
Maaf bila Author baru Upload karena dari kemaren Author sibuk dengan keperluan keperluan keluarga semasa Idul Fitri.
Sekarang karena udah selesai Author kembali lagi, jadi Happy Reading Readers :)
________________________________________________
Segala hal berlangsung sejalan dengan keinginan Ryujin, dimana semua hal akan melibatkannya dan menguntungkannya. Itu berlaku dengan kediaman Klan Ular yang sekarang sedang bergejolak karena kemarahan Medusa dengan hilangnya Api Inti Teratai Hijau yang diambil oleh Ryujin untuk Xiao Yi Xian.
Hal tersebut tentu tidak bisa lepas dari pandangan Ryujin, karena dengan begitu semakin Medusa putus asa dengan evolusinya semakin kuat juga sosok dirinya dalam benak Ratu Ular itu pada waktunya.
Di Kota Wutan,
Kota kecil yang sangat biasa di Kekaisaran Gama di benua DouQi.
Saat ini, Ryujin membawa Xiao Yi Xian dengan Hai Bo Dong yang bersembunyi dan berjalan santai di jalanan kota yang eksotis ini.
"Tuan, kemana kita pergi?"
Xiao Yi Xian memandang Kota Wutan dan bertanya dengan rasa ingin tahu.
Dalam hari hari yang berlalu untuknya, dia sangat mengagumi Ryujin karena sekarang dia bisa mengendalikan gas beracun di tubuhnya dengan 'Penelan Langit', dan dia juga bisa mengerahkan kekuatan tubuh beracun untuk menjadi lebih kuat dengan cepat.
Yang lebih menakutkan selama perjalanan ke kota Wutan Xiao Yi Xian mengetahui bahwa walaupun kultivasinya tidak lebih ada di Dou Ling Puncak bintang sembilan, kekuatan tempurnya melalui Penelan Langit juga dianggap mengerikan karena dia bisa melompati atau melawan orang yang kultivasinya lebih tinggi darinya 5 tingkat.
__ADS_1
Karakter semacam ini, bahkan di Zhongzou bisa dianggap jenius diantara jenius. Hal ini membuat Xiao Yi Xian bertekad kuat lebih gigih dalam kultivasinya.
"Pergi dan tonton drama sejenak"
Kesadaran ilahi Ryujin menyapu Kota Wutan, dengan senyuman di sudut mulutnya, mengulurkan tangannya untuk memeluk pinggang Xiao Yi Xian, sosoknya langsung menghilang!
"Hah? Kenapa dua orang di depanku tiba-tiba menghilang?"
Seorang pria di jalan menggosok matanya, sulit percaya dengan penglihatannya, dan akhirnya menggelengkan kepalanya, merasa bahwa dia terlalu banyak bekerja tadi malam, mungkin dia berhalusisasinasi:v
Pada saat yang sama, ujian murid keluarga Tahunan keluarga Xiao diadakan di alun-alun keluarga Xiao dari tiga keluarga besar di Kota Wutan.
"Dou Zhi, tiga tahap!"
Telapak tangannya yang terkepal, karena kekuatan, menyebabkan kuku yang sedikit tajam menembus jauh ke dalam telapak tangan, menyebabkan semburan rasa sakit ...
"Xiao Yan, kekuatan tempur, Dou Zhi tiga tahap! Level: rendah!"
Di sebelah monumen uji batu ajaib, seorang pria paruh baya melihat informasi yang ditampilkan di monumen dan mengumumkannya dengan acuh tak acuh ...
Begitu pria paruh baya itu berbicara, dia secara tidak langsung memberikan kejutan menyebabkan keributan konyol di alun-alun yang ramai.
"Dou Zhi bintang tiga? Hei, seperti yang diharapkan, seorang yang disebut jenius ini telah jatuh lagi tahun ini!
__ADS_1
"Hei, sampah ini benar-benar telah kehilangan muka keluarga kita"
"Jika bukan karena patriark yang menjadi ayahnya, sampah semacam ini sudah lama diusir dari keluarga, membiarkannya mengurus dirinya sendiri, dan tidak akan ada kesempatan untuk tinggal di keluarga lagi dimasa depan."
"Oh, bagaimana bocah jenius yang dulu terkenal di Kota Wutan menjadi begitu sengsara"
"Siapa tahu, mungkin dirinya telah melakukan kesalahan yang menyebabkan para dewa marah ..."
Penghinaan, cemoohan dan penyesalan dan desahan dari lingkungan jatuh di telinga Xiao Yan, yang tetap di tempat seperti tiang kayu, seolah-olah duri tajam menusuk ke dalam hatinya, menyebabkan Xiao Yan bernapas sedikit berat.
Xiao Yan perlahan mengangkat kepalanya, memperlihatkan wajah yang agak halus dan kekanak-kanakan, dan mata hitamnya menyapu teman-teman yang mengejek di sekitarnya. Mencela diri sendiri di sudut mulut anak itu tampak menjadi lebih pahit.
"Apakah orang-orang ini begitu kejam? Setelah mereka memiliki senyum menyanjung dan menjilat tiga tahun lalu, sekarang mereka malah menunjukan penghinaan untukku..."
Dengan senyum pahit, Xiao Yan dipenuhi suasana muram serta kesepian dan kembali ke barisan terakhir tim dengan tenang.Sosok kesepiannya sedikit tidak selaras dengan dunia di sekitarnya.
...
"Melihat secara langsung dengan melihat dengan Keilahian memang beda kaya ada manis manisnya gitu"
Di atas Xiao Family Square, Ryujin bergumam dengan suara rendah seraya memegangi pinggang Xiao Yi Xian, dan menatap Xiao Yan di bawah dengan mata yang dalam, dengan senyum kecil yang tidak bisa dijelaskan di wajah sempurnanya. Bagi orang lain mungkin penampilan Xiao Yan karena pengaruh eksternal atau internal yang membuatnya jatuh dari kultivasinya seperti halnya sosok yang bersemayam di cincin jari Xiao Yan, tetapi bagi Ryujin sosok Xiao Yan jelas terlihat karena diliputi pengaruh Hukum Takdir yang kuat untuk membuat tekadnya melawan dunia.
Itu sebabnya Takdir sengaja membuat Xiao Yan menjadi sombong karena memiliki bakat yang baik untuk kultivasi dan menjatuhkannya. Jika ada yang berfikir bahwa orang luar seperti Xiao Yan dapat memiliki bakat seperti itu tanpa campur tangan orang lain maka orang itu sangat bodoh, perlu diketahui bahwa sebelum jiwa tua yang terdapat di dalam Xiao Yan dipindahkan ke dunia DouQi oleh Hukum Takdir. Jiwa tersebut hanya mahasiswa biasa yang hidup dalam masyarakat modern dengan pengetahuan yang berbeda dari Asal Dunia DouQi jadi bagaimana mungkin setelah dipindahkan memiliki bakat yang menantang surga tanpa pihak lain.
__ADS_1
Seharusnya kejadian seperti itu harus membuatnya berfikir keras, karena sebagai contoh anak yang berumur 5 tahun saja akan kebingungan karena bisa membengkokkan pipa ditangannya apalagi hal yang dilalui Xiao Yan.