
## Selamat Membaca ##
jangan lupa tinggal kan jejak. pastikan πβ€ dan tentu nya Komen..
thanks....... π
***
Perjalanan menuju rumah baru mereka. sunyi tidak ada yang memulai pembicaraan.
tidak sasha, tidak juga mufti.
sama- sama bingung mau memulai dan membahas apa...
'biasanya berdua sama kakak biasa aja. kenapa kali ini rasanya gugup gini ya... mana nie jantung dag..dig..dug.. lagi ' batin sasha
'kok aku jadi gugup begini ya dekat sama sasha. kayak baru pertama aja bersama sasha. padahal, gak ada yang aneh. semua nya sama aja.. kok jantung aku rasanya kayak habis maraton gini ya..?' batin mufli
masih sama- sama saling lirik. entah kenapa jadi suasana nya mendadak dingin dan kaku.
" dek, kita belanja sekarang atau langsung ke rumah aja. di rumah belum ada apa- apa loh dek. tapi tadi kakak sudah menyuru orang sih untuk membersihkan rumah "
akhir nya mufti yang memecah kesunyian.
" pulang aja kak. ini sudah sore. sebentar lagi magrib. kita pulang magriban dulu. setelah itu baru kita belanja keperluan di rumah
" boleh... bagus juga tuch ide kamu. kita bisa istirahat sebentar. kita belanja di swalayan dekat komplek aja ya dek.. biar gak terlalu cape
" siaap kak"
" istri pintar.."
mendengar mufti menyebut istri, sasha kembali bete.. sasha begitu sensitif dengan 2 kata istri dan suami.
menurut sasha kedua kata itu menggelikan. dia merasa belum seharus nya menyandang gelar itu. masih terasa tabu dengan 2 gelar itu.
" kenapa dek...?? setiap mendengar kata suami dan istri kamu selalu cemberut begitu. kamu perempuan, kalo gak sekarang nanti nya kamu juga pasti akan menjadi istri atau karna menjadi istri dari kakak jadi kamu gak suka "
'hah....
apa maksud kakak.. apa kakak tersinggung. batin sasha
cepat- cepat sasha membantah perkataan dari mufti
" maaf kak.. maaf. bukan begitu maksud sha "
__ADS_1
" heemmm..." mufti cuman berdehem. bingung dengan sikap sasha.
" beneran kak.. sha senang karna kakak yang menjadi suami sha. itu berarti, sasha sama kakak tidak akan terpisah seperti yang sha takutkan "
" hemm... maksud kamu ??? "
" kak.. kok berhenti kak?. ini rumah kakak??"
bukan nya menjawab pertanyaan mufti, sasha mala balik bertanya
" bukan... ini rumah kita. ayo turun"
" yeee... maksud sha juga itu... dasar kakak "
" mau ngomel, atau mau turun... kalo gak, kakak kunci mobil nya.. biar kamu tidur di mobil aja.."
" emang tega....??!! istri tersayang di kunciin di mobil. kalo di culik orang gimana..?? istri kakak kan cantik. mau banget lah orang melihara "
" ohh... sudah di akui nie kakak jadi suami ??π€"
aish..tau ah... meladeni kakak gak ada habis nya. capek.. mau istirahat. batin sasha
dia meninggal kan mufti yang masih asik melamun di depan. emang apa yang di pikirkan mufti. entah lah hanya dia yang tau. bahkan author sendiri gak tau apa yang di lamunin sama si muftiππ
" aish.. kamu yang ninggalin kakak, mala kamu yang ngomel... belum sehari jadi istri uda gini dah "
π€π€bukan nya sadar. mufti mala menyalahkan si istri. bukan nya yang ngomel di sini si mufti ya...
ada- ada aja si pengantin baru...
" tau ah... capek. kakak tuh yang ngomol dari tadi. gak sadar juga... kakak tuh yang lebih sering ngomong dari pada sha"
sasha berjalan masuk ke rumah duluan. melihat rumah nya bagi sasha lumayan. bukan lumayan sih tapi bagus banget. rumah lantai dua.. dengan ukuran yang pas menurut sasha.
begitu masuk bisa langsung melihat dekorasi rumah yang cantik. ruang tamu tersambung dengan ruang nonton yang lumayan luas. ada 2 kamar tidur di bawah. kemudian meja makan dan dapur. di lantai ke dua juga ada 2 kamar bersebelahan. di sana juga ada ruang santai untuk menonton dengan sofa besar di depan meja tv.
sederhana tapi bagus dan pas. sesuai rumah impian sha. kecil, sederhana. sempurna lah....
