Teman Masa Kecil Jadi Cinta

Teman Masa Kecil Jadi Cinta
martabak durian


__ADS_3

"aw..."ucap Naura kesakitan.


"Naura!!!"ucap Zubair terkejut sambil berlari ke arah Naura jatuh.


"kamu tidak apa-apa Ra?"tanya Zubair khawatir melihat Naura sudah duduk di atas tanah.


Zubair mencoba membantu membangun kan Naura untuk berdiri tetapi tidak bisa karena luka di lutut nya sobek sehingga darah di lutut nya tidak mau berhenti juga.


"bunda,ayah....tolong Naura.bunda ayah!!"teriak Zubair kepada orang tua nya sambil berlari ke dalam rumah.


"ada apa Zubair?kenapa kamu teriak-teriak dan lari-lari nak?"tanya sang bunda.


"Naura Bun,Naura lutut nya sobek.darah nya ngg mau berhenti"jawab Zubair khawatir.


"kenapa bisa terjadi sayang?"tanya bunda sambil berjalan cepat menuju taman belakang rumah.


"ngg tau bunda.saat aku sama Naura main kejar-kejaran Naura sudah jatuh ke tanah bunda dan lulut nya sobek jadi aku panggil bunda dan ayah."jawab Zubair sambil berlari lagi ke taman belakang.


sesampai nya di belakang rumah.mereka langsung membawa Naura ke rumah sakit untuk di jahit lutut nya dan tidak lupa bunda Hanifah menelepon nomor umi Aisyah.


mendengar kabar dari bunda Hanifah,umi Aisyah langsung menelepon suami nya untuk segera ke rumah sakit memakai mobil nya sedangkan umi Aisyah memesan taxi online untuk mengantarkan nya ke rumah sakit.


sesampai nya di depan ruangan Naura.


"assalamualaikum"salam Abi dan umi bersamaan sambil berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"wa'alaikumsalam"jawab mereka yang ada di dalam ruangan.


"Naura kamu gpp kan?"tanya umi memastikan bahwa tidak ada luka serius terhadap Naura.


"tidak apa-apa umi.cuma di jahit aj lutut nya umi."jawab Naura seolah-olah dia sehat-sehat saja walupun sebenarnya lagi sakit.


"maaf umi,saya tidak bisa menjaga anak umi dengan baik sampai Naura terluka begini."ucap bunda Hanifah meminta maaf sambil memegang tangan umi memohon.


"tidak apa-apa Bun,malah saya yang harusnya minta maaf karena jadi merepotkan kalian sekeluarga.


"tidak, saya tidak merasa di repotkan kok mi"jawab bunda Hanifah sambil tersenyum.


" sudah,sudah.ini kapan Naura nya pulang?"tanya Abi kepada semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"iya ya,kalau kita ngobrol terus nanti ngg pulang-pulang."ucap umi sambil terkekeh.


"iya Bun, saya juga baru sadar kalau kita masih di rumah sakit"ucap umi sambil terkekeh juga.


akhir nya mereka pergi dari ruangan tersebut.Naura di papah oleh ayah dan umi nya sedangkan ayah Rizieq mengemudi kan mobil nya.


sesampai di depan rumah.


"sekali lagi maaf ya mi" ucap bunda Hanifah menyesal.


"udh gpp Bun"jawab umi menenangkan bunda Hanifah.


"kalau begitu.kami pamit dulu ya.abi Ridwan,umi Aisyah dan Naura assalamualaikum"pamit ayah Rizieq sambil tersenyum dan menjalankan mobil nya ke parkiran mobil rumah mereka.


Abi,umi dan Naura sudah masuk ke dalam rumah begitu juga dengan bunda Hanifah dan ayah Rizieq sedangkan Zubair masih betah di samping mobil nya sambil menatap rumah Naura dengan perasaan kesal dan sedih.


"maaf kan aku Naura,aku tidak bisa menjaga mu tapi aku janji.aku tidak akan lagi membuat kamu sakit lagi Naura dan aku juga berjanji hati kita akan bersama terus walaupun jauh jarak dan waktu.terima kasih sudah menjadi teman pertama untukku"batin Zubair


__ADS_1



malam pun tiba,di sebuah rumah sederhana.ada keluarga kecil yang sangat harmonis yang sedang berada di meja makan untuk makan malam bersama.



ya mereka adalah keluarga naura.setelah tadi Naura,Abi dan umi sholat Maghrib berjamaah di mushola.setelah sholat mereka langsung ke meja makan untuk makan malam.



saat sedang sibuk-sibuknya makan.ada seorang wanita paruh baya yang sedang mual dan langsung berlari ke kamar mandi yang berada tidak jauh dari meja makan.



"Hoek,Hoek,Hoek...."suara muntahan tersebut.



"umi gpp?knp tiba-tiba muntah begini?ayo duduk dulu di kursi"tanya suami nya tersebut sambil menuntun wanita paruh baya tersebut ke dalam meja makan dan menduduki nya di salah satu kursi.



ya wanita paruh baya yang muntah adalah umi Aisyah dan yang menuntun nya adalah Abi Ridwan.



"umi gpp mungkin cuma masuk angin.umu juga ngg tau,tiba-tiba mual dan muntah"jawab umi Aisyah lemas.



"ya sudah, sekarang umi makan lagi ya.biar perut nya tidak kosong"ucap Abi menasehati umi.




"kan kamu tidak suka mertabak durian mi"ucap Abi bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.



"iya tau tapi aku sedang mau itu bi"ucap umi memelas.



Naura yang melihat perdebatan orang tua nya hanya diem menyimak walaupun ujung-ujungnya dia tidak mengerti dan dari sekian lama karena merasa bosan dengan perdebatan orang tua nya akhir nya ia lebih memilih bermain.



"ya sudah, ya sudah Abi akan belikan.naura mau ikut sayang?"tanya Abi sambil berjalan keluar rumah.



"tidak bi,aku mau main aj di sini"jawab Naura sambil tetap sibuk dengan mainan nya



"ya sudah,Abi pergi dulu assalamualaikum"pamit Abi sambil melaju motor nya ke luar pagar rumah.


__ADS_1


setelah beberapa menit Abi keluar untuk membeli martabak durian yang di inginkan umi.akhir terdengar suara motor Abi memasuki rumah dan langkah Abi juga terdengar sampai dalam rumah.



"assalamualaikum"salam Abi sambil membuka pintu rumah.


"wa'alaikumsalam,Abi sudah pulang"jawab umi sambil berjalan ke arah Abi dan menyium tangan suami nya.



"iya sudah,nih martabak durian nya"jawab Abi sambil menyerahkan martabak durian tersebut kepada umi.



"terima kasih Abi"ucap umi berterima kasih sambil berjalan ke arah dapur untuk di hidangkan nya ke piring.



setelah di hidangkan,umi berdoa sebelum makan dan langsung melahap martabak durian yang tadi di beli Abi.



Abi yang melihat itu sedikit menganga dan tidak percaya bahwa umi makan dengan sangat lahap padahal dia tidak suka durian.bau nya juga tidak suka apa lagi buah nya.ini yang pertama Abi lihat umi makan durian yang dulu ia tidak sukai.



"enak mi?lahap banget makan nya."tanya Abi sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah istri nya.



"enak Bi,Abi mau?"tanya umi menawarkan martabak durian yang sisa hanya dua potong martabak.



"tidak usah,buat umi aj.habiskan ya"jawab Abi sambil tetap memperhatikan umi yang sedang asik makan.



setelah selesai makan martabak.umi meminta izin ke kamar Naura untuk melihat apa putri nya masih main atau sudah tidur.



"tok,tok,tok..."suara ketukan pintu.



"assalamualaikum,sayang umi masuk ya"salam umi sambil masuk ke kamar putri nya.ternyata Naura sudah tertidur di kasur empuk nya.



"ternyata anak umi yang cantik sudah tidur,padahal umi blm menemani kamu tidur sayang.kamu hebat nak baru berusia 5 tahun sudah berani tidur sendiri"ucap umi kagum pada putri nya sambil membelai rambut putri nya.



setelah melihat Naura tidur.umi langsung keluar kamar anak nya dan berjalan ke ruang keluarga untuk menghampiri suami nya yang sedang nonton TV.



"Abi ayo kita tidur.ini sudah malam"ajak umi sambil berjalan mendahului Abi.

__ADS_1



"iya,ayo"jawab Abi sambil berlari kecil agar bisa mengejar umi yang sudah masuk ke kamar.


__ADS_2