Takdir Dan Cinta Sasha

Takdir Dan Cinta Sasha
20. Bersama Sahabat


__ADS_3

## Selamat Membaca ##


jangan lupa tinggal kan jejak. pastikan 👍❤ dan tentu nya Komen..


thanks....... 😊


***


sasha bersama wanda keluar kelas terlebih dulu. disusul kemudian nita dan ipit dari kelas lain.


setelah menyelesaikan urusan di kelas masing- masing, kini mereka sudah berada di parkiran sekolah.


'' sha kita langsung ke rumah kamu atau kita cari makan dulu '' tanya wanda


'' baik nya kita beli makan aja dulu. tapi bungkus aja ya.... kita makan di rumah aja ''


sasha menjawab pertanyaan wanda


'' setuju...''


serempak nita dan ipit menyetujui ide sasha


'' ok...''


wanda kini menjalankan mobil nya keluar dari parkiran sekolah.


hari ini hanya wanda lah yang membawa mobil. yang lain tentu saja di jemput oleh wanda satu per satu. dengan sabar wanda selalu ada buat mereka.


ya... wanda sudah seperti ibu dari genk mereka. di antara mereka ber empat wanda lah yang memiliki sifat kalem keibuan. menjadi tempat mengadu para sahabat, tempat curhat terbaik. wanda akan selalu ada, memberikan saran dan nasehat. wanda selalu bisa membantu yang lain menyelesaikan masalah apapun di antara mereka.


hampir 2 jam perjalan, mereka akhir nya sampai ke rumah baru sasha. setelah sebelum nya singgah membeli makan siang dan singgah di supermarket membeli camilan.


'' sha, ini rumah kamu...??? kamu tinggal sendiri atau...??''


jiwa kepo nita merontah- rontah kembali.


begitu lah nita. setiap melihat hal yang baru bagi nya, pasti akan menjadi orang pertama dan terdepan, untuk segera mengorek info selengkap mungkin.🤭🤭


'' iya... aku sama kakak ku... ''


sasha menebak pertanyaan nita yang sengaja nita gantung kan tadi.


'' ber dua ''


nita menunjukan 2 jari nya ke arah sasha.


'' hmm....''


'' sasha... maksud nya ??? ''


serentak wanda, nita dan ipit melihat ke arah sasha. meminta penjelasan.


mereka semua tau, walaupun sasha memperkenalkan mufti sebagai kakak nya. namun mereka tidak memiliki ikatan darah. mereka bukan saudara kandung.


sasha sudah menceritan pada mereka semua, bahwa sasha dan mufti hanya lah saudara sepanti. mereka hanya lah anak asuh di panti yang sama. tidak mungkin mereka bisa tinggal bersama. bagaimana bisa pihak panti melepaskan mereka berdua tinggal bersama. tidak mungkin...


mungkin begitu lah maksud dari pertanyaan dari teman- taman sasha.


'' salah satu alasan nya, kenapa aku minta kalian ke sini. cerita nya panjang. tapi tenang aja, aku akan menceritakan semua pada kalian ''


sasha hanya bisa tersenyum melihat muka- muka penasaran dari teman- teman nya.

__ADS_1


'' kenapa sha ?? ''


terlihat nita yang paling tidak sabar mengetahui apa yang sasha rahasia kan dari mereka.


tentu saja manusia kepo lah yang paling tidak sabar di sini.😅


'' sabar nit, santai.... masih banyak waktu kok. lagian sasha kan sudah janji menceritakan semua nya ke kita''


wanda menenangkan ketegangan nita.


'' gimana kalo kita makan aja dulu. kamu gak lapar. aku lapar, kayak nya yang lain juga udah lapar. sasha akan cerita ke kita saat kita sudah santai, tentu saja setelah kita makan nanti.. ''


kata wanda setelah bisa lebih dekat pada nita sahabat nya.


'' setuju...''


kini ipit ikut bersuara.


'' ok... aku siapkan makan nya ya... kalian silahkan duduk cantik. 'sasha siap melayani anda- anda sekalian. kepuasan anda kebanggan kami ''


sasha sengaja menjawab lebay, bak pelayan restoran berbintang. mencairkan kembali suasana yang sempat menegang.


sasha berjalan ke arah dapur. menyiapkan piring dan semua yang di perlukan. menyiapkan serta menata makanan mereka di atas meja makan.


'' hmm... aku naik bentar ya.. ganti baju ''


pamit sasha pada teman- teman nya. niat sasha sebenarnya melihat mufti serta menawarkan makan untuk suami nya. merasa tidak enak hati dengan alasan itu. terpaksa sasha beralasan untuk bengganti baju.


sasha berjalan menaiki tangga menuju kamar mufti, meminta mufti untuk turun bergabung makan bersama teman- teman nya.


' tok...tok...


sasha memanggil mufti di depan pintu kamar setelah mengetuk nya.


'ceklek...


pintu terbuka. mufti keluar dengan keadaan berantakan. terlihat jelas mufti baru saja terbangun dari tidur nyas.


'' kamu sudah datang dek ?? sudah lama ?? ''


melihat sasha, mufti bertanya dengan suara serak bangun tidur.


