
Seminggu kemudian..
Dengan cuaca yang mendung dan gelap,yang menandakan akan turunnya hujan deras.Melengkapi suasana duka yang saat ini Daniel hadapi
Ketika ia harus dihadapkan dengan bangkrutnya perusahaan sang ayah,secara bersama ia juga harus kehilangan sang ayah pergi untuk selama lamanya,akibat serangan jantung yang tak bisa menyelamatkan dirinya.Setelah berjuang beberapa hari dirumah sakit,takdir pun berkata lain
Sang ibu pun juga merasa syok dan histeris,saat harus kehilangan sosok suami yang dicintainya
"Hiks..Pa..Kenapa papa harus secepatnya ini pergi meninggalkan mama..Hiks..Mama tidak bisa kehilangan papa..hiks.."Isak ibu Daniel meratapi pemakaman suaminya yang baru saja selesai dikuburkan
Daniel hanya bisa terdiam melihat isa tangis ibunya.Ia tak dapat berbuat banyak,karna ia menyadari semua yang terjadi akibat ulah nya sendiri
"Maafkan aku ma..Aku sudah mengecewakan kalian..Bahkan gagal menyelamatkan perusahaan papa,hingga papa harus pergi secepat ini.."Ujar Daniel dengan nada pelan dan tertunduk lemas
"Hiks..Mama tidak mengerti kenapa ini harus terjadi pada keluarga kita..Mama sangat terpukul dengan kepergian papamu Daniel..Hiks.."Isak ibunya lagi yang terus menangis
Daniel pun tak dapat bicara apa pun.Ia hanya bisa menahan amarah dan dendam pada dirinya.Karna menganggap semua masalah yang terjadi adalah penyebab Dario dan Kinan
Aku tidak akan tinggal diam dengan apa yang sudah kalian perbuat pada keluargaku..Akan kuhabisi kalian semua..Batin Daniel
__ADS_1
......................
Dario menghampiri Sheila yang sedang bersantai dihalaman mansionnya
"Kau sedang apa sayang?"Tanya Dario
"Aku sedang menikmati cuaca sore ini..Apa kau sudah makan?"Jawab Sheila sekaligus bertanya
"Sudah saat aku dikantor..Aku punya berita penting untukmu."Jawabnya
"Berita apa?"Tanya Sheila penasaran
"Hah??Apa kau serius??Kenapa papanya bisa meninggal??"Tanya Sheila dengan sangat terkejut
"Karna dia syok setelah mengetahui perusahaannya bangkrut.."Jawab Dario
Sesaat Sheila terdiam,karna ia tak menyangka jika ayah Daniel meninggal secepat itu.Ia merasa prihatin,pasalnya ia sempat dulu sangat dekat dengan ayah Daniel.Ayahnya begitu menyanjung Sheila yang memiliki kepribadian yang baik dan sopan santun.Dan Sheila menganggap ayah Daniel sangat lah baim terhadap dirinya,dan dianggap sudah seperti anaknya.
Dario menatap Sheila yang termenung
__ADS_1
"Kau sedang memikirkan apa?"Tanya Dario
"Ah..Tidak..Apakah semua yang terjadi karna kau yang melakukannya?"Tanya Sheila
"Ya..Sedikit demi sedikit aku menghancurkan hidup si brengsek itu.."Jawabnya
"Begitu.."Ujar Sheila dengan singkat
"Apakah kau tidak senang mendengar berita ini?"Tanya Dario sedikit heran melihat reaksi Sheila yang tak begitu senang
"Bukan..Aku hanya sedikit prihatin dengan kepergian papanya..Karna papanya sangat baik padaku..Sebenarnya papa tidak bersalah,tapi aku tidak menyangka jika kau juga melibatkan masalah ku dengan papanya.."Jelas Sheila panjang lebar
"Ya tapi itu terjadi diluar rencanaku..Aku hanya ingin menghancurkan hidupnya..Dan tak mengira jika harus melibatkan orang tuanya."Jelas Dario membela diri
"Ya..Tidak apa apa..Anggap saja ini memang sudah takdirnya..Kuharap ini menjadi pelajaran untuk Daniel..Dan sadar akan kesalahannya.."Ujar Sheila
Dario pun terdiam menatap Sheila
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1