
Yo haloo para Readers ter(Uh) Alhamdulillah keadaan Author mulai membaik berkat doa kalian juga makasih 😘 walaupun belum bisa berdiri si karena kaki masih sakit buat menopang badan Author ya gini deh daripada boring Author rilis Update aja oke Happy Reading gays.
________________________________________________
Udara mulai terasa dingin dengan teror Aura Long Zian yang meluap dari tubuhnya menekana sosok Pria paruh baya di depannya dengan mata dingin karena dia tahu betul siapa sosok orang tua di hadapannya. Menurut Long Zian jiwa yang sudah mati harusnya menuju siklus reinkarnasi tidak berada dalam dunia mengganggu ketertiban hukum yang ada dan lagipula sosok orang tua ini menurutnya sedikit menjijikan karena tatapan matanya yang memandang Xiao Ning'er dengan tidak jujur dari awal mereka datang.
Ye Yan itulah nama sosok orang tua itu, dia adalah salah satu dari pendiri kota Glory di masa kegelapan dimana umat manusia bertempur dengan Binatang Iblis dan sekarang jiwanya bertahan dan ditugaskan untuk menjaga sebuah pedang yang menurutnya hanya sampah yang mengandung hawa pembunuh dari jutaan Roh Iblis.
__ADS_1
Ye Yan memandang pemuda di depannya dengan ngeri seraya berkata dengan getir " hahh anak muda jadi kenapa kau masuk ke Perbatasan Surgawi jika kau sudah begitu kuat"
Menurutnya Long Zian hanya keberadaan Puncak legenda dan alasan mengapa dia tak bisa menahan tekanannya karena dirinya masihlah dalam bentuk jiwa jadi Ye Yan tak begitu takut dengan Long Zian. Tentu Long Zian juga menyadari akan hal ini karena betapa naif pikiran Ye Yan karena kurangnya pengetahuannya akan dunia Luar dan dirinya juga tak ingin membuang waktu dengannya begitu lama dengan orang tua bau tanah ini.
"tak ada alasan dan semoga tenang" Long Zian Berkata dengan dingin yang di jawab raut wajah bingung oleh Ye Yan karena perkataan Long Zian.
Segera Long Zian Menghapus keberadaan Ye Yan dengan Hukum Ketiadaan dan mengatur ulang Perbatasan Surgawi agar lebih stabil dari sebelumnya karena menurutnya agak sia sia tempat ini bila hancur karena perpanjangan waktu sebab kurangnya hukum yang menopang Perbatasan Surgawi. Long Zian segera memusatkan perhatiannya seraya Persepsi ilahinya menyebar menyelimuti seluruh Perbatasan Surgawi.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan Long Zian segera duduk bersila karena merasakan sesuatu yang menurutnya akrab dengan dirinya entah dirinya tak tahu apa perasaan ini seolah olah ada yang hilang darinya dan adegan dirinya membuat Perbatasan Surgawi menjadi Dunia kecil yang Independen begitu familiar seakan dirinya pernah membuat Dunia itu sendiri.
"Apakah kau merasakannya?" Sebuah suara terngiang di telinganya, ketika dia tahu bahwa suara ini milik siapa dan ingin menjawabnya Waktu disekitarnya seraya berhenti maupun itu semilir angin ataupun intetitas lain bahkan Xiao Ning'er seakan membatu tak bergerak.
Long Zian mengerutkan keningnya seraya berkata "Asura apa Maksudmu" Benar suara yang berkata di telinga Long Zian adalah Asura.
"Apakah kau merasakan perasaan itu Ryujin, akrab bukan, sebuah kejadian di masa lalu yang membuatmu melupakan identitas dan masa lalumu" Asura berkata dengan geli kepadanya.
__ADS_1
Long Zian semakin bingung dan tak tau apa yang dimaksud Dewa bodoh ini menurutnya mengapa tak beri tahukan saja maksud perkataannya tak perlu bertele tele menurutnya ingin rasanya menampar kepalanya.
"baik baik sungguh akan kujelaskan sebelum itu..." seakan mengetahui pikiran Long Zian, Asura segera berkata kepadanya dengan jeda di kalimatnya dan sebuah alunan kenangan yang menimpanya.