'' baru aja kok... kakak sudah makan?? sasha sudah beli makan di jalan tadi. di bawah ada teman- teman sasha juga. mereka nunggu tuh di meja makan. kakak mau gabung??''


'' kakak sudah makan. kakak masih ngantuk. kakak lanjut tidur aja ya.... kamu sama teman- teman kamu aja ''


'' ok.. kakak tidur aja lagi... sasha ke bawah lagi ya kak... kasian teman- teman sudah nunggu di bawah.. ''


sasha pamit menyusul teman-teman nya. membiarkan mufti melanjutkan tidur nya kembali. menikmati hari libur karna besok sampai seminggu akan datang, mufti akan kembali sibuk dengan pekerjaan nya.


sasha turun, kembali bergabung bersama teman- teman nya. mereka makan bersama. tidak ada suara kicauan nita seperti biasa. entah apa yang di pikirkan nita saat ini. sasha melirik satu persatu sahabat yang sudah di ia anggap seperti saudara nya itu.


sasha kembali terfokus ke arah nita. ada rasa bersalah dan rasa tidak enak hati pada sahabat cerewet nya itu.


selama ini sasha selalu setia mendengar kicauan nita yang begitu bersemangat bila membahas mufti. meminta dukungan nya bahkan selalu memohon untuk dibantu mendekatkan nya pada mufti. nita begitu sangat mengagumi mufti. bahkan bisa dibilang tergila- gila pada sosok mufti.


sasha kembali berfikir, bisa kah nita menerima kenyataan nya... kenyataan bahwa sekarang mifta sudah menjadi suami sah nya.


'' kalian bisa langsung keruang tengah aja. nonton tv juga boleh. bebas dan santai aja. aku membersihkan ini sebentar aja '' kata sasha pada teman- teman nya.


nita, wanda dan ipit berdiri. berjalan ke tempat yang di arah kan sasha. meninggalkan sasha yang sedang sibuk membersikan bekas makan serta mencuci piring bekas makan mereka.

__ADS_1


selesai urusan dapur nya, sasha bergabung kembali bersama teman- temannya yang sudah bersantai sambil menikmati camilan dan menonton TV.


'' sha, kata kamu tadi, kamu tinggal sama kak mufti. kak mufti nya mana??''


lama terdiam, sekarang nita sudah kembali aktif.


wanda melihat nita sudah mulai beraksi. wanda tau, nita akan sangat sensitif jika itu berhubungan dengan mufti.


sasha pun sama, melihat reaksi nita, sasha semakin ragu untuk menjeleskan semuanya.


sasha takut nita membencinya. walaupun sebelum nya sasha sudah menduga akan seperti apa reaksi sahabat nya itu.


sasha melirik wanda. meminta dukungan pada sahabat yang dianggap paling bijak di antara mereka.


seakan tau apa maksud dari lirikan mata sasha, wanda membalas dengan menganggukan kepala.


wanda mendekat pada sahabat nya nita. siaga akan respon dari nita nanti nya. dengan berada di dekat nita, wanda akan lebih mudah menenangkan sahabat nya itu nanti nya.


sikap dari kedewasaan dan kepekaan wanda, seperti nya bisa menebak keadaan sasha.


kenapa sasha bisa tinggal berdua dengan mufti pasti lah ada hubungan yang lebih dari sekedar saudara angkat. mengingat peraturan dan disiplin dari panti sangat lah ketat. tidak akan melepas anak asuh tampa pengawasan ketat sampai mereka benar- benar bisa untuk di lepaskan.


'' sha... kami sudah siap. apa yang ingin kamu ceritakan dan jelaskan pada kami. sep...-''


pertanyaan wanda terpotong saat mufti datang. berdiri di belakang sofa yang di duduki sasha bersama ke tiga sahabat nya.


'' cerita apa dek ?? kayak nya seru banget... kakak boleh ikut dengar juga gak??'' suara mufti yang tiba- tiba mengagetkan mereka semua.


'' kakak sudah bangun...?? kakak perlu apa, kakak mau makan??''


bukan nya menjawab, sasha malah kembali bertanya ke mufti.


'' kakak sudah makan tadi. masih kenyang.. kamu belum menjawab kakak tadi. ada cerita apa dek ??!''


mufti kembali bertanya dan memilih duduk di lantai karpet, tepat di bawah kaki sasha yang duduk di sofa.


mufti mengangkat kepala nya, melihat ke arah sasha. menunggu cerita apa yang akan sasha ceritakan. melihat reaksi tegang dari para sahabat nya. mufti menebak cerita sasha seperti nya sangat menarik.


'' kakak sama sasha beneran tinggal berdua??''


mendengar pertanyaan nita, mufti melihat ke semua sahabat istri nya satu- persatu.


'' hmm... kenapa??''


jawaban singkat dari mufti.


'' kok bisa..??!, maksud nya kenapa bisa tinggal hanya berdua. gak takut di tuduh zina. bukan nya dosa, kan kalian bukan muhrim ''


giliran ipit yang bertanya.


mufti terseyum lebar mendengar pertanyaan dari sahabat- sahabat istrinya.


'' bisa.. kami muhrim kok. jadi gak dosa dan gak zina ''


jawaban mufti kompak membuat sahabat- sahabat sasha menegang.


''hahh...... maksud nya ?????''


#.. terimakasih ..#


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2