
## Selamat Membaca ##
jangan lupa tinggal kan jejak. pastikan 👍❤ dan tentu nya Komen..
thanks....... 😊😊
***
jam 1 siang kami sampai di kantor KUA... kami pergi bersama om baim. suami tante alma.
di sana juga sudah ada pak muth, bu aji, dan tante alma terlebih dulu..
juga ada beberapa orang yang sebelum nya belum perna aku lihat.
" kalian sudah sampai..??! mendekat lah ke sini "
kata bu aji setelah melihat kami masuk.
" iya bu... sebentar saya antar dulu semua data mereka ke petugas. tadi kami sudah bicara. ini tinggal melengkapi saja " kata om baim
" muf, sha.. kalian duduk disini. sebentar lagi semua nya di mulai. bapak masih bicara sama teman bapak, yang nanti membimbing nikah kalian .." kata bu aji lagi.
setelah melihat kedatangan kami tadi ku lihat pak muth berjalan masuk ke salah satu ruangan di kantor ini dan ternyata beliau mendatangi teman beliau yang akan menikah kan kami.
rasa nya masih seperti mimpi. ku lihat ke arah sasha. tampak nya dia juga sama.
tampak dari wajah nya yang pucat. kelihatan sekali kegugupan nya.
' semoga semua akan baik- baik saja. ya tuhan kalo ini memang yang terbaik. bimbing dan tuntunlah kami..' doaku dalam hati
" muf, jangan menghayal.. apa yang kamu pikirkan " kata bu aji menyadarkan ku
" tidak bu.. saya cuman sedikit gugup saja " jawabku
" gak pa pa.. itu biasa.. semua juga akan gugup kalo mau nikah. bawah santai aja... ini cuman akad saja. nanti resepsi nya kalian bisa adakan di tempat orang tua kalian masing- masing. bapak sudah membahas nya bersama orang tua kalian"
kata bu aji
" iy bu.. saya sudah coba menghubungi ayah dari tadi malam. tapi tidak bisa. kata alif, ayah sama bunda ke kampung memantau perkebunan yang mau panen " jawab ku
" iy.. ayah kamu juga sudah bilang begitu ke bapak. dia ingin menyelesaikan urusan nya karna mereka mau ke sini. sekalian mengantar alif kuliah di sini "
kata bu aji
alif adalah adek laki- laki ku. kami 2 bersaudara... dia rencana akan melanjutkan kuliah nya di sini. melanjutkan cita- cita nya yang ingin menjadi dokter..
__ADS_1
## pov sasha
disinilah aku. di kantor KUA. tempat di mana sebentar lagi aku dan kakak akan di nikah kan.
masih terasa seperti mimpi.
aku masih bingung, kenapa kami harus di nikah kan... apalagi mendadak.
ingin menjelaskan, tapi apa yang di jelaskan. sedangkan aku dan kakak tidak merasa memiliki kesalahan sehinggah sampai harus di nikahkan mendadak begini.
hanya karna kami dekat?, itu pun sebagai adek dan kakak. hanya karna gandengan tangan?, siapa saja bisa. toh cuman sebatas tangan.
orang salaman saja pakai tangan.
tapi kalo karna kakak perna memeluk ku. itu pun hanya sekali dan tidak ada niat apa pun. hanya tidak sengaja, karna kakak yang ingin menghiburku. karna tangisan ku yang membuat kakak secara refleks memeluk ku. harus kah itu yang menjadi alasan kami harus di nikah kan mendadak.
" adek mufti, di minta masuk ke ruangan pak harun. di dalam sudah di tunggu pak muth dan pak baim. silahkan " kata salah satu karyawan kantor meminta kakak masuk ke ruangan yang dimasuki bapak tadi..
" muf, kamu sudah wudhu nak??, kalau belum berwudhu lah dulu sebelum masuk " kata bu aji
" belum bu.. saya harus wudhu di mana?? "
kata kak mufli
setelah kakak pergi tadi, tinggal aku sama bu aji berdua di ruang tamu. yang lain sudah ada di dalam ruangan pak harun. sedangkan tante alma, bersama saudara dari om baim. karna sekalian mereka juga mau mengurus nikahan dari keponakan anak om baim.
" bu.. apa akad nya di lakukan di dalam ruangan pak harun??" kataku penasaran
" iya nak.. akad sudah di langsungkan di dalam. kamu juga nanti di minta masuk kalau sudah selesai. kamu nanti tanda tangan buku nikah "
kata bu aji..
" bu, boleh kah saya tanya sesuatu ??"
" boleh... kamu mau tanya apa ??"
" kenapa saya sama kakak harus di nikah kan. bahkan mendadak begini bu ??"
ku tanyakan pertanyaan yang dari kemarin ingin sekali ku tanyakan. tetapi aku tidak punya kesempatan dan sekarang inilah kesempatan nya menurut ku.
" tidak mendadak nak... ini sudah lama di rencana kan. hanya saja menunggu sekolah kamu selesai dan umur kamu cukup untuk di daftar kan ke sini.
ibu sudah membicarakan semua dengan nenek dan paman kamu. mereka setuju dan sangat senang. karna kamu sudah ada yang menjaga dan menyayangi. bukan kah kamu sama mufti juga sangat dekat?? ibu dan bapak sudah tahu kedekatan kamu dan mufti, itulah kenapa ibu sama bapak menikah kan kalian " jawab bu aji menjelaskan.
" apa sebelum nya kakak sudah tau kalo kami akan di nikah kan?? "
__ADS_1
bu aji tersenyum mendengar pertanyaan ku...
kemudian beliau menggelengkan kepala.
" tidak.. dia sama kamu sama- sama baru mengetahui setelah di panggil bapak kemarin malam.. kalo soal waktu nya mendadak, mungkin iya.. karna bapak juga mendadak ada panggilan ke makasar untuk berapa bulan. kami akan ke makasar. urusan panti akan di pegang tante alma bersama om baim. kan ada tante mia juga di panti.
jadilah harus hari ini nikah nya.. malam ini ibu sama bapak berangkat ke makasar "
kata ibu menjelaskan
" tapi kan bisa setelah ibu sama bapak pulang dari makasar " tanya ku lagi
aku semakin penasaran. mumpung ada kesempatan, ku tanyakan semua apa yang ada dipikiran ku saat ini.
" kalo menunggu ibu sama bapak. kamu pasti sudah pulang ke kalimantan. kan sebentar lagi ijasah kamu keluar. jadi, sebelum kamu kembali ke kalimantan lah kami harus menikah kan kalian."
" tap...."
belum selesai pertanyaan ku berikut nya ke ibu.. karyawan yang memanggil kak mufti tadi mendatangi kami lagi.
" ibu sama adek sasha di minta masuk ke ruangan pak harun. akad nya sudah selesai. tinggal menandatangani buku saja. silahkan "
bu aji menuntunku dan menggandeng tangan ku masuk ke ruangan pak harun. di dalam ku lihat ada beberapa orang. semua nya laki- laki. ada juga yang tidak aku kenal.
" nak, duduk di samping suami kamu dan tanda tangani buku yang diatas meja..."
kata salah satu orang di sini. yang aku tebak mungkin yang bernama pak harun. karna beliau duduk di samping pak muth dan terlihat seumuran.
menurut informasi dari bu aji tadi, mereka adalah teman. bahkan sahabat.
tampa suara aku mendekat ke arah tempat duduk kakak tadi. mendekat ke arah orang yang katanya suami ku.
panggilan suami masih terasa lucu di telingaku.
selama ini aku menganggap kakak dan bahkan memanggil nya kakak. sekarang adalah suami aku..
oohhh....astaga ini mengejutkan sekali.
selesai ku tanda tangani beberapa lembar kertas. entah apa isi nya. aku tidak sempat lagi membaca nya. setelah nya bu aji mendekat ke arah ku dan kakak. membawa kotak kecil, yang ternyata isi nya adalah mahar emas yang di berikan kakak untuk ku. cincin sepasang dan kalung cantik.
bu aji meminta ku dan kakak memasang cincin dan kalung tadi. setelah semua selesai kami semua pamit pulang. karna ibu dan bapak juga harus istirahat dan siap- siap untuk berangkat ke makasar malam ini.
#.. Terimakasih ..#
bersambung...
__ADS_1