Takdir Dan Cinta Sasha

Takdir Dan Cinta Sasha
12. Keputusan Mendadak


__ADS_3

## Selamat Membaca ##


jangan lupa tinggal kan jejak. pastikan 👍❤ dan tentu nya Komen..


thanks....... 😊


***


'dreeeerrt....dreeeerrt....


panggilan masuk di ponsel ku.. panggilan dari damar pastinya..


hanya damar yang rutin menelpon ku, selain dari 3 sahabatku... kalo kakak. sangat jarang. kalo ada perlu kakak hanya akan mengirim pesan singkat. atau mendatangi ku langsung.


@" hallo cha !!" jawabku


£" hallo juga sayang... lagi apa ??!" suara damar di sebrang sana


@" lagi nunggu telp dari kamu..."


£" o ya.. udah kangen ya sama aku"


@" banget..kamu sendiri lagi apa??! tumben lama baru nelpon. biasa nya jam8 pasti sudah tlp. sekarang uda jam9 lewat. sibuk ya ??!"


£" gak juga.. lagi ada tamu tadi. kan gak sopan kalo di tinggal "


@" o ya..tamu nya udah pulang dong "


£" belum sih.. tapi lagi keluar. paling bentar lagi datang. jadi aku gak bisa lama ya sayang nelpon nya. gak enak sama tamu nya"


@" ok.. kamu baik- baik ya.. langsung istirahat. sampai ketemu. aku rencana sebentar lagi pulang ke kalimantan"


£" o ya... kok baru bilang sih sayang. kapan ??!"


@" belum pasti tanggal nya. tapi sebentar lagi. tunggu ya.."


£" pasti nya... aku sudah menunggu 4 tahun loh. kalo cuman menunggu beberapa hari aja itu mudah.."


@" ya sudah.. aku tutup ya telpon nya.. gak enak kamu ada tamu "


£" ok sayang... tamu nya juga sudah datang tuh.. kamu juga baik- baik ya... Loop yu.. "


@" loop yu tuu.."


'tut...


suara panggilan berakhir.


***


gak sabar aku bisa cepat pulang ke kalimantan. ketemu damar secara langsung.

__ADS_1


baru membayangkan aja jantung ku sudah dag..dig..dug.. gini ya..


gimana kalo ketemu langsung. bisa lepas kali ya jantungku. batin ku


kalo ketemu bisa bikin aku mati karna jantungan, apa lebih baik gak usah ketemu ya. kan aku belum mau mati.


tapi kalo gak ketemu... aku kan rindu..


ternyata dilan benar ya... 'rindu itu berat'


daripada gila karna damar. lebih baik aku jalan ke taman samping aja.


gabung sama anak- anak yang lain. malam- malam, duduk di taman samping mendengarkan cerita dari anak- anak seperti nya lebih seru..


perlahan aku menuruni tangga, menuju taman samping dan belum sampai ke pintu kakak sudah menarik tangan ku.


" dek, ikut kakak "


" kemana kak ??!" kata ku


" gak usah tanya, ikut aj...."


belum selesai kakak menjawab pertanyaan ku.. tante alma sudah memanggil kami.


" muf.. kamu di panggil bapak. kebetulan juga itu sasha sama kamu, bawa juga. bapak panggil kamu dan sasha ke ruangan bapak. cepat "


kata tante alma.


" ya sudah sana. cepat.."


kenapa bapak panggil kami.. gak biasa nya.


" kak, kenapa kita di panggil menghadap bapak??!" aku bertanya ke kakak. aku jadi penasaran ada apa kami di panggil.


firasat aku tidak enak. kira- kira aku dan kakak ada salah apa ??! seperti nya, aku tidak ada melanggar peraturan. aman aja.


kulihat ke arah kakak.. seperti nya kakak juga bingung. kakak hanya mengangkat ke 2 bahu nya, pertanda kakak juga tidak mengerti.


" ya sudah dek.. kita datangi aja beliau. mungkin penting !! gak mungkin kita di panggil kalo gak penting..." kata kakak


aku dan kakak memberanikan diri mendatangi bapak...


'tok..tok..tok...


kakak yang mengetok pintu ruang kerja bapak.


" masuk " jawab orang di dalam.


aku dan kakak masuk. kami berdiri di depan meja bapak. aku dan kakak hanya menunduk. menunggu apa yang akan di sampaikan bapak pada kami.


di dalam ruangan, bukan hanya bapak. pak muth tapi istri beliau juga ada. bu aji duduk di samping bapak. berhadapan dengan kami.

