
Setelah Pengadilan Samsara berakhir sekarang diriku mendapati melihat seorang lelaki tua melihat ke pohon dengan emosi merindukan sesuatu. Karena penasaran diriku pergi ke arahnya. Orang tua itu tanpa menoleh ke arahku, berkata, "Apa yang Anda butuhkan, anak muda?"
Saya lumayan terkejut sedikit karena lelaki tua itu bisa merasakan saya. Tanpa perubahan emosi yang dapat terlihat di wajahku pun bertanya kepadanya, "Untuk alasan apa kau melihat ke pohon dengan pilu?" yang dia jawab, "Saya melihat pohon ini, karena mempelajari filosofi hidup dan mati." Mendengar ini, diriku terkejut dan merenung.
Orang tua itu melanjutkan, "Lihatlah pohon itu. Selama musim semi, pohon itu akan hidup dengan dedaunan. Selama musim gugur, daun-daun yang semarak mulai layu memberikan perasaan mati. Tetapi lagi pada musim semi, pohon itu menjadi hidup kembali dengan semarak, hidup. Siklus ini mewakili siklus hidup dan mati. Tetapi katakan padaku anak muda. Daun yang tumbuh, apakah sama dengan yang layu? " Hatiku bergetar mendengar ini. Ada pencerahan di hatiku. Aku hanya membungkuk kepada orang tua itu dan pergi bermeditasi di bawah pohon.
POV Ketiga:
__ADS_1
Long Zian berpikir keras untuk merenungkan konsep hidup dan mati. Untuk itu, ia harus memahami 'apakah hidup itu?'. Kehidupan adalah aspek keberadaan yang memproses, bertindak, bereaksi, mengevaluasi, dan berkembang melalui pertumbuhan. Kehidupan melahirkan segudang hal yang ada di multiverse. Kehidupan melahirkan bintang, planet bahkan makhluk hidup. Hidup adalah segala sesuatu yang tumbuh dan akhirnya mati, yaitu berhenti berkembang biak atau sadar. Untuk setiap awal, akan selalu ada akhirnya. Mungkin butuh beberapa detik, menit, jam, minggu, bulan atau ribuan tahun, tetapi semuanya berakhir. Hidup dan mati adalah ujung dari mata uang yang sama.
Kematian adalah akhir dari makhluk hidup. Tubuh dapat menahan kehidupan untuk jangka waktu tertentu. Setelah itu, tubuh tidak bisa bertahan hidup. Ini memburuk sampai tubuh tidak ada lagi. Jika hidup memberi maka kematian mengambil. Hidup dan mati seperti dua sisi sampul buku. Hidup melihat ke depan tetapi kematian melihat ke belakang. Tapi apakah kematian benar-benar akhir dari segalanya?. Tentu tidak karena untuk setiap kematian akan ada awal kehidupan. Ambil pohon sebagai contoh. Ketika pohon itu mati, apakah pohon itu benar-benar mati? Tidak, dari kematian pohon, berbagai makhluk hidup lahir seperti jamur, pakis dan pohon bertindak sebagai makanan bagi makhluk hidup. Demikian pula, kematian hanyalah awal dari kehidupan baru.
Dalam pepatah Cina, 9 kembali ke 1 tetapi 1 itu tidak sama dengan 1 di awal karena itu mewakili awal yang baru. Itu adalah Dao hidup dan mati. Lalu bagaimana dengan Ruang dan Waktu? Apakah mereka? Sejak awal, mereka ada.
Fenomena material dicirikan oleh durasinya, urutan tahapan gerakannya, perkembangannya. Proses dapat berlangsung secara bersamaan, mendahului atau bersatu sama lain. Begitulah, misalnya, keterkaitan antara siang dan malam. Dimensi waktu hanya dapat diukur dengan bantuan standar tertentu (dalam detik, menit, jam, hari, tahun, abad, dll.), Artinya, gerakan yang diterima sebagai gerakan genap. Persepsi waktu juga memungkinkan kita menilai urutan dan durasi peristiwa.
__ADS_1
Bergantung pada sensasi subyektif kita seperti kegembiraan atau kesedihan, kesenangan atau kebosanan, waktu terasa singkat atau panjang. Waktu adalah bentuk koordinasi objek dan keadaan materi dalam suksesi mereka. Ini terdiri dari fakta bahwa setiap keadaan adalah tautan yang berurutan dalam suatu proses dan memiliki hubungan kuantitatif tertentu dengan keadaan lain. Urutan suksesi objek dan keadaan ini membentuk struktur waktu.
Ruang dan waktu adalah bentuk universal dari keberadaan materi, koordinasi objek. Universalitas bentuk-bentuk ini terletak pada kenyataan bahwa mereka adalah bentuk-bentuk keberadaan dari semua objek dan proses yang pernah ada atau akan ada di alam semesta yang tak terbatas. Tidak hanya peristiwa di dunia luar tetapi juga semua perasaan dan pikiran terjadi dalam ruang dan waktu. Di dunia material, segala sesuatu memiliki perpanjangan dan durasi. Ruang dan waktu memiliki kekhasan masing-masing. Ruang memiliki tiga dimensi: panjang, luas dan tinggi, tetapi waktu hanya memiliki satu-dari masa lalu hingga masa kini hingga masa depan. Itu tidak bisa dihindari, tidak dapat diulang dan tidak dapat diubah.
Pemahaman yang benar tentang esensi ruang dan waktu terkait erat dengan gambaran ilmiah dunia. Semuanya dibedakan, dipecah menjadi formasi material ekstra yang relatif stabil. Proses yang terjadi di dalamnya dan mengkondisikan pelestariannya (reproduksi) dan pada saat yang sama transformasinya, juga dibedakan: mereka merupakan perubahan berurutan dari keadaan suatu objek.
Seakan surga itu sendiri mengijinkan penguasa baru lahir energi kehidupan mulai mengelilingi Long Zian yang tentu di dampingi oleh Hukum Kehidupan, Kematian Ruang dan waktunya. Tanpa di sadari olehnya Hukum itu mulai berkoneksi satu sama lain seakan saling berkomunikasi dan menjalin ikatannya. Entah berapa lama itu terjadi proses pemahaman dalam pencerahan Long Zian tetap berlanjut dengan Pemahaman tuhannya yang seakan merobek otaknya untuk mengolah pemahaman baru untuknya.
__ADS_1