" gimana..?? kamu suka?? rumah nya kecil sih, tapi hanya ini yang mampu kakak beli dari gaji kakak "
" suka.. suka banget malah "
" bagus lah kalo kamu suka. trus kamu mau sekamar sama kakak atau mau kamar sendiri. terserah kamu "
" emang boleh kalo sha di kamar sendiri ??"
__ADS_1
" kan kakak sudah bilang terserah kamu. asal bisa bikin kamu senang. jangan sampai pernikahan kita jadi beban buat kamu. kakak bebaskan kamu, apapun yang kamu mau. kakak cuman minta, kamu ingat status kamu, tanggung jawab kamu dan batasan kamu "
" iya kak. sha ngerti... terimakasih karna kakak sudah sayang sama sasha. mau mengerti sasha dan selalu ada buat sasha..." sasha memberanikan diri menatap mufti. ini pertama kali nya bagi sasha berani melihat dan menatap bola mata sang kakak.
sebelum nya hanya berani melihat muka mufti sepintas lalu menundukan kepala nya kembali. tapi hari ini sasha begitu berani.
" boleh sasha peluk kakak ??"
pertanyaan selanjut nya membuat mufti terkejut. gak menyangka sasha berani sejauh ini. apa karna sasha sudah sadar akan status nya. status kalo sekarang sudah tidak ada batasan antara kedua nya. batasan yang selama ini mereka jaga. dengan senyuman yang mengembang di wajah nya, mufti merentangkan kedua tangan nya. siap menerima istri kecil nya dalam pelukan hangat nya...
" tentu saja boleh.. kesinilah. tidak akan ada yang melarang kamu memeluk suami mu. kamu bisa memeluk ku sepuas mu"
sasha tidak bisa lagi menahan air mata nya... secepat kilat dia melompat masuk kepelukan suami tersayang. pelukan yang selama ini hanya menjadi mimpi nya. hanya mimpi. walaupun mufti selalu ada di saat kesedihan nya datang dan dia selalu menghibur dan menenangkan nya , namun pelukan yang di butuhkan sasha tetap tidak bisa mufti berikan.
berbeda untuk saat ini dan seterus nya. dia bisa merasakan pelukan ketenangan dari sosok yang selama ini menjadi malaikat nya. malaikat yang menjelma menjadi kakak dan sekarang berubah menjadi suami untuk nya.
" sha sayang sama kakak....sayang banget "
kata sasha masih dalam pelukan sang suami. bisa merasakan pelukan mufti seolah sasha tidak rela melepas nya.
" kakak juga sayang sama kamu. mulai sekarang, kamu akan selalu bersama kakak. di dekat kakak. kakak akan selalu menjaga kamu. tidak akan meninggalkan kamu "
" terimakasih.."
" gak ada terimakasih. itu kewajiban kakak. sekarang kamu lepasin kakak. kamu peluk nya terlalu kencang. kakak jadi sesak "
" maaf.. sha gak sadar "
" segitu enak nya ya di pelukan kakak. sampai gak sadar. tapi kamu tenang aja. nanti malam kamu bisa tidur di pelukan kakak sepuas kamu. bahkan bisa sampai pagi kalo kamu mau. tapi sekarang mandi dulu. kita sholat magrib dulu "
" apa sih kakak. sha jadi malu kan.. gak ada pelukan tidur. sha tidur sendiri kakak juga tidur sendiri. kamar kita yang di atas sebelahan. sha naik duluan. kakak bantu naikan barang- barang sha "
sasha berjalan menaiki tangga menuju kamar yang sudah di pilih menjadi kamar nya.
" dek, ini kan malam pertama kita "
" i ya emang ini malam pertama "
" tuh kamu tau "
" tau lah... malam pertama tidur di rumah baru... benar kan??"
aish... mufti hanya bisa menepuk jidat nya π€π. perjuangan mufti seperti nya akan berat. merubah sasha agar bisa menerimanya dan memperlakukannya sebagai suami bukan sebagai kakak seperti yang selama ini sasha pikirkan.
' sabar... kita mulai pelan- pelan. biarkan saja dulu apa yang sasha inginkan, kalo tidak ingin sasha kembali tertekan. melihat air mata sasha adalah hal yang paling menakutkan bagi mufti.
__ADS_1