
2 Minggu berlalu sekembalinya Long Zian ke kediamannya dengan tenang, kabar bahwa Ye Han akan kembali pun terdengar di telinganya yang dianggap angin lalu baginya, tanpa Guild Gelap Ye Han hanya semut dimatanya biarlah Nie Lie yang mengurusnya bila tak berhasil dia tak segan untuk bergerak menghapus semut.
Dirinya sedang berjalan melihat aktifitas kediaman klannya dengan tenang menikmati harinya sebelum membawa Xiao Ning'er ke dalam perbatasan Surgawi untuk membantunya menerobos. Sapaan demi sapaan hangat diterimanya dari waktu ke waktu karena bagi klan Long sosok Long Zian bagai pilar penunjang hidup yang memberikan rasa aman dan bahagia di kota Glory.
Cukup lama berjalan hingga dirinya melihat sosok Ibunya Long Yun sedang duduk termenung di halaman belakang. Long Zian tahu bahwa ibunya sedang memikirkan ayahnya dan dia ingin sekali membantunya keluar dari rasa sedih ini yang membuatnya bertekad.
Dia mendekati ibunya dari belakang dan memeluknya dengan erat seraya menyangga kepalanya di bahu Long Yun yang membuatnya tersentak terkejut karena tiba tiba ada yang memeluknya.
"Zian kenapa tiba tiba.."
__ADS_1
Long Yun tak bisa menyelesaikan ucapannya ketika dia dipotong oleh ucapan Long Zian yang terdengar tegas dan serak
"ibu apakah kau masih memikirkan ayah? apakah kau akan tetap menyakiti dirimu seperti ini terus jawab aku!!"
Long Yun hanya terdiam tak menanggapi seraya menundukkan wajah sedihnya dan merasa malu karena perilakunya membuat anaknya mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Long Zian yang melihat tak ada tanggapan pun tidak memperdulikannya dengan melanjutkan ucapannya "kau tetap memilikiku ibu, aku ada untukmu, jika kau tidak merasakanku anggap aku perisai dan baju besi yang melindungimu jika kau merasa bahaya, anggap aku tombakmu jika kau ingin melampiaskan amarah dan dendammu dan anggap aku sebagai tempatmu kembali jika kau sudah tak merasa dunia ada untukmu, bisakah?"
Long Yun menangis mendengar ucapan Long Zian hingga tanpa sadar menyenderkan kepalanya di dada bidangnya yang seakan kuat menanggung beban apapun miliknya.
__ADS_1
"Maafkan Ibu, Zian" sebuah kalimat terucap dari bibir Long Yun yang bergetar menahan tangis hingga membuat Long Zian mengencangkan pelukannya memberi rasa aman dan hangat bagi sosok dipelukannya. Merasa suasana hati Long Yun yang mereda Long Zian mengangkat salah satu tangannya untuk menangkup dagu Long Yun seraya mengecup ringan bibirnya dengan memandang tulus mata indah Long Yun dengan berbisik lembut "aku mencintaimu ibu, tidak bukan sebagai ibuku tetapi sebagai wanita yang kucintai aku. Jadi Long Yun maukah kau menjadi milikku?"
Tubuh Long Yun bergetar mendengar ucapan anaknya karena tanpa Long Zian sadari bahwa memang Long Yun mencintai Long Zian sebagai mana pasangan bukan seorang anak hal itu yang membuat Long Yun mencaci dirinya sendiri karena memiliki perasaan kepada anaknya tetapi mendengar dari ungkapan Long Zian seakan gunung yang tertekan dibenaknya terangkat oleh kekuatan yang tidak diketahui meninggalkan beban berat baginya.
"Ibu sudah tua Zian, masih banyak wanita yang lebih baik dan cantik dariku dan tidak baik juga kita memiliki perasaan seperti ini"
Long Yun berkata dengan suara rendah seakan tak mempercayai ucapannya sendiri, yang dibantah tegas oleh Long Zian dengan berkata "tidak Ibu adalah sosok sempurna bagiku dan kau adalah sosok yang paling cantik menurutku dan apakah aku memperdulikan keputusan orang lain? bahkan jika dunia tidak mengijinkannya aku akan menghancurkannya agar dapat memilikimu dan membuatmu bahagia"
Perkataan Long Zian benar apa adanya bahwa sosok Long Yun memang sangat indah dengan kecantikan seperti Dewi dimana umurnya yang akan menginjak 40
__ADS_1
"Zian..terimakasih" Long Yun benar benar merasa bersyukur bahwa dia memiliki Long Zian di sampingnya. Mereka tetap dalam posisi seperti itu dengan Long Zian yang duduk dengan nyaman serta Long Yun yang meringkuk dalam pelukan Long Zian hingga menjelang langit gelap tiba Long Zian mengangkat Long Yun dengan gaya tuan putri kekamarnya.
Malam tanpa tidur berlalu dalam ruangan kamar Long Zian dengan suara suara indah bagai alunan musik yang terdengar seakan mengungkapkan kebahagiaannya menambah riasan suasana yang harmonis memperkuat ikatan Long Zian dan Long Yun.