__ADS_1


bapak duduk di kursih kerja beliau dengan ibu haji di samping beliau. sedangkan aku dan kakak berdiri di depan beliau berbatas meja besar di tengah- tengah kami.


'diam.. hening... tidak ada suara


sampai akhir nya suara nafas berat bapak terdengar sebelum beliau bersuara.


" sebenarnya, bapak sangat tahu hubungan kalian. selama ini bapak dan ibu selalu memantau kalian. bukan hanya kalian, tapi semua anak- anak asuh di sini. juga tante alma yang selalu melaporkan pada bapak apa saja yang terjadi di panti dan apa saja kegiatan kalian. dengan siapa saja kalian bermain, berteman. semua kami pantau "


bapak memulai pembicaraan.


jeda diam sebentar sebelum melanjutkan kembali.


" bapak sudah tau kedekatan kalian. sudah sejak beberapa tahun yang lalu. karna kami merasa masih wajar dan aman. tidak melewati batas. maka kami diamkan saja... kalian tau, tidak ada hubungan adek/kakak seperti yang kalian yakini tampa ada nya hubungan darah. kalian tetap bukan muhrim. akhir- akhir ini, hubungan kalian sudah mulai berani. kemarin berpelukan di taman dan beberapa kali terlihat bergandengan tangan. kalo alasan kalian, karna kalian adalah adek dan kakak. maka itu tetap lah salah."


kami hanya bisa menundukan kepala. untuk itu, kami memanglah salah. dilingkungan yang kami tempati adalah lingkungan yang sangat disiplin. ada batasan jauh antara laki- laki dan perempuan. walaupun itu hanya sebatas bergandengan tangan. kami harus nya menyadari batasan itu. dan benar, karna kami percaya bahwa kami adalah adek dan kakak, sehinggah kami lupa aturan yang kami anggap hanya pelanggaran kecil.


" bapak sudah menghubungi kedua keluarga kalian dan semua nya menyerahkan keputusan nya pada kami. pihak panti. dan kami pun sudah sepakat bersama ke 2 keluarga kalian kalo kalian akan kami nikahkan secepat nya "


'dig...


" hah.." aku sama kakak hanya bisa saling melirik. kami sama kaget nya. walau begitu mana berani kami membantah. kami hanya bisa diam. pasrah.


otak ku rasa nya kosong. kaget, bingung, entah lah. seperti mimpi...


keringat dingin... jantung ?!' jangan tanya soal jantung, karna sudah seperti berlari keliling lapangan bola 10 putaran tampa stop. tampa jeda. jantung ku berdetak tidak beraturan lagi. badan terasa ringan. kepala pusing. semua rasa entah rasa apa lagi, semua sudah bersatu.


kulirik kakak. tapi kakak tampak biasa aja. entah kakak yang bisa mengendalikan diri atau kakak bisa menerima nya. berbeda dengan ku. aku benar- benar shock..


" iya pak .." itu jawaban kakak yang ku dengar.


" bagus lah kalo kalian mengerti.. suami alma, baim yang akan mengurus surat- surat nya. sekalian besok baim juga mau mengurus pernikahan keponakan nya ke KUA. jadi sekalian saja punya kalian "


" iya pak.." hanya itu jawaban yang sanggup kami ucapkan.


" di kertas ini tertulis semua apa yang di perlukan. kalian persiapkan apa yang ada pada kalian. sisa nya. nanti baim yang mengurus nya ".


"iya pak.."


" kalian bisa kembali. siapkan semua nya. besok siap- siap ikut baim ke KUA "


" iya pak.. kami keluar. bu aji, kami pamit keluar. terimakasih "...


( terimakasih ) itu kata yang sempat aku ucapkan tadi. apa benar kata terimakasih itu yang harus aku ucapkan. untuk apa..?! untuk nihakan dadakan ini. aku sendiri saja bingung mau berterimakasih atau mau menyesal.


kalo menyesal, apa yang harus aku sesalkan. aku merasa, aku tidak punya kesalahan.


dan kami tidak bisa membantah... perkataan dan keputusan beliau adalah mutlak. tidak bisa di bantah lagi.


karna walau bagaimana pun bantahan nya percuma saja. menjelaskan, aku sendiri bingung apa yang harus di jelaskan. tetap keputusan beliau lah yang akan tetap berlaku.


semua penghuni panti pun sudah tau perihal itu.. setiap bapak memutuskan sesuatu, pasti beliau sudah memikirkan semua nya. dan benar, bahwa beliau juga sudah menghubungi ke 2 keluarga kami...

__ADS_1


__ADS_2