersenyum kembali saat ku sadari, kalo kali ini sasha menggunakan hijab nya.


cantik.. manis.. dan terlihat sedikit dewasa.


sasha memang belum berhijab untuk penampilan nya sehari- hari. walau begitu, pakain yang sasha gunakan tetaplah pakaian yang panjang dan tertutup. semua baju sasha adalah baju longgar dan tangan panjang. cukup tertutup, cuman kepala nya saja yang masih di biarkan terbuka.


di panti, soal itu tidak terlalu dituntut. terlebih bagi anak yang masih kecil. asal pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian sopan dan tertutup sudah cukup. seiring bertambah nya umur. mereka akan menyadari nya sendiri. terbukti.. semua anak cewek yang sudah lulus sekolah dan keluar untuk bekerja, mereka sudah menggunakan hijab nya. tidak ada paksaan, melainkan kesadaran. dan itu lebih baik.


" ini kak berkas nya.. kakak periksa dulu. mungkin saja ada yang salah atau kurang, sebelum di bawa ke KUA " kata sasha mengagetkan ku.


" iya.. kakak ke sini niat nya juga mau periksa berkas kamu.. dan mumpung kakak periksa berkas kamu. kamu siap kan semua barang dan baju- baju kamu. dari KUA nanti kita akan pindah ke rumah baru kakak "


" hah.... langsung pindah..??! kakak punya rumah ??!"


aku hanya tersenyum melihat keterkejutan sasha. lucu dan menggemaskan sekali menurut ku. sudah lama sekali aku ingin mencubit pipi tembem nya. kalo saja aku tidak ingat dosa. walaupun dia adek ku.. tetap saja kami punya batasan.


" hemm.. sudah lama. itu masih kredit. sejak gaji kakak lumayan dan simpanan kakak juga sudah cukup buat DP, kakak langsung ambil rumah. kan gak mungkin selama nya kita menumpang di panti "


" oh... sha siap- siap dulu "


" iy.. jangan lama- lama"


senang banget rasa nya. sasha seperti nya sudah bisa menerima pernikahan dadakan kami. dia tidak brontak dan protes. bahkan sangat menurut..


semoga dengan sifat nya yang begini, akan lebih mudah untuk menuntun nya berlahan agar bisa menerima aku sebagai suami nya dan bukan lagi sebagai kakak nya...

__ADS_1


__ADS_2