Teman Masa Kecil Jadi Cinta

Teman Masa Kecil Jadi Cinta
main bareng


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah berlantai 2 yang dinding nya bercat kuning keemasan dan pagar berwarna coklat. ada seorang anak kecil laki-laki berusia 5 tahun yang sedang bermain di kamar nya.


ya dia adalah Ahmad zubair.ia adalah anak kecil yang Sholeh,cerdas,pendiam(kecuali orang yang dia dekat),baik dan ramah.


ia berasal dari keluarga kaya yang mempunyai perusahaan ternama di Indonesia, walaupun keluarga nya kaya dia tidak pernah memandang orang lain dengan harta tetapi dia memandang orang dengan kebaikan dan ketulusan nya.


sore pun tiba,di rumah Zubair kedatangan gadis kecil yang berusia sama dengan nya bahkan dia teman satu kelas nya.


ya dia adalah Naura.gadis yang menjadi teman nya di perumahan yang dia tinggali.


"assalamualaikum"salam Naura sambil mengetuk pintu rumah.


"wa'alaikumsalam eh ada naura.ayo masuk "jawab bunda Hanifah sambil tersenyum dan mempersilahkan Naura masuk ke dalam.


"bunda Zubair nya ada?aku pengen main dengan Zubair bunda boleh?"tanya Naura keberadaan Zubair dan meminta izin kepada bunda Hanifah.


"ohh..Zubair ada di kamar nya dan kamu boleh kok bermain sama Zubair lagian di sekitar sini Zubair tidak ada teman.cuma kamu saja yang jadi teman nya.terima kasih ya Naura"jawab bunda Hanifah sambil tersenyum kepada Naura.


"iya Bun, aku juga ngg ada teman selama tinggal di sini dan Alhamdulillah untung aj Zubair pindah ke sini jadi aku bisa bermain dengan anak seusia ku.dan tentang berterima kasih bunda tidak usah mengucap kan nya soal nya aku juga senang akhirnya aku dan Zubair berteman"jawab Naura.


"bunda kalau begitu aku ke kamar Zubair dulu ya."ucap Naura sambil menengok kanan kiri merasa bingung karena di rumah itu banyak sekali pintu kamar.


bunda Hanifah yang melihat ekspresi wajah Naura yang sangat menggemaskan di seketika tertawa.


"hahaha....bibi."panggil bunda Hanifah kepada asisten rumah tangga nya sambil tetapi tertawa.


"iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?"tanya asisten rumah tangga tersebut.


"bi,tolong antar Naura ke kamar Zubair ya"pinta bunda Hanifah kepada asisten rumah tangga tersebut.


"siap nyonya,ayo non Naura lewat sini"ucap asisten rumah tangga tersebut sambil mengantar Naura.


"bi,panggil aj Naura Bi.tidak usah pake nona"ucap Naura tidak enak.


"tidak bisa nona,nona kan tamu spesial nyonya Hanifah dan den Zubair."tolak asisten rumah tangga tersebut.


"ya sudah bibi saja"pasrah Naura sambil terus berjalan ke kamar Zubair.


sesampai nya di depan kamar Zubair.

__ADS_1


"terima kasih bi"ucap Naura berterima kasih.


"sama-sama nona,permisi nona saya pamit dulu"pamit asisten rumah tangga tersebut.


"iya bi"jawab Naura sambil mengetuk pintu kamar Zubair.


di dalam kamar Zubair.


"tok,tok,tok..." ketukan pintu dari luar.


"siapa?"tanya Zubair dari dalam kamar.


"assalamualaikum Zubair ini aku Naura"salam Naura dari luar.


"wa'alaikumsalam masuk aj Naura"jawab Zubair sambil membuka pintu kamar.


"wow...rumah kamu luas banget Zubair"ucap Naura kagum.


"terima kasih,ayo masuk kamu mau tetap berdiri di depan pintu"jawab Zubair sambil menarik tangan Naura untuk masuk ke kamar nya.


"oh ya,saking kagum nya aku sama kamar kamu"jawab Naura sambil mata nya mengitari setiap susut kamar Zubair.


"ayo sini duduk Ra" ajak Zubair.


"iya" jawab Naura sambil berjalan ke sofa yang di duduki Zubair.


"Ir kita main yuk"ajak Naura ke Zubair.


"main apa emang nya?"tanya Zubair sambil menatap Naura.


"hmmm....gimana klo kita main kejar-kejaran?di rumah kamu kan luas kita bisa main di dalam,gimana"?tanya balik Naura kepada Zubair.


"kalau mau main kejar-kejaran kita main nya jangan di dalam kita main di taman belakang aj gimana?"tanya Zubair lagi kepada Naura.


"emang di rumah kamu ada taman belakang? di rumah aku juga ngg ada cuma ada teras rumah itu pun juga sempit"ucap Naura sambil menundukkan kepalanya sedih.


"ada, sudah tenang aj kalau kamu mau main di taman bekalang rumah aku aj.kita biasa bebas main di sana"jawab Zubair menenangkan Naura agar tidak sedih lagi.


"hmm...baiklah,ayo kita ke taman belakang"ucap Naura penuh semangat.

__ADS_1


mereka pun keluar dari kamar zubair.saat mereka melewati ruang makan.mereka lihat ada seorang laki-laki paruh baya yang sedang makan di temani istrinya.


ya dia adalah ayah nya Zubair yang bernama Muhammad Rizieq yang biasa di panggil Rizieq dan yang menemani nya pasti bunda Hanifah.


"ayah!!"ucap Zubair terkejut sambil berlari ke pelukan ayah nya.


soalnya biasa nya ayah nya Zubair pulang malam terkadang saat ayah nya pulang Zubair sudah tidur dan saat pagi hari ayah nya berangkat kerja Zubair masih terlelap dari tidur nya.jarang sekali mereka bertemu.kalaupun bertemu dan bercerita nya hanya hari libur.tidak heran Zubair kaget melihat ayah nya sudah pulang sore-sore.


"eh anak ayah.dari mana aj ayah sudah menunggu kamu keluar kamar loh.dan ini siapa?"ucap ayah Rizieq menerima pelukan anak sulung nya dan menatap Naura sekilas dengan perasaan bingung.


"oh ya ayah,bunda lupa kasih tahu ayah klo ini teman Zubair nama nya naura.dia rumah nya di samping rumah kita yah"jawab bunda Hanifah sambil tersenyum kepada suami nya.


"ohhh...yang bunda beri tahu itu ya.hello sayang nama om Muhammad Rizieq panggil aj ayah Rizieq ya"ucap ayah sambil menundukkan kepalanya agar sejajar dengan tinggi Naura.


"iya ayah,nama aku Naura Siti nur awaliyah panggil aj Naura"ucap Naura memperkenalkan diri sambil menyalami tangan ayah Rizieq.


"oh ya yah,aku sama Naura pengen main di taman belakang dulu boleh?"tanya Zubair meminta ijin kepada orang tua nya.


"tentu saja boleh ya kan Bun"jawab bunda sambil tersenyum menatap wajah bunda.


"iya yah,boleh banget malah.Naura klo mau main di rumah kami aj.ngg usah malu-malu ya"ucap bunda Hanifah sambil tersenyum memandang anak nya dan anak tetangga nya.


"iya Bun,nanti klo Naura mau main.main nya di rumah bunda soal nya rumah bunda lebih besar dari pada rumah Naura jadi bisa main sepuasnya deh"jawab Naura polos.


"hahaha....berarti selama ini Naura tidak puas dong main di rumah"timpal ayah sambil tetap tertawa karena kepolosan Naura.


"hehehe...iya yah.tapi bunda,ayah dan Zubair jangan bilang-bilang ke umi dan Abi ya.nanti umi Abi sedih kalau Naura bilang gitu"jawab Naura sambil menundukkan kepalanya sedih.


"emang nya kalau boleh tahu umi Abi Naura kenapa sedih kalau Naura bilang begitu?"tanya ayah penasaran.


"hmmm....kalau Naura bilang kayak gitu nanti pasti umi Abi minta maaf karena tidak bisa membeli rumah yang besar di karena kan Abi yang pekerjaannya pegawai kantoran biasa.jadi tidak bisa seperti Zubair."jawab Naura sedih.


"ohhh...begitu.ya sudah jadi tidak kalian main di taman belakang rumah"ucap ayah sambil tersenyum kepada mereka.


"oh ya yah.kita sampai lupa.ayo Ra"ajak Zubair sambil menarik tangan Naura menuju taman belakang.


sesampai nya di taman belakang.mereka langsung suit untuk menentukan siapa yang mengejar dan siapa yang lari menghindar.tapi sedang asik nya bermain kejar-kejaran.


tiba-tiba....

__ADS_1


brukk...


__ADS_2