
Pemimpin Wanita mendekati kami dengan waspada karena merasakan instingnya berteriak bahaya dan bertanya, "Siapa Anda dan dari mana Anda berasal?"
Kami dikelilingi oleh keluarga bersayap Perak.
Aku bisa mengidentifikasi mereka dari baju besi dan sikap mereka. Pemimpin wanita tersebut jika tak salah dia adalah Sikong Hongyue, Putri Sikong Yi dan putri dari keluarga Bersayap Perak yang arogan. Dia memicingkan matanya dan mendekatkan pedang di dekat leherku untuk mengancamku. Aku bisa saja membunuhnya layaknya semut tetapi dimana asiknya disini diriku sudah merencanakan sebuah skema yang menarik dan tentu hanya aku dan 'Tuhan' saja yang tahu rencanaku, selain itu aku juga ingin seseorang di dalam Keluarga Bersayap Perak untuk bergabung dalam kelompokku.
Aku menjawabnya dengan tenang dengan suatu sikap arogansi samar "Merupakan suatu kehormatan untuk bertemu dengan keluarga bersayap perak setelah zaman kegelapan. Nama saya Lei Mang dari keluarga cahaya perak. Kami sedang dalam perjalanan untuk menemukan saudara-saudara kami yang hilang dan terdampar di sini"
Mendengar hal tersebut, Hongyue terkejut mendengar ucapanku karena dirinya tak bisa menemukan satupun kebohongan dari kata kataku saat mendengar leluhurnya. Keluarga bersayap perak dan bercahaya perak adalah sekutu dan memiliki hubungan dekat. Dia senang tapi masih ragu dengan klaimnya.
Dia menjawab, "Sejak nenek moyang kami pindah ke sini, kami tidak pernah berhubungan dengan dunia luar. Kami tidak lagi dapat kembali ke daratan asli dan hanya bisa hidup di dunia yang gelap ini. Saya menyambut kehadiran Anda di sini, saya akan segera beri tahu ayah saya tentang hal itu. Ikuti saya! "
__ADS_1
Kami bertiga mengikutinya untuk bertemu dengan kepala keluarga bersayap perak. Dia memeriksa kultivasi kami selama perjalanan kami. Kami dapat menurunkan kultivasi kami ke peringkat perak. Ini adalah sesuatu yang diriku katakan kepada mereka selama perjalanan. Aku bersukacita secara internal karena bagian pertama saya dari rencana itu berhasil. Baik Ning'er dan Chen Linjian diam sepanjang perjalanan. Setelah beberapa saat, mereka mencapai rumah keluarga bersayap perak.
Rumah besar itu ditopang oleh beberapa pohon besar. Tinggi dinding bangunan mencapai puluhan meter. Struktur yang menjulang memberikan tekanan yang berat. Keduanya kagum dengan strukturnya, Sementara diriku memanggil mereka dan mengikuti di belakang Sikong Hongyue dan memasuki kediaman keluarga bersayap perak. Setelah melewati banyak koridor, mereka akhirnya masuk ke salah satu aula yang luas.
* ***Clakkk
*Ctarrrr
Suara cambuk yang tajam bisa terdengar. Setelah memasuki aula, hal pertama yang saya lihat adalah dua pilar besar. Salah satu pilar besar memiliki pemuda yang terlihat cukup kuat sedang terikat. Tubuhnya dipenuhi noda darah dari pencambukan, dan di perutnya terdapat beberapa tulisan. Pemuda ini juga memiliki sepasang sayap di punggungnya. Namun, mereka berwarna emas gelap, berbeda dengan Keluarga Bersayap Perak.
Dua penjaga yang mengenakan pelindung kulit terus menerus melambaikan cambuk mereka, memukul pemuda itu. Meskipun rasa sakit itu menyebabkan wajahnya menjadi bengkok, pemuda itu masih menggigit giginya dan tidak mengeluarkan jeritan kesakitan. Dia begitu pantang menyerah. Aku sangat kagum pada pemuda ini yang kutebak dia adalah Duan Jian, yang akan menjadi anggota timku berikutnya. Ning'er dan Linjian muak dengan tindakan mereka. Aku memandang Sikong Hongyue dan dengan rasa ingin tahu bertanya, "Nona Hongyue, dia ...?".
__ADS_1
"Hmph, ******** murahan!" Sikong Hongyue mendengus. "Ibunya adalah anggota Keluarga Bersayap Perak kami tetapi memiliki hubungan terlarang dengan musuh kami, Keluarga Naga Hitam, dan melahirkannya. Setelah mereka ketahuan, orang tuanya dikejar dan dibunuh oleh kami yang meninggalkan ******** ini sendiri, sangat Lucu bahwa keduanya memohon agar kita melepaskannya sebelum kematian mereka"
Suara Sikong Hongyue sangat dingin. Aku jijik dengan sikapnya dan telah memutuskan dalam benakku bahwa tak ada lagi keluarga bersayap perak hari ini.
Menurutku walaupun aku juga tak bisa dibilang orang suci, anak-anak tidak bertanggung jawab atas dosa orang tua mereka dan disini dia disiksa karena cinta orang tua mereka satu sama lain yang dianggap tabu oleh mereka "F*ck masa bodo
Aku kemudian melihat Duan Jian. Mata kami bertemu dan setelah beberapa saat kami memutuskan kontak dan pergi bersama mereka. Matanya penuh dengan tekad dan kebencian.
melihat dia dipukul seperti ini setiap hari mengapa para orang bodoh ini tak menyadari bahwa yang mereka lakukan hanya membuat tubuhnya berkembang dibawah rasa sakit yang lebih lama semakin memperkuatnya, mengondisikan tubuhnya yang dapat dengan mudah diubah menjadi fisik peringkat legenda.
"Oke kawan penderitaanmu berakhir hari ini tunggu sebentar aku akan memutuskan kesengsaraanmu"batinku berkata
__ADS_1