
Di Tahun kedua, Aku fokus pada aspek fisik dan Kultivasiku karena Dunia Tiny mengandung energi Spiritual yang relatif kecil lingkup ruangan di dalam Gua pelatihan ini juga hanya dapat mempertahankan sedikit lebih banyak. Aku mengasah keterampilan seni bela diriku sampai tingkat tertentu. Ilmu pedangku meningkat ke level grandmaster di mana aku bisa menciptakan sword intent dan bisa menggunakan tubuhku sebagai pedang. Keahlian tangan Kosongku juga meningkat pesat dengan Inspirasi gerakan Taijutsu dalam seri Naruto sebagai landasan, karena seni bela diri tangan kosong dunia ini begitu tumpul menurutku mereka tak akan bisa menyaingiku dalam duel tangan kosong.
Prasastiku pergi ke tingkat dewa di mana saya dapat meletakkan array dan Prasasti untuk menahan serangan dari alam leluhur bela diri serta juga tanpa menggunakan udara kosong sebagai katalis penulisannya. Ciptaan terbesar diriku adalah prasasti yang dapat memblokir ramalan pada pemilik prasasti. Hampir memakan waktu 6 bulan untuk membuat prasasti menggunakan hukum Ruang dan Waktu. Aku menemukan Proyek kaisar dan juga menyelesaikannya.
Dengan ini diriku dapat mencegah Kaisar Sage dari merasakan Ning'er dan keberadaan saya. Sekarang diriku bisa dengan bebas pergi ke dunia drakonik dengan sedikit ketegangan. Aku meningkatkan fisik saya ke tingkat Dao of The Dragon dengan landasan keterampilan Haki dalam serial One Piece, tentu saja ingatan saya dan Pemahaman Tuhan serta Bakatku yang membuat keterampilan itu dapat berkembang lebih jauh, dan tentu saja aku mengajarkannya pada Xiao Ning'er walaupun dirinya lebih kesulitan dalam menguasainya sepenuhnya. Keterampilan ini juga masih bisa dikembangkan dengan Perpaduan Kultivasi karena Energi Spiritual yang akan memberikan ketahanan lebih lanjut dalam serangan yang bertujuan merusak fisik kita.
__ADS_1
Adapun Xiao Ning'er, untuk tahun pertama, dia fokus pada hukumnya. Dia mendapatkan beberapa serangan berdasarkan hukumnya yang mirip dengan beberapa anime.
Hukum Lightning:
-Kirin (dari Naruto): Saya memberinya ide untuk menggunakan petir terkonsentrasi untuk menghasilkan kilat dari langit. Serta aku juga memberitahunya bahwa bila pemahaman dirinya tentang Hukum petir lebih tinggi, dia juga bisa menggunakan petir Kesengsaraan ilahi.
__ADS_1
-Armor Petir/Raiton no Yoroi(Naruto): dapat melapisi petir di seluruh tubuhnya selama beberapa menit untuk meningkatkan kecepatan, serangan, dan pertahanan.
Bararaq saiqa (seri Magi): Fokuskan petir dengan konsentrasi tinggi untuk mengirimkannya secara searah. Setiap serangan menghabiskan setengah dari kekuatan jiwa.
(Pengumuman: Saya tidak akan menggunakan nama keterampilan seperti itu. Saya hanya menyebutkan seri dan serangan yang diturunkan untuk hukumnya. Serangan dan Nama milik karakter dan penulis asli)
__ADS_1
Dia juga menggunakan pedang buatanku yang kuberikan untuknya untuk menyerap hukum petir atau sebagai katalis penangkat petir dari serangan musuh dan membalikkannya dengan kerusakan 2x lipat.
Di tahun kedua, aku mengajarinya seni bela diri: dari Taijutsu serta ilmu berpedang yang dirinya kuasai hingga ketingkat master. Tak lupa aku juga memikirkan agar persepsi dan indranya berjalan dengan baik dengan melatihnya untuk belajar memperkuat kelima indranya. Hingga dirinya tak sengaja membuat keterampilan yang mirip dengan Haki Observasi dari serial One Piece. Dia bisa memprediksi serangan dengan mudah dan dengan kekuatan kilat, inderanya bisa meningkat hingga jarak 2 km (seperti enel). Seni pedangnya condong ke arah kecepatan dan akurasi. Karena dia mencapai tingkat master dalam seni pedangnya, dia bisa mengirim Energi terkondensasi menyerupai tebasan pedang. Karakternya juga berubah dari gadis pemalu menjadi pejuang pemberani dengan kemauan yang kuat. Dia juga mengatasi iblis hatinya dan kultivasinya meningkat hingga Peringkat Legenda Puncak.