Tales Of Demons And Gods ; Reincarnation

Tales Of Demons And Gods ; Reincarnation
Netherlamp Behemoth


__ADS_3

Setelah melihat banyak dari binatang Hantu merah mati kami mulai lebih memilih untuk menghemat kekuatan jiwa, bisa dikayakan ini kasus untuk Chen Linjian dan Xiao Ning'er. Kadang-kadang jumlah hantu merah menurun, karena yang masih hidup dibunuh olehku demi meringankan beban mereka.


Kemudian Ning'er melihat cahaya dari jauh dan bertanya kepadaku "Ada cahaya di kejauhan. Menurutmu apakah ada desa di sana?"


Aku kemudian melihat cahaya yang di tunjuk oleh Ning'er dan berkata, "Itu bukan cahaya dari desa, Ikuti aku!!"


Kami bertiga melakukan perjalanan sebentar dan melihat sumber cahaya itu. Itu adalah binatang yang 50 kali lebih besar dari binatang merah (pertimbangkan Titan Makarov dari ekor peri) dengan ratusan tentakel bergoyang-goyang di sekitar mulutnya berpesta memakan Hantu darah. Baik Chen Linjian dan Ning'er sedikit gemetar merinding karenanya.


Aku memandang mereka dan berkata, "Binatang buas ini dikenal sebagai Netherlamp Behemoth, Lambat tapi gerakan tentakelnya cepat. Mereka adalah musuh bebuyutan binatang merah. Tentakelnya memiliki lendir yang mengakibatkan efek halusinasi. Jadi hati-hati."

__ADS_1


Tiba-tiba tentakel itu mengarah ke arah kami. Kami kemudian dengan cepat memotong tentakel itu tetapi jumlahnya meningkat lagi.


Aku sebenarnya bisa melenyapkan semua kendala ini begitu saja tetapi karena memikirkan kondisi Ning'er yang kekurangan pengalaman dalam pertarungan serta Chen Linjian yang perlu diasah jadi diriku sejak awal bersikap rendah untuk kebaikan mereka lebih lanjut, tetapi bila keadaan menjadi buruk tentu saja hanya memusnahkan mereka.


Xiao Ning'er mengangkat pedangnya ke arah raksasa itu. Petir tampaknya terkonsentrasi di ujung pedang. Chen Linjian merasakan kekuatan yang kuat dalam serangan itu. Dia mengurangi intensitas untuk menghindari tarikan dan menembakkan sinar ke arah raksasa itu. Pancaran petir menembus raksasa itu dan membunuhnya seketika. Dia sedikit lelah menggunakan gerakan itu karena kurangnya kontrol dalam serangannya. Aku mendukungnya dan mengumpulkan tentakel, karena mereka dapat digunakan sebagai senjata yang berefek membuat musuh berhalusinasi serta efeknya dapat melawan anggota peringkat emas.


Long Zian segera memberikan ramuan pada Xiao Ning'er untuk memulihkan kekuatan jiwanya. Chen Linjian bertanya kepada Xiao Ning'er "Serangan apa itu? Kekuatannya tidak nyata dan itu bukan serangan kekuatan jiwa biasa."


Bukannya Ning'er Yang menjawab melainkan Long Zian dengan berkata, "Aku akan menjelaskannya nanti." Mereka segera meninggalkan tempat itu mencari desa. Selama perjalanan mereka, mereka menemukan tablet batu, tetapi tidak ada yang mendekatinya karena peringatan Long Zian.

__ADS_1


Tentu Long Zian tahu bahwa itu adalah tablet warisan kong ming dan tak perlu repot menjelaskan kepada mereka karena tak ingin Xiao Ning'er terikat dengan takdir tak berguna itu. Dia memandang Chen Linjian dan Xiao Ning'er "Kita harus pergi sekarang"


Jadi mereka meninggalkannya dan kembali untuk mencari desa. Mereka melihat cahaya, dan kali ini memastikannya sebagai sebuah desa dan melangkah kesana. Long Zian memberitahu Ning'er dan Chen Linjian, "Apapun yang terjadi jangan khawatir dan serahkan pada saya. Kalian ikuti saja arusnya"


Yah tidak seperti ada yang bisa melakukan apapun padanya tetapi dirinya ingin membuat sedikit drama yang baik karena menurutnya sedikit hiburan tidak apa apa


Xiao Ning'er khawatir kepadanya walaupun dia tahu kekuatannya cukup memadai dan Long Zian bahkan lebih tinggi akan tetapi rasa khawatir itu seakan alami karena memikirkan orang yang dicintainya. Long Zian yang melihat Ning'er tahu apa yang dirasakannya sehingga dirinya mendekatinya kemudian mencium keningnya yang membuat Xiao Ning'er lebih tenang dan mereka semua sampai di desa.


Mereka tiba-tiba dikelilingi oleh orang-orang dengan pedang. Mereka mengenakan baju besi perak dengan sayap perak. Kepala kelompok itu adalah seorang wanita yang juga mengenakan baju besi perak dengan sayap perak dengan pedang panjang di tangannya. Pemimpin bertanya kepada mereka dengan mata menyipit...

__ADS_1


__ADS_2