
POV NAURA
horeee....akhir nya aku ke rumah Zubair lagi.kalian tau kan kalau aku sudah 2 Minggu walaupun kata kalian itu sebentar tapi kata aku itu lama.terserah kalian mau anggap aku lebay begitu lah kenyataan nya.
sekarang aku berada di depan rumah Zubair. aku mengetuk pintu rumah nya dan mengucapkan salam.setelah beberapa menit menunggu akhir nya pintu terbuka dan menampakkan sosok wanita paruh baya yang seumuran dengan umi ku.
ya wanita tersebut bunda Hanifah,bunda nya zubair.aku langsung mencium tangan nya dan langsung masuk.tapi tenang sebelum masuk ke rumah Zubair aku sudah di persilahkan oleh bunda Hanifah.
setelah masuk rumah Zubair lebih tepat nya sih rumah nya bunda Hanifah dan ayah Rizieq,aku langsung ke kamar nya Zubair. walaupun aku sudah 2 Minggu ini tidak ke rumah nya tapi aku masih ingat letak rumah nya jadi aku tidak perlu diantar oleh pembantu bunda Hanifah.
sesampai nya di kamar Zubair, aku langsung mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. setelah beberapa menit menunggu akhir nya pintu itu terbuka juga.huh dia pasti sedang asik membaca buku sampai salam dan ketukan ku tidak terdengar oleh nya.
pasti kalian bertanya kok aku bisa tau?(walaupun sebagian kalian tidak akan mempermasalahkan masalah itu kan)
kalian tau kan aku dulu sering ke rumah nya.lebih tepat nya sih kamar nya yang selalu aku kunjungi.
tapi pada suatu hari aku pernah mengetuk pintu kamar nya beberapa kali begitu juga salam nya aku juga mengucapkan nya beberapa kali tapi dia tidak menjawab atau pun membuka pintu nya karena tidak ada jawaban nya aku memutuskan untuk membuka pintu kamar nya dengan paksa dan sedikit kesal. walaupun aku tau itu tidak sopan tapi entahlah karena kesal ku,aku jadi membuka pintu tanpa izin dan yang lebih aku marah lagi dia dengan santai nya melirik ke arah ku dan kembali membaca buku.huh aku mengingat itu juga sudah kesal.
ok kembali ke laptop.eh maksud nya kembali ke topik yang kita bahas.
hah...aku tidak tahan lagi,aku memutuskan untuk membuka pintu dan lihat dia sedang apa? ya dia sedang membaca buku.saking fokus nya dia tidak menyadari kedatangan ku.huh sangat menyebalkan.
aku langsung merebut buku yang dia baca.tentu saja dia kaget dan marah kepada ku. aku bisa melihat nya.mata nya menajam,rahang nya mengeras tapi entah kenapa aku tidak merasa takut terhadap nya mungkin karena aku juga kesal dengan nya.
"hei...apa yang kamu lakukan hah.merebut buku yang sedang aku baca kamu tidak punya sopan santun apa!"bentak nya sambil menunjuk jari telunjuk nya ke wajah ku.itu sangat menyakitkan walaupun aku tau itu kesalahan ku tapi entah kenapa hati ini sakit melihat dia membentak dan menunjuk jari nya kepada ku.sangat sakit.
"hiks,hiks...maafkan aku ir.aku hanya mau kamu tau kalau aku ada di sini.hiks,hiks..."ucap ku sesenggukan sambil menundukkan kepala menyesal.
"eh,eh...maaf Ra aku buat kamu nangis.kamu ngg salah kok aku yang salah karena tidak menyadari keberadaan kamu di sini.maaf kan aku ya,tolong jangan nangis"ucap Zubair menenangkan aku yang masih menangis.
__ADS_1
"sudah,sudah ya nangis nya,kan kita mau belajar bareng buat ujian."ucap nya menenangkan ku lagi.aku akhir nya mengalah untuk memaafkan nya walaupun sebenarnya aku yang salah sih.
"hiks,hiks....iya ayo kita belajar buat ujian"ucap ku masih tetap sesenggukan sambil tersenyum.
setelah itu aku dan Zubair belajar bersama lebih tepat nya sih kita bersaing untuk mendapatkan rangking 1.
oh ya,aku blm kasih tau ya.kalau aku dan Zubair itu selalu bersaing untuk mendapatkan rangking 1 walaupun ujung-ujungnya Zubair lah yang menang tapi aku tidak akan menyerah untuk mengalahkan nya.
POV ZUBAIR
hari ini aku sangat senang.kenapa?karena teman kecil ku akhir nya ke rumah ku walaupun tujuan nya untuk belajar tapi aku tetap senang karena akhir nya aku bisa bertemu kembali setelah 2 Minggu lama nya kami tidak bertemu.
ya laki-laki itu adalah Rafif.tapi ya sudahlah lagian dia sudah minta maaf ini.
setelah sarapan aku langsung ke kamar untuk mempersiapkan buku yang akan aku dan Naura belajar bersama.setelah aku mempersiapkan nya sambil menunggu Naura aku memutuskan untuk membaca buku.
lagi asik nya membaca tiba-tiba buku yang aku baca di rebut seseorang dan ternyata yang merebut nya adalah orang yang tadi ku tunggu. tapi saking kaget nya aku sampai membentak nya dengan mengucapkan kata yang membuat dia sedih."hei...apa yang kamu lakukan hah.merebut buku yang sedang aku baca kamu tidak punya sopan santun apa!"
__ADS_1
nah kan baru saja aku bilang begitu dia sudah menangis sambil mengucapkan maaf.huh aku memang b\*\*\*h.aku langsung meminta maaf kepada nya agar dia tidak menangis.jujur aku tidak kuat melihat tangisan nya apa lagi aku lah penyebab nya.entahlah kenapa hati aku sakit saat melihat tangisan nya yang jelas aku tidak akan membuat dia menangis.
setelah dia menangis aku dan dia mulai belajar bersama sambil sesekali tertawa.
POV AUTHOR
hari ini adalah hari pertama ujian kenaikan kelas yang biasa kita singkat dengan UKK.
di sebuah rumah mewah bercat kuning keemasan dan pagar berwarna coklat.ada seorang anak laki-laki yang sedang mengobrol dengan teman perempuan nya sambil menunggu bunda nya mengantarkan mereka.
ya anak laki-laki itu adalah Zubair dan teman perempuan nya Naura. setelah menunggu sekitar 10 menit mereka akhir nya berangkat ke SD IT Ar Rasyid.
sesampai nya di sekolah mereka berpisah dan pergi ke kelas masing-masing.
5 jam berlalu siswa siswi SD IT Ar Rasyid berhambur keluar kelas dan menuju ke parkiran untuk pulang atau menunggu orang tua nya jemput.begitu juga Naura dan Zubair sekarang mereka sedang duduk di taman yang tidak jauh dengan parkiran sambil mengobrol sesekali di selingi suara tawa.
setelah beberapa menit berlalu Naura dan Zubair di jemput oleh bunda Hanifah dan mereka langsung ke pulang kerumah masing-masing.
begitulah kegiatan mereka berdua saat ada Ujian kenaikan kelas karena jadwal UKK lebih cepat pulang dari pada PTS/UTS dan PAS/UAS.
-
-
__ADS_1
-
maaf kalau ada typo dalam karya saya dan saya juga mau minta maaf lagi karena di episode ini saya skip.tapi jangan bosan-bosan membaca karya saya ya.jangan lupa like,komen dan vaforitin karya saya.terima